NovelToon NovelToon
SUATU HARI NANTI

SUATU HARI NANTI

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:92k
Nilai: 5
Nama Author: Neng Neng

Suatu hari nanti, anganmu akan menjadi nyata, mimpimu akan terwujud, dan do’amu akan terkabul.

Liliana Pramesti, seorang gadis yatim piatu yang hidup dalam sebuah kemiskinan, menjadi tulang punggung bagi adik semata wayangnya yang menderita penyakit down syndrom, tentu saja adalah hal sulit baginya.

Namun, kerasnya hidup, tidak lantas menyurutkan keyakinan dan perjuangannya untuk tetap bertahan.

Hingga ... suatu hari, dia terpaksa harus menikah dengan cinta pertamanya sedari kecil, semenjak itu, dunianya berubah, jungkir balik, kedamaiannya terenggut begitu saja.

“Bang Ilham itu, seperti batu, dan aku seperti air, batu dan air bisa hidup berdampingan, meski batu memang memiliki karakter yang keras, dan air memiliki karakter yang lembut, namun tidak tersentuh. Tapi suatu hari nanti ... air mampu menghancurkan batu”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Neng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Tidak Menyukaimu!

“Kamu kaget Lia?? Darimana aku tahu semua itu??!!” tanya Sisil sambil menguatkan cengkramannya pada rambutku.

“Sisil!! Hentikan!! Ini sakit!!” tanpa sengaja aku mendorong tubuh Sisil hingga dia terjerembab ke lantai.

“Aaaawww!!” Sisil berteriak, sambil memegang bokongnya.

“Aku mungkin miskin, yah, aku juga adalah seorang buruh cuci di rumah Bang Ilham, tapi tidak berarti kamu bisa semaunya menghinaku Sisil!” teriakku kesal.

“Aku fikir, kita adalah sahabat! Ternyata tidak!” teriakku, mengungkapkan segala rasa kesalku, tapi kecewa lebih mendominasi.

“Cih! Sahabat?? Sahabat?? Siapa yang mau bersahabat denganmu Lia??” Sisil berdecih, membuat hatiku semakin sakit. Sungguh dimuka bumi ini hanya ada aku sendiri!.

Sisil kembali mengamangkan tangannya, mungkin dia bermaksud memukulku, kupejamkan mataku. Aku sudah bersiap jika hal itu terjadi. Aku bukan siapa-siapa, tidak akan ada yang membelaku, meski apapun yang kulakukan. Di mata semua orang tetap akulah yang akan dinilai salah.

“Hentikan!!” tiba-tiba terdengar suara berat dari seorang pria.

Aku membuka mataku,

“Pak Rustam??” Aku terbelalak, kala kulihat guru BP sudah menghampiri kami, entah siapa yang memberitahu guru BP tentang kejadian ini. Ini sungguh memalukan! Sudah tak ada lagi yang bisa kubanggakan dari diriku. Aku seorang siswa yang memasuki ruang BP. Dan otomatis aku akan di-cap sebagai salah satu dari siswa nakal.

“Kalian berdua! Ikut saya!” teriak Pak Rustam. Terlihat gurat kesal di wajahnya.

“Ba baik Pak” jawabku, sambil berlalu meninggalkan ruangan kelas, mengikuti langkah Pak Rustam.

Setibanya di ruang BP. Aku duduk di hadapan Pak Rustam, dengan Sisil di sampingku.

“Kenapa kalian berkelahi di kelas? Kalian perempuan bukan? Kenapa kalian memiliki sikap yang bar-bar?” tanya Pak Rustam beruntun, nada suaranya mengintimidasi, dan aku hanya bisa menunduk.

“Semua ini gara-gara Lia Pak! Dia yang memancing saya untuk marah” jawab Sisil masih menyalahkan aku.

“Apa?? Bukankah semuanya kamu yang memulai??” tak terima di salahkan, aku membela diriku sendiri. Yah ... Tak akan ada yang membelaku. Semua kondisi ini, aku yang sudah menentukannya, aku juga yang harus menanganinya sendiri.

“Cukup!! Lia! Bapak sangat kecewa padamu! Kamu murid pandai Lia, kenapa kamu menodai prestasimu dengan hal seperti ini??” terlihat jelas gurat kecewa di wajah Pak Rustam.

“Ma maaf Pak” Aku menunduk.

“Dia memang perempuan miskin yang bar-bar pak!” Sisil menunjuk wajahku, hatiku teramat sakit mendengar tuduhan Sisil.

“Cukup! Telpon wali kalian! Suruh menghadap saya!” teriak Pak Rustam kemudian.

