NovelToon NovelToon

Nama Author: WANA SEBAYA

Grandmaster Yang Terlupakan

5.0 |

Nama Author: WANA SEBAYA

Lin Qian adalah sosok misterius yang menyembunyikan kekuatan dahsyatnya di balik kehidupan sederhana sebagai pemilik Pusat Seni Bela Diri di Kota Yunzhou. Di matanya, kehidupan fana adalah pelarian dari dunia persilatan yang penuh intrik dan pertumpahan darah.
Namun ketenangan itu terusik ketika murid kesayangannya, Han Yu, hampir tewas akibat konspirasi licik Han Bojin dari Kamar Dagang Yunzhou. Kejadian itu memaksa Lin Qian keluar dari bayang-bayang ketenangan dan menunjukkan secuil kekuatan sesungguhnya—kekuatan yang bahkan membuat seorang Kaisar Bela Diri sekelas Ye Bei berlutut ketakutan hanya dalam hitungan detik.
Kini, berbagai pihak mulai melirik keberadaan Lin Qian. Ada yang ingin berlindung di bawah naungannya, ada yang ingin memanfaatkannya, dan ada pula yang—karena ketidaktahuan—berani mengusiknya.
Semuanya akan segera menyadari satu kebenaran yang sama:
Ada langit di atas langit. Dan langit itu bernama Lin Qian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Grandmaster Yang Terlupakan
Noveltoon Downloade Noveltoon Downloade
Pendahuluan | Episodes
Updated 427 Episodes
Naik
  |  
Turun
1
Bab 1 : Grandmaster Fana
2
Bab 2 : Kitab Tai Chi, Hadiah Guru
3
Bab 3 : Mencurigai Sosok Kuno
4
Bab 4 : Aura Tersembunyi & Serigala Iblis Jadi Lauk
5
Bab 5 : Pisau Dapur & Standar Sang Senior
6
Bab 6 : Penjaga Pintu Baru
7
Bab 7 : Tempaan Api & Kesalahpahaman Mulia
8
Bab 8 : Perpisahan & Senjata Penyelamat
9
Bab 9 : Siapa yang Kau Remehkan & Hukuman Ringan
10
Bab 10 : Papan Catur Sang Senior & Pisau yang Tak Ternilai
11
Bab 11 : Dendam Murid & Satu Ayunan Golok
12
Bab 12 : Patriark Pelit & Matahari Buatan Lin Qian
13
Bab 13: Orang Tua Berkhayal & Rencana Jahat
14
# Bab 14 : Garpu Rumput dan Sumpah di Bawah Langit
15
# Bab 15 : Pisau Dapur Menggemparkan Dunia
16
# Bab 16: Perubahan Nasib dan Kamar Dagang Baofeng
17
# Bab 17 : Kesuksesan Besar dan Kecantikan yang Merindukan
18
# Bab 18: Puisi Indah dan Kerinduan Akan Kampung Halaman
19
# Bab 19 : Kalimat Emas dan Rahasia yang Terlalu Jauh
20
Bab 20: Seratus Ribu Koin dan Orang Pelit yang Menyesal
21
Bab 21: Kartu Emas dan Mata-Mata dari Gunung Bersalju
22
Bab 22: Debu yang Tersisa & Firasat Buruk di Puncak Gunung
23
Bab 23: Sosok di Balik Jubah Putih & Hutang yang Dibayar dengan Tulang
24
Bab 24: Tidak Layak Berdiri di Sini & Anjing yang Lebih Setia dari Manusia
25
Bab 25: Kain Lusuh yang Menyimpan Duka & Penghinaan yang Tak Termaafkan
26
Bab 26: Kain Lap di Pagar & Amarah yang Tak Bisa Dibendung
27
Bab 27: Kesalahan yang Mematikan & Tamu-Tamu Berpenampilan Ganjil
