NovelToon NovelToon
DUA ALTER EGO

DUA ALTER EGO

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Misteri
Popularitas:863
Nilai: 5
Nama Author: Desty Haris Wahyuni

WARNING ***
Terdapat kata-**** ***** dan beberapa ****** ******

Ketika kejadian masa lalu membuat seorang gadis yang sedang merayakan ulang tahunnya justru harus kehilangan keluarganya, pembantaian yang terjadi tepat di depan mata seorang gadis kecil yang berusia 5 tahun yang sedang memeluk adik laki-lakinya yang berusia 3 tahun supaya tidak melihat ke jadian mengerikan itu walaupun dia yakin adiknya bisa mendengar suara jeritan dan kesakitan dari orang yang mereka cintai,mereka hanya mampu menangis dalam diam di balik tempat persembunyiannya

Membuat rasa trauma dan rasa takut yang berlebihan muncul di dalam diri gadis itu sampai membentuk jiwa baru yang tinggal bersama raganya

Apakah gadis itu mampu mengendalikan jiwa barunya atau jiwa baru itu lah yang akan menguasai tubuh sang gadis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Haris Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MEMBUKA SEDIKIT IDENTITAS

Hari ini Alluna tidak ke sekolah karna dirinya harus menghadiri pertemuan pemegang saham dengan perusahaan lain untuk membangun kerja sama,lebih tepatnya perusahaan lain yang ingin bekerja sama dengan ALNO GROUP agar mendapatkan untung yang besar untuk perusahaan mereka, pertemuan itu akan di laksanakan di perusahaan Alluna

"Apa kau sudah siap nak" tanya Alexander

"Aku sudah siap pah" jawab Alluna yang sudah menggunakan hoodie dan maskernya

"Kalian sarapan dulu baru pergi ke kantor,jaga anak kita baik‑baik pah" ucap mama

"Iya mah aku akan menjaga putri kesayangan mu ini" jawab Alexander

"Kak,Alfin gimana kalau aku ikut kakak" tanya Rey yang memang akan ikut ke kantor untuk mencari semua data orang‑orang yang menghadiri rapat saat nanti

"Biar aku urus" jawab Alluna dan segera menelfon seseorang

Drttt drttt

"Woi Haikal bangun anj*ng bos nelfon" ujar Gery yang mengguncang tubuh Haikal keras

Haikal yang masih setengah sadar terbawa emosi ke gery yang sudah mengganggu tidurnya padahal dia sangat lelah seharian mengikuti kegiatan Alfin adik sang bos

"Yak lo mau mati ganggu tidur gue" teriak Haikal yang mengangkat telfon tanpa membaca namanya

Bahkan Rey yang disebelah Alluna bisa mendengar teriakan Haikal padahal Alluna tidak memakai mode spiker

"Bodoh dia cari mati" ujar Rey yang sudah tertawa terbahak‑bahak

"Goblok mati kita" ucap Gery frustasi rasanya dia akan pingsan sekarang nyawanya di ujung tanduk

Haikal yang melihat ekspresi dari temannya segera melihat siapa yang menelfonnya dan disana tertera nama bosnya matanya yang semula masih terlihat ngantuk kini terbuka lebar sangat lebar

"N‑nona m‑muda" ucap Haikal pelan namun masih di dengar Alluna

"Hm mau bermain?" Tanya Alluna dingin

"Ampun nona saya benar‑benar tidak tau anda yang menelfon,t‑tolong ampuni saya nona" ujar Haikal memohon bahkan rasanya dia ingin ngompol sekarang

Rey yang mendengar itu tidak bisa menahan tawanya

"Bang Haikal kenapa kau bodoh sih masa menyerahkan diri ke singa" ujar Rey sambil tertawa membuat Haikal ingin mengumpatinya sekarang

Haikal dan gery seumuran dengan Alluna mereka anak dari orang‑orang kepercayaan Alexander,dan saat ini mereka menjadi orang kepercayaan Alluna

"Sadarkan dirimu aku ada tugas untuk kalian" ucap Alluna

"Tugas apa yang akan kami kerjakan nona" tanya Haikal lagi yang bersyukur mood bosnya sedang baik