Sisil memiringkan bibirnya sebelah, tanda mengejekku. Jelas dia tahu betul, aku tidak memiliki siapapun untuk bisa

kuhubungi.

Dia langsung menyambar ponselnya dari saku seragamnya, dan terlihat menghubungi seseorang. Mungkin Bapaknya.

“Ma maaf Pak, saya tidak memiliki siapapun untuk dihubungi, kedua orangtua dan Kakak saya sudah meninggal dunia” jawabku tertunduk, buliran bening tiba-tiba jatuh tanpa aba-aba.

“Oh, maaf Lia” Pak Rustam terlihat menyesal.

Dua puluh menit, aku dan Sisil berada di ruang BP. Kami hanya saling terdiam, sambil menunggu wali dari Sisil datang, karena jelas Waliku tidak akan datang, sampai kapanpun.

Tok ... tok .... tok ....

Terdengar pintu ruang BP di ketuk, aku menoleh

Deg!

“Bang Ilham?!” seruku dalam hati, jadi Sisil menghubungi Bang Ilham?.

“Permisi Pak” Bang Ilham menghampiri Pak Rustam.

“Loh Ilham?” Pak Rustam mengerutkan keningnya, mungkin bingung, kenapa yang muncul malah Bang Ilham.

“Iya Pak” jawab Bang Ilham, sambil mendaratkan bokongnya di kursi, tepat di hadapan Pak Agus.

“Kamu jadi walinya siapa Ilham?” tanya Pak Rustam menatap pangeranku lekat.

“Sisil Pak, kebetulan Sisil calon istri saya” jawab Bang Ilham.

Sakit! itu yang dirasakan hatiku.

“Ah, begitukah??” Pak Rustam manggut-manggut.

“Iya Pak, tolong maafkan kesalahan Sisil Pak” mohon Bang Ilham.

Tak lama terdengar obrolan Bang Ilham dan Pak Rustam tentang kami, Pak Rustam menjelaskan duduk perkara permasalahannya dengan detail.

Bang Ilham terlihat memanggutkan kepalanya tanda mengerti.

Percakapan berlangsung lumayan lama, yang isinya wejangan pada kami, agar aku dan Sisil tidak lagi melakukan perbuatan serupa, masalah diselesaikan secara damai.

Aku hanya menunduk, tak lama berselang, kami di suruh keluar dari ruangan BP. Untuk kembali masuk kedalam kelas.

Aku beranjak, kemudian berjalan menuju luar ruangan.

“Lia!” terdengar suara yang sudah tidak asing di telingaku, aku menoleh, terlihat Bang Ilham sedang merangkul tubuh sisil menatap tajam padaku.

“Iya” jawabku, sambil menoleh ke arah mereka, dengan hati yang berkecamuk tak karuan.

“Jangan sekali-sekali lagi kamu menyakiti Sisil Lia!” ucapnya dengan nada tinggi yang ditahan, hingga terdengar seperti geraman. Nadanya tegas tak ingin dibantah.

Kenapa?? Kenapa hatiku semakin sakit? Kala mendengar pernyataan Bang Ilham, bahkan lebih sakit ketika tadi Sisil menjambak rambutku, dan mengataiku hal-hal yang tidak menyenangkan.

Aku menunduk, diam, aku tak bisa berkutik, jika harus melawan pangeranku. Hanya saja buliran bening itu hampir saja lolos dari tempatnya, jika aku tidak berusaha sekuat tenaga menahannya.

“Jawab Lia!” Bang Ilham membentakku, menatapku tajam seolah ingin mengulitiku hidup-hidup.

“Iya Abang” Aku mengangkat wajahku, menatap mereka dengan mata memancarkan rasa kecewa, terlihat Sisil tersenyum puas.

“Aku tidak menyangka Lia, jika kamu adalah perempuan bar-bar! Ku fikir kamu adalah perempuan baik-baik!” Bang Ilham kembali mengucapkan kata dengan seribu jarum yang siap menyerang tubuhku, terutama hatiku.

Deg! Cukup! Kata-katamu sungguh menyakitiku!.

“Ah, satu hal lagi Lia, aku tidak menyukaimu, jadi jangan pernah menyukaiku juga!”

Jedeeeerrrrr!!!!!

Inikah perangai sesungguhnya dari pangeranku?? Apa cintaku sungguh mengganggumu?? Aku tidak pernah mengatakannya, aku tidak pernah mengganggumu, aku juga berusaha untuk tidak memperlihatkannya padamu, tapi kenapa?? Kenapa dia mengatakan kata yang menghujam jantungku? Sakit, perih, rasanya aku ingin berlari sekarang juga dari hadapan mereka, rasanya aku ingin menghilang untuk menghindari mereka.