28
Bab 28: Niat Baik yang Tak Boleh Disia-siakan & Laporan yang Menyesatkan
29
Bab 29: Gunung yang Tak Terlihat & Dunia yang Runtuh dalam Satu Kata
30
Bab 30: Majikan Sejati & Pelajaran yang Harganya Dua Lengan
31
Bab 31: Rencana Sang Patriark yang Kalah
32
# Bab 32: Dua Wanita dan Satu Pertemuan Tak Terduga
33
# Bab 33: Puncak Kejayaan yang Rapuh
34
# Bab 34: Malam Makan Malam yang Penuh Rencana
35
Bab 35: Dua Bidadari dan Satu Meja
36
Bab 36: Apakah Kita Perlu Alat Peraga?
37
# Bab 37: Permainan Kartu di Atas Meja
38
# Bab 38: Ingin Mencuri Ayam, Malah Kehilangan Beras
39
# Bab 39: Formasi Yin Surgawi dan Pengkhianat Licik
40
# Bab 40: Pintu Kecil Terbuka dan Pedang Maut dari Langit
41
Bab 41: Tamparan untuk Segalanya
42
# Bab 42: Dia Adalah Dewa dan Aku Hanya Lewat Saja
43
# Bab 43: Tengkorak Nakal dan Darah Harus Dibalas
44
# Bab 44: Dalang di Balik Layar dan Amarah yang Meledak
45
Bab 45: Pasukan Tak Tertandingi dan Duduk Tenang Saja
46
Bab 46: Tombak Mencolok dan Hancurnya Geng Peledak Langit
47
Bab 47: Ketika Langit Runtuh di Atas Kepala Orang Serakah
48
Bab 48: Pisau Itu Milikku & Bahkan Tidak Meletakkan Keranjang Bayam
49
# Bab 49: Hanya Pertunjukan Tanpa Isi & Perubahan Sikap yang Mengejutkan
50
# Bab 50: Jalur Hidup Geng Peledak Langit & Rencana Licik Long Qianxie
51
Bab 51: Kapal Bajak Laut yang Tak Bisa Ditolak"
52
Bab 52 ; Genangan Air Berbahaya
53
Bab 53 — Sekop dan Obat Ajaib
54
Bab 54 — Kaisar Iblis Berpura-pura Mati
55
Bab 55 — Perintah Pembunuhan di Pegunungan Mufu
56
Bab 56 — Manusia Fana yang Menampar Balik
57
Bab 57 — Jubah Biru yang Tidak Bernoda
58
Bab 58 — Sup Ular dan Raja Elang yang Pingsan
59
Bab 59 — Sistem Terkutuk dan Kaisar Iblis di Pohon
60
Bab 60 — Senior yang Hanya Mengumpulkan Ramuan
61
Bab 61 — Tolong Bawakan Daging Bakar Itu
62
Bab 62 — Cincin Spasial dan Dua Senjata Ilahi
63
Bab 63 — Mencari Manusia Fana
64
Bab 64: Kura-kura Itu dan Kesempatan yang Tak Terduga
65
Bab 65: Kantung yang Hilang dan Ketukan di Balik Formasi
66
Bab 66: Manusia Biasa yang Menembus Formasi
67
Bab 67: Yun Xue dan Tulang yang Hilang
68
Bab 68: Pelayan yang Menakutkan dan Tuntutan Aneh
69
Bab 69: Alkemis Nomor Satu yang Malang
70
Bab 70: Pencarian Besar dan Perang yang Tak Direncanakan
71
Bab 71: Kaisar Iblis yang Terlalu Terburu-buru dan Skeleton yang Malang
72
Bab 72: Guan Mingshu yang Menyesal dan Cangkul Tingkat Suci
73
Bab 73: Tugas Khusus untuk Alkemis Nomor Satu
74
Bab 74: Meridian Ras Dewa
75
Bab 75: Terobosan Besar dan Masa Lalu Yun Lan
76
Bab 76: Anjing yang Tidak Bisa Dibeli
77
Bab 77: Katak di Dasar Sumur
78
Bab 78: Musim Semi Ao Lan
79
Bab 79: Badai di Klan Serigala Iblis
80
