NovelToon NovelToon
Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Fantasi Isekai / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Aku yang menciptakan penderitaanmu... maka aku juga yang akan jadi takdir bahagiamu."

Lili tidak pernah menyangka akan bertransmigrasi ke dalam novel buatannya sendiri—menjadi Lilian, seorang pelayan biasa. Mengerikannya, ia datang saat Damian, sang tokoh utama pria, berada di titik terendah.

Dibuang keluarga, posisinya dijarah, dan tunangannya direbut anak angkat yang licik.

Tahu betul penderitaan ciptaannya, Lilian pasang badan. Berbekal 'pengetahuan masa depan', ia membongkar kejahatan anak angkat itu dan menuntun Damian merebut kembali segalanya.

Namun, saat dendam terbalaskan dan Lilian berniat pergi, Damian justru menguncinya erat.

"Kamu yang mengajarkanku cara bangkit, Lilian. Jangan harap bisa pergi setelah merebut hatiku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.17 -Debaran

Gavin yang duduk di seberangnya mendadak berdeham keras, merasa diabaikan. "Clara? Kamu ngelihatin apa, sih?"

Clara tersentak kaget, cepat-cepat mengendalikan raut wajahnya agar tetap angkuh meski hatinya mendadak panas dingin.

"N-nggak ada! Itu... aku cuma kaget aja, kok bisa-bisanya dua orang melarat yang udah dibuang sama keluarga Laurent berani makan di restoran semewah ini?"

Clara langsung berdiri dari kursinya, sengaja melangkah dengan gaya sok anggun menghampiri meja yang baru saja diduduki Damian dan Lilian. Gavin yang penasaran pun bergegas mengekor di belakangnya.

"Wah, wah... lihat siapa yang ada di sini," cibir Clara seraya melipat kedua tangan didada di samping meja mereka, mencoba menutupi rasa kagumnya dengan nada meremehkan. "Kalian sadar enggak sih ini restoran kelas atas? Memangnya kalian punya uang buat bayarnya?"

Lilian yang baru saja membuka buku menu langsung menghentikan gerakannya. Ia menghela napas panjang, menatap Clara dan Gavin bergantian dengan tatapan datar.

"Duh... baru mau pilih makanan, mendadak ada sampah lewat," cetus Lilian santai seraya mengibaskan tangan di depan hidungnya. "Selera makan gue langsung drop."

"Kamu...!" Clara mengepalkan tangannya, wajahnya memerah menahan malu dan emosi.

Gavin ikut maju, menyunggingkan senyum sombong seraya hendak menepuk bahu Damian. "Damian, kalau enggak sanggup bayar, bilang saja. Biar mantan babu mu ini cuci piring di belakang buat pelunasan. Atau... jual diri sekalian sama om-om."

Lilian mengepalkan tangannya erat-erat, emosinya seketika membumbung tinggi. Ingin rasanya ia melompat dan menghajar wajah sok tampan Gavin saat itu juga.

"Sistem... boleh enggak gue menghajar orang di dunia ini?" tanya Lilian dalam hati dengan napas memburu.

PING!

Suara cicitan Peri Mini bergema lembut di kepalanya. "Boleh, Host! Asal jangan sampai hilang nyawa aja ya!"

Namun, sebelum Lilian sempat melayangkan pukulannya, Damian sudah lebih dulu bergerak!

Bugh!

Satu pukulan mentah dan keras melayang tepat menghantam rahang Gavin! Benturan itu begitu kuat hingga tubuh Gavin terpental dan membentur meja di belakangnya. Gelas-gelas kaca pecah bertabrakan dengan lantai, membuat para pengunjung restoran menjerit kaget!

Gavin memegangi sudut bibirnya yang robek dan berdarah, menatap Damian dengan tatapan tak percaya. "Kamu...!!"

"Kurang ajar kamu, Damian! Berani sekali kamu menghajar Gavin, kamu pasti menyesal—"

Belum sempat Clara menyelesaikan pekikannya, Lilian sudah bergerak secepat kilat. Ia menyambar mangkuk berisi cabai rawit utuh dari meja sebelah, lalu tanpa keraguan sedikit pun menjejalkan segenggam cabai itu tepat ke dalam mulut Clara yang sedang menganga!

