NovelToon NovelToon
Berbagi (Beban) Cinta

Berbagi (Beban) Cinta

Status: tamat
Genre:Poligami / Romantis / Tamat
Popularitas:695.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bundew

"Aku ingin menikah lagi, Diah!"
Ucapan Mas Ruli bagai petir yang menyambar Diah di siang bolong.

Berdalih bosan dan merasa kurang diperhatikan oleh Diah Apriani, Ruliansyah tiba-tiba minta izin untuk menikah lagi dengan seorang gadis yang lebih muda yang bernama Siska Maharani.

Hubungan pernikahan Diah dan Ruli yang sudah berjalan selama lima tahun serta kehadiran sepasang malaikat dalam pernikahan Diah dan Ruli, rupanya tetap tak menyurutkan niat Ruli untuk menikah lagi.

Bahtera rumah tangga Diah dan Ruli seakan terombang-ambing tak tentu arah setelah permintaan konyol Ruli tersebut.

"Aku janji akan berlaku adil," Janji Ruli pada Diah.

Apakah pada akhirnya Ruli benar-benar akan bersikap adil pada Diah dan Siska?

Lalu alasan apa yang menjadi pertimbangan Diah, hingga akhirnya ia rela membagi cinta Mas Ruli dan membiarkan sang suami menikah lagi dengan gadis pujaan hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BOCOR

"Anak-anak sudah tidur, Mas?" Tanya Diah pada Ruli yang baru saja masuk ke dapur, dan kini duduk di kursi. Diah masih berkutat dengan cucian loyang kue yang menumpuk.

"Sudah tidur semua," jawab Ruli seraya bangkit berdiri dan menghampiri Diah.

"Diah, kamu sudah selesai yang bulanan, to?" Tanya Ruli tiba-tiba yang tangannya sudah mulai melingkar di dada Diah yang masih mencuci piring.

"Soal itu, Diah..." Dia sedikit melenguh saat tangan Ruli yang ternyata sudah mulai merem*s keduBukit kembar Diah.

"Pasti sudah, kan?" Tanya Ruli memaksa.

"Mas, Diah sedang cuci piring," ucap Diah yang sudah ganti menggeliat karena tangan Ruli yang tak tadi hanya merem*s kini sudah ganti menelusup ke bawah bra Diah.

"Buka dulu sebentar!" Pinta Ruli sedikit memaksa.

"Ini cucian belum selesai, Mas!" Ujar Diah mengingatkan sang suami.

"Nanti saja diselesaikan. Kamu buka daster dulu, Diah! Mau di kamar atau di dapur saja?" Cecar Ruli yang semakin ganas merem*s dada Diah yang masih tertutup daster.

"Lah, mosok di dapur, Mas?" Protes Diah saat Ruli tiba-tiba sudah membalik tubuhnya, lalu membuka daster Diah dengan paksa.

"Aku udah pengen banget ini, Diah!" Ruli melahap dengan geregetan kedua gundukan milik Diah dan menghisap-hisapnya seperti bayi besar yang kehausan.

Bayi tuwek maksudnya.

Bayi kadaluwarsa!

"Mas, sudah!" Pinta Diah membujuk Ruli agar tidak mesum di dapur. Bagaimana kalau Naura dan Naufal bangun lalu mergokin? Kan nggak lucu kalau dua bocah itu lihat ayahnya lagi nyusu begini.

"Ayo ke kamar! Punyaku udah minta dimasukin ini," Ruli meraih tangan Diah dan menuntunnya ke atas miliknya yang sudah terasa sesak dan ngganjel.

Diah sebenarnya sedang menghindar sebisa mungkin berhubungan suami istri dengan Mas Ruli. Tapi Diah juga masih istri sah Mas Ruli, dan ini kewajiban.

Hhhhh!

Dilema sekali.

"Ayo, Diah! Kok bengong?" Mas Ruli tiba-tiba sudah mengecup pipi Diah.

Aneh!

"Ayo!"mas Ruli sudah menggandeng tangan Diah dan segera mengajak istri pertamanya itu masuk ke dalam kamar untuk melakukan hubungan suami istri.

****

"Mas, ini hari Kamis. Jangan lupa nanti Mas pulang kerja langsung ke rumah Siska dan nggak usah mampir kesini!"

