Dunia Kayra Hana Nur Pramudya dalam satu malam membuat hidupnya jungkir balik. ketika dirinya mendapat pelecehan seksual di malam reuni sekolahnya oleh seorang pria merupankan cinta dalam diam Kayra yang tak lain mantan sahabatnya.
Karena trauma dan sakit hati yang di alami oleh Kayra, Setelah kejadian naas tersebut membuat kedua orang tua nya memutuskan membawa Kayra kembali ke Amerika.
Tiga tahun berlalu Kayra kembali di pertemukan dengan Arjuna mantan sahabat sewaktu SMA dulu. Arjuna sangat terkejut melihat seorang bocah kecil yang sangat begitu mirip dengan wajahnya, bersama dengan Kayra.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amillea24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24 Kejutan Rumah Baru
Perjalan yang memakan pulahan jam itu Kayra tempuh bersama anak dan kedua orang tuanya. Hingga akhirnya mereka sampai di tanah kelahirannya - Indonesia. Kayra tak pernah berfikir untuk pindah ke sini sebelumnya. Ia tahu masa pensiun Ayahnya akan habis di kantor bank cabang Amerika. Ternyata tidak tiga tahun sebelum Ayah Rama pensiun, beliau malah di pindahkan kembali ke Indonesia.
Awalnya Kayra berfikir untuk tidak mau ikut pindah ke Indonesia. Ia akan tetao di Amerika bersama si kecil Dhava. Tapi tak memungkin ia meninggalkan Ibu dan Ayah berduan saja disini. Maka dari itu memutuskan ikut pulang ke tempat penuh dengan luka.
" Una, ini Indonesia kah ? " tanya Dhava dengan kepo ketika kedua mata bulatnyavitu menatap sekeliling bandara. " Di mana lupa balu kita, Una "
" Ini kota Tanggerang, sayag. Kota yang ada di Indonesia. Rumah baru kita berada di Jakarta jauh dari bandara ini. Jadi kita harus naik mobil dulu untuk sampai di sana "
" Belalti naik mobil dulu, ya "
" Iya, sayang. Kita naik mobil dan lewat jalan tol supaya cepat sampai ke rumah baru kita "
Sambil menunggu Mama dan ayahnya mengambil koper mereka. Kayra terus mengajak ngoborl putranya itu, yang saat ini berada di dalam gendongannya.
Tadinya ia dan ayahnya yang mau mengambil koper, tapi Mamanya itu langsung melarangnya. Malah menyuruh dirinya menemani Dhava mengobrol.
" Uti cama Akung lama cekali, cih. Dhava tak cabal mau lihat luma balu kita " ucap Dhava dengan cemberut, sudah 30 menit mereka menunggu ayah Rama dan mama Rika tak kunjung terlihat batang hidung nya.
" Sabar sayang, mungkin lagi ngantri di pengambilan kopernya " ucap Kayra dengan asal supaya anaknya itu tidak bertanya kembali.
Dari arah mereka Ayah Rama dan Mama Rika sudah kembali sambil mendorong troli berisi koper - koper milik mereka semua. Melihat anak dan cucunya berdiri menunggu ke datangan nya membuat, pasutri itu berjalan cepat ke arah sang anak berada.
" Maaf ya lama menunggu, tadi ada sedikit kendala " ucap ayah Rama setelah berada di dekat Kayra.
" Tak apa ayah. Memang nya ada Kendala apa, ayah ? "
" Tadi koper yang berisi milik Dhava hampir ketuker dengan milik orang lain. Untung saja tadi mama liat, kalo tidak bakal ribet urusannya "
" Syukur lah, kalo begitu ayo kita pulang. Cucu kalian ini sudah tidak sabar ingin melihat rumah kita "
" Oh cucu Akung ini ternya sudah tidak sabar mau melihat rumah baru nya. Ayo kalo gitu kebetulan jemputan kita sudah menunggu di tempat penjemputan "
Mereka bertiga berjalan menuju ke arah pintu keluar penumpang Internasional di terminal 3 . Terminal 3 Bandara Soekarno - Hatta merupakan terminal terbesar dan terbaru di bandara ini, dan digunakan untuk penerbangan Internasional maupun Domestik dan terdapat 38 gate dengan rincian gate 1 - 10 untuk penerbangan Internasional dan gate 11 - 28 untuk penerbangan domestik.
Your information :
Anak yang lahir di Amerika Serikat secara otomatis berstatus sebagai warga negara Amerika Serikat. Hal ini karena Amerika Serikat menganut asas kewarganegaraan Ius Soli, yaitu kewarganegaraan ditentukan berdasarkan tempat lahir.
Karena Dhava terlahir di negara Amerika Serikat secara otomatis anak itu memagang dua kewarganegaraan alias ganda. Yaitu kewarganegaraan Indonesia mapun Amerika sampai usia Dhava menginjak 18 tahun. Ia harus memilih kewarganegaraan nya, apakah mau sebagai WNI atau WNA dengan tenggat waktu hingga berusia 21 tahun.
Jadi saat ini sampai Dhava berusia 18 tahun. Dia memiliki dua paspor, yaitu paspor Amerika dan paspor Indonesia.
🌹🌹🌹
Selama perjalan menujuh rumah mereka. Mulut kecil Dhava tak jenti - hentinya bertanya dengan apa yang ia liat selama perjalanan.
Sampai membuat supir yang mengantar mereka, di buat gemas dengan bocah kecil itu. Rasanya ia ingin mencubit kedua pipi bakpo milik Dhava itu saja, saking gemasnya.
" Loh, Yah. Jalan ke rumah kita kan bukan lewat sini ? " ucap Kayra merasa bingung dengan jalan yang mereka lalu sekarang.
