Cerita ini tentang cowok 'penakut' yang selalu ditolak sama cewek.
Dia bernama Dafa, dimana dia selalu berteman dengan cewek dan dengan mudahnya dia jatuh cinta. Entah beneran cinta atau karena merasa iri sama yang lain yang bisa dengan mudahnya mendapatkan pacar. Dafa tipe orang yang mudah terbawa perasaan, sehingga jika ada seseorang yang baik kepadanya dia langsung suka. Tetapi sayangnya, yang dekat dengannya rata-rata hanya menganggap dia sebagai teman tidak lebih.
Ikuti ceritanya dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nureti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24
Di sekolah.
Ketiga sahabatku sudah ada di kelas. Aku yang baru datang, disambut sama sindirannya Viana.
"Cie yang semalam habis kencan." katanya.
Aku menatap Dafa, Dafa hanya mengangkat bahunya.
"Gue tahu kali, gue baru nyampe kalian pergi pulang." katanya.
"Traktiran dong." kata Lastri.
"Yups, hari ini makan gratis iya Tri?" kata Viana.
"Haddeuh, apaan sih kalian." kataku.
"Tahu tuh, gosip mulu." kata Dafa.
"Iya kalau gosipnya lu jadian sama Nina mah lu juga senang kan? Jangan sok-sokan jaim deh Daf." kata Viana.
Muka Dafa langsung memerah karena malu mendengar perkataan Viana barusan. Aku mengabaikan pembicaraan mereka dan duduk di samping Dafa.
Jam istirahat.
"Gimana nih, jadi ada traktiran tidak?" kata Lastri.
"Jadilah iya kan Daf?" kata Viana.
"Iya sudah gue traktir kalian siomay." kata Dafa.
"Tuh kan Tri, kita makan gratis hari ini." kata Viana.
"Berarti kalian berdua beneran jadian?" tanya Lastri menatap aku dan Dafa bergantian.
"Itu karena Dafa lagi baik sama kalian." kataku.
"Ahh gue tidak minta jawaban dari lu Nin, gue mau nya dari Dafa langsung yang jawab." kata Viana.
"Haddeuh." kataku yang sudah pasrah sama mereka.
"Gimana Daf? lu bisa jawab?" tanya Viana yang tersenyum.
"Gue... gue hanya lagi ada rejeki saja, makanya gue traktir kalian." kata Dafa gugup.
"Kenapa lu gugup gitu?" kata Viana memojokan.
Viana yang pengen tahu sebenarnya hubungan aku sama Dafa itu gimana. Karena pas di pasar malam itu, ternyata Viana juga kesana dan ngelihat aku dan Dafa lagi berpegangan tangan, dan tiba-tiba tangan Dafa menghapus air mataku. Karena Viana posisinya ada di belakangku jadi terlihatnya Dafa memegang kedua pipiku mesra.
"Lu mau makan gratis atau tidak? atau gue suruh Dafa berubah pikiran?" kataku yang sudah geram.
"Haha ampun boss, kenapa lu kepancing emosi? kan gue mah cuma nanya." kata Viana.
"Lu nanya kayak sama orang tersangka." kataku.
"Haha okok." kata Viana.
"Okok nya lu jangan menarik kesimpulan sendiri, ntar gue bisa jelasin." kataku yang sudah mengerti pasti Viana sudah menyangka aku dan Dafa sudah jadian.
"Nah, itu baru sahabat gue." kata Viana yang memeluku.
"Bodo amat." kataku.
"Hahaha iya sudah intinya hari ini makan gratis." kata Viana melirik Dafa.
"Daf gue malas keluarnya lu sama Lastri dah yang beli kita makan disini saja." kataku memelas.
"Ide bagus." kata Viana tersenyum.
"Sudah gue yang bayar gue juga yang ke kantin." kata Dafa kesal.
"Hahaha ayo Daf kan gue temenin." kata Lastri.
Mereka berdua akhirnya pergi menuju kantin sekolah. Sedangkan aku dan Viana diam di kelas. Aku menceritakan semuanya ke Viana. Dimulai dari kenangan bersama Ikhsan dan kejadian tadi malam bersama Dafa yang dilihat olehnya.
"Oh sorry Nin, gue tidak tahu." katanya merasa bersalah.
"Iya Na tidak apa-apa, gue juga minta maaf belum cerita ini ke lu." kataku.
Viana memelukku erat karena rasa bersalahnya, karena sudah membuatku mengingat kenangan indah bersama Ikhsan.
"Aku tidak apa-apa Na, lihat aku sekarang. Apakah aku menangis lagi karena sudah mengingatnya? tidakkan? aku sudah tidak menangis lagi." kataku tersenyum.
"Lu wanita kuat Nin." katanya memelukku lagi.
Dafa dan Lastri memasuki kelas dan membawa makanan dan minuman yang mereka beli.
"Ini buat lu." kata Dafa memberikan batagor.
"Kok, aku beda?" tanyaku yang beda sendiri, sedangkan yang lain siomay.
"Kan lu sukanya batagor." kata Dafa.
"Tapi hari ini, gue mau makan siomay." kataku dengan muka cemberut.
"Iya sudah ini tukar punya gue." katanya memberikan siomaynya dan mengambil batagorku.
"Terimakasih Dafa." kataku tersenyum lebar.
"Iya" katanya tersenyum.
...****************...
jangan lupa mampir di karyaku juga ya
minding baca komik bobo
salam dari Barryneald :))
#Izin Thor
salam kenal 🤗
semangat berkarya 💖
jika ada waktu jgn lupa feedback ke karyaku "love in silence" dak tinggal kan jejak like dan comment mu sbg bentuk dukungan karayku 😘
Terima-kasih banyak.
jgn lupa mampir juga di novelku dg judul "My Annoying wife" 🍇🍇🍇
kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowo polos ☘️☘️☘️
tinggalkan like and comment ya 🥭