"Diah nggak mau ribut!" Pesan Diah seraya mencantelkan plastik berisi kotak bekal di motor Mas Ruli.

"Kalau Siska nggak masak lagi, aku pulang ke sini." Ujar Mas Ruli yang langsung membuat Diah berdecak tak percaya.

"Diah mau kunci pintu malam ini! Mas pokoknya nggak boleh pulang ke sini malam ini. Titik!" tegas Diah sekali lagi.

"Jahat kamu, Diah!" Kelakar Mas Ruli seraya menyalakan mesin motornya. Ayah dari Naufal dan Naura itu mengulurkan tangannya untuk dicium oleh Diah.

"Aku berangkat dulu, Diah! Assalamualaikum!" Pamit Mas Ruli.

"Walaikum salam," jawab Diah.

Setelah motor Mas Ruli melaju pergi, Diah lanjut mengambil sapu lidi dan mulai menyapu halaman yang dipenuhi oleh guguran daun rambutan. Daunnya saja yang lebat dan selalu jatuh mengotori halaman,tapi pohonnya tak pernah berbuah. Mandul mungkin, ya?

Diah masih asyik menyapu halaman rumahnya, saat motor Beat putih milik Siska tiba-tiba berhenti di depan pagar rumah Diah.

Lah, ngapain ini ibu hamil naik motor pagi-pagi? Kenapa nggak jalan-jalan pagi saja?

"Nyari tukang sayur, Sis?" Tegur Diah pada sang madu.

Bukannya menjawab pertanyaan Diah, Siska malah melotot ke arah Diah yang tentu saja bingung denagn sikap aneh Siska tersebut.

Ditanya baik-baik, lha kok malah melotot begitu! Ya sudahlah! Diah tak akan tanya lagi.

"Mbak Diah serakah!" Maki Siska sebelum ibu hamil itu melajukan motornya dan pergi dari rumah Diah.

Haish!

Ternyata cuma mau ngatain. Dasar bocah!

****

"Bund, kenapa?" Tanya Naura saat tiba-tiba Diah menghentikan motornya di tepi jalan.

Diah dan si kembar memang baru pulang dari pasar untuk belanja beberapa bahan kue serta bahan untuk membuat pesanan nasi kotak.

"Bannya bocor kayaknya," jawab Doah yang sudah menstandartkan motornya dan memeriksa ban belakang.

"Iya, Na! Bannya bocor," ucap Diah membenarkan dugaannya sendiri.

"Yah! Rumahnya kan masih jauh, Bund," keluh Naura sedikit merengut.

"Sudah, Dek! Ayo turun biar Bunda bisa nuntun motornya!" Ujar Naufal seraya membimbing sang adik agar turun dari atas motor.

"Jalannya di pinggir, ya!" Pesan Diah pada kedua anaknya yang langsung mengangguk patuh.

Mana bengkel lumayan jauh juga karena kini Diah ada di tengah-tengah sawah dan sedikit jauh dari pemukiman penduduk.

"Jauh nggak, Bund jalannya?" Tanya Naura setelah mereka berjalan beberapa meter.

"Nanti bisa istirahat kalai capek, Na!" Jawab Diah memberikan pengertian pada sang putri bersamaan denagn mobil sejuta umat warna hitam yang tiba-tiba berhenti di dekat Diah dan anak-anak.

Diah tak terlalu menggubris mobil hitam tadi dan terus berjalan menuntun motor bersama kedua anaknya, hingga tiba-tiba sang pengemudi avanza hitam tadi memanggil Diah.

"Diah!"

Diah segera menoleh untuk melihat siapa yang memanggilnya. Pria yang baru turun dari mobil tersebut melepaskan kaca mata hitamnya dan berjalan menghampiri Diah.

"Mas Fathur?" Gumam Diah kaget.

"Kok motornya dituntun kenapa?" Tanya Mas Fathur penasaran.

"Bocor bannya, Mas! Mau cari bengkel," jawab Diah yang terpaksa menghentikan langkahnya.

"Bund, Naura haus!" Keluh Naura mendekat ke arah Diah. Segera Diah menstandartkan motornya dan mengambil botol minum di saku motor untuk ia berikan pada Naura.

