Alika tak pernah menyangka sebuah tragedi yang merugikannya akan membawa dia bertemu dengan seorang tentara tampan yang menyelamatkannya, cinta pandangan pertama langsung ia sematkan kepada tentara itu.
Tapi bagaimana bisa Alika mengatakan cinta pandangan pertama karena wajahnya saja Alika tidak pernah melihatnya karena wajah tentara tersebut tertutup oleh masker sehingga Alika sendiri tidak tahu tapi sudah mengatakan cinta padangan pertama hanya dengan melihat matanya saja dan belum tentu mereka akan bertemu kembali.
Bagaimanakah perasaan sang tentara apakah dia juga merasakan getaran pertama sama seperti Alika atau hanya berniat menolong karena Alika adalah korban yang harus di tolong??
Follow IG : Lala_syalala13
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24_Rumah Sakit
"Ada sebuah kecelakaan bis di perbatasan." ucap komandan Bagas namun langsung membuat Ethan menegang.
"Di perbatasan? Maksud komandan?" tanya Bima yang harap harap cemas semoga pikirannya tidak benar.
"Iya bis milik tenaga medis yang baru saja pergi dari sini kecelakaan masuk ke jurang." ucap komandan Bagas melihat ke arah Ethan.
BOOMMMM
Seperti ada sebuah batu besar menimpa Ethan, bahkan untuk bergerak saja tubuhnya begitu kaku.
"Sekarang kita akan ke sana untuk evakuasi." ucap komandan Bagas.
Ada rasa khawatir di diri Ethan, dia mencoba untuk tenang namun pemikiran yang tidak-tidak membuatnya tidak bisa be fikir jernih.
Karena jarang yang jauh dari markas prajurit sehingga lebih baik menyuruh prajurit terdekat yaitu di camp pengungsian karena jarak juga masih terkendala.
Sampai di kejadian kecelakaan Ethan mencoba berpikir tenang dia tidak boleh tegang sama sekali.
Di sisi lain Alika terus mengobati para rekan rekannya yang untung nya saja semua selamat namun banyak yang mengalami luka serius dan harus segera di larikan ke rumah sakit.
"Ya ampun dokter muka dokter pucat sekali, kepala dokter juga terus mengeluarkan darah." seru Lula tidak tega dengan dokternya.
"Aku gak papa kok, lebih baik sekarang kita kasih pertolongan pertama dulu." ucap Alika mencoba menguatkan dirinya, dia tidak boleh tumbang sekarang.
Dengan cekatan Alika memberikan pertolongan pertama, dia sendiri juga butuh pertolongan pertama namun dia malah membantu yang lainnya.
Karena kurang waspada Alika tidak sengaja terpeleset hingga terjatuh ke bawah lagi membuat yang lainnya terkejut.
"Dokter!" teriak yang lainnya tepat di saat para prajurit mencoba untuk turun.
"Kapten, kapten yakin untuk turun?" tanya Bima, dia hanya takut kapten nya semakin terpuruk jika melihat kondisi di bawah.
"Kita turun." ucap Ethan tidak mengindahkan ucapan bima.
Ambulance sudah siap siaga di atas karena medan yang cukup susah dan tidak bisa di jangkau oleh mobil ambulance sehingga para prajurit yang akan turun.
"Tolong!" teriak rekan medis yang mulai kalut karena dokter Alika yang terjatuh.
Tak lama para tentara datang dan melihat mobil yang sudah remuk bagian depannya dan mengeluarkan asap.
"Segera evakuasi para korban." perintah Ethan dan di jalankan oleh yang lain.
"Kapten...." panggil Lula dengan air mata yang sudah ada.
"Mana Alika? Saya cari di dalam tidak ada dan di sana tidak ada?" tanya Ethan yang mulai panik karena tidak melihat keberadaan sang istri.
"Kapten dokter Alika dia..... dia...." ucap Lula tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
"Dimana dia?!" tanya Ethan dengan nada tinggi nya, dia takut sekali rasanya.
"Dokter Alika jatuh ke bawah kapten, saya tidak bisa menyelamatkan karena kejadiannya begitu cepat." ucap Lula yang sudah menumpahkan tangisannya.
DEG
Jantung Ethan seperti berhenti berdetak detik itu juga, pikiran kalut dan juga takut dengan kondisi sang istri.
Tanpa sadar Ethan langsung saja ingin terjun mencari keberadaan sang istri kalau saja Bima tak menahannya.
