NovelToon NovelToon
Oh, My Rey

Oh, My Rey

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:334.9k
Nilai: 5
Nama Author: din din

Cerita ini hanyalah karangan fiktif belaka, jika ada kesamaan tempat dan kejadian, berarti othor adalah cenayang yang hebat yang bisa menerawang. eyaaa ... canda kaleee.

Blurb:

"Eh ... asal loe tahu saja, mau ngambek mau nggak, gue tetep tampan kok!" kilah Rey.

"Kan kalau loe ngambek, loe nggak tampan Rey! Jadi jangan ngambek ya, biar tampan!" rayu Jihan lagi seraya mengerjapkan kedua matanya.

"Idih!! Loe bilang gue tampan juga nggak ikhlas buat apa?" timpal Rey.

"Ihh ... loe kok ngeselin sih! Kan gue udah nglakuin apa yang loe mau. Masa iya gara-gara gue salah sebut loe marah dan ga bantu gue, jahat loe!" rengek Jihan dengan mimik sedih dan kesal.


Rey yang di angkat adik oleh Julia sang mama dari Jihan, tidak pernah akur sedikitpun dengan gadis itu, bukan tak akur benci hanya tak akur karena belum saling mengerti.

Setting tempat bukan di indo ya, trus agama juga ga othor cantumin, takute nanti bertentangan dengan norma/ajaran yang ada, anggap aja ini cerita fiktif yang ada di dunia novel halu dan ga mungkin ada di dunia nyata.

Pict from Google, editing by Din Din

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Perselisihan dua gadis

Tisa terlihat berjalan dengan air muka yang begitu kesal setelah berbicara dengan Rey, sesekali ia memukul dedaunan tanaman kecil yang ia lewati, menyususri jalan setapak di sekitar area yang terlihat becek karena guyuran hujan semalam. Langkah Tisa terhenti ketika ia melihat Jihan menenteng ember menuju aliran sungai. Tisa mengepalkan tangannya kemudian ia membuntuti Jihan tanpa sepengetahuan gadis itu.

Disisi lain, Rey baru saja kembali ke tenda setelah berbicara dengan Tisa. Ia menilik tenda Jihan tapi tidak melihat gadis itu di mana-mana, karena khawatir akhirnya Rey bertanya dengan teman setenda Jihan.

"Dimana Jeje?" tanya Rey pada salah satu temannya.

"Kami ingin mulai memasak, Jeje menawarkan diri untuk mengambil air ke sungai," jawab gadis lain yang sedang membuat perapian untuk sekedar menghangatkan makanan kaleng yang mereka bawa.

Rey terkejut ketika mendengar jawaban para gadis itu, semalam kawasan itu baru saja di guyur hujan aliran sungai pasti sangat deras saat ini. Tanpa pikir panjang Rey langsung pergi untuk menyusul Jihan di sungai. Jason yang baru saja keluar tenda melihat Rey yang berjalan dengan terburu-buru, karena penasaran pemuda itupun menyusul Rey.

Di tepian sungai Jihan ragu ingin mengambil air dari aliran sungai karena selain deras airnya juga terlihat keruh dan berwarna kecoklatan tidk sesuai dengan bayangannya kalau air sungai pegunungan itu sejernih hati dan pikirannya.

Ya kali, Je! 'Kan baru saja hujan, maklum kalau airnya keruh.

Jihan masih terpaku melihat aliran sungai itu, hingga sebuah suara membuatnya berpaling.

"Takut ambil air?!" tanya Tisa dengan sedikit nada ejekan.

Jihan menyipitkan matanya menatap Tisa yang entah kenapa juga berada disana, ia mulai merasa illfeel lagi melihat gadis di depannya. Tisa yang melihat Jihan hanya diam menatapnya pun merasa tidak senang, ia berjalan lebih mendekat pada Jihan hingga mereka sama-sama berdiri di tepian sungai berpijak pada batu yang sudah terbentuk menjadi sebuah lempengan datar yang panjang.

