Cerita ini merupakan lanjutan dari cerita JENDRAL NAGA HITAM , yang terpaksa tidak bisa dilanjut, karena kerusakan hp.
Lu Sun adalah putra tunggal dewa perang Lu Bu dan istrinya Diao Chan..
Ketika kota XIA PI yang dibawah kekuasaan Lu Bu diinvasi oleh CAO CAO.
Lu Bu mengirim Lu Sun ke Paman Kakek nya
yang tinggal dikota JIAN YE.
Naas ditengah perjalanan Lu Sun mengalami musibah dan terjatuh kedalam jurang.
Yang ternyata berbatasan dengan suatu segel formasi dewa.
Segel secara otomatis terbuka setiap 100 tahun sekali selama 3 jam.
Didalam segel formasi dewa terdapat suatu alam tempat menghukum para dewa yang melakukan pelanggaran yang sangat berat.
Lu Sun jatuh tepat diatas segel formasi dewa, yang sedang terbuka. Lu Sun bertemu dengan Guru yang mewariskan kemampuan silat dan berbagai pengetahuan militer padanya.
Disinilah pertualangan Lu Sun dimulai.
Mulai dari belajar silat sampai mewarisi ilmu strategi milter. juga perjalanan dan pertualangannya setelah meninggalkan alam hukuman para dewa.
Yang melibatkannya dalam, pertempuran, adu strategi militer, perluasan kekuasaan, tipu muslihat, asmara yang berliku-liku ada sedih,gembira, bahagia.
Semua dapat kalian baca lebih lengkapnya di
LEGENDA JENDRAL NAGA HITAM.
Semoga cerita ini dapat menghibur para pembaca..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MING2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MISI LUBU DAN ZHANG LIAO 6
"Cao Ren apakah kamu sudah lupa denganku?"suara Bu Li berubah menjadi lebih berwibawa.
Cao Ren terkejut siapa orang didepannya ini,
Bu Li membersihkan wajahnya dari kotoran tanah dan debu dengan lengan bajunya
Lalu muncul sesosok wajah yang tampan dan jantan dengan sepasang alis tebal hitam,sepasang mata yang bersinar tajam sedang menatap ke Cao Ren sambil tersenyum.
"Kalau begini mungkin kamu bisa lebih mengingatnya bukan?"
Ka..kamu Lu.. Lu Bu ujar Cao Ren tergagap kini dia baru sadar dia sudah masuk dalam perangkap Lu Bu.
Sekarang mau menyesal pun sudah terlambat.
Dia langsung membalikkan kepalanya melihat kearah pasukannya, tapi pasukannya seperti sedang buru-buru meninggalkannya .
Terlihat sedang bergerak kebarisan belakang.
Ini ada apa dalam hatinya Cao Ren bertanya-tanya. Apa yang terjadi dengan barisan belakang?
Tiba-tiba terlihat sebuah kereta perbekalan dikusiri seorang prajurit ditarik 3 ekor kuda sedang berlari menuju kearah Lu Bu dan Cao Ren berada.
Setelah sampai didepan Lu Bu prajurit tersebut turun dari kereta, lalu memberi hormat kearah Lu Bu sambil berlutut dengan sebelah kaki ,
"Cu Kung maaf saya datang sedikit terlambat."
"Saya diperintahkan Komandan Li mengantarkan perlengkapan Cu Kung!"
"Tidak kamu datang diwaktu yang tepat,"
"Kamu bangunlah jangan terlalu banyak peradatan!"
"Apakah dikereta mu ada tali?"
Ada Cu Kung, sebentar saya ambilkan siprajurit bergegas kekereta mengambil tali kemudian berlari datang membawa tali mendekati kearah Lu Bu dan Cao Ren.
"Kamu ikat kaki dan tangan orang ini !"
'Ikat yang kencang jangan sampai lepas!"
"Kamu bawa dia kekomandan Li sekarang!"
Setelah berpesan pada prajurit tersebut Lu Bu menghampiri kereta mengganti pakaian dan perlengkapan perangnya , kemudian mengambil Hua Ci nya.
SUIIIITT.. SUUIIIT.. Chi Tu Ma mendapat kode dari Lu Bu langsung berlari dari dalam semak-semak menuju ketempat Lu Bu
Lu Bu memacu Chi Tu Ma kearah Zhang Liao yang masih bertempur sengit dengan Zhang He .
"Zhang Liao kamu mundurlah serahkan saja kecoa ini padaku!"
Zhang Liao setelah menangkis dan mementalkan tombak Zhang He dia segera begerak mundur.
"Kamu pergi bantu Komandan Chen dan Li saja dibarisan belakang !"
"Baik,".. jawab Zhang Liao yang langsung memacu kudanya meninggalkan tempat pertempuran.
Zhang He sangat dongkol dianggap kecoa sama Lu Bu. Tapi mau bagaimana lagi yang dihadapannya sekarang adalah dewa perang yang terkenal.
Walau dihatinya terasa dongkol, tapi disisi lain Zhang He juga merasa senang dan sedikit gugup.
Orang yang selama ini menjadi target seluruh Jendral dinegeri ini, Untuk meraih nama dan meningkatkan pamor mereka sekarang ada didepannya.
Ini adalah salah satu kesempatan langka, apalagi orang ini sekarang adalah target CAO CAO, kalau bisa menangkapnya baik dalam kondisi bernyawa ataupun tidak .
Tentu imbalan dan masa depan tak terbatas akan bisa dia raih.
Zhang He menarik napas dalam-dalam dan membuangnya pelan-pelan .
Untuk menenangkan jantungnya yang berdegup kencang.
Setelah beberapa tarikan napas diapun bisa tenang.
