Empat kehidupan, satu takdir terlarang. Di balik aura Antartika sang putri tersembunyi, ada pengawal Yakuza yang rela menantang maut demi melindunginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimiHaruka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flexing Tanpa Batas.....
Di mata publik dan analisis ekonomi internasional, kekayaan keluarga Uchiha sering kali disebut sebagai "Kekayaan Tak Terhitung" (Untold Wealth). Kombinasi antara pilar legal Uchiha Group yang menguasai sektor perbankan, real estat, dan teknologi di bawah kendali Itachi, serta pilar bisnis bawah tanah yang dipimpin sang Patriark, menjadikan keluarga ini bukan sekadar kaya—melainkan penguasa takhta tertinggi di Jepang.
Pagi itu, kediaman utama klan Uchiha di Tokyo memperlihatkan megahnya aset yang tidak pernah terbayangkan oleh orang awam.
Kompleks kediaman mereka bukan sekadar rumah tradisional biasa. Berdiri di atas lahan seluas puluhan hektar yang dikelilingi hutan bambu pribadi di tengah megahnya kota Tokyo, benteng kayu kuno berarsitektur feudal itu memadukan keaslian sejarah dengan teknologi masa depan. Di bawah lantai kayu tradisional tempat sang Patriark minum teh, tersembunyi bunker keamanan baja berstandar militer, helipad, serta benteng pertahanan yang sanggup menahan serangan bom gempur.
Jika melangkah ke garasi bawah tanah tiga lantai milik klan Uchiha, pemandangannya jauh lebih gila dari pameran otomotif dunia mana pun.
Di lantai satu, berjejer supercar dan hypercar koleksi Uchiha bersudara: dari Bugatti Chiron Super Sport, Koenigsegg Jesko, hingga Pagani Huayra yang harganya ratusan miliar rupiah per unit. Di sudut lain, terparkir deretan mobil mewah harian—termasuk Tesla Cybertruck perak milik Itachi, Ferrari F8 Spider putih dan Lamborghini Aventador SVJ kuning mentereng milik Yoona, serta koleksi Rolls-Royce Phantom lapis baja milik sang Patriark.
Tak berhenti di situ, area koleksi roda dua dan sepeda pun bikin menggelengkan kepala.
Sasuke punya sudut khusus berisi superbike paling langka di dunia, seperti Kawasaki Ninja H2R berspesifikasi lintasan dan Ducati Superleggera V4 yang hanya diproduksi 500 unit di bumi. Bahkan untuk urusan sepeda santai, Uchiha Group memproduksi sepeda balap kustom berbodi serat karbon buatan tangan seharga $50.000 (setara ratusan juta rupiah) per unit yang biasanya cuma dipakai Shisui untuk berkeliling menikmati udara pagi di dalam kompleks hutan bambu mereka.
Dan tentu saja, di bagian paling belakang kompleks, terhampar Uchiha Underground Track—sirkuit balap pribadi berspesifikasi F1 tempat Yoona dan Sasuke biasa menguji adrenalin mereka setiap akhir pekan.
Sementara di pusat kota Tokyo, sang anak sulung—Itachi Uchiha—memiliki suaka pribadinya sendiri.
Selain menguasai gedung pencakar langit lima puluh lantai Uchiha Group di Marunouchi, Itachi menghuni sebuah triplex penthouse tiga lantai di puncak menara Roppongi Hills. Penthouse itu dilengkapi dengan helipad pribadi, kolam renang infinity berkaca bening yang menggantung di udara menatap menara Tokyo Tower, serta lorong galeri seni pribadi yang memajang lukisan asli karya maestro dunia seperti Claude Monet dan Pablo Picasso—lukisan museum yang dibeli Itachi dalam lelang privat di Jenewa.
Namun, di antara semua pameran aset megah klan Uchiha, tidak ada yang bisa menandingi tempat perlindungan pribadi milik sang putri bungsu: Sayap Timur Kediaman Yoona.
Sore itu usai pulang kuliah, Yoona melangkah masuk ke dalam area pribadinya.