"Loe lihat, noh! airnya keruh! loe mau minum air keruh dan kotor!" jawab Jihan ketus seraya menunjuk ke aliran sungai yang begitu keruh dan deras.

"Iya cocok sama kamu airnya. Keruh dan kotor!" cibir Tisa tiba-tiba dengan tatapan sinis.

"Heh! Apa maksud loe? Kenapa loe banding-bandingin gue sama nih air sungai?" tanya Jihan ketus sambil melotot.

"Jangan pura-pura polos deh kamu! Aku tahu ya kamu tuh pacaran sama Jason tapi mata jelalatan kalau lihat Rey. Memangnya kamu kira aku nggak merhatiin!" tandas Tisa yang sedari tadi ingin meluapkan emosinya.

Mendengar ungkapan Tisa jihan berkacak pinggang tak percaya, ia menghela napas kasar memalingkan wajahnya ke aliran sungai seraya tersenyum sinis, kemudian Jihan kembali menatap Tisa yang sudah menuduhnya seenak jidat.

"Memangnya loe tahu apa? Dan loe siapa? Serah gue dong mau bagaimana dan kemana mata gue ngliatin!" cicit Jihan.

"Asal kamu tahu ya! Aku punya bukti kalau kamu tuh pernah nahan Rey saat dia mau pergi padahal dianya sudah enggan nanggepin kamu, tapi kamu masih aja nyosor. Mau aku kasih bukti itu ke Jason?!" tanya Tisa dengan ancaman.

Jihan menyipitkan matanya, masih dengan posisi berkecak pinggang Jihan maju satu langkah kemudian menatap tajam kedua bola mata Tisa tanpa rasa takut akan ancaman gadis di depannya itu. Sikap Jihan malah membuat Tisa tiba-tiba merasa merinding, ia tidak menyangka gadis yang bahkan umurnya lebih muda tiga tahun darinya itu ternyata lebih garang darinya.

"Aduin aja! Laporin aja! Laporin! Emangnya gue takut, hah! Asal loe tahu ya, gue pernah lihat loe jalan sama Arya temennya Rey bahkan kalian berjalan dengan mesra bergandengan tangan, bergelayut manja di lengan Arya. Kira-kira bagaimana reaksi Rey jika tahu akan hal itu?" ancam Jihan balik menantang ancaman Tisa.

Ya memang benar, saat sedang makan bersama Jason di hari mereka mencari perlengakapn Camping, yang di lihat oleh Jihan hingga nafsu makannya hilang saat itu adalah Tisa dan Arya yang berjalan bergandengan tangan, bahkan Jihan melihat Tisa menyandarkan kepalanya di lengan Arya.

"Tapi gue yakin seribu persen kalau Rey bakal percaya sama gue ketimbang loe," imbuh Jihan masih dengan tatapan tajam.

Mendengar ancaman Jihan membuat Tisa mengeluarkan keringat dingin di seluruh dahi dan pelipisnya, ia tidak memungkiri kalau ia memang dekat dengan Arya karena mereka sering bertemu ketimbang dengan Rey yang jelas-jelas adalah kekasihnya.

"Kamu jangan macam-macam ya!" peringat Tisa seraya menunjuk wajah Jihan dengan telunjuknya.

"Kalau gue macam-macam, loe bisa apa?!" tanya Jihan dengan nada menantang.

"Ya ... mungkin saat gue buka mulut, itu adalah akhir hubungan kalian. Dasar tukang selingkuh!" cemooh Jihan dengan tatapan sinis.

Rey yang berjalan tergesa-gesa dapat di kejar oleh Jason, pemuda itu melihat air muka kekhawatiran di wajah temannya itu.

"Ada apa, Rey? Kau tampak begitu cemas?" tanya Jason yang mencoba mengimbangi langkah Rey.

Sadar dengan kehadiran Jason, Rey memutar otak mencari alasan yang tepat agar temannya tidak curiga.

"Gue dengar beberapa gadis mengambil air ke aliran sungai, karena semalam baru saja hujan, gue yakin aliran sungainya pasti deras. Gue sedikit khawatir jadi sebagai senior yang lebih berpengalaman bukankah kita wajib untuk menjaga serta memperhatikan mereka," jawab Rey penuh dusta. Ia masih berjalan tanpa memperlambat langkahnya.

