Khayrani Pratiwi seorang wanita muda yang selalu menjadi no.2. Di dalam keluarga,dalam pergaulan maupun dalam percintaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Episode 14.
Satu jam setelah Alex keluar datang seorang wanita yang bernama Jenny, wanita itu terlihat kalem dan sangat tenang.
" Selamat siang Nyonya, nama saya Jenny. Saya yang akan mengantar kalian pulang kerumah dan melayani kalian," katanya memperkenalkan diri.
" Ya, Tuan Sioulus sudah mengatakan nya," jawab Khay.
" Maaf Nyonya, apakah barang barang yang sudah dikemas bisa dibawa ke mobil ?," tanyanya sopan.
" Bawa saja, Lastri bantu Jenny membawa barang barang !," nenek menjawab pertanyaan Jenny.
Tidak berapa lama Dokter Nina datang untuk melakukan pemeriksaan terakhir dan memberikan surat ijin keluar rumah sakit .
" Selamat ya Khay, dan sampaikan terima kasih ku untuk Tuan Sioulus ," ucap dokter Nina sambil tersenyum.
" Terima kasih juga dokter karna sudah merawat saya, tapi dokter terima kasih untuk apa ?," katanya tidak mengerti.
" Ini Nyonya, kami diberikan hadian oleh Tuan Sioulus katanya sebagai ucapan terima kasih karna sudah merawat Nyonya dengan baik ," beritahu suster Dewi sambil memperlihatkan cincin emas. dan Khay hanya tersenyum atas tindakan Alex.
Mereka tiba dirumah yang dibelikan Alex dan ternyata rumah itu bersebelahan dengan rumah nenek.
" Dasar, Untung saja rumahnya bersebelahan kalau jauh, aku kosngin nih rumah," kata Khay pelan.
" Tidak usah seperti itu. Parmi dan Lastri sudah merapikan rumah ini, jadi saat Khay dan Alessia pindah kesini,rumah ini tidak seperti rumah kosong," beritahu nenek.
Rumah yang dibeli Alex merupakan rumah dua lantai yang memiliki ruang terbuka hijau didalamnya, pada dinding ruang keluarga terdapat aquarium yang sangat bagus dengan ikan-ikannya yang cantik. Penerangan dibagian ruang makan berasal dari sinar matahari dimana atapnya terbuat dari fiber transparan yang tebal sehingga pohon pohon dapat tumbuh dengan baik, untuk kamar terdapat empat kamar yaitu dua kamar utama, satu ruang kerja dan satu kamar pembantu yang berada dilantai atas yang berdekatan dengan dapur dan ruang bersih bersih.
" Bagaimana, bagus kan ?, ini Kamar mu dan disebelah nya adalah kamar Alessia sedangkan yang didepannya adalah ruang kerja atau belajar kalian," beritahu nenek dan Lastri masih memegang barang barang Khay ditangannya.
" Maaf Bu, apakah ini boleh saya cuci sekarang ?," tanya Lastri .
" Ya cuci sekarang saja Las," katanya sambil duduk di tempat tidur dan membaringkan Alessia.
" Nek, menurut Nenek tindakan Khay salah tidak menuruti Alex dengan perjanjiannya ."
" Salah atau tidak itu tergantung siapa yang menilainya , untuk orang yang serakah tentu saja salah karna khay tidak meminta lebih dan tidak mengikuti kemauan Alex, tapi buat Nenek Khay sudah benar dengan memikirkan kebutuhan dan kepentingan Alessia. Apabila Khay tetap memaksa Alex mengumumkan pernikahan kalian sementara dia belum siap hal itu hanya akan memperlebar jarak antara kalian. Jadi lakukan dan kerjakan yang menurut Khay baik. Tapi pesan Nenek, jangan bertaruh dengan keberuntungan tanpa pertimbangan. Khay mengerti kan ?," ujar nenek memberikan pandangan dan nasehat pada cucu nya.
" Ya Nek, terima kasih karna Nenek tidak menghakimi keputusan Khay," ucapnya sambil menyandarkan kepala di dada neneknya.
Tanpa mereka ketahui Alex mendengar kan.dari luar kamar percakapan antara nenek dan cucunya. Alex merasa mereka adalah orang- orang yang tidak ambisius dengan kepentingan pribadinya, semua melalui pemikiran yang dalam dan ia mengerti mengapa saat dirumah sakit Khay mendiamkannya, hal itu dilakukan agar keputusan yang dia ambil dapat dipertanggung jawabkan.