Sedang Revisi...!!
Di mana letak hancurnya sebuah rumah tangga? semua bermula dari pihak ke tiga dari masa lalu juga tanpa restu dari mertua.
Kebodohan seorang suami juga sangat berpengaruh bagi rumah tangganya. Bahkan, banyak kesalahpahaman yang terjadi hingga membuat Arumi memutuskan dengan mantap untuk menceraikan Dirga.
Setelah bercerai dari Dirga, wanita itu kembali menikah dengan mantan kakak iparnya. Kembali menikah dengan laki-laki bodoh yang membuat Arumi harus kembali bercerai untuk yang kedua kalinya.
Pada akhirnya, Arumi memilih pergi jauh membawa anaknya hasil pernikahan dengan Dirga. Memutuskan semua komunikasi dengan mantan suaminya, ayah dari anaknya.
Penasaran?? yukk baca😊😊
Jangan lupa Rate Like, Vote and Coment ya😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22.Arumi
"Arumi, nak....bisakah kita menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan?" pinta Hendra mencoba memohon.
"Maaf tuan. Penghinaan yang keluarga anda berikan pada ku sungguh sangat melukai hati ku lebih dalam lagi."
"Maafkan lah Rasya, mungkin maksud nya baik hanya saja dia salah dalam mengambil jalan."
Arumi tertawa renyah, "Salah mengambil jalan? bagaimana bisa seorang Rasya yang berpendidikan tinggi salah dalam mengambil jalan?" tukas Arumi geram.
"Semua demi kebaikan kau dan Dirga. Biar bagaimana pun ada anak di antara kalian."
"Kalian benar-benar keluarga egois..! lagi-lagi anak adalah alasan kalian untuk menyatukan kami kembali. Sungguh lucu! apa anda lupa jika anak anda tidak pernah mengharapkan seorang anak dari ku."
Hendra menghela nafas dalam, entah dosa apa yang telah di lakukan nya di masa lalu hingga membuat ke dua anak laki-laki nya bersikap bodoh. Arumi berlalu begitu saja, tanpa pamit ia meninggalkan Hendra dalam keadaan emosi.
"Arumi........" panggil Rasya namun bergegas wanita itu masuk ke dalam rumah dan langsung mengunci pintu nya.
Rasya hanya bisa berdiri menyesali semua kesalahan nya. "Kau bilang jangan melibatkan urusan rumah tangga dengan dunia luar. Lalu apa arti semua ini kak?" lirih Dirga lemas. "Kau lihat kak, aku sudah tidak ada harapan untuk bertemu dengan anak ku lagi."
"Kakak hanya berambisi untuk menyatukan kalian. Karena kakak tahu jika kau dan Arumi masih saling mencintai." gumam Rasya.
"Mencintai? lalu bagaimana kau yang kata nya sangat mencintai Arumi? kau hanya terobsesi kak! Aku berjuang demi sebuah kata maaf dari Arumi dan kau datang begitu mudah nya menghancurkan segala nya. Ketahuilah kak, aku tidak pernah mentalak Arumi. Perceraian kami terjadi karena Arumi lah yang menuntut perceraian dari ku." seloroh Dirga panjang lebar.
"Apa maksud mu?" tanya Rasya tidak percaya dengan ucapan adik nya.
"Kau telah melibatkan diri terlalu jauh kak. Kau dan mamah sama-sama membuat ku hancur." ucap Dirga dengan sorot mata tajam. Pria itu kemudian pergi meninggalkan halaman rumah Arumi.
Rasya terduduk lemas, benar kata Dirga jika pria itu terlalu terobsesi dengan Arumi. Arumi yang melihat Rasya dari balik jendela hanya menatap dengan rasa benci.
"Ciiih...lelaki sok bijak itu ternyata bodoh juga." gumam Arumi.
"Iya, ibu tidak menyangka jika Rasya bisa berbuat seperti itu. Mereka pikir pernikahan itu mainan apa?" sahut bu Yuni geram.
Arumi menghampiri bocah yang sudah bisa berjalan itu. Hati nya merasa tersayat ketika Aidan menanyakan keberadaan ayah kandung nya dan juga Rasya yang sangat dekat dengan nya.
Dua minggu kemudian, Arumi sudah resmi bercerai dengan Rasya bahkan wanita itu sudah pindah entah kemana. Rumah pun sudah berpindah tangan bahkan toko pakaian milik Arumi pun sudah tutup.
Dirga yang mencari wanita itu hanya bisa terduduk lemas tak berdaya. Dirga tidak pernah menyangka jika Arumi akan melakukan hal yang akan membuat diri nya menderita seumur hidup.