"Oh ... oke, gue temani loe," sahut Jason yang berjalan mengikuti langkah cepat Rey.

Disisi lain, Jihan dan Tisa masih terlihat bersitengang mengeluarkan argumen mereka masing-masing, saling ancam untuk mempertahankan apa yang mereka miliki sekarang.

Tisa mengeraskan rahangnya serta mengepalkan tangannya yang berada di samping tubuhnya menahan amarah dan rasa takut jika gadis di depannya itu benar-benar mengatakan pada Rey tentang apa yang dia lihat, terlebih tadi dia baru saja bertengkar dengan Rey pasti itu akan membuat Rey lebih percaya ucapan Jihan dari pada dirinya. Melihat Jihan yang mulai memutar badan, entah kenapa secara impulsif Tisa menarik tangan Jihan dengan kasar, hingga Jihan terjerembat. Batu pijakan yang licin tentu saja akhirnya membuat Jihan tergelincir masuk ke aliran sungai yang begitu deras.

Jihan berteriak keras ketika kakinya terpeleset, Tisa yang terkejut jika sikapnya akan membuat Jihan tergelincir pun mencoba meraih tangan Jihan tapi nihil.

Rey dan Jason yang mendengar suara Jihan menjerit pun saling tatap, secepat kilat kedua pemuda itu berlari menuju arah suara teriakan. Akan tetapi mereka hanya melihat Tisa di tepian sungai dengan air muka panik ketika melihat kedua pemuda itu tiba. Menatap tajam Tisa, tatapan Rey langsung teralihkan pada tangan yang melambai di aliran sungai yang begitu deras yang mencoba meminta pertolongan.

*

*

*

*

*

*

...Bantu Like dong😓😓😓 serius othor pengen di like ma koment. pengen ngrasain dapat like berjibun kek apa. jangan lupa like koment meski cuman up ya😘😘😉...

..._...

..._...

..._...

...Baca Novel Author yang lain juga ya .... nggak baca nggak pa pa seh, asal mampir di like ma koment Author udah seneng 😘😘😘...

...Thank u...

1
Ney ѕ⍣⃝✰
Rey jd cwo hrs cool,, jgn tp tp, sm php
🔵Ney Maniez
jgn galak galak nnt bucin 🤭🤭
🔵Ney Maniez
aku mampir
Raffi
thorr iih gokil bgt u asli gua ngakak 🤭🙈🙈🤭 setdaaah..
Nurwana
jgn marah marah Jason, jgn sampai Thu jodohmu.🤭🤭🤭🤭🤭
retno prabandari
Rey. romantis.......jadi pingin muda lagi. 😁😁
retno prabandari
Wee Rey cemburu akut ..😁😁
retno prabandari
salut buat Jason.....bisa melepas orang yg dicintai
Just Rara
akhirnya happy jg mereka☺️☺️
Just Rara
lah idah tamat,blm tau kehidupan mereka setelah menikah 🥺🥺
Just Rara
akhir mereka menemukan pasangan masing2 walaupun chika hrs LDR'an☺️☺️
Just Rara
akhirnya jeje dilamar juga sm rey😍😍
Just Rara
sepertinya selly berjodoh dgn sam ni,tp baguslah jadi rey gak bakalan cemburu lg sm dia😄😄
Just Rara
nah benarkan si chika mau pi dah ke australia ikut ayahnya😔
Just Rara
pasti si chika disuruh milih ikut ibu atau ayahnya deh
Just Rara
untung aja si jeje jujur sama sam,klu gak bisa berabe urusannya😜😜
Just Rara
nah si chika dapat brondong tu😄😄
Just Rara
walah si rey diduluin sama jason ni nikahnya😬
Just Rara
😄😄😄chika....ni lucu ya,mudah2an ntar km ketemu lg ya sm tu cwok chik
Just Rara
waduh ternyata si sam masih blm nyerah juga buat ngedapatinbcinta dari jihan😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!