NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kera Putih

Kebangkitan Kera Putih

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fery Oktavian

Ketika langit di atas pinggiran Kekaisaran Yanling tiba-tiba terkoyak oleh invasi mendadak monster binatang, ilusi kedamaian hancur dalam semalam. Di tengah kepanikan para kultivator muda elit yang formasinya porak-poranda, Lin Juan—seorang yatim piatu bermarga Lin yang selalu dicaci karena Jiwa Rohnya yang cacat—menjadi satu-satunya yang menolak mundur. Tanpa pancaran energi spiritual yang mewah, ia mengandalkan insting murni dan tubuh yang ditempa penderitaan untuk bertahan hidup. Di tengah genangan darah dan keputusasaan, sebuah jiwa purba yang tertidur di kedalaman nadinya, Roh Kera Putih yang legendaris, akhirnya membuka mata, merespons panggilan kematian dengan raungan yang mengguncang surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fery Oktavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGHORMATAN PARA TERBUANG

Hutan Bayangan Kematian kembali direngkuh oleh kesunyian yang mencekam. Jaring raksasa yang menutupi langit-langit perlahan mencair menjadi genangan lendir kehitaman, membiarkan sisa-sisa cahaya rembulan pucat kembali menyinari tanah yang membeku.

Di tengah kawah kecil yang tercipta dari hantaman tinjunya, Lin Yuan berdiri dengan napas yang mulai teratur. Cahaya keperakan yang sempat berpendar dari balik kulitnya perlahan meredup, masuk kembali ke dalam meridiannya yang kini terasa lebih lapang dan kokoh dari sebelumnya. Ia menoleh menatap ketiga rekannya yang masih mematung.

"Kalian tidak apa-apa?" Tanya Lin Yuan dengan nada suara yang tenang dan membumi, memecah keheningan absolut di antara mereka.

Ah Xiu adalah yang pertama tersadar dari keterkejutannya. Gadis pemanah itu segera bangkit dari tanah, melangkah setengah berlari mendekati Lin Yuan. Wajahnya yang separuh tertutup bekas luka bakar itu memancarkan kepanikan yang jarang sekali ia perlihatkan. Tanpa meminta izin, Ah Xiu langsung meraih lengan kiri Lin Yuan.

"Lenganmu... racun pelebur tulang itu..." Bisik Ah Xiu dengan suara bergetar.

Mata gelap Ah Xiu membelalak saat ia melihat luka robekan akibat capit Ratu Laba-Laba di bahu Lin Yuan. Alih-alih membusuk dan menghitam, daging di sekitar luka itu justru tampak segar. Urat-urat nadi yang sebelumnya menonjol akibat bisa beracun kini telah kembali normal, menyisakan uap panas tipis yang perlahan menguap ke udara dingin. Racun tingkat tiga puncak itu telah sepenuhnya ternetralisir.

"Sudah hilang," Jawab Lin Yuan seraya menarik lengannya pelan agar Ah Xiu tidak terlalu khawatir. "Aku punya ketahanan tubuh yang sedikit berbeda dari orang kebanyakan."

Lu Chen melangkah maju, menyarungkan kedua belatinya dengan gerakan elegan yang khas. Pemuda bangsawan itu menatap kawah di bawah kaki Lin Yuan, lalu beralih menatap bangkai Ratu Laba-Laba Bayangan yang dadanya hancur lebur di kejauhan.

"Sedikit berbeda, kau bilang?" Kekeh Lu Chen dengan nada sinis yang kali ini terdengar penuh rasa takjub. "Menghancurkan karapas monster kelas tiga puncak dengan satu pukulan tangan kosong... di Ibukota Emas, kultivator tingkat Meridian Emas pun harus menggunakan senjata pusaka untuk melakukan itu. Kau ini sebenarnya monster jenis apa, Lin Yuan?"

"Hanya seseorang yang menolak mati," Jawab Lin Yuan singkat, menolak untuk menjelaskan lebih jauh mengenai Kera Putih di dalam lautan jiwanya.

Di belakang mereka, terdengar dentingan logam berat yang menghantam tanah.