"Hari ini masuklah ke sekolah Alfin,jaga dia dengan baik jangan biarkan siapapun membully nya jika kalian gagal dan aku melihat ada luka sekecil apapun di tubuhnya akan ku berikan 3 kali lipat untuk kalian, paham?" Ujar Alluna

"Baik nona kami pastikan tuan muda Alfin akan baik‑baik saja" ujar mereka

Setelah mendengar itu Alluna langsung mematikan sambungan telfonnya

"Ayo kita harus berangkat" ujar Alexander

"Mah Alluna pamit" ujar Alluna menyalimi mamanya

"Rey juga mah byee" ujar Rey mencium pipi mamanya

Alexander tiba lebih dulu di depan perusahaan bersama Rey dengan mobil yang sama sedangkan Alluna yang menaiki mobil yang berbeda memasuki area parkir yang dia khususkan untuk dirinya dengan penjagaan yang ketat agar identitasnya tetap terjaga sampai waktu yang di tentukan

Alluna menaiki sebuah lift dengan akses yang hanya dimiliki oleh Alluna seorang dan lift itu akan membawanya langsung ke dalam ruangannya

Alluna memasuki sebuah kamar khusus yang dia siapkan dalam ruangannya disana sudah ada beberapa baju kerja Alluna dan berbagai topeng, masker,kacamata dan beberapa topi untuk menutupi wajahnya

Alluna menggunakan Dres hitam selutut tanpa lengan yang memperlihatkan body idealnya dengan blazer yang dia biarkan hanya terletak di kedua bahunya, heels hitam yang membuatnya terlihat seksi dan jangan lupakan topeng setengah wajah berwarna hitam dengan sedikit warna gold yang hanya menutupi sampai hidung mancungnya membuat kesan misterius terlihat jelas dalam dirinya

Rapat sudah berlangsung dengan beberapa orang pemilik perusahaan yang ingin bekerja sama dengan ALNO GROUP

Alluna menuju lift yang akan membawanya ke lantai 10 tempat Rapat itu berlangsung

"Kita akan menunggu seseorang" ucap Alexander kepada orang‑orang itu

"Apakah ada yang belum datang tuan" tanya salah satu pria iitu bingung karena di dalam ruangan itu sudah hadir semua

"Hm orang yang harusnya berada di posisiku saat ini" ucap Alexander membuat mereka makin bingung

Tuk tuk tuk

Suara langkah Alluna bahkan terdengar tegas, orang‑orang yang melihat Alluna merasa heran dan kagum sekaligus, dia terlihat sangat elegan

Pintu ruangan rapat terbuka membuat semua orang yang ada disitu mengalihkan pandangannya ke sumber suara bahkan mereka terang‑terangan berbisik tentang siapa perempuan ini ada juga yang menatap tubuh seksi Alluna bagaikan singa kelaparan

Alexander berpindah tempat tadinya dia duduk di kursi utama namun sekarang dia berpindah kesamping tepat disebelah Rey,,Alluna menduduki kursi utama dengan sangat anggun

"Apa saya telat" ucap Alluna dengan suara yang dingin namun terdengar merdu di telinga mereka

"Tidak nona,kami bahkan rela menunggumu seharian" ujar Rey membuat semua pria itu semakin heran

Bukan kah Rey anak pemilik perusahaan ini tapi kenapa dia memanggil perempuan ini dengan sebutan nona, seperti itu isi fikiran mereka

"Apa kalian bingung tuan" tanya Alexander bersmirk

"Iya tuan Alexander, sebenarnya siapa perempuan ini?" Tanya salah satu dari mereka

"Perkenalkan dirimu mu nak" ujar Alexander

"Apa kalian pernah mendengar pembantaian sadis 10 tahun lalu disebuah mension terbesar dikota ini milik Albertson Thomson" ujar Alluna dingin membuat semua pria itu terkejut dan selanjutnya mengangguk

"Saya anak sulung dari Albertson Thomson,dan hanya saya yang hidup saat ini" ujar Alluna yang sengaja menyembunyikan adiknya,ucapannya membuat semua orang itu terkejut tanpa ada yang tau seseorang sedang mengepalkan tangannya saat ini