Bertahun-tahun aku mencintaimu dalam diam, ternyata ini juga adalah sebuah kesalahan??.

Aku memundurkan langkahku, kemudian perlahan tapi pasti, aku berlari memasuki kelasku. Setibanya di kelas aku duduk di bangku, menenggelamkan kepalaku di atas meja.

“Lia, kamu gak apa-apa??” sebuah tangan mendarat di bahuku, lembut dan hangat.

Aku mengangkat wajahku yang sudah di penuhi air mata, terlihat Rudi menatapku dengan tatapan yang khawatir.

“Maaf semuanya salahku, aku tidak bisa membelamu, aku terlalu takut Lia” keluhnya menundukkan kepalanya dalam.

“Gak apa-apa, semuanya bukan salahmu” jawabku berusaha tersenyum. Aku tahu Rudi begitu ketakutan.

“Jangan membenciku Lia” pintanya, sambil menggelengkan kepalanya.

“Tidak, aku tidak akan membenci siapapun” jawabku yakin.

“Terimakasih Lia” Rudi tersenyum padaku, sambil berusaha mengelap air mataku dengan tangannya.

“Hmmhtt“ jawabku sambil mengangguk.

Hari ini sungguh hari yang menyakitkan bagiku. Menjadi orang miskin dan yatim piatu sungguh menakutkan!.

Bersambung .........

Next???

1
Ruzita Ismail
Luar biasa
Ai Oncom
luar biasa.. Bagus banget ceritanya..
Beauty JK
😘
elen situmorang
tetap semangat thor..senang dgn karyamu..suatu hari nanti..akan ada ribuan like untuk mu..jgn menyerah..teruslah buat cerita baru
elen situmorang
cerita bagus kog jempol dikit...
elen situmorang
jatuh cinta di kepalsuan cinta..aku mampir ya thor
Nani Desmiwati
keren
Mirfatin Khanani
dibodohi trs
Hersus
jgn ambil Lia Thor poko y Ending y harus happy jgn ky Mira ending y bikin nyesek 😭😭😭
Hersus
😭😭😭😭
Risfa
siapp teteh 🤗🤗
Kadek Bella: lanjut thoor
total 1 replies
sitiazzahra
di tunggu novel berikut nya
Yuna Rahma Azaria
makasih teh untuk cerita2nya...

jujur saya lbh suka cerita yg real life drpd yg haluu....


semua cerita teteh bagus2 kok. semangat terus ya teh....🥰🥰🥰🥰
Risfa
Makasih tetehh sudah buat cerita yang buat aku selalu terharu, nggak pernah berhenti mengucap syukur. Pelajaran hidup yang sangat berarti, lewat sosok perempuan muda bernama Lia. Ketegarannya, kesabarannya, keikhlasannya dalam mnjalani hidupnya yang sangat sangat tidak mudah, sampai tiba suatu hari Lia menerima, menikmati, hasil manis perjuangan hidupnya selama ini.

Sehat terus tetehku, terus lah berkarya. Love you 🤗🤗🤗
ᵇᵃˢᵉ™
wa'alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh...
semangat berkarya Teteh, ttp sehat & bahagia, maafin para readers yg suka komplen ky netizen😌
tapi percayalah, aku menikmati cerita Lia yg bnyk bgt beri pelajaran bt kita. makasih Teteh🤗
ᵇᵃˢᵉ™Ꭼ𝔩𝔦𝔫⌥
Waalikumussalam.... Terimakasih sudah memberikan cerita-cerita yang membuka mata hati kita, bahwa kita harus terus bersyukur atas segala nikmat yang Tuhan berikan.. Semoga Teteh, sehat terus. Dan terus menulis di manapun...
...
ᵇᵃˢᵉ™Ꭼ𝔩𝔦𝔫⌥
kalau jodoh g akan kemana.. Yang penting iklas. Perbaiki diri. Allah akan memantaskan diri kita dengan jodoh kita..
Risfa
Tidaklah Allah mengambil sebuah nikmat, kecuali Allah akan siapkan pengganti yang lebih baik selama ia bersabar dalam mnghadapi musibah 🤗🤗🤗
Risfa
Mimpimu sudah terwujud Rudi, jadi Chef ternama dan bertemu dengan Lia.
ᵇᵃˢᵉ™𝒔𝒂𝒎𝒚
bakal up judul baru kah teh 👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!