Shafa & Kuntilanak Jahil
Shafa, gadis cantik yang terbiasa hidup manja dalam kemewahan, harus menelan pil pahit saat kabar kehancuran bisnis ayahnya menghancurkan dunianya. Dalam sekejap, ia berubah dari seorang putri yang serba berkecukupan menjadi gadis yang harus merendah, pindah ke rumah sederhana di sebuah desa terpencil di pinggir kota, dan belajar hidup seperti warga biasa.
Terpuruk, kecewa, dan merasa dunianya runtuh, Shafa sempat putus asa hingga berniat mengakhiri hidupnya. Namun, di saat paling kelam itu, ia justru diselamatkan oleh sosok yang tak terduga: Rindu, seorang Kuntilanak Merah yang absurd, jahil, dan tingkahnya sering kali bikin darah tinggi! Meski kelakuannya konyol dan suka mengganggu, ternyata makhluk halus itu punya hati yang sangat baik dan penuh kasih.
Kehadiran Rindu perlahan mengubah hari-hari kelam Shafa. Di balik omelan dan ulah anehnya, kuntilanak itu selalu ada untuk menghibur dan membuat Shafa tertawa kembali, perlahan menyembuhkan luka di hatinya.
Hingga suatu hari, di
Yang Tersisa Di Kota Mati
Damar Prakoso seorang pemuda yang datang dari desa ke kota dengan harapan sederhana -kerja, uang, hidup layak. Tapi kenyataan yang terjadi malah dia harus coba bertahan hidup karena sebuah virus mutasi sedang menyebar. Manusia mulai berubah menjadi makhluk agresif yang tidak lagi bisa dikendalikan.
"Tuan Nathan, Anda Terlalu Posesif"
Valerie Walton tidak pernah sedikitpun terpikir, akan terlibat hubungan asmara dengan Paman mantan pacarnya, dan menjadi posesif padanya.
Dua tahun menjalin hubungan, pacar Valerie selingkuh dengan sepupunya!
Di saat ia jatuh dengan perasaan terluka, Nathan Edmund, Paman mantan pacarnya, mengulurkan tangan kepada Valerie saat ia menangis sendirian.
Nathan Edmund, pria dewasa berusia tiga puluh delapan tahun, yang masih melajang itu, seorang CEO yang mendominasi, dan sangat di takuti mantan pacar Valerie. Nathan melamar Valerie, saat di hari pertunangan mantan pacar Valerie, dengan sepupu Valerie.
Kosan Nomor 13
Malam itu hujan turun tanpa henti. Raka, seorang mahasiswa tingkat akhir yang terkenal paling pelit di kampus, akhirnya menerima tawaran kos paling murah di kota. Alamatnya sederhana. Gang Melati N
0
1
Kupilih Jalan Berbeda
Waktu SMP, aku termasuk anak yang ceria banget. Rasanya nggak ada hari tanpa ketawa. Aku gampang akrab sama siapa saja, suka bercanda, dan hampir selalu jadi orang yang paling berisik di kelas. Kalau
0
1
Sandaran wengi [2]
Suasana di ruang tengah rumah joglo itu tegang. Napas Mbah Sastro terdengar tersengal-sengal. Tangannya mencengkeram dada. "Pak Darto! Cepat ke sini!" teriak Bu Lastri. Wajahnya pucat dan air matany
0
0
Gadis mafia dan ceo tampan
33 Aku tersenyum miris, sebuah senyuman sedih yang membuat pertahanan mentalku sedikit retak. "Kau ingat malam di St. Petersburg empat tahun lalu, Viktor?" tanyaku pelan, suaraku mengalun menembus de
0
0