"Dan perusahaan ini milik saya" orang‑orang itu tidak ada habisnya dibuat terkejut dengan perempuan misterius didepannya ini

Alluna berdiri dari tempatnya dan dengan anggun berjalan mengelilingi meja Rapat dia sengaja melakukan itu hanya ingin melihat siapa yang mempunyai tato naga di lehernya walaupun itu sedikit sulit karena kerah baju yang mereka gunakan

Alluna mulai berbicara

"Hanya kalian yang mengetahui keberadaan diriku,tentu kalian tau jika saat orang‑orang itu mengetahui keturunan Albertson masih ada yang hidup itu akan berbahaya untukku bukan,maka aku ingin kalian merahasiakannya atau.."

Alluna menjeda kalimatnya

"Kalian akan hancur sehancur‑hancurnya" sambung Alluna

"gotcha,aku menemukanmu" batin Alluna bersmirk yang melihat sekilas tato naga di leher pria yang saat ini tepat di hadapannya

"Itu bukan hanya sekedar ancaman,mau bukti?" Tanya Alluna yang masih membuat mereka semua terdiam

"Kalian akan melihatnya setelah rapat ini berlangsung" sambung Alluna lagi

"Tenang saja kita bisa melakukan rapat ini dengan baik,bukan kah disini tidak ada pembunuh ayah dan bunda saya hm" ujar Alluna tepat berada di belakang pria yang mempunyai tato naga itu

"Sial apa dia mengetahuiiku,itu tidak mungkin" batin pria itu

"Baiklah kita mulai sekarang" ucap Alluna yang telah kembali ke kursinya

Mereka melakukan rapat selama 2 jam dan sekarang giliran Alluna yang akan menyeleksi mereka perusahaan siapa yang akan dia setujui untuk bekerja sama

Alluna mengambil telfon yang ada di meja itu

"Datang ke ruang Rapat" ujar Alluna dan langsung mematikan Telfonnya

Tidak lama setelah itu seseorang masuk kedalam ruang rapat membuat salah satu pria di dalam menegang Alluna yang melihat itu bersmirk

"Ah kenalkan tuan‑tuan dia Firman salah satu asisten saya, keputusan saya akan sampai ke perusahaan kalian besok,Firman akan datang ke perusahaan kalian untuk membawakan kontrak yang harus kalian tandatangani jika ingin bekerja sama dengan saya dan sebuah hadiah kecil untuk kalian yang saya ajak bekerja sama,dan dia juga akan datang ke perusahaan yang saya tolak untuk memberitahukan kalian" ujar Alluna panjang

"Baik nona terimakasih atas waktunya" ucap salah seorang pria

"Terimakasih juga waktunya tuan, ah aku hampir melupakan bukti ancamanku bukan" ujar Alluna membuat semua orang disana menegang apa yang akan dilakuakn wanita ini fikir mereka

Alluna menyalakan sebuah televisi yang disediakan di ruangan itu dan disana terpampang jelas sebuah berita yang menampilkan foto perselingkuhan,dan juga penggelapan dana yang di lakukan oleh Hendra salah satu pria yang berada di ruangan rapat itu dan sudah di pastikan perusahaan dan rumah tangganya akan hancur

"Apa yang kau lakukan brengsek" teria pria itu kepada Alluna

"Kau yang lebih dulu memulainya tuan Hendra,bukankah kau yang mengirim dia (firman) ke perusahaanku untuk mencuri desain dan mencari celah untuk menjatuhkan perusahaan ku hm" ujar Alluna dingin bahkan aura di ruangan itu berubah mencekam

"Dasar kau penghianat bangs*at' teriak Hendra ke Firman

Hendra yang emosi segera mendekati Alluna dengan pisau di tangannya yang entah sejak kapan dia pegang dia akan menghabisi Alluna dan Firman saat ini namun langkahnya terhenti saat alluna dengan gerakan yang sangat cepat mengambil pistolnya dan menembak tepat mengenai lengan Hendra menyebabkan lenganya robek