Fasilitas pribadi Yoona terbagi menjadi dua area utama yang bikin siapa pun kena mental breakdown jika melihatnya.
Pertama adalah Walk-in Closet milik Yoona.
Ruangan dua lantai bertingkat itu lebih mirip department store barang mewah eksklusif di Paris daripada sekadar lemari pakaian. Di lantai satu, teratur rapi deretan pakaian haute couture, jaket oversized Balenciaga, koleksi denim kustom dari Chrome Hearts, blus sutra Chanel, hingga jajaran celana jins RE/DONE dan NIEEH.
Di sisi kanan, berdiri dinding kaca berlampu hangat yang memajang koleksi sepatu: ratusan pasang sneakers Adidas edisi terbatas, high heels sol merah Christian Louboutin, hingga boots leather dari Alexander McQueen.
Di lantai dua walk-in closet-nya, terhampar Dinding Hermès: rak kaca kedap udara yang memajang puluhan tas langka, mulai dari Birkin, Kelly, hingga seri Faubourg 'House Birkin' warna putih-krem yang persis seperti milik Lisa. Setiap kali Yoona bingung mau memakai pakaian apa, sistem pencahayaan pintar di ruangan itu akan merekomendasikan padu padan outfit secara otomatis melalui layar sentuh transparan.
Namun, ruangan kedua di sebelah walk-in closet adalah tempat di mana hobi gila Yoona tersimpan rapat: The Ultimate Sanctum (Ruang Hobi & Gaming Yoona).
Ruangan berkarpet tebal warna hitam pekat itu diterangi oleh pendar lampu LED neon berwarna merah-krem yang elegan.
Di sudut utama, berdiri meja setup gaming bernilai ratusan ribu dolar: Monster PC Gaming Liquid-Cooled Custom berspesifikasi paling gahar di planet bumi. PC casing serat karbon buatan tangan itu mengusung sistem pendingin cairan (water-loop) warna merah darah, dipersenjatai kartu grafis ganda NVIDIA RTX 4090/5090 SLI paling baru, prosesor kelas server teratas, serta tiga unit monitor melengkung OLED 49-inci yang membentang luas. Kursi gaming kustom berbalut kulit Alcantara warna hitam-merah bertuliskan lambang klan Uchiha berdiri gagah di depannya.
Dan yang paling membuat ruangan itu terasa sakral bagi para pecinta budaya pop adalah Dinding Koleksi Manga & Figur Yoona.
Di sepanjang dinding kaca setinggi lima meter, berjejer rapi ribuan jilid komik/manga first edition edisi sangat langka. Yang gila, setiap komik langka di lemari itu ditempel tanda tangan asli beserta sketsa tangan khusus dari para mangaka legendaris dunia—seperti Eiichiro Oda, Masashi Kishimoto, Hirohiko Araki, hingga Tite Kubo—yang didapatkan secara pribadi berkat akses kekuasaan dan koneksi keluarga Uchiha.
Di dalam rak-rak kaca berlampu LED, berdiri puluhan figur anime dan patung (statue) berskala 1:1 (ukuran manusia asli) edisi terbatas nomor #001 yang diproduksi khusus hanya untuk Yoona.
SZZZT.
Pintu otomatis ruang hobi Yoona terkuak pelan.
Hatake Kakashi melangkah masuk tanpa suara. Pria berusia 30 tahun itu telah melepaskan jas resminya, menyisakan kemeja hitam yang dua kancing atasnya terbuka, memperlihatkan tatanan tato Yakuza yang mengintip tipis di dada tegapnya. Kakashi membawa sebuah nampan berisi segelas Matcha Ice Blended kental dan piring kecil berisi macaron warna-warni dari toko pastry terbaik di Ginza.
Di atas kursi gaming mewahnya, Yoona sedang duduk bersandar. Gadis berusia 20 tahun itu telah mengganti pakaian transparan Margiela-nya dengan oversized hoodie hitam lembut dari Balenciaga yang menutupi separuh pahanya, membiarkan rambut hitam panjangnya terurai alami.
"Nuna," panggil Kakashi dengan suara beratnya yang sangat lembut. "Camilan soremu."
