NovelToon NovelToon
Cinta Di Bawah Bayangan Tangan Besi

Cinta Di Bawah Bayangan Tangan Besi

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:255
Nilai: 5
Nama Author: aletaia

Aria Utama, seorang arsitek bertangan dingin, mendadak terjebak dalam pusaran konflik dua pria paling dominan di kota. Di satu sisi ada Adrian Mahardika, CEO dingin dari Mahardika Group yang menawarkan perlindungan, kestabilan, dan cinta yang tenang. Di sisi lain ada Dante Vance, pemimpin sindikat kejahatan paling tak tersentuh yang siap menghancurkan dunia demi mendapatkan Aria. Saat rahasia masa lalu terkuak, Aria harus memilih antara kepastian yang aman atau gairah yang mematikan di tengah pertumpahan darah dan perebutan kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aletaia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Malam di Mansion Mewah

Roda SUV hitam milik Dante menderu menembus kawasan perbukitan terisolasi di pinggiran kota. Di dalam kabin, Aria duduk terdiam membisu, menatap hampa ke luar jendela yang terbilas sisa hujan. Di sampingnya, Dante menggenggam jemari tangan kiri Aria—genggaman yang erat, hangat, dan sarat akan dominasi yang tak memberi ruang untuk meloloskan diri.

Kendaraan mewah itu akhirnya melintasi gerbang besi raksasa berukir lambang ular naga yang terbuka otomatis, memasuki pelataran sebuah mansion megah bergaya arsitektur gothic-modern. Mansion yang dikelilingi benteng beton tinggi dan penjagaan berlapis dari puluhan anak buah Black Viper itu berdiri bagaikan istana kegelapan yang tak tersentuh hukum.

"Kita sudah sampai, manis," bisik Dante lembut di telinga Aria.

Dante membukakan pintu dan mengulurkan tangannya. Aria menatap uluran tangan itu dengan kepasrahan yang dingin sebelum akhirnya melangkah keluar. Pria itu membawa Aria menaiki tangga marmer menuju kamar utama di lantai dua—sebuah ruangan luas berinterior kayu gelap, berlapis karpet tebal, dengan tempat tidur berukuran king-size dan pemandangan dinding kaca raksasa yang menghadap langsung ke jurang perbukitan.

"Mulai malam ini, ini adalah rumahmu," ujar Dante seraya melepaskan mantel basahnya dan meletakkannya di kursi.

Aria membalikkan tubuh, menatap lurus ke dalam mata abu-abu sang Raja Mafia. "Kau sudah berjanji, Dante. Jangan sentuh Adrian, dan lepaskan seluruh tekananmu pada proyek Mahardika Group."

Dante melangkah perlahan mendekati Aria. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman miring yang misterius. "Seorang penguasa Black Viper tidak pernah mengingkari sumpahnya, Aria. Adrian aman... selama kau tetap berada di sisiku dan tidak mencoba kabur."

Dante meraih lembut rahang Aria, menatap bibir wanita itu yang sedikit gemetar. Namun, bukannya memaksa, Dante justru mendaratkan ciuman hangat yang teramat lembut di dahi Aria—sebuah gestur perlindungan yang membuat dada Aria berdesir aneh.

"Istirahatlah. Kau aman di sini," bisik Dante sebelum berbalik dan melangkah keluar kamar, mengunci pintu kayu tebal itu dari luar demi memastikan Aria tidak nekat melarikan diri di tengah malam.

Aria menyandarkan tubuhnya di pintu yang terkunci. Ia memejamkan mata erat-erat, membayangkan Adrian yang mungkin saat ini terbangun di ruang VIP rumah sakit dan mendapati dirinya telah menghilang tanpa jejak.

Sementara itu, di kamar VIP Rumah Sakit Mahardika.

Pukul tiga pagi. Adrian Mahardika mendadak membuka matanya lebar-lebar. Napas sang CEO memburu hebat, dan peluh dingin membasahi pelipisnya. Rasa nyeri menusuk dari luka tembak di bahunya, namun rasa sakit itu mendadak sirna digantikan oleh kepanikan yang membakar saat ia melihat kursi di samping ranjangnya kosong.

"Aria...?" panggil Adrian dengan suara parau.

Hening. Tidak ada jawaban.

Adrian mencabut paksa selang infus dari punggung tangannya tanpa mengacuhkan darah yang menetes ke lantai. Dengan menahan rasa sakit luar biasa, ia berdiri dan melangkah sempoyongan menuju luar kamar.

Di koridor, dua pengawal pribadinya baru saja sadarkan diri dengan wajah pucat pasi. Rian, asisten pribadinya, berlari mendekat dengan raut wajah horor.

"Tuan Adrian! Anda tidak boleh berdiri—"

"Di mana Aria?!" bentak Adrian dengan rahang mengeras rapat dan mata cokelat gelap yang berkilat murka. "Di mana dia, Rian?!"

"N-Nona Aria... kamera pengawas menunjukkan beliau berjalan ke area parkir belakang dua jam lalu dan masuk ke dalam kendaraan milik Dante Vance, Tuan..." jawab Rian dengan suara bergetar.

Mendengar hal itu, tubuh Adrian menegak kaku. Kenyataan bahwa Aria pergi bersama musuh bebuyutannya menghantam dadanya jauh lebih menyakitkan daripada peluru penembak jitu semalam.

"Dante..." desis Adrian. Suaranya terdengar sangat dingin, dipenuhi kebencian dan kegelapan mendalam yang tak pernah diperlihatkannya selama ini.

Adrian mengepalkan tangannya rapat-rapat hingga buku-buku jarinya memutih dan darah dari bekas infusnya menetes semakin deras.

"Rian, kumpulkan seluruh tim pengamanan eksekutif dan faksi intelijen keluarga Mahardika," perintah Adrian dengan nada mematikan, menatap lurus ke depan. "Siapkan seluruh persenjataan yang tersimpan di gudang bawah tanah. Kita serbu markas Dante Vance malam ini juga. Aku akan meratakan dunianya sampai aku mendapatkan Aria kembali!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!