NovelToon NovelToon
CARAKU MEMBALAS PENGKHIANATAN

CARAKU MEMBALAS PENGKHIANATAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: susan saliman

Jika orang lain memilih pergi saat tahu suaminya mendua, aku memilih bertahan dan memberi kejutan manis untuk suamiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susan saliman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ke kedai

" Oke siapa takut, siapa nama Nenek mu Nur?", Jawab Yoga sambil menaikkan kaki kirinya bertumpu pada lutut kanannya.

" Gendis ", Jawab Menur.

" Wah, baru juga dengar nama nenek mu filing bisnis mas langsung main Nur, semoga resepnya juga top, dan di sukai masyarakat banyak", Ujar Yoga bersemangat.

" Asyik, mbak Nah saksinya ya, jika resep nenek Menur laku keras profit nya buat Menur", Menur menyerigai bahagia.

" Siap", Ucap mba Nah.

" Kopi Gendis ", Gumam mas Yoga.

" Eh mas, tapi kopi itu tuh pakai gula aren lho, dan di pisah gitu?", Jelas Menur.

" Wah itu ide bagus Nur, bagus bagus", Mas Yoga manggut manggut seraya tersenyum membayangkan sesuatu mungkin animo masyarakat pelanggan kopi atau entahlah.

" Kalian ini sudah siang bukannya cepetan bersiap untuk kerja malah keasyikan ngobrol", Bu Salim yang pulang dari kebun habis bakar sampah langsung membuyarkan obrolan mereka.

" Ini hari minggu bu, lagian Yoga mau stay di rumah bantuin Menur buka toko perdana", Jawab Yoga.

" Iya makanya itu cepat sarapan, mandi terus ke depan, siapa tahu sudah ada pelanggan datang untuk membeli dagangan kita", Jawab ibu.

" Iya mas ayo sarapan dulu, ibu juga bareng sini", ajak Menur pada ibu mertuanya.

" Ibu nanti saja sarapannya mau mandi, bau sangit sama sudah keringetan, panas nungguin api biar tidak merembet ke kebun", Bu Salim bergegas meninggalkan mereka sementara Yoga dan Menur melanjutkan sarapan mereka.

" Beneran mas ga ngantor?", Tanya menur penasaran soalnya sudah tiga hari Yoga di rumah terus, ya walau kalau minggu dia hanya ngontrol peternakan.

" Ga, kan mau nemenin kamu buka toko Nur", Jawab Yoga yakin.

" Ya udah yuk mandi terus jaga toko", Ajak Yoga menuntun tangan Menur menuju kamar mereka, sementara mbak Nah langsung beresin meja makan.

🐝🐝🐝🐝🐝

Hari pertama buka toko, lumayan ramai, banyak warga yang datang untuk belanja.

" Habis panen jadi mereka punya uang untuk memperbaiki rumah ", Celetuk bu Salim yang memang hafal dengan kebiasaan masyarakat tempatnya tinggal.

" O gitu ya bu?", Tanya Menur.

" Ya iya Nur, orang desa ya begitu, kita kan hidup di kampung begini ya petani sama PNS, seperti guru kayak bapak mu Nur, yang petani ya murni hanya mengandalkan panenan dari hasil kebun dan sawah", terang bu Salim panjang lebar.

" Iya bu, tapi tenang ga pusing kayak hidup di kota harus ada uang, di kampung yang penting punya beras sayuran dari kebun pun ada", Jawab Menur.

" Nur.... siap siap gih kita akan pergi ke kedai", Titah Yoga, saat melihat Menur masih asyik ngobrol dengan ibunya.

" Kalian mau ke daerah atas?", Tanya ibu Salim.

" Mau ngontrol kedai sekalian biar Menur tahu bu ", Jawab Yoga sementara Menur langsung masuk kamar untuk mandi dan ashar.

Menur berkemas, mukena dan handuk kecil serta jaket dia siapkan dalam ransel kecil, sementara Menur memakai celana jeans, kaos, switer, oya Menur sejak kemarin menbiasakan diri memaksi hijab jika keluar rumah.

" Yuk", Ajak Menur.

" Bu kami pergi dulu", Menur pamit pada ibu mertuanya.

" Mungkin kita pulang nya agak maleman ya bu, sekalian jalan jalan berdua", pamit Yoga.

" Ya, hati hati", Pesan ibu Salim.

" Naik mobil saja ya? ", Kata Yoga menuju ke arah mobilnya

" Terserah mas, aku manut saja", Jawab Menur santai.

" Asyik ya mas, ternyata di sore hari begini jalan keatas", Menur melihat pemandangan di sekitar jalan nampak sawah yang di tumbuhi padi terhampar luas bak karpet permadani yang tebal dan indah.

" Hemmm....".

" Sungainya juga masih jernih... lihat mas masih ada ya di jaman sekarang orang mandi di sungai", Teriak Menur histeris dari kejauhan nampak beberapa orang sedang melakukan aktifitas mandi sore.

" Aiss.... malah ngintip yang mandi, tutup ah matanya, dosa ihhh", Yoga membentangkan telapak tangannya untuk menghalangi mata Menur agar tidak melihat yang mandi, padahal Menur pun sesungguhnya hanya lihat sekilas langsung menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.

" Iya mas, Menur juga malu sendiri tahu", Gerutu Menur.

" Kalau mau ngintip orang mandi boleh, tapi di rumah kalau mas mandi, dengan senang hati mas ga akan protes", Jawab ngacau Yoga.

" Hah, itu sih mau nya mas", Jawab Menur sebal.

" Hahahaaa.... iya dong, di mandiin malah lebih suka mas, Nur", Yoga terkekeh senang.

" Haisttt".

" Yuk turun.... sudah sampai", Kata yoga melepas sabuk pengamannya.

