Season kedua ini akan berfokus pada persiapan Yang Zhen dalam menghadapi ancaman invasi skala penuh dari Sekte Pedang Langit ibu kota yang berniat merebut energi Jiwa Iblis Darah Kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Suara tulang punggung yang patah terdengar jelas, mengakhiri perlawanan sang pembunuh dalam satu gerakan sederhana.
Pemandangan mengerikan semacam itu terjadi secara serentak di seluruh sudut area tambang batu spiritual tersebut.
Tiga puluh penjaga Asosiasi Alkemis bertarung layaknya sekumpulan monster beruang yang sedang membantai kawanan serigala kurus.
Mereka sama sekali tidak menggunakan teknik pedang ilusi atau pun formasi elemen yang rumit.
Mereka hanya mengandalkan pukulan lurus, bantingan keras, dan tendangan yang dipenuhi oleh kepadatan massa otot tak wajar.
"Monster! Mereka semua adalah monster fisik!" teriak kultivator musuh yang mulai berlarian ketakutan meninggalkan senjata mereka.
Di sisi lain medan pertempuran, Mulan mulai menari di tengah kerumunan musuh dengan keanggunan yang sangat mematikan.
Syuut cras.
Pedang angin badainya memanjang layaknya sebuah cambuk yang tidak terlihat wujudnya di dalam kegelapan.
Setiap kali pedang transparan itu berayun, tiga atau empat leher musuh langsung tersayat sangat dalam secara bersamaan.
Darah segar membasahi tanah berlumpur di tambang tersebut, membuat aroma karat semakin menyengat hidung di udara dingin.
Pemimpin Kultus Bayangan itu gemetar hebat melihat pasukannya dibantai secara sepihak hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit.
'Informasi dari utusan ibu kota salah besar! Pasukan kota ini bukan manusia biasa!' batin pria itu dipenuhi oleh teror yang absolut.
Ia segera memutar tubuhnya dan mencoba melarikan diri ke arah semak-semak hutan yang gelap.
Namun, sebuah bayangan raksasa tiba-tiba melompat melintasi udara dan mendarat tepat di depan jalurnya.
Bum.
Wang Hao berdiri menghalangi jalan kabur pria itu dengan seluruh kulitnya yang telah berubah warna menjadi Baja Hitam murni.
"Kau mau pergi ke mana, Tuan Pemimpin?" sapa Wang Hao dengan senyum lebar yang memperlihatkan deretan giginya.
Pemimpin kultus itu segera mencabut belati beracun dari pinggangnya dan menusukkannya lurus ke dada Wang Hao sebagai langkah putus asa.
"Jangan halangi jalanku, Bocah Sombong!" raung pria itu mengalirkan seluruh energi spiritual Tahap Buminya ke ujung belati tersebut.
Trang.
Belati beracun itu langsung patah menjadi dua bagian tepat setelah menyentuh dada baja milik Wang Hao.
Tidak ada goresan sedikit pun di kulitnya, bahkan racun mematikan itu hanya menetes ke tanah tanpa sempat meresap.
Pria itu jatuh terduduk ke tanah dengan wajah seputih mayat hidup yang baru diangkat dari kuburan.
"K-kau... kau tidak mungkin manusia biasa," gumam pemimpin kultus itu kehilangan seluruh harapan hidup dan sisa keberaniannya.
Wang Hao mendengus pelan dan meraih kerah baju pria tersebut dengan tangan kirinya.
"Aku memang manusia biasa, tapi bosku di istana sana adalah iblis yang suka bereksperimen," balas Wang Hao dengan sangat santai.
Pemuda botak itu mengangkat tubuh pemimpin kultus tersebut ke udara layaknya mengangkat seekor anak kucing yang tidak berdaya.
"Katakan padaku, apa rencana busuk utusan ibu kota itu dengan mencoba menculik kakek penambang kami?" interogasi Wang Hao menatap lurus ke mata tawanannya.
Mulan berjalan mendekat dan membersihkan bilah pedang kayunya dari sisa-sisa embun darah.
"Jika kau tidak mau menjawabnya sekarang, aku akan mengiris jarimu satu per satu menggunakan hembusan angin yang sangat tipis," ancam Mulan ikut menimpali rekannya.
Pemimpin kultus itu menelan ludahnya dengan susah payah hingga jakunnya naik turun.
Ia tahu betul bahwa sekelompok remaja di depannya ini jauh lebih kejam dan efisien daripada organisasi pembunuh mana pun yang ia kenal.
"A-aku akan bicara! Aku akan mengatakan semuanya asal kalian melepaskanku!" rintih pria itu menyerah secara total tanpa perlawanan lagi.
"Utusan Sekte Pedang Langit tidak hanya mengirim pasukan biasa ke mari untuk menguji pertahanan kalian."
Pria itu menatap wajah Wang Hao dengan pandangan yang menyiratkan keputusasaan dari sebuah rahasia besar.
"Mereka mengirim tiga Tetua Inti tingkat Langit untuk membelah istana kota dan membawa paksa energi iblis yang tertidur di bawah sana."
Mulan langsung mengerutkan keningnya mendengar informasi krusial dan sangat berbahaya tersebut.
'Tiga petarung Tahap Langit sekaligus? Ini bukan lagi sekadar misi balas dendam biasa dari sebuah sekte,' batin Mulan menganalisis skala invasi.
Wang Hao tertawa pelan lalu menampar pipi pria itu agar tawanannya tidak pingsan akibat ketakutan.
Plak.
"Itu adalah informasi yang sangat bagus, Tuan Pemimpin," puji Wang Hao kemudian menjatuhkan pria itu ke tanah berlumpur.
"Sekarang, aku akan mengikatmu dengan rantai besi dan membawamu ke istana sebagai hadiah sarapan pagi untuk Bos Yang Zhen."
Wang Hao menoleh ke arah barisan penjaga Asosiasi Alkemis yang baru saja selesai membereskan sisa-sisa musuh yang masih merintih.
"Ikat semua tawanan kultus yang masih bernapas dan pastikan para pekerja tambang kembali ke barak istirahat mereka dengan aman!" perintah Wang Hao dengan suara lantang.
Kemenangan mutlak di tambang spiritual itu menjadi bukti nyata dari keberhasilan rencana gila Yang Zhen di balik layar.
Pabrik tentara supernya telah berjalan dengan sangat sempurna, mengubah penjaga kelas rendah menjadi mesin pembunuh berdarah dingin yang tidak kenal takut.
Namun, ancaman langsung dari tiga Tetua Inti tingkat Langit dari ibu kota bukanlah masalah yang bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan otot para penjaga semata.
Berita intelijen ini akan segera memicu pergerakan sistem pertahanan terbesar yang pernah diaktifkan dalam sejarah panjang Kota Awan Merah.