"Kapten tenang kita pasang pengaman dulu karena tidak mungkin kita turun tanpa pengaman, di sana cukup dalam." ucap Bima membuat Ethan tersadar.
"Segera pasang biar aku sendiri yang memastikan kondisi nya, kalian ikuti dari belakang." perintah Ethan dan di angguki yang lainnya.
Semua korban telah di evakuasi dan tinggal mencari keberadaan Alika saja, di sana ambulance sudah menunggu.
Di sisi lain Alika merasakan kakinya begitu sakit sekali bahkan untuk di gerakkan saja sangat susah, seperti nya dia terkilir kakinya namun tidak sampai patah, semoga saja.
"Mas aku mohon cepat datang." lirih Alika yang sudah tidak kuat menahan sakit dan takutnya sendirian.
Untung saja waktu masih siang jadi tidak sampai malam dan semoga sebelum malam dia sudah di temukan.
"Tolong." lirihnya karena Alika sudah kecapekan dan dia mencoba untuk tetap sadar walau sebenarnya dia sudah tidak kuat lagi.
"Sayang..... Sayang kamu di sini?!" teriak seseorang yang Alika yakini itu adalah sang suami karena dia begitu hafal dengan suara tersebut.
"Mas aku di bawah!" teriak Alika sekuat tenaga dan untungnya Ethan mendengar remang remang suara tersebut.
"Sayang...."
Ethan menyusuri semak belukar yang cukup curam itu, namun dia bisa melihat bekas ada yang lewat di sana karena beberapa tumbuhan terlihat layu karena terkena sesuatu.
"Sayanggg!" teriak Ethan saat sudah sampai di sebuah tempat dan melihat anga istri yang lemah tak berdaya.
"Mas..." lirih Alika yang akhirnya bisa melihat sang suami di sana.
Namun setelah itu dia pun Alika pun pingsan di pelukan Ethan sang suami membuat Ethan begitu takut sekali, dia biasanya terlihat tenang namun sekarang dia begitu takut dan berdoa semoga tidak ada hal yang aneh aneh terjadi.
Setelah itu Ethan langsung membawa Alika menuju rumah sakit, dia begitu takut hingga dia menggenggam begitu erat tangan sang istri.
"Sayang bangun ya, jangan bikin aku khawatir." tutur Ethan sambil menciumi tangan sang istri.
Di dalam ambulance ada Bima dan juga Lula yang melihat sedih ke arah pasangan tersebut.
Tak lama mereka sampai di rumah sakit daerah tersebut, Alika segera di tangani dan Ethan menunggu di depan.
Untuk keluarga di ibu kota sudah di kabari akan hal tersebut, bahkan berita soal kecelakaan juga sudah di buat di televisi sehingga tidak mungkin mereka tidak tahu.
Namun Ethan mengatakan kalau kondisi sang istri baik baik saja dan agar mereka tidak perlu cemas dan tidak perlu datang ke daerah.
Tak lama dokter pun keluar membuat Ethan langsung menghampiri nya dan menanyakan soal keadaan sang istri.
"Dok bagaimana kondisi istri saya?" tanya Ethan.
"Kondisi bu Alika sekarang sudah jauh lebih baik, Lika di kakinya cukup parah namun untung nya tidak sampai mengalami patah tulang, hanya terkilir saja, untuk tangan sudah kami lakukan tiga jahitan karena memang luka nya cukup terbuka lebar, untuk luka di kepala sudah kami tutup." ucap dokter.
"Apa saya bisa melihat kondisi istri saya dok?" tanya Ethan.
"Silahkan pak, kalau begitu saya permisi dulu."
Setelah itu dokter pun pergi dari sana, Ethan langsung saja masuk dan melihat kondisi sang istri yang begitu menyayat hati nya sekali, kalau bisa di tukar biarkan lah dirinya saja yang mengalami.
"Sayang, bangun yuk kamu gak kangen sama aku? Katanya setelah selesai dengan ini kita bakalan bulan madu." tutur Ethan menggenggam erat tangan sang istri yang tidak terkena infus.
.
.
Bersambung.....
Jangan lupa follow akun author, favorit kan cerita ini, vote, like, komen dan gift nya juga boleh biar tambah semangat buat nulis nihhh....
Ditunggu ulasan dan bintang 5 nya yaaa
FOLLOW IG AUTHOR : @LALA_SYALALA13
Riset dl thor...