Seorang ratu yang kehilangan mahkota karena fitnah dan seorang putri yang tumbuh dalam pengasingan tanpa mengetahui bahwa darahnya menyimpan kunci takhta.
Enam belas tahun kemudian, seorang dayang baru memasuki istana dengan wajah polos, tangan terampil, dan rahasia yang dapat mengguncang dua kerajaan. Ia datang bukan untuk mencari cinta.
Ia datang untuk membersihkan kembali nama ibunya, membongkar dosa masa lalu, dan mengambil kembali takhta yang dirampas.
Namun, takdir mempertemukannya dengan dua pangeran: seorang pewaris takhta yang kejam tetapi kesepian, dan seorang pangeran dari kerajaan musuh yang membuatnya merasakan cinta untuk pertama kalinya.
Ketika pernikahannya dengan putra mahkota diumumkan, sang kekasih menculiknya tepat pada malam pertama. Satu tindakan nekat itu memicu perang yang mengancam menghancurkan kedua kerajaan di tengah pertumpahan darah, rahasia kelahirannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suesant SW, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20. Dua Kesaksian, Satu Perangkap
Keesokan paginya, Aula Pemeriksaan Kerajaan dipenuhi para pejabat yang bertugas mengawasi penyelidikan. Ruangan itu berada di sebelah timur Aula Qinzheng, dengan jendela-jendela tinggi yang menghadap halaman berbatu. Di tengah ruangan terdapat meja panjang, sementara di belakangnya terpasang papan kayu berukir lambang kerajaan.
Pada dinding kanan tergantung peta wilayah Weiyang. Di sisi kiri, sebuah rak besar menyimpan dokumen perkara yang telah disegel. Bau tinta, kayu tua, dan dupa memenuhi udara, bercampur dengan ketegangan yang membuat setiap orang berbicara lebih pelan daripada biasanya. Pejabat Qian Bei duduk di kursi utama, sebagai penasihat raja.
Di hadapannya terdapat dua laporan. Laporan pertama menyatakan bahwa Shen Rui diperkirakan meninggal sebelum tengah malam, laporan kedua menyatakan bahwa Shen Rui terlihat memasuki Paviliun Fengyi menjelang fajar.
Kedua dokumen itu diletakkan berdampingan, seolah-olah berasal dari dua sumber yang tidak saling mengenal. Padahal, dalam kenyataan yang tersembunyi, keduanya telah menjadi bagian dari satu rancangan.
Qian Bei membaca kedua laporan itu dengan wajah serius.
“Ini menarik,” Ujarnya sambil mengetuk jarinya di atas buku tangannya sendiri. Seorang penyelidik senior yang duduk di sebelahnya mengerutkan kening.
“Benar sekali, Tuan Pejabat. Jika Shen Rui meninggal sebelum tengah malam, bagaimana mungkin penjaga gerbang melihatnya memasuki Paviliun Fengyi menjelang fajar?”
“Pertanyaan yang tepat.”Qian Bei menyahut cepat. Qian Bei sekarang mengetukkan jarinya pada meja.
“Tapi kita tidak boleh terburu-buru menyimpulkan bahwa salah satu saksi berbohong. Ada beberapa kemungkinan yang perlu dipertimbangkan.” Ia mengangkat laporan pertama.
“Tabib Gu Wen menyampaikan perkiraan waktu kematian berdasarkan pemeriksaan tubuh. Ia tidak menyaksikan sendiri saat Shen Rui mengembuskan napas terakhir.” Ucapnya kemudian.
Kemudian ia mengangkat laporan kedua.
“Zhou De mengaku melihat Shen Rui menjelang fajar, tetapi ia tidak dapat memastikan wajahnya dengan jelas.” Lanjutnya. Semua pernyataan para saksi itu tak ada yang pasti.
Penyelidik senior mengangguk perlahan.
“Dengan demikian, kedua kesaksian itu sama-sama memiliki kelemahan.” Simpulnya.
“Tepat.” Qian Bei menyatukan kedua laporan tersebut.
“Karena itulah kita harus berhati-hati. Mungkin Tabib Gu Wen salah memperkirakan waktu kematian. Mungkin penjaga gerbang salah mengenali orang yang dilihatnya. Mungkin pula ada sesuatu yang belum kita ketahui mengenai pergerakan Shen Rui pada malam tersebut.” Ia berhenti sejenak, kemudian menambahkan dengan nada yang terdengar penuh kebijaksanaan.
“Bagaimanapun juga, kita tidak boleh mengabaikan kemungkinan bahwa seseorang sedang berusaha menyembunyikan kebenaran.” Kalimat terakhir itu membuat beberapa pejabat mengangkat wajah.
Seseorang sedang berusaha menyembunyikan kebenaran.
Semua orang tahu siapa yang dimaksud, meskipun nama itu tidak diucapkan.
