NovelToon NovelToon
Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Fantasi Isekai / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Aku yang menciptakan penderitaanmu... maka aku juga yang akan jadi takdir bahagiamu."

Lili tidak pernah menyangka akan bertransmigrasi ke dalam novel buatannya sendiri—menjadi Lilian, seorang pelayan biasa. Mengerikannya, ia datang saat Damian, sang tokoh utama pria, berada di titik terendah.

Dibuang keluarga, posisinya dijarah, dan tunangannya direbut anak angkat yang licik.

Tahu betul penderitaan ciptaannya, Lilian pasang badan. Berbekal 'pengetahuan masa depan', ia membongkar kejahatan anak angkat itu dan menuntun Damian merebut kembali segalanya.

Namun, saat dendam terbalaskan dan Lilian berniat pergi, Damian justru menguncinya erat.

"Kamu yang mengajarkanku cara bangkit, Lilian. Jangan harap bisa pergi setelah merebut hatiku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.16 -Awal yang Baru

Keesokan harinya, jadwal perkuliahan Damian tidak terlalu padat—hanya mengumpulkan tugas akhir semester dan meminta sedikit saran dari Profesor Henry mengenai beberapa penelitian.

Usai menyelesaikan urusan kampus, mereka berdua berjalan kaki menyusuri trotoar batu di sepanjang Avenue de Saint-Claire—kawasan pertokoan dan kampus di kota fiksi yang dulu Lilian karang sendiri. Pepohonan dengan daun keemasan di tepi jalan berguguran ditiup angin sejuk.

Lilian menoleh ke arah pria di sampingnya. "Makan siang di mana?"

"Terserah kamu, aku ikut saja," balas Damian datar tapi penurut.

Lilian menghela napas pelan. Iya, memang dia yang menulis dan menciptakan kota fiksi ini di dalam novelnya. Tapi masalahnya, saat naskah ini masih berupa ketikan, dia cuma asal tulis "mereka makan siang dengan anggun" tanpa memikirkan perut aslinya yang butuh karbohidrat berat!

Di sepanjang jalan ini, restoran yang berjejer cuma menjual roti croissant, salad sayur dingin, atau steak mahal porsi kecil. Mana bisa bikin perut Indonesianya kenyang?

"Masa tiap hari harus makan roti sama daun? Bisa-bisa usus gue berubah jadi kelinci," gerutu Lilian pelan dalam hati.

Matanya lalu berbinar saat melihat sebuah kedai kecil di ujung persimpangan jalan bertuliskan 'Asian Fusion Express'. Ada aroma tumisan bawang putih dan kecap yang sangat familier menguar dari sana.

"Nah, ke sana yuk!" ajak Lilian semangat, memegang ujung baju Damian dan menariknya pelan.

"Kedai itu?" tanya Damian heran. "Bukannya kamu bilang mau makan tempat yang tenang?"

"Restoran tenang enggak bikin kenyang! Di sana ada menu Rice Bowl daging tumis! Pokoknya ada nasinya!" sahut Lilian tidak mau dibantah.

Damian hanya terkekeh pelan melihat tingkah Lilian, lalu menuruti langkah gadis itu. Sambil menunggu pesanan makanan datang, Lilian menopang dagunya di atas meja kayu kedai, menatap Damian serius.

"Oh ya, Damian... soal perusahaan barumu," buka Lilian. "Kamu enggak mungkin kan terus-terusan mengoperasikan Aetheria dari meja makan apartemen? Kita harus mulai cari sewa ruko atau kantor kecil buat basecamp awal."

Damian mengangguk setuju, meminum air putihnya. "Benar. Aku sudah mengecek beberapa titik lokasi di dekat area bisnis. Kita butuh tempat yang representatif tapi sewanya tidak terlalu mencekik modal awal."

"Sip! Habis makan nasi ini, kita langsung jalan berburu ruko!" seru Lilian antusias.

