Alesha sudah menabung untuk pernikahannya bersama dengan Kekasihnya, Devano, tapi semua itu harus batal saat kekasihnya, Devano malah menikahi wanita lain yang merupakan sahabat Alesha.
Sakit hati, Alesha bertemu dengan Bossnya, Ion, yang ternyata merupakan Ayah dari Sahabat Alesha sekaligus Mertua Devano.
Ion memiliki masalah pernikahan yang sama dengan istrinya yang membuat hubungan diantara keduanya semakin dekat dan dimanfaatkan Alesha, untuk balas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Ratu Baru Dirumah Ini
Note*
Mulai bab ini POVnya jadi POV author yah~
•
•
•
Setelah membaca isi dari pesan itu, sebenarnya Alesha tidak terlalu ambil pusing, akan apa pesan yang dimaksud dalam ponsel milik Darion.
Sementara itu Darion yang didalam hatinya merasa khawatir dengan Alesha yang kemungkinan membaca isi pesan itu tampak awur-awuran saat dia memperbaiki mobilnya bersama dengan Aston.
"Tampaknya kalian tidak saling mencintai?"
Darion mengangkat kepalanya, dia melirik sekitar dan menghela napas panjang sebelum akhirnya menatap balas Aston.
"Ah Pak Kades, tidak ada apa-apa."
"Tapi kenapa tampaknya kalian masih ragu akan pernikahan mendadak ini? Saya tahu ini semua dadakan tapi saya sangat berharap kalian menjadikan pernikahan sebagai sekali seumur hidup, karena kalian tidak pernah tahu, kapan perasaan itu akan tumbuh."
Mendengar penjelasan dari Aston, Darion hanya diam dan bingung sendiri, kemarin Andrew sekarang adalah Aston, seakan-akan mereka semua tahu bahwa tujuan dari Darion sebenarnya adalah menjadikan Alesha sebagai boneka balas dendam.
Percakapan itu berlalu begitu saja bagaikan diterpa angin hutan dimana mereka memperbaiki mobil, tak butuh waktu lama sampai akhirnya mobil tersebut diperbaiki.
Sementara itu ditempat Alesha dan Dannia, mereka berdua tampak berbincang seputar apa yang baru terjadi di antara mereka hari ini.
"Apakah kamu sanggup menerima status sebagai istri kedua? Itu akan sangat berat Alesha," Dannia menatap Alesha yang baru saja menceritakan tentang kronologi alur kehidupannya.
"Menurutku ini adalah sebuah momentum yang baik, sebenarnya aku menaruh dendam kepada menantu dari Pak Ion dan juga putri tirinya," Alesha menunduk, dia tidak yakin bahwa sebenarnya dendam atau bagaimana, intinya dia ingin menjadikan momen ini sebagai bentuk balas dendam.
Dannia terdiam, dia paham betul apa yang dirasakan oleh Alesha, percakapan mereka berjalan serius sampai Darion dan Aston datang dengan tujuan mengabari Alesha bahwa semuanya sudah selesai.
Setelah berpamitan dengan Aston dan Dannia, Alesha dan Darion pun pergi meninggalkan area tersebut, dimana sebenarnya mereka berdua baru saja menemukan teman curhat baru.
"Terimakasih, aku akan mengunjungi kalian sesekali," Darion memeluk Aston.
"Pintu rumahku akan terbuka lebar."
"Mbak, Terimakasih yah," Alesha juga memeluk Dannia sebelum akhirnya mereka berpamitan pergi dari sana.
Darion memilih kembali ke kota mereka, tidak melanjutkan perjalanan menuju tempat mereka akan melakukan pertemuan kerja, tentu hal ini juga sudah Darion konfirmasi kepada pihak kedua.
Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore, saat Darion dan Alesha sudah tiba di daerah kota mereka, tujuan mereka sekarang adalah kediaman Darion, dimana disana ada Nisa, Devano dan juga Vina.
Darion menekan klakson saat mobilnya sudah tiba didepan pagar rumah bernuansa putih itu, seorang satpam membuka pagar yang membuat mobil itu melaju masuk ke dalam sana.
"Mas Ion."
Vina tampak keluar dari rumah saat mengetahui bahwa mobil suaminya sudah ada diluar, Darion segera keluar yang membuat Vina langsung memeluk Darion.
"Kamu kemana aja Mas, aku khawatir sama kamu."
Darion tidak menjawab, dia hanya diam kemudian memanggil Bi Marni yang juga keluar dari rumah.
"Bi, Tolong siapkan satu kamar baru, untuk saya dan istri saya."
Vina mendelik, begitu juga Devano dan Nisa yang ada disana. "Loh Mas, ngapain, Mas mau pindah kamar, kan kamar kita yang lama masih bagus."
Darion melirik sekilas Vina kemudian melepaskan pelukannya. "Bukan, buat saya sama kamu."
"M-Maksud Mas?"
"Alesha!" Darion memanggil Alesha, yang membuat Alesha turun dari mobil dan berjalan ke arah Darion, Darion sendiri langsung menarik tangan Alesha dan menggenggamnya. "Tapi, untuk saya dan Alesha."
"Mas!?"
"Saya capek, saya masuk dulu, Bi Marni, tolong antar Alesha ke ruang tamu dan segera siapkan kamarnya."
Darion berjalan masuk ke dalam rumah, melewati Vina, Devano dan Nisa, sedangkan Alesha masih berdiri disana.
Vina yang kesal, langsung menarik tangan Alesha dan menatapnya kasar. "Kamu apain, suami saya!?"
"Hah?" Alesha mengangkat alisnya. "Harusnya kamu nanya sama diri kamu, kamu apain suami kamu sampai dia mengkhianati kamu."
"Kurang ajar!" Vina hendak menampar Alesha tapi Alesha langsung mengangkat tangannya dan menamparnya balik.
"Tidak ada yang boleh, menyentuh Ratu baru dirumah ini!" Alesha berjalan masuk kedalam rumah tampak mempedulikan keadaan Vina.
•
•
•
Assalamualaikum
Kangen sama kalian :)
bc judul crita karyamu yg opo to judule sih thor. ..mpe bingung.
kyk gk asing nama iki lhoo
tp krn mungkin yg nm nya folos ma bego tuh beda tipis x yeee...😄😄😄