"Bengkel masih dua kilo lagi, Diah!" Ujar Mas Fathur menatap prihatin pada Diah.

"Iya nggak apa-apa, Mas!" Jawab Diah seraya meringis.

"Begini saja, kamu dan anak-anak tunggu di dalam mobil, biar aku yang bawa motornya ke bengkel sebentar," usul Mas Fathur yang langsung ditolak Diah.

"Nggak usah! Diah bisa bawa motornya ke bengkel, kok, Mas!"

"Udah, jangan ngeyel! Kasihan ini Naura dan Naufal kepanasan.

"Naura, Naufal!" Mas Fathur ganti memanggil kedua anak kembar Diah.

"Iya, Om?"

"Ayo masuk ke mobil dan tunggu di dalam saja! Lebih adem," ujar Mas Fathur yang sudah menggandeng si kembar masuk ke dalam mobil. Si kembar tentu saja langsung bersorak senang karena mereka berdua memang jarang naik mobil. Paling pol juga naik sepur kelinci yang kata Naura dan Naufal sudah seperti naik mobil.

Mas Fathur dan Diah juga memindahkan semua barang belanjaan Diah ke bagasi mobil.

"Udah kamu tunggu dulu disini sama anak-anak, ya! Aku nggak lama, kok!" Ujar Mas Fathur pada Diah yang terpaksa mengangguk.

Mas Fathur sudah pergi membawa motor Diah yang bannya bocor, meninggalkan Diah serta anak-anak yang kini duduk di dalam mobil Mas Fathur.

.

.

.

Wkwkwkwk

Piye iki

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

1
Rinda
Diah bego
Fay
terima kasih... akhirnya tamat 👏👍
Fay
Luar biasa
Pisces97
wes Rully akhire Karo Siska 😭😭😭
kasian Diah berakhir
tapi gk gitu mereka berdua gak akan sadar dengan kesalahan masing²
Pisces97
gpp Diah meninggal dengan begini dia gak sedih lagi
sudah cukup dia selama ini menderita dari sejak kecil sampai rumah tangganya kandas
mungkin dengan dia meninggal dia bisa tersenyum 🥺
Pisces97
emang gak sadar diri yang mja nikah siapa yang disalahin siapa
kenapa Diah gk minta² uang dia punya penghasilan sampingan hanya andalkan kamu mana cukup
sedangkan Siska gk kerja mikir jadi laki emang gk ada akhlaknya
Pisces97
Alhamdulillah gitu Diah tegas hidup mu jangan kamu biarkan orang Laen menyakiti fisik dan bathin mu kamu berhak bahagia
Pisces97
hanya gitu kamu ingin bunuh diri
Diah saja beban saja lebih berat masih waras 🤭
Pisces97
mana kesombongan mu dulu Siska katanya bangga kok sekarang kayak ayam mau netes² 🤣🤣🤣
Pisces97
hahaha enak rull katanya bangga punya istri muda 🤣🤣🤣
Pisces97
wes due bojo koyo sual ndue mertua koyo singkek 🤣🤣🤣
kok betah e ta 😂
Pisces97
apa kabar sakit hatinya Diah rull kamu gak apa²dengan penderitaan Diah
Pisces97
baru segitu sudah ngeluh apalagi ditinggal Diah jadi apa kamu 🤣🤣
Pisces97
Siska apa dirumah mu apa gak ada kaca ya 😂😂
Pisces97
hahaha kalian cocok Rully sama Siska sama² gak ada otak 😂🤣🤣🤣🤣
Pisces97
pie wes karasa Tah punya istri 2 wes mumet 😂🤣
Pisces97
sudah menyesal kan enak gak punya istri muda GK bencus apa² hanya hobinya leyeh² dan ngabisin uang masak-masak kagakkk...
mama mu Gimana kabarnya katanya punya istri baru hidupnya terurus yang ada tamah mumett.... 😂😂😂
Pisces97
berkaca kenapa bawa² Dean me
setia dengan satu wanita istri pertama .setelah istri meninggal pun disuruh menikahi felli jangan dibandingkan² gak cocok 🤣🤣🤣
Pisces97
rasakno dikira punya istri dua enak 😂😂
Pisces97
Dean mending lebih perhatian ke istri pertama lah ini istri pertama punya anak pula lebih condong ke istri ke 2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!