Usai menyantap rice bowl hangat sampai bersih tak bersisa, Lilian dan Damian langsung bergerak menyusuri kawasan distrik bisnis sekunder. Tempat ini tidak terlalu jauh dari kampus, tapi punya akses strategis ke pusat kota.

Lilian memegang denah lokasi di ponselnya, sementara Damian berjalan di sampingnya sambil memperhatikan deretan bangunan di sepanjang jalan.

"Nah, ini dia lokasinya!" tunjuk Lilian pada sebuah bangunan ruko dua lantai berdesain minimalis modern. Dinding keningnya dicat warna abu-abu elegan dengan kaca-kaca besar di lantai dua.

Seorang pria paruh baya berkacamata yang merupakan pemilik ruko sudah menunggu di depan pintu.

"Selamat siang, Anda Pak Thomas?" sapa Damian sopan.

"Benar. Kalian pasangan muda yang mau sewa ruko ini?" tanya Pak Thomas ramah seraya membuka pintu kaca. "Silakan masuk. Lantai satu cocok untuk area resepsionis atau meja kerja staf, lantai dua luas banget buat ruang kerja utama dan rapat. Harganya 3.000 Dolar per bulan."

Damian manggut-manggut melihat kondisi bangunan yang memang sangat bersih dan terawat. Namun, sebelum Damian sempat mengiyakan, Lilian langsung mengambil alih posisi di depan.

"Aduh, Pak Thomas... 3.000 Dolar kemahalan buat ruko di sudut jalan begini," cerocos Lilian dengan raut wajah prihatin yang dibuat-buat. "Pencahayaan lantai satu agak kurang, terus parkirannya cuma cukup buat dua mobil. Gimana kalau 2.000 Dolar saja per bulan? Kami sewa langsung buat dua tahun, lho!"

Damian menoleh, menahan senyum melihat gaya menawar Lilian yang sangat lihai dan tak kenal takut.

Pak Thomas melotot, memegang dadanya seolah kena serangan jantung ringan. "Aduh, Nona! Turunnya jauh sekali! Mana dapat 2.000 Dolar! Paling mentok saya kasih 2.500 Dolar!"

Lilian memiringkan kepala, berpura-pura hendak berbalik pergi. "Yaaaa... 2.200 Dolar deh, Pak. Kalau enggak boleh, kami cari tempat lain saja."

"Eh, eh! Jangan pergi dulu!" cegah Pak Thomas panik. Pria tua itu menghela napas pasrah. "Ya sudah, ya sudah! 2.200 Dolar per bulan, tapi bayar uang mukanya hari ini juga, ya!"

"Deal!" seru Lilian girang seraya menjabat tangan Pak Thomas.

Setelah menandatangani berkas sewa dan mengantongi kunci ruko, Damian menatap Lilian dengan tatapan takjub. "Kamu jago sekali menawar. Kita hemat hampir seribu dolar per bulan."

"Nawar itu seni, Tuan Muda!" sahut Lilian bangga sambil menepuk dada. "Nah, sekarang rukonya sudah ada. Langkah selanjutnya: cari pegawai!"

"Aku sudah menyebarkan lowongan kerja khusus di forum programmer independen tadi pagi," ujar Damian seraya membuka tabletnya. "Anehnya, ada satu pelamar yang portofolionya luar biasa, tapi dia baru saja dipecat secara tidak hormat dari Laurent Group."

Mata Lilian langsung membulat. "Dipecat dari Laurent Group? Jangan-jangan..."

"Siapa namanya?" tanya Lilian penasaran.

"Felix. Mantan head programmer tim Gavin yang menolak memalsukan data efisiensi proyek Data Center kemarin," jawab Damian dingin.

Lilian mengepalkan tangannya semangat. "Bagus! Gavin benar-benar orang bodoh yang membuang berlian. Kita panggil Felix wawancara di ruko ini besok pagi!"

