NovelToon NovelToon
Benci Jadi Cinta

Benci Jadi Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Cinta Seiring Waktu / Mafia / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: bubu1234

yuna adalah perempuan cantik mandiri, dan cantik dipaksa nikah dengan Marco hanya karena kesepakatan bisnis keluarga nya
Marco adalah laki-laki yang dinggin,cuek,dan dikenal sebagai raja mafia yang namanya disegani bahkan ditakuti diseluruh dunia baginya hidup hanyalah tentang kekuatan, kekuasaan,dan kekayaan semua orang memanggil nya "Qing"
Yuna memiliki 2 sahabat terbaik nya bernama Yona dan jisoo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubu1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

benci jadi cinta ( bab 20) cinta yang melampaui segala batas.

Ambulans tiba dengan sirine yang membelah malam yang hening. Yuna tidak melepaskan tangan Marco yang dingin dan terkulai itu, seakan melepaskannya berarti melepaskan seluruh dunianya. Para petugas medis bergerak cepat, menempatkan Marco di atas tandu, namun napasnya begitu lemah, nyaris tak terasa. Selama perjalanan menuju rumah sakit, Yuna duduk di sampingnya, terus berbicara padanya meskipun tidak ada jawaban.

"Tetaplah di sini, Sayang. Rumah kita belum selesai kita bangun. Bunga-bunga di halaman belum kita tanam bersama. Kamu belum membacakan puisi untukku seperti yang kau janjikan. Kumohon... jangan tinggalkan aku sendirian."

Namun Marco terbaring diam. Matanya terpejam rapat, wajahnya tenang seakan sedang beristirahat dari kelelahan yang panjang. Lukanya dalam, pendarahan tak berhenti, dan tubuhnya sudah terlalu lama menahan rasa sakit yang luar biasa.

Di rumah sakit, dokter berusaha sekuat tenaga. Jam demi jam berlalu di luar ruang gawat darurat yang dingin itu. Yuna berdiri terpaku, tidak makan, tidak duduk, hanya menunggu dengan mata yang basah dan bengkak. Yona dan Jisoo berdiri di sampingnya, memeluk bahu sahabat mereka yang gemetar hebat, namun tak ada yang bisa menghapus ketakutan terburuk di hati mereka.

Pintu terbuka. Dokter keluar dengan wajah yang tak sanggup menatap mata Yuna. Dia menghela napas panjang, suaranya lembut namun penuh kesedihan yang tak tersembunyi.

"Kami sudah melakukan segala yang kami bisa. Tapi tubuhnya terlalu lemah... dia berjuang dengan sangat gagah berani, tapi luka di dalamnya terlalu dalam. Dia meminta kami memanggilmu... dia ingin melihatmu untuk terakhir kalinya."

Dunia Yuna seakan runtuh di bawah kakinya. Lututnya lemas, namun dia memaksakan dirinya berjalan masuk ke ruangan itu. Marco terbaring di sana, dikelilingi alat-alat medis, namun dia terlihat damai. Saat Yuna mendekat, matanya perlahan terbuka sedikit, sangat lemah, namun tetap memancarkan kelembutan yang sama. Dia tersenyum saat melihat wajah wanita yang dicintainya itu.

"Maaf..." suaranya nyaris tak terdengar, napasnya pendek dan berat. "Aku berjanji akan selalu melindungi mu... tapi aku gagal..."

Yuna mencium punggung tangannya yang dingin, air mata jatuh membasahi jari-jarinya. "Kau tidak gagal. Kau menyelamatkan hidupku. Kau membebaskanku dari kebohongan dan ketakutan. Kau memberiku kebahagiaan yang nyata, meski sebentar. Terima kasih telah mencintaiku, Marco. Terima kasih telah menjadi rumahku."

Marco berusaha mengangkat tangannya yang berat, menyentuh pipi Yuna dengan lembut. Matanya berkaca-kaca, namun dia tersenyum tulus — senyum terindah yang pernah dia berikan pada siapa pun.

"Kaulah anugerah terindah... yang pernah Tuhan kirimkan padaku. Jangan bersedih terlalu lama untukku... hidupku singkat... tapi bahagiaku lengkap karena kamu... Ingatlah aku... bukan sebagai Qing yang kejam... tapi sebagai Marco... suamimu... yang mencintaimu selamanya..."

Jemarinya perlahan terkulai dari pipi Yuna. Tatapannya perlahan kosong, dan napas terakhirnya hembuskan pelan di ruangan itu. Alat pemantau jantung berubah menjadi garis lurus yang panjang — satu bunyi panjang yang memecah keheningan malam itu.

"MARCO!!" jerit Yuna memeluk tubuh dingin suaminya, menempelkan wajahnya ke dadanya yang kini sunyi senyap. "Katakan padaku ini mimpi! Kumohon... bangunlah... aku butuh kamu..."

Tapi keheningan itu tak terbalas. Marco telah pergi. Dia pergi membawa seluruh rasa sakit masa lalunya, namun meninggalkan kebahagiaan yang tak ternilai di hati wanita yang dicintainya itu.

Tiga tahun telah berlalu. Yuna berdiri di sebuah bukit yang tinggi, tempat di mana angin selalu berhembus lembut dan matahari terbenam dengan indah. Di hadapannya, sebuah batu nisan sederhana namun indah. Di atasnya tertulis:

Marco — Dicintai lebih dari kata-kata, dirindukan lebih dari nyawa.

Dia meletakkan seikat bunga mawar putih di sana, bunga kesukaan ibunya Marco — bunga yang kini tumbuh subur di sekitar makam itu.

"Aku tidak menyimpan air mataku lagi untukmu," ucapnya lembut, senyum tipis terukir di bibirnya. "Karena aku tahu kau tidak ingin melihatku bersedih. Kau mengajariku bahwa cinta tidak berakhir saat seseorang pergi. Cinta hidup di dalam hati mereka yang ditinggalkan."

Dia mengelus batu nisan itu perlahan.

"Julian telah pergi selamanya. Rahasia masa lalu sudah terungkap. Ayahku tidak bersalah. Semua orang tahu kebenaran tentangmu sekarang — bahwa di balik nama yang menakuti banyak orang, ada hati yang lembut dan penuh kasih sayang. Kamu tidak lagi kesepian, Marco. Kamu tinggal di hatiku setiap hari."

Yona dan Jisoo berdiri di kejauhan, tersenyum haru namun tenang. Mereka tahu Yuna tidak pernah benar-benar sendirian. Bagian dari Marco akan selalu hidup di dalam dirinya.

Saat matahari terbenam perlahan, Yuna berbisik pelan seakan angin akan membawanya ke telinga Marco di sana:

"Selamat jalan, cahayaku. Kita akan bertemu lagi suatu hari nanti. Dan di sana... tidak ada perpisahan lagi. Sampai jumpa di keabadian. Aku mencintaimu, selamanya dan seumur hidupku yang lain."

Dia berbalik perlahan, berjalan pergi dengan langkah yang tegap dan tenang. Dia tidak kehilangan segalanya — dia telah dicintai sepenuhnya, dan itu adalah kekayaan yang tak akan pernah diambil siapa pun darinya.

Karena cinta sejati memang tidak berakhir dengan kematian. Ia hanya berubah bentuk, menjadi cahaya yang selalu menerangi jalan pulang.

BERSAMBUNG ....🫶

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!