Shi Tou menjatuhkan perisai besinya yang sudah penyok dan berlubang. Pria bertubuh besar dengan tato liar di wajahnya itu berjalan gontai mendekati Lin Yuan. Bibirnya bergetar, dan matanya yang biasa menatap garang kini dipenuhi oleh emosi yang rumit—campuran antara rasa malu, syukur, dan penyesalan.

Tiba-tiba, Shi Tou menekuk satu lututnya, menjatuhkan dirinya ke atas tanah es tepat di hadapan Lin Yuan. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Tadi... cairan racun itu seharusnya mengenasku," Ucap Shi Tou dengan suara serak yang berat. "Jika kau tidak melompat dan menjadikan tubuhmu tameng, aku dan Ah Xiu sudah menjadi genangan darah. Aku... aku, Shi Tou, hanyalah sampah jalanan yang tidak pernah ditolong oleh siapa pun seumur hidupku. Tapi malam ini, kau mengorbankan nyawamu untuk bajingan sepertiku."

Shi Tou mendongak, menatap Lin Yuan dengan mata yang berkaca-kaca.

"Mulai malam ini, nyawaku adalah milikmu, Lin Yuan. Ke mana pun kau melangkah, meski itu ke neraka sekalipun, perisaiku akan selalu berdiri di depanmu," Tegas Shi Tou dengan kesungguhan yang tak tergoyahkan.

Lin Yuan menatap Shi Tou dalam diam. Ia bisa melihat ketulusan murni di mata pria kasar itu. Di klan asalnya, kata-kata loyalitas selalu dibeli dengan uang, pil spiritual, atau ancaman. Namun di tempat buangan yang kotor ini, loyalitas ditempa dari darah dan pengorbanan.

"Berdirilah, Shi Tou," Kata Lin Yuan seraya mengulurkan tangan kanannya, menarik pria bertato itu bangkit dari tanah es. "Kita adalah satu unit. Kalau kau mati, formasi kita hancur. Aku menyelamatkanmu agar kau bisa terus memegang perisai itu untuk kita."

Ah Xiu yang berdiri di samping mereka terdiam menunduk. Gadis itu mengepalkan tangannya dengan erat. Ia adalah veteran yang telah melihat ratusan prajurit saling mengkhianati demi bertahan hidup di Tembok Besi. Tindakan Lin Yuan yang merelakan punggungnya hancur demi menyelamatkan rekan barunya telah menghancurkan dinding es di hati Ah Xiu.

"Aku berutang nyawa padamu," Bisik Ah Xiu pelan, menatap Lin Yuan dengan sepasang matanya yang gelap. Tidak ada lagi nada dingin dalam suaranya.

"Kau membalasnya dengan tembakan panah yang tepat sasaran tadi," Balas Lin Yuan dengan senyum tipis. "Sekarang, mari kita selesaikan tugas ini."

Lu Chen tersenyum lebar, melangkah menuju bangkai Ratu Laba-Laba Bayangan. Dengan menggunakan ujung belatinya yang tajam, pemuda itu membelah pangkal leher monster raksasa tersebut dan mengeluarkan sebuah kristal berwarna hijau pekat seukuran kepalan tangan orang dewasa. Kristal Inti Monster kelas tiga puncak.

"Dengan ini, Komandan Zhao yang bermata satu itu tidak akan bisa mencari alasan untuk menghukum kita," Ucap Lu Chen seraya melemparkan kristal berharga itu kepada Lin Yuan. "Dan kurasa, kita punya cukup alasan untuk menukar sebagian jatah makan kita besok dengan sebotol arak hangat."

Lin Yuan menangkap kristal itu, merasakan energi murni yang beriak di dalamnya. Kera Putih di dalam dadanya mendengkur puas. Ia menyimpannya ke dalam saku celananya yang masih utuh.

"Ayo pulang," Perintah Lin Yuan.