"Berisik amat punya mulut!" kesal Lilian seraya menepuk-nepuk tangannya yang terkena bumbu.

"MMMPPHH?! UHH-UHUK!" Clara mendadak terbatuk hebat, wajahnya memerah padam akibat sensasi panas terbakar yang langsung meledak di dalam mulutnya. Pria dan wanita di restoran itu cuma bisa melotot syok melihat aksi nekat Lilian.

Tak lama kemudian, beberapa petugas keamanan dan manajer restoran datang berlari-lari memisahkan mereka. Gavin yang tidak terima langsung berdiri sambil menunjuk-nunjuk Damian, menuntut pihak keamanan agar mereka ditangkap.

Manajer restoran yang panik memandang Damian dan Lilian dengan raut serba salah. "Maaf Tuan, Nona... Demi kenyamanan pengunjung lain, lebih baik Anda berdua keluar dari restoran ini sekarang."

"Heh! Enak aja! Kita ke sini mau bayar, bukan mau numpang!" seru Lilian tidak terima. "Mereka duluan yang cari gara-gara dan memprovokasi, kenapa malah kami yang disuruh keluar?!"

"Sudah, Lilian... ayo kita pergi saja," bisik Damian seraya memegang lembut pergelangan tangan Lilian. "Kalau ini membesar, kita bisa kena masalah lebih panjang."

Damian tahu betul sifat ayahnya, Arthur Laurent. Jika kejadian ini sampai ke telinganya akibat hasutan Gavin, Arthur pasti tidak akan segan-segan memakai pengaruh kekuasaannya untuk menekan Damian atau menyiksanya kembali. Walau Damian sudah angkat kaki dari Mansion Laurent, ia sadar betul bahwa hubungan hukum dan ikatan ikatan keluarga itu belum sepenuhnya terputus secara resmi di atas kertas.

Lilian menghela napas kasar, menatap Gavin dan Clara yang masih kepedasan dengan tatapan tajam. "Awas ya kalian!"

Setelah keluar dari restoran, Lilian menghembuskan nafasnya pelan. Wajahnya masih ditekuk dan kedua tangannya bersedekap erat di dada.

Damian tertawa melihat kekesalan di wajah Lilian. Suara tawanya renyah dan lepas—pemandangan yang sangat langka dari seorang Damian Laurent.

"Kenapa ketawa? Gak ada yang lucu ya!" sungut Lilian sambil menatap Damian tajam. "Nyesel gue gak jejallin dua mangkok cabai sekaligus ke mulut cewek gatel itu!"

"Aku cuma tertawa melihat caramu membela kita," kata Damian, menghentikan langkahnya dan menatap Lilian hangat. "Terima kasih, Lilian. Tapi reaksi kamu tadi benar-benar di luar dugaan. Dari mana kamu belajar menjejalkan cabai ke mulut orang?"

Lilian menaikkan dagunya bangga. "Itu namanya refleks membela diri! Lagian mulutnya Clara itu tuman, harus dikasih sensasi lokal biar kapok."

Damian kembali terkekeh pelan. Namun, detik berikutnya perut Lilian mendadak berbunyi sangat nyaring.

Kruuukkk...

Suasana seketika hening. Lilian langsung memegangi perutnya dengan wajah memerah menahan malu. Batal makan enak gara-gara keributan tadi malah bikin perut Indonesianya makin protes!

Damian tersenyum tipis. "Sepertinya kita tetap butuh makan malam. Mau cari Rice Bowl lagi di kedai langgananmu tadi?"

"MAU!" jawab Lilian cepat tanpa tapi. "Kali ini aku mau pesan porsi ganda!"

"Boleh. Aku yang bayar," ujar Damian tipis.

Tanpa aba-aba, Damian melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka. Tangan kanannya yang terangkat lalu mengacak-acak pelan rambut Lilian dengan amat lembut. Ibu jarinya sempat mengusap pipi Lilian sejenak, membuat sentuhan hangat itu menjalar ke seluruh wajah Lilian.