Ratu Wang Laoyin, nama sang Permaisuri menggantung di udara seperti bayangan hitam yang menutupi cahaya. Qian Bei mengetahui bahwa kedua kesaksian tersebut tidak akan membuktikan kesalahan Wang Laoyin secara langsung. Justru sebaliknya, pertentangan di antara keduanya dapat menimbulkan keraguan terhadap seluruh rangkaian kejadian.
Itulah tujuan sesungguhnya!
Ia tidak perlu menciptakan bukti yang sempurna. Ia hanya perlu menciptakan cukup banyak kebingungan agar tidak seorang pun mampu menyusun kembali kejadian malam itu dengan jelas.
Ketika waktu kematian tidak pasti, pergerakan Shen Rui tidak pasti, dan kesaksian para saksi saling bertentangan, penyelidikan akan terjebak dalam lingkaran pertanyaan yang tidak berujung.
Di tengah kebingungan itu, satu hal akan terus melekat dalam pikiran para pejabat: tubuh Shen Rui ditemukan di kamar Permaisuri. Dan bagi orang-orang yang sudah terlanjur percaya pada fitnah, fakta tersebut akan terasa lebih kuat daripada segala keraguan yang muncul.
“Bagaimana menurut kalian?” tanya Qian Bei kepada para pejabat yang hadir.
“Apakah penyelidikan harus dihentikan sampai kedua kesaksian ini dapat dipastikan?” Tanyanya lagi.
Seorang pejabat muda mengangkat tangan dengan ragu.
“Menurut pendapat saya, kedua saksi sebaiknya diperiksa kembali secara terpisah. Kita perlu mengetahui apakah ada catatan jaga yang mendukung keterangan Zhou De. Kita juga harus memeriksa apakah Tabib Gu Wen memiliki dasar yang cukup untuk memperkirakan waktu kematian.”
Qian Bei memandangnya, sedikit lama membuat pejabat muda sedikit jengah dan gentar.
“Usul yang masuk akal.” Kalimat itu terlontar lambat. Pejabat muda itu tampak sedikit lega.
“Akan tetapi, sementara pemeriksaan ulang dilakukan, kita tidak dapat mengabaikan kemungkinan bahwa Permaisuri menyembunyikan sesuatu. Pengurungan sementara harus tetap diberlakukan demi keamanan istana.” Qian Bei Melanjutkan kalimat berikutnya dengan penuh penekanan.
Keputusan itu diterima tanpa perdebatan berarti. Dengan demikian, kebingungan yang diciptakan oleh dua kesaksian palsu justru menjadi alasan untuk memperketat pengurungan Wang Laoyin.
Tidak seorang pun menyadari bahwa kedua laporan tersebut tidak sedang berusaha menjelaskan bagaimana Shen Rui meninggal. Keduanya sedang digunakan untuk memastikan bahwa siapa pun yang mencoba mencari kebenaran akan tersesat di antara waktu yang tidak pasti, wajah yang tidak jelas, dan kata-kata yang telah diputarbalikkan.
Qian Bei menggulung kedua laporan itu, lalu memasukkannya ke dalam map bersegel.
“Pastikan kedua saksi tidak saling bertemu,” perintahnya. “Jika ada pemeriksaan tambahan, lakukan secara terpisah. Tidak boleh ada pembicaraan di antara mereka yang dapat memengaruhi keterangan.” tegasnya di akhir kalimat.
“Baik, Tuan Pejabat.” Sahut beberapa pejabat bawahannya di situ serentak.
Qian Bei mengangguk, raut wajahnya terlihat berfikir. Ya, pejabat Qian Bei begitu dipercaya Raja Hang Quan, selain karena kemampuannya menyelesaikan beberapa masalah pelik di lingkungan istana, penasihat ini juga adalah teman dari masa remaja Raja Han Quan. Dulu mereka adalah teman belajar di akademi istana dan juga partner putra mahkota di aula putra mahkota yang kerap menemaninya mempelajari berbagai buku sastra dan sejarah kerajaan serta strategi perang.
Sesungging senyum aneh berkelebat di ujung bibirnya yang terlihat gelap setengah kering itu. Lalu memudar berganti ekspresi seorang pemikir yang handal. Tenang dan serius.
Di balik wajahnya yang tenang, ia merasa rancangan itu mulai bergerak sesuai keinginannya.
Sebuah kebohongan yang berdiri sendirian mungkin mudah dihancurkan. Dua kebohongan yang saling bertentangan dapat menciptakan kabut yang begitu tebal sehingga orang-orang berhenti mencari kebenaran dan mulai memilih cerita yang paling mereka sukai.
Dan ketika seseorang telah memilih cerita, bukti yang bertentangan sering kali dianggap sebagai gangguan, bukan alasan untuk mengubah keyakinan.
(Bersambung yaaaaa.....tetapi selalu ikuti kisah ini ya, untuk menemukan banyak cerita intrik dan konflik yang mungkin tidak di duga oleh pembaca, terimakasih atas supportnya semua, lap yu)