Dorr

Argghhh

"Sepertinya itu meleset harusnya aku menembakmu tepat di jantung" ujar Alluna membuat semua orang diruangan itu menegang kecuali Alexander dan Rey,namun semua orang tau jika Alluna sengaja melesetkan tembakannya

Kau tau aku benci dengan serangga" ujar Alluna

Alluna memanggil anak buahnya

"Urus dia dan jangan biarkan dia masuk kedalam perusahaanku"ujar Alluna dingin

"Baik nona muda" jawab mereka

"Ahh maaf apa bukti ancamanku terlalu mengejutkan kalian"tanya Alluna tersenyum manis tapi berbeda dimata mereka yang melihat itu sangat mengerikan Yang saat ini memimpin ALBE COMPANY ,dan satu lagi sekarang nama perusahaan itu bukan ALBE COMPANY tapi Derson Company yang baru di resmikan beberapa tahun kemarin saat kita masih berada di London" ujar Rey lagi

"Saudara tiri ayah? Aku bahkan tidak mengetahui ayah memiliki saudara tiri,bukankah yang mengurus perusahaan ayah adalah orang kepercayaan ayah?" Tanya Alluna

"Aku juga baru mengetahuinya tadi kak, keamanan data perusahaan Ayah albert dijaga ketat aku bahkan hampir saja ketahuan saat memaksa untuk meretasnya dan hanya itu yang aku dapatkan" jawab Rey

"T‑terimakasih nona"

"Kau tau tidak semua orang bisa memasuki ruangan ini kecuali orang yang saya percaya,jadi jangan sekali‑kali kau berbuat kesalahan yang menghancurkan kepercayaanku firman" ancam Alluna tegas

"B‑baik nona s‑saya sudah berjanji akan setia pada anda" ujar Firman yakin

"Bagaimana kabar anakmu?" Tanya Alluna lagi

"Dia sudah mendapatkan perawatan yang sangat baik nona dan akan melakukan operasi secepatnya itu berkat nona" ujar Firman

"Baguslah biarkan dia dirawat sampai dia benar‑benar sembuh" ujar Alluna

"Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak ke nona muda yang sudah membantu anak saya"ujar Firman tulus bahkan Alluna bisa merasakan itu

"Hmm saya ada tugas untukmu" ujar Alluna

"Apa yang bisa saya lakukan nona" tanya Firman

"Beli lah empat jam pria termahal di kota ini,itu akan jadi hadiah yang akan kamu bawa bersama kontrak kerja besok " ujar Alluna memberikan sebuah kartu black card

"Baik nona kalau begitu saya permisi"ucap Firman

Tak lama setelah itu bel khusus ruangan Alluna berbunyi,Alluna bisa melihat dari layar monitor di mejanya Rey sedang berada di depan pintunya dengan laptop di tangannya,Alluna hanya menekan salah satu tombol di balik mejanya dan pintu itu terbuka

"Kak aku mendapatkan semua data mereka namun ada yang aneh, salah satu dari mereka sebagian datanya seperti di sembunyikan" ucap Rey

"Pria ber jas Navy" ucap Alluna

"Kakak tau dari mana aku kan belum ngomong" ujar Rey Bingung

"Dia salah satu orang yang ikut dalam pembantaian 10 tahun lalu" ujar Alluna

"Kakak tau dari mana" tanya Rey

"Ada tato naga di belakang lehernya" jawab Alluna

"Apa yang kamu dapatkan tentang dia" tanya Alluna

"Namanya Surya Wardana pemilik perusahaan yang saat ini sedang berkembang,awalnya dia hanya bekerja dia perusahaan terbesar kelima dikota ini milik tuan Romi megitson,namun sekarang dia memiliki perusahaan yang baru saja berkembang dengan modal yang di berikan tuan Romi" ujar Rey

"Romi megitson?" Ujar Alluna pelan seolah nama itu tidak asing untuknya

"Iya kak aku juga sudah mencaritahu tentangnya,dia berteman dekat dengan saudara tiri ayah Albert

Alluna melihat jamnya sekarang sekitar jam dua siang dan anak sekolah seharusnya sudah pulang

Alluna menelfon seseorang

"Bagaimana adikku" tanya Alluna saat orang itu mengangkat telponnya

"Sangat baik nona, tadi ada yang ingin membully nya tapi kami menggagalkannya,sekarang tuan muda Alfin sedang berada di supermarket tempatnya bekerja" jawab Gery

"Baiklah kalian bisa beristirahat sekarang" ucap Alluna

"Terimakasih bos" jawab mereka

Alluna menjalankan mobilnya menuju sebuah mall

"Kakak mau ngapain disini" tanya Rey.