" Waowww..... ramai mas", Menur terkagum, di tempat nan sepi jauh dari .hunian warga, diatas bukit tapi di sore hari banyak pasangan muda mudi berkumpul dan menikmati kopi di kedai milik Yoga.

" Hemm".

" Wah... Selamat sore bos, tumben nih?", Sala salah seorang karyawan yang kebetulan berada di depan sehabis mengantar pesanan pelanggan.

" iya lah, kan sekali sekali perlu di sidak biar ketahuan jika kalian terlalu santai ", Yoga tertawa lebar pada karyawan tersebut.

" Si bos bisa aj, sore mbak Menur, selamat datang di kedai kopi seruni", Sapa karyawan tersebut selanjutnya, ramah sama Menur.

" Sore mas Sony", Jawab Menur ramah membaca name tag yang terpasang di seragam karyawan kedai tersebut.

" Mau minum kopi?", Tanya Yoga pada Menur selanjutnya.

" Boleh, mocachino saja", Jawab Menur.

" Son, kopi mocachino 1 , kopi pahit 1", Pesan Yoga pada Sony.

" Siap bos, duduknya di tempat biasa saja bos, mari ", Sony menggiring Yoga dan Menur di tempat biasa Yoga duduk jika bertandang ke kedai.

" Waoww..... sempurna, indah banget mas",

Menur terkagum setelah duduk melihat pemandangan ke bawah bukit yang benar benar indah.

" Iya dong, ini tempat favorit mas jika kesini", Jawab yoga bangga.

" Wah, berarti tempat ini menjadi persinggahan cewek cewek yang mas kencani", Celetuk Menur yang membuat Yoga melotot menahan salivanya.

" itu dulu, sekarang sudah tidak mungkin soalnya sudah bawa istri jika keluar rumah", Jawab Yoga terkekeh, Menur cuma mencebik.

" Ini bos pesanannya, mba Menur semoga suka ya kopi racikan kedai seruni", Sony tersenyum saat menaruh cangkir kopi milik Menur.

" Fajar kerja ga hari ini?", Yoga menanyakan pegawai yang di percaya mengelola keungangan di kedai.

" Masuk mas, tadi jam 4 dia langsung pulang", Jawab Sony.

" Gimana? Aman to?", Yoga memastikan kondisi kedai pada Sony.

" Terkendali mas, stabil kok bulan ini, cenderung meningkat sepertinya", Jawab Sony yakin.

Yoga tersenyum puas mendengar laporan singkat dari Sony.

" Selalu ramai begini mas?", Tanya Menur pada Sony.

" Tidak juga mbak, ini karena hari minggu, tapi jika cuaca cerah ya lumayan sih, ada saja pengunjung", Jawab Sony realistis.

Yoga dan Menur manggut manggut menanggapi cerita Sony.

" Mbak, Mas silahkan di nikmati kopinya, saya tinggal dulu ya bos", Sony permisi untuk mengantar pesanan pelanggan lain setelah diangguki Yoga dan Menur.

**Terima kasih yang sudah sudi mampir di karyaku, Terima kasih juga untuk like ya...🙏🙏🙏

Kritik dan saran untuk semangat agar author tidak jenuh ya...😘😘😘🙏🙏**

1
STARLA my journey
rasa sakit pengkhianatan...itu lbh dalam dr luka tusukan
Cetak Photommp
pelajaran paling ampuh adalah tinggalin!!
Lina RA
rumah tangga y spt apa ini
Lina RA
typo entah dimana2
Sri Sunarti
👍👍👍👍👍👍
Anies Novita
bagus ceritanya...bisa buat pelajaran hidup,
Nispu Wati
Thor bunda tu,bacanya jengkel banget
Sama tokoh yoga,gak ada insyafnya
Semakin tua,bukannya keimanan diperkuat,dipeluk diam aja,kaya kucing
Garong,udah thor pisahin aja mereka
Biar aja menur jadi janda daripada dibohongi terus,tobat sambel
Saya Fajar
terlalu banyak iklan..
Saya Fajar
authornya lg gk fokus, ceritanya kok diulang ulang!
Rini Haryati
lanjut thor
bagus ceritanya
sukses
semangat
Naaila Qaireen: Hai kak, ijin promo...
Yuk, mampir di novel ku yang berjudul 'Membalaskan Denda Janda & Sang Antagonis'
Siapa tahu suka...
total 1 replies
Rini Haryati
bagus dan keren
Bidan Simba
suami perlu tobat . semoga Nggak ketulusan Saja lebih milih cinta nafsu dari pada ikatan pernikahan .
Umy Wahida
kok kasihan banget Menur ya gadis baik2 malah dijodohkan laki2 pelanggan pelacur. Thor kok tega sih bikin ceriita seperti ini. Sy srbagai perempuan merasa sangat terhina.
Tika Kartika
Ihhh....ngapain juga yoga masih nyari" seruni
Tika Kartika
Bukanx rendah hati ya Thor, maaf klo salah🙏
Siti Santhos
semoga tidak ada drama lg
Lantasi Sudaryanto
memang ayu tak butuh nafkah batin???
Atien Boenjamin
duh Menur jangan naif dan mau skit hati apalagi hamil kasihan debaynya
Atien Boenjamin
kapan kamu pinter ya menur.gimana kalau suaminya kena penyakit kelamin.apa kamu masih bertahan.jangan jadi wanita lemah.pergi dan bahagian diri sendiri kasih tau mertua apa adanya
Chia Rachman
aku dh baca novel "janda karena janda" thor ☺☺☺
Naaila Qaireen: Hai kak, ijin promo...
Yuk, mampir di novel ku yang berjudul 'Membalaskan Denda Janda & Sang Antagonis'
Siapa tahu suka...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!