Tanpa ada yang mendiskusikannya, formasi mereka berubah secara alami saat perjalanan kembali menuju benteng. Shi Tou tetap berada di depan, namun Lu Chen dan Ah Xiu secara refleks mengambil posisi di kedua sisi Lin Yuan, menempatkan pemuda itu di titik tengah komando. Tidak ada perdebatan mengenai siapa yang memimpin; insting bertahan hidup mereka secara otomatis tunduk pada kekuatan dan ketenangan Lin Yuan.

Satu jam kemudian, mereka tiba di gerbang baja Benteng Tembok Besi.

Para prajurit penjaga yang bertugas malam itu membelalakkan mata saat melihat keempat anggota Unit 9 muncul dari balik kabut. Unit yang terkenal sebagai skuadron bunuh diri itu kembali dengan formasi lengkap, membawa aura pembunuhan yang begitu pekat, serta bau darah monster tingkat tinggi yang menempel di tubuh mereka.

Mereka melintasi lapangan lumpur beku tanpa mempedulikan tatapan takjub dari barak-barak lain, langsung menuju ke ujung timur tempat barak reyot mereka berada.

Pintu kayu barak terbuka. Suhu di dalam ruangan terasa lebih hangat berkat sisa bara di perapian. Mereka meletakkan senjata masing-masing dengan rasa lelah yang amat sangat.

Lin Yuan duduk di dipannya. Ah Xiu tanpa banyak bicara langsung mengambil kendi air, merobek sisa kain linen yang bersih dari perbekalannya, lalu mendekati Lin Yuan untuk membersihkan sisa-sisa darah hitam di bahu pemuda itu. Sentuhan tangan gadis itu terasa dingin namun sangat teliti dan lembut, bertolak belakang dengan penampilannya yang keras.

Lu Chen melemparkan beberapa potong kayu bakar tambahan ke dalam tungku hingga api kembali menyala terang. Ia mengeluarkan kantong kulit berisi sisa arak keras miliknya yang selama ini selalu ia sembunyikan rapat-rapat.

"Hanya tersisa sedikit, tapi kurasa malam ini pantas dirayakan," Ucap Lu Chen seraya menuangkan arak itu ke dalam empat mangkuk kayu kusam.

Pemuda bangsawan itu membagikan mangkuk-mangkuk tersebut kepada Shi Tou, Ah Xiu, dan terakhir kepada Lin Yuan. Lu Chen kemudian mengangkat mangkuknya ke udara.

"Untuk malam pertama yang panjang," Kata Lu Chen dengan senyum yang akhirnya mencapai matanya. "Dan untuk pemimpin baru Unit Sembilan. Semoga Kera Putihmu selalu merobek apa pun yang menghalangi jalan kita."

Shi Tou mengangkat mangkuknya tinggi-tinggi. "Untuk Kapten Lin Yuan!"

Ah Xiu menghentikan pekerjaannya sejenak, mengambil mangkuknya dengan tangan kanan, dan menatap Lin Yuan lekat-lekat. "Untuk kelangsungan hidup kita bersama."

Lin Yuan memandang ketiga orang di depannya. Bangsawan yang terbuang, pencuri jalanan yang kasar, dan pemanah wanita dengan masa lalu yang penuh luka. Mereka semua adalah orang-orang yang dibuang oleh dunia, sama sepertinya. Namun di malam yang dingin dan penuh darah ini, ia merasakan ikatan yang jauh lebih nyata daripada segala kemunafikan yang pernah ia rasakan di Klan Lin.

Lin Yuan mengangkat mangkuknya, lalu meneguk arak keras itu dalam satu tarikan napas. Rasa panas membakar kerongkongannya, mengusir sisa-sisa hawa dingin malam.

"Mulai hari ini, tidak ada yang mati di Unit Sembilan tanpa izinku," Ucap Lin Yuan datar, namun kata-katanya dipenuhi oleh otoritas absolut yang tak terbantahkan.

Mereka bertiga tersenyum, meneguk arak mereka dengan rasa percaya yang baru saja lahir. Di dalam barak usang yang dikelilingi oleh tembok kematian itu, sebuah persaudaraan baja akhirnya terbentuk, menandai awal mula legenda para terbuang dari perbatasan utara.

1
Iskandar Muda
mantap
Fery Oktavian: semoga suka dengan ceritanya 👍🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!