"Belanja" jawab Alluna singkat

"Aku ikut kak" ujar Rey yang kemudian membuka jasnya hingga dia hanya menggunakan celana kain panjang dan baju kaos hitam membentuk tubuh atletisnya dengan masih menggunakan sepatu pantofelnya

Mereka menjadi pusat perhatian dengan omongan yang menyebutkan mereka pasangan serasi

Alluna berjalan menuju pakaian cowok yang ternyata di mall itu ada Langit,David dan Arga yang sedang mencari hadiah untuk bundanya Langit yang akan berulang tahun

"Ngit ngit itu bukannya Rey yah murid baru disekolah kita"ucap David yang membuat Langit dan Arga mengalihkan pandangannya menuju arahan david

ngapain tu anak disini,itu Luna? Beda banget jadi lebih seksi" ujar David dengan senyum menjengkelkannnya

"Mau mati lo" ucap langit ke david

"Sensi amat Lo masalah Luna" sambung Arga yang diangguki David

"Ikutin aja lah kepo gue mereka kek misterius gitu loh" ujar David semangat disetujui Langit dan Arga yang memang penasaran dengan perempuan itu

"Kakak mau beliin Alfin?" Tanya Rey

"Hmm,dan kamu ambil apa saja yang kamu inginkan sebagai salah satu hadiah untukmu" ucap Alluna

"Yes lovyuuu" ujar Rey mencium pipi Alluna cepat

"Tu anak cari mati ngapain nyium nyium coba" ujar Langit sinis

"Govlok gimana kita mau dengar jarak kita aja masih jauh" ujar David menarik mereka dan kemudian mendekati tempat Luna dan bersembunyi sehingga mereka bisa mendengar percakapan itu

"Gila Luna belanja serba cowok banyak banget baju,celana,sepatu,jaket,topi tu uang kagak habis‑habis kali ye" julid David

"Itu untuk Rey?mereka pacaran?"tanya Arga

"Sepupu" jawab Langit

"Lo tau?"tanya Arga lagi

"Hmm mungkin cuma gue,lo berdua Alfin dan Lisa yang tau" sambung Langit

"Gue kira pacaran baru aja gue mau gangguin lo yang jadi sadboy" ujar David

Plakk

"Rasain lo" ucap Arga yang melihat Langit menggeplak kepala David

Mereka terlalu fokus dengan pembicaraan itu sampai tidak sadar Rey dan Alluna sudah pergi dari tempatnya

"Gara‑gara lo kan anj*ng" ujar langit.

Dari pakaian kok mereka kek beda yah gak kaya remaja pada umumnya kalau jalan ke mall gak sih,mereka seperti terlalu formal gitu" ujar David yang menggaruk dagunya seakan berfikir.

Dari acara mungkin" jawab Arga

"Mungkin kali yee" ucap David

"Cabut" ajak langit

1
Tosari Agung
thor saran ya kalau alter ego itu kejam dan nenanginnya agak lama jangan cuma satu jam udah tenang nah kalau ada dua tokoh punya alter ego maka dua duanya keluarin sekaligus atau pilih salah satu tapi harus benar psikopat karena cerita ini gak ada arah ke psikopat secara halus nya
Tosari Agung: sama-sama thor
total 3 replies
Dedek Titii (⁠◠⁠‿⁠◕⁠)
haii guys makasih udah mampir dan baca cerita akuu☺jangan lupa like, subcribe dan vote yaa guys(⁠◠⁠‿⁠◕⁠)🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!