Yoona memutar kursinya. Begitu melihat Kakashi mendekat, seluruh aura ice queen dan kekuasaan tanpa batas Yoona meluap tanpa sisa.
Yoona tidak menyentuh matcha-nya. Sebaliknya, gadis itu mengulurkan kedua tangannya ke udara, menatap Kakashi dengan mata bulatnya yang sangat manja.
"Kakashiii... pangku," pinta Yoona dengan nada suara serak yang super manja.
Kakashi terkekeh rendah—suara tawa serak yang sangat hangat dan membuai. Pria matang itu menurunkan nampan di atas meja PC gahar Yoona, lalu menarik kursi gaming tersebut. Tanpa ragu, Kakashi membiarkan Yoona memanjat dan duduk bersimpuh di atas pangkuan tegapnya.
Kedua lengan lentik Yoona melingkar erat di leher Kakashi, menyusupkan wajah cantiknya di celah leher tegap pria itu, menghirup aroma harum kayu sandalwood dan maskulin yang sangat dia rindukan.
Tangan besar Kakashi yang dihiasi tato Yakuza melingkar protektif di pinggang Yoona, memeluk tubuh ramping gadis itu dengan erat. Tangan kanannya terulur mengusap lembut rambut panjang Yoona, sementara bibirnya mendaratkan kecupan hangat di pelipis sang putri.
"Capek, Nuna?" bisik Kakashi pelan di telinga Yoona.
"Nggak capek... cuma mau nempel sama kamu," gumam Yoona manja di dada Kakashi, jemari lentiknya memainkan kancing kemeja hitam pria itu. Yoona melirik sekeliling ruang hobinya yang dipenuhi aset miliaran yen, figur langka, hingga komik bertanda tangan asli. "Kakashi... orang-orang di luar sana sibuk iri dengan semua barang mahal di ruangan ini, kan?"
Kakashi tersenyum tipis di balik topeng tenang wajahnya. Pria berusia 30 tahun itu menundukkan kepalanya, menyandarkan dahinya di dahi Yoona, menatap dalam-dalam ke manik mata jernih gadis di pangkuannya.
"Biarkan mereka iri, Nuna," bisik Kakashi dengan suara rendahnya yang begitu dalam dan sarat akan kepemilikan mutlak. "Mereka bisa memiliki uang atau kekuasaan... tapi tidak akan ada satu pun manusia di bumi ini yang bisa memiliki kamu."
Kakashi meraih jemari Yoona, membawa telapak tangan lembut gadis itu ke dadanya—tepat di atas detak jantungnya yang berhembus stabil di balik kemeja hitam.
"Bagi saya... ribuan supercar, menara pencakar langit, atau seluruh harta keluarga Uchiha tidak ada artinya," lanjut Kakashi pelan, menatap Yoona dengan kilatan obsesi protektif yang begitu indah. "Satu-satunya takhta dan aset paling berharga yang harus saya jaga sampai hembusan napas terakhir... cuma kamu, Nuna."
Dada Yoona berdesir hangat luar biasa. Bibirnya mengukir senyuman manis tanpa beban—sebuah senyuman tulus yang hanya dihadiahkan untuk sang pengawal jiwa. Yoona memajukan wajahnya, merapatkan bibirnya pada bibir Kakashi dalam sebuah kecupan lembut, dalam, dan hangat di tengah pendar lampu LED merah ruang hobinya.
Di dalam ruangan yang dikelilingi kekayaan tak terbatas itu, Yoona memejamkan matanya, menyandarkan kepalanya di dada tegap Kakashi sambil menikmati kehangatan cinta abadi yang tidak akan pernah sanggup dibeli oleh harta mana pun di dunia.
...----------------...
FYI : Cerita ini mengandung sedikit unsur kekerasan, adegan dewasa dan Age Gap (Cinta beda usia), bagi yang tidak suka boleh skip aja.
Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada hubungan dengan tokoh atau organisasi manapun. Mohon bijak dalam membaca dan berikan komentar, saran, atau kritik yang sopan dan membangun. Arigatou Gozaimasu.