Setelah selesai membereskan ruko dan memesan meja kantor dengan cepat, Lilian dan Damian memutuskan untuk pulang setelah matahari menunjukkan warna jingga di ufuk barat.

"Kita makan malam dulu, biar kamu enggak capek masak. Kali ini aku yang traktir," ajak Damian seraya merapikan barang-barangnya.

"Ayo!" balas Lilian semangat tanpa ragu sedikit pun.

Damian membawa Lilian ke salah satu restoran ternama di pusat kota. Tempatnya elegan dengan pencahayaan hangat. Namun, baru saja mereka melangkah masuk, mata Lilian menangkap dua sosok yang sangat tidak asing duduk di sudut ruang VIP.

Gavin dan Clara.

Lilian seketika memutar bola matanya malas. Kenapa juga harus ketemu pasangan menyebalkan itu di saat perutnya lagi butuh ketenangan?

Di sudut sana, Clara yang tak sengaja menoleh ke arah pintu masuk menyunggingkan senyum sinis begitu melihat kedatangan Damian dan Lilian. Di kepalanya langsung tersusun berbagai ide licik untuk mengerjai dan mempermalukan dua orang yang sudah ditendang dari keluarga Laurent itu.

Namun, saat matanya meneliti Damian lebih dekat, langkah dan niat Clara mendadak terhenti. Matanya membelalak pelan, dibuat salah fokus total.

Malam ini Damian tidak memakai setelan jas kaku seperti biasanya, melainkan kaos polos warna hitam ketat yang mencetak jelas dada bidang dan otot tubuhnya yang tegap. Semenjak lepas dari tekanan keluarga Laurent, aura pria itu justru terlihat makin karismatik, matang, dan berbahaya.

"Astaga... Damian tampan sekali," gumam Clara tanpa sadar, menelan ludahnya sendiri seraya menatap Damian tanpa kedip.

Bersambung ...

1
jumirah slavina
hadohhhh periiii kepooooo
jumirah slavina
dengerin tuh baik²
buat apa bertahan demi laki² yang tidak mau menikahi'mu

balik wwooii... balikk...
jumirah slavina: klo udah terkumpul kita bagi 2 yak

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
wow....
wow....
kejutan....
ada apa ini Li...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
neeext thor,dh gc sabar nunggu jeluanjutan cerita ny
jumirah slavina
tenang Li.. tar d'dunia nyata kita nyari berondong tampan rupawan yang kaya raya royal baik serta setia
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
udah 3th aja...
Emak Bapak'mu gak nyariin Kamu Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
hilihhhhhhhhhh... akal²n Cla biar d'samperin Kamu...
jumirah slavina
kumpul dugong ya mereka
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
jumirah slavina
udah lh Li... ngak apa... ganti pacar baru
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
seru,tdk bertele² dn konflik gc terlalu berat semoga cerita ny makin seru,dn gc ngantung
Jannah R
cerita ny seru gc bertele² dn jika ad konflik cepat terselesai kn gc kepanjangan,cerita seperti ini yg ku cari semoga cerita ny mangkin seru ke depan ny
jumirah slavina: wajib seru ya🤲🤲
total 1 replies
jumirah slavina
tenang... tenang....
tarik nafas lewat mulut...
buang lwt bawah...

bbrrooootttt🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
jomblo lagi deh pas balik dunia nyata

tapi Kamu jadi kaya raya Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
hheehh Cicak... jurus nemplok'mu udah gak. ampuh lagi., minggir Kamu
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
maklumin Peri., Host pikun🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
minggir lh wwooii.,
mengganggu aja
jumirah slavina
brisik banget wwooii
dia kau Gagav
jumirah slavina
walaupun perempuan tinggal Kamu satu²y d'dunia., Dami. lebih memilih jomblo abadi
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
dasar parasit
jumirah slavina
Kamu sm Aku Fel...
kita double date sm mereka

🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!