"Kenapa diam saja?
" apa aku menakutkanmu sampai tak bisa bergerak?" Lu Bu mengejek sambil tersenyum.
"Manusia bermulut besar lihat serangan ku!"
"HIIAATT.."
Zhang He memacu kudanya sambil menusuk tombaknya kedada dan kepala Lu Bu
Lu Bu dengan tenang sedikit memiringkan badannya sehingga tusukan itu lewat disisinya.
Tapi Zhang He tidak berhenti ditusukan itu.
melihat tusukannya tidak mengenai sasaran dia menyapunya kesamping untuk menebas dan memukul Lu Bu agar jatuh dari kudanya.
Lu Bu kembali menghindar dengan membaringkan dirinya diatas kuda begitu tombak melewati diatas badannya dia segera bangun dari kudanya dan menghantamkan Hua Ci nya dari atas kebawah.
Zhang He pun mengangkat tombaknya untuk menangkis hantaman tersebut.
"TRAAAANG.."
Hantaman tersebut begitu kuat Zhang He merasa perih pada telapak tangannya.
Lu bu mengalirkan sedikit tenaga dalam dan menekannya kebawah.
Zhang He mati-matian menahan, agar Hua Ci tidak sampai mengenai bahunya.
Tetapi perlahan-lahan Hua Ci semakin menekan tombaknya kebawah, akhirnya Hua Ci menyentuh bahunya .
Bahunya pun mulai mengeluarkan darah darah .
Lu Bu sedikit memutar Hua Ci nya dan memapasnya kesamping mengarah keleher Zhang He.
Bila terpapas Hua Ci kepala Zhang He pasti akan jatuh menggelinding ditanah.
Karena Hua Ci disisi bawah mata tombak ada belati kecil berbentuk bulan sabit yang sangat tajam
Zhang He mengakat sekuat tenaga tombaknya keatas, sedangkan kepala dan badannya dimiringkan kesamping sehingga Hua Ci lewat beberapa centi diatas kepalanya yang dimiringkan.
Dari pertemuan beberapa gebrakan Lu Bu sudah bisa menafsir kekuatan Zhang He masih setingkat dibawah Xia Hou Dun .
Kalau dia mau dengan beberapa tebasan sudah bisa mengalahkan Zhang He, Tapi dia merasa kalau terlalu cepat mengalahkannya kurang menarik.
Dia ingin bermain-main sebelum mengalahkannya.
Lu Bu tidak mengejar dan menghujani Zhang He dengan serangan beruntun.
Tapi dia menunggu serangan dari Zhang He, sambil tersenyum.
"Majulah tunjukkan kemampuanmu kecoa!"
Sebenarnya dari pertukaran serangan tadi Zhang He sudah menyadari kemampuannya berbeda terlalu jauh dengan Lu Bu.
Sekarang dia berharap Xia Hou Dun dan Cao Ren bisa membantunya.
Tapi sepertinya harapan tinggal harapan, dia tidak melihat keberadaan Cao Ren dan pasukan yang dia pimpin .
Hatinya sedikit tercekat, apa mereka meninggalkanku atau aku yang bertempur terpancing terlalu jauh oleh Zhang Liao .
Zhang He hanya bisa mengeraskan hatinya untuk kembali maju menyerang .
"HIIIAAAT.."
Zhang He kembali memberikan tusukan , hanya tusukan kali ini tidak hanya ditujukan ke Lu Bu tapi juga ditujukan kekudanya .
Zhang He berpikir kalau aku berhasil melukai atau melumpuhkan kudanya, aku bisa kabur dari sini.
Melihat serangan Zhang He Lu Bu kini menangkis semua serangan Zhang He takut serangan tersebut mengenai kuda kesayangannya.
Lu Bu sedikit marah melihat cara menyerang Zhang He.
Lu Bu membatalkan niat bermain-mainnya
Setelah menangkis semua tusukan tombak Zhang He .
Lu Bu membalas menusukkan Hua Ci kekepala Zhang He .
Zhang He sedikit terlambat menghindar sehingga helm dikepalanya terpental terkena tusukan Hua Ci .
Setelah helmnya terlepas rambut Zhang He pun terurai riap-riapan.
Lu Bu kembali menyerang Zhang He dengan tebasan miring dari atas kebawah.
Zhang He menangkis tebasan tersebut.
"TRAAAAANG.."
Lu Bu mengait dan mengunci tombak Zhang He dengan pinggiran Hua Ci berbentuk bulan sabit, lalu menariknya dan berkata "LEPASSS"
Tombak Zhang He pun terlepas dari pegangannya,
Karena tidak kuat menahan tarikan dari Lu Bu dengan lengan yang agak gemetar akibat menangkis tebasan miring Lu Bu tadi.
Lu Bu mengayunkan Hua Ci nya sehingga tombak Zhang He terlontar dan menancap disebuah pohon.dengan ganggang tombak yang berhoyang-goyang akibat kekuatan hempasannya.
Lu Bu kembali memacu kudanya kearah Zhang He kemudian kembali menusukkan Hua Ci nya kedada Zhang He.
Zhang He mengelak dengan memiringkan tubuhnya.
Ketika tusukan Hua Ci melewati samping dada Zhang He. Tiba-tiba Hua Ci dihempaskan kesamping.
Zhang He terpukul dadanya oleh bagian samping Hua Ci .
Zhang He pun terjatuh dari kuda ketika ingin bangkit Hua Ci sudah menempel dilehernya.
"Kemampuan ku masih dibawah mu ." "Sekarang mau bunuh atau mau memotong-motongnya terserah padamu."
semoga ada kesembuhn pada cerita ini