Dirga mencoba mencari tahu kemana Arumi pindah namun tak satu orang pun yang tahu. Dirga membuang nafas kasar lalu melajukan mobil nya menuju arah pulang. Bukan nya pulang ke rumah melainkan mendatangi kakak nya yang sedang berada di rumah sakit.
Ya, Dirga baru mengetahui jika kakak nya menghilang selama ini hanya gara-gara satu wanita. Dengan kasar Dirga membuka pintu membuat Rasya dan Nisya sangat terkejut.
"Apa wanita ini yang sudah membuat mu gila kak?" tanya Dirga penuh emosi.
Rasya bangkit dari duduk nya dan menarik tangan Dirga, "Kita bicara di luar. Dia tidak tahu apa-apa!" ujar Rasya namun Dirga menepis tangan kakak nya.
"Kau....!" tunjuk Dirga ke arah Nisya yang terlihat ketakutan. "Gara-gara kau rumah tangga kakak ku hancur berantakan!" ujar Dirga penuh emosi.
"Dirga...!" bentak Rasya "Nisya tidak tahu apa-apa." ucap nya sekali lagi.
"Sebab kalian berdua, aku tidak bisa bertemu anak ku lagi..." teriak Dirga geram.
"Ini rumah sakit. Tenang lah..." ujar Rasya namun dengan cepat Dirga menghantam wajah kakak nya.
"Apa? kau ingin bicara apa? percuma bodoh!" umpat Dirga "Arumi telah pergi bahkan dia sudah menjual rumah nya. Kau hanya memikirkan kebijakan mu sendiri kak. Kau dan wanita ini harus bertanggung jawab!" ucap Dirga kemudian pergi begitu saja.
Nisya yang syok masih tidak percaya dengan apa yang sebenarnya terjadi. "Kau tidak apa-apa?" tanya Nisya lirih.
"Aku baik-baik saja." jawab Rasya.
"Tanpa kau sadari kau telah membuat ku menjadi seorang wanita yang merusak rumah tangga orang lain." ucap Nisya dengan mata berkaca-kaca.
"Ini bukan salah mu. Ini semua salah ku!" gumam Rasya.
Nisya mendorong Rasya, "Apa kau tahu jika orang tua dan adik mu sudah sangat membenci ku? kenapa kau menjadi sebodoh ini Rasya..." bentak Nisya dengan derai air mata nya.
"Maafkan aku..." lirih Rasya.
Nisya yang tidak terima dengan perbuatan kekasih hati nya itu hanya bisa menangis. Selama ini banyak hal yang di sembunyikan oleh Rasya. Sikap nya yang terkesan baik sudah menipu banyak orang.
Sedangkan Arumi, wanita itu mulai menata hidup dengan pindah ke kampung halaman bu Yuni. Mereka awal nya bingung akan pindah kemana namun akhirnya bu Yuni memutuskan untuk pindah ke kampung yang terletak di ujung pulang J dan sangat jauh dari kota yang ia tempati dulu.
"Bunda kenapa ayah tidak ikut?" tanya Aidan dengan bahasa nya.
Arumi dan bu Yuni hanya bisa saling pandang lalu mencoba memberi pengertian kepada bocah yang belum genap berusia dua tahun itu.
Bolehkah Arumi egois? wanita itu hanya tidak ingin menderita untuk yang ke tiga kali nya.
Rumah ini adalah rumah sederhana yang di beli Arumi dengan harga murah. letak yang strategis membuat Arumi berencana menyulap rumah sederhana menjadi ruko tingkat dua.
Beralih ke Dirga, lelaki yang sudah depresi itu hanya bisa duduk termenung di dalam kamar nya sambil memandang foto Arumi dan Aidan.
"Permainan hidup macam apa ini?" lirih Dirga.
Tak bisa di pungkiri jika pria itu sangat merindukan anak dan mantan istri nya. Bukan tak usaha, Dirga sudah mencari keberadaan Arumi dan mencoba menghubungi nomor Arumi namun tetap saja hasil nya nihil.
Hukuman macam apa ini? kenapa Dirga mendapatkan hukuman berkali lipat atas kesalahan nya di masa lalu. Sungguh, pria itu tidak ingin bertemu dengan kakak atau ke dua orang tua nya saat ini. Bahkan ketika mamah nya sendiri menelpon atau sekedar mengirim pesan Dirga tidak berniat untuk mengangkat mau pun membalas nya.
semangat Arumi
cerai dari adik nya lalu kawin dengan Kaka nya mantan suaminya
harusnya ganti judul ' Arumi sang maniak kawin