Kayra tau kalo mereka akan pindah ke rumah yang lama. Rumah yang dulu mereka tempati bertiga. Tapi kenapa jalan yang mereka lewat sekarang bukan jalan menuju rumah mereka yang lama.
" Ini jalan ke rumah kita, Kay. Rumah kita yang baru, rumah lama sudah Ayah jula satu tahun yang lalu " jawab Ayah Rama.
" Loh, kok Kay ngga tau, Yah. Kalo rumah lama kita di jual. Emang nya kenapa sampai di jual ? "
" Ayah mu ity bosen tinggal di daerah Jakarta Timur, katanya nau nyoba tinggal di daerah Jakarta Selatan. Biyar cucu nya jadi anak Jaksel " ucap Mama Rika sambil tertawa pelan.
" What ? apa banget sih Ayah sampe segitu nya ? "
" Bukan begitu, kita pindah ke Jaksel karena tempat kerja Ayah yang baru lebih dekat dengan rumah kita sekarang "
" Oh Kay pikir, cuman karena itu kita pinda ke daerah Jaksel "
" Bukan, lagian kamu dengerin perkataan Mama mu. Mama mu itu suka ngada - ngada kalo ngomong "
Mama Rika hanya tertawa saja mendengar ocehan sang suami yang saat ini kesal padanya.
" Uti tapan campe nya cih ? Lama amat " ucap Dhava dengan kesal sambil mendongar melihat sang nenek yang saat ini memangkunya.
" Coba Dhava tanya sama pak sopir, kapan kita sampe nya ? " ucap Mama Rika pada Dhava.
Bocah kecil itu pun menurut lalu bertanya pada sopir yang sedang mengantar mereka. " Oom kapan kita campe ? Dhava syudah tak cabal "
" Sebentar lagi kita sampe Bos kecil. Tinggal 8 menit perjalanan lagi " jawab sopir tersebut dengan rama sambil melempar senyuman pada Dhava melalu kaca spion.
Sopir yang sedang membawa mereka merupakan Sopir kantor pusat tempat Ayah Rama bekerja nanti. Beliau yang akan menjadi sopir pribadi Ayah Rama selama bekerja di sini nantinya.
" Uti 8 menit lagi kita campe. Itu belalti maci lama kan, Uti ? " tanya Dhava dengan mata menatap polos pada mama Rika.
" Tidak sayang, itu berarti sebentar lagi kita sampe. Kan kita naik mobil jadi perjalannya lebih cepat sampai deh " jawab Mama Rika seadanya saja.
" Cebental lagi campe " cicit Dhava mengulang perkataan neneknya barusan.
Benar saja tak lama mobil yang mereka tumpangi berbelok ke sebuah perumahan cukup elit di kawasan pondok Indah.
Melihat perumah yang mereka lewatin membuat Mama Rika dan Kayra saling tatap dengan wajah bingung. Ngapain mereka masuk ke kawasan perumahan Elit ini ?
" Loh ko kita masuk ke dalam perumahan ini, Yah ? " tanya Mama Rika dengan heran.
" Ya, ngga papa. Emang nya kenapa kalo masuk ke sini, ada yang larang ? " jawab Ayah Rama.
" Biasanya kalo rumah elit begini kan ngga sembarangan orang boleh masuk, Yah "
Ayah Rama terdiam tak menjawab lagi, ia malah senyam senyum tak jelas. Sebenarnya hari ini Ayah Rama akan memberikan sebuah kejutan untuk anak dan istrinya tersebut.
Mobil berhenti tepat di sebuah rumah besar bercat putih yang sangat indah. Di tambah sebuah halaman dengan rerumpatan hijau yang memanjakan mata.
Mama Rika dan Kayra tertegun melihat sebuah rumah besar yang ada di depannya saat ini. Di dalam benak ibu dan anak itu bertanya - tanya. Rumah siapa ini ? Kenapa mereka berhenti di depan rumah besar ?
Melihat wajah ke bingungan Istri dan anaknya. Membuat Ayah Rama tersenyum lebar, lalu ia merangkul ke dua bahu Mama Rika dan Kayra.
" Ini rumah baru kita, Mah, Kay. Ayah membeli rumah ini buat kalian bertiga " ucap Ayah Rama sambil tersenyum lebar.
Rumah besar itu merupakan kejutan buat Istri dan anaknya. Rumah yang selalu di mereka berdua idam - idamkan ketika awal pernikahan dulu. Sebuah mimpi ingin membeli rumah mewah dengan hasil jerih payah Ayah Rama dan Mama Rika di dalamnya.
Baru saat ini lah Ayah Rama bisa mengabulkan keinginan meraka berdua dulu, sebagai hadih Anniversary pernikahan merek berdua yang ke 28.
Kedua mata Mama Rika berkaca mendapat kejutan seperti ini. Ia tak menyangka suaminya itu membelikan sebuah hunian besar seperti mimpi mereka dulu.
" R-rumah ini rumah baru Kita ? " ucap Mama Rika terbata - bata dengan suara sedilit bergetar tak percaya.
" Iya, sayang ku rumah ini. Rumah baru kita, kita akan membuka lembaran baru di rumah baru ini bersama Kayra dan Dhava disini "
" Ayah.. " Mama Rika langsung berhamburan memeluk tubuh sang suami dengan erat.
Kayra melihat Mama Rika dan Ayah Rama berpelukan membuat ibu satu anak itu juga ikut memeluk tubuh Ayah dan Mamanya. Ia ikut menangis di dalam pelukan kedua orang tuanya.
" Toyong toyong, Ava ke encet... "
Bersambung