Lilian mendadak mematung di tempat. Jantungnya serasa melompat keluar dan berdegup kencang tanpa kendali.

Deg... deg... deg...

Aroma parfum maskulin khas kayu dan angin malam dari tubuh Damian menguar kuat, mengunci seluruh indra Lilian. Mata cokelat jernih milik pria itu menatap tepat ke manik matanya dengan binar yang begitu hangat—sangat berbeda dari tatapan dinginnya pada orang lain.

Lilian menelan ludah, buru-buru memalingkan wajahnya yang kini sudah memerah padam seperti kepiting rebus. Ia menepuk-nepuk dadanya pelan, mencoba menetralkan detak jantungnya yang menggila.

"Bisa gila gue! Kenapa tokoh fiksi yang gue ciptakan sendiri malah makin berbahaya begini visualnya?!" jerit Lilian frustrasi dalam hati.

Damian yang melihat perubahan warna di wajah Lilian hanya menyunggingkan senyum tipis—senyuman tipis yang makin membuat Lilian salah tingkah.

Sambil berjalan santai di bawah lampu jalan kota, Lilian menoleh ke arah Damian. "Tapi Damian... soal gertakan Gavin tadi tentang ayahmu, Arthur Laurent... kamu beneran gak apa-apa? Beneran siap kalau nanti dipanggil atau ditekan sama dia?"

Raut wajah Damian sedikit mengeras, tapi tatapan matanya tetap tenang dan penuh keyakinan.

"Dia memang masih ayahku secara hukum, Lilian. Tapi setelah malam dia mengusirku, aku sudah tidak punya utang budi apa pun padanya," jawab Damian dingin. "Besok, selain mewawancarai Felix, aku akan mengurus surat pemutusan hak waris dan pemisahan aset secara resmi lewat pengacara. Aku tidak akan biarkan keluarga Laurent menyentuh Aetheria sedikit pun."

Lilian tersenyum puas mendengar ketegasan Damian. "Sip! Biar makin mantap, besok biar gue dan Felix yang bantu kamu obrak-abrik proyek AI-nya Gavin!"

​Bersambung ...

1
jumirah slavina
hadohhhh periiii kepooooo
jumirah slavina
dengerin tuh baik²
buat apa bertahan demi laki² yang tidak mau menikahi'mu

balik wwooii... balikk...
jumirah slavina: klo udah terkumpul kita bagi 2 yak

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
wow....
wow....
kejutan....
ada apa ini Li...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
neeext thor,dh gc sabar nunggu jeluanjutan cerita ny
jumirah slavina
tenang Li.. tar d'dunia nyata kita nyari berondong tampan rupawan yang kaya raya royal baik serta setia
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
udah 3th aja...
Emak Bapak'mu gak nyariin Kamu Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
hilihhhhhhhhhh... akal²n Cla biar d'samperin Kamu...
jumirah slavina
kumpul dugong ya mereka
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
jumirah slavina
udah lh Li... ngak apa... ganti pacar baru
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
seru,tdk bertele² dn konflik gc terlalu berat semoga cerita ny makin seru,dn gc ngantung
Jannah R
cerita ny seru gc bertele² dn jika ad konflik cepat terselesai kn gc kepanjangan,cerita seperti ini yg ku cari semoga cerita ny mangkin seru ke depan ny
jumirah slavina: wajib seru ya🤲🤲
total 1 replies
jumirah slavina
tenang... tenang....
tarik nafas lewat mulut...
buang lwt bawah...

bbrrooootttt🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
jomblo lagi deh pas balik dunia nyata

tapi Kamu jadi kaya raya Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
hheehh Cicak... jurus nemplok'mu udah gak. ampuh lagi., minggir Kamu
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
maklumin Peri., Host pikun🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
minggir lh wwooii.,
mengganggu aja
jumirah slavina
brisik banget wwooii
dia kau Gagav
jumirah slavina
walaupun perempuan tinggal Kamu satu²y d'dunia., Dami. lebih memilih jomblo abadi
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
dasar parasit
jumirah slavina
Kamu sm Aku Fel...
kita double date sm mereka

🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!