Bab 80: Kaisar yang Tidak Tahu Malu
81
Bab 81: Niat Zither dan Dua Tamu yang Tidak Diundang
82
Bab 82: Serangan Mendadak dari Segala Sisi
83
Bab 83: Hotpot dan Terobosan
84
Bab 84: Mundur Sebelum Terlambat
85
Bab 85: Dunia Lain, Masa Muda Itu
86
Bab 86 — Sampah yang Mengguncang Langit
87
Bab 87 — Penyelamat yang Tidak Dipercaya
88
Bab 88 — Keripik Pedas untuk Menyelamatkan Klan
89
Bab 89 — Setengah Bungkus yang Mengubah Perang
90
Bab 90 — Harta Karun di Lubang Kotoran
91
Bab 91 — Dilarang Berkelahi di Depan Sini
92
Bab 92 — Tempat Seperti Apa Ini
93
Bab 93 — Membunuh Dua Burung, Salah Sasaran
94
Bab 94: Ladang Para Dewa dan Jebakan yang Sempurna
95
Bab 95: Hutang Skeleton dan Gua yang Mengguncang Hanyang
96
Bab 96: Wu Chang'an yang Penakut dan Penolakan Lu Tianhe
97
Bab 97: Wu Chang'an di Perut Bumi dan Pintu Batu yang Terbuka
98
Bab 98: Tiga Harta Suci dan Bencana di Makam
99
Bab 99: Sang Kerangka Kaya Mendadak dan Pertanyaan yang Menggelisahkan
100
Bab 100: Peringatan Terakhir dan Jalan Biasa
101
Bab 101: Puncak Kebanggaan dan Rebutan Benda Suci
102
Bab 102: Warisan Orang Suci
103
Bab 103: Partitur dari Jalan Biasa
104
Bab 104: Jebakan Sepuluh Ribu Tahun
105
Bab 105: Empat Orang di Depan Pintu
106
Bab 106: Sang Ahli yang Tak Tertandingi
107
Bab 107: Tuan dari Aula Bela Diri
108
Bab 108: Tetangga yang Keras Kepala
109
Bab 109: Guru yang Ragu-Ragu
110
Bab 110: Kunjungan Tanpa Sutra
111
Bab 111: Pertemuan yang Tidak Terduga
112
Bab 112: Mangsa yang Salah
113
Bab 113: Neraka di Pegunungan Mufu
114
Bab 114: Orang Gila di Tengah Pertempuran
115
Bab 115: Guru dan Murid Muncul di Saat yang Tepat
116
Bab 116: Bermalam di Bawah Pohon Song Ke
117
Bab 117: Bersin Dewa dan Kantung yang Berpindah Tangan
118
Bab 118: Rombongan Menuju Hanyang
119
Bab 119: Kedatangan yang Mengguncang Hanyang
120
Bab 120: Jangan Ganggu Tidur Tuanku
121
Bab 121: Sampah di Mata Kami
122
Bab 122: Berlutut di Hadapan Kakek Wang
123
Bab 123: Kaisar Yao untuk Sarapan
124
Bab 124: Tidur di Bawah Pertempuran Kaisar Yao
125
Bab 125: Hanya di Hadapan Anjing Aku Bisa Rileks
126
Bab 126: Kesengsaraan Surgawi yang Melarikan Diri
127
Bab 127: Sup yang Tumpah dan Tamu yang Tidak Diharapkan
128
Bab 128: Harga Meremehkan Tamu
129
Bab 129: Penculikan yang Salah Sasaran
130
Bab 130: Kekacauan di Sekte Pedang Surgawi
131
Bab 131: Permainan Catur yang Sudah Mati
132
Bab 132: Sekte Pedang Surgawi Membayar Hutang
133
Bab 133: Para Penggemar Fanatik dari Hanyang
134
Bab 134: Melamar dengan Lima Ratus Ribu Koin Emas
135
Bab 135: Rencana di Balik Pintu Tertutup
136
Bab 136: Pengantin yang Dirampas
137
Bab 137: Tengkorak di Balik Kerudung Merah
138
Bab 138: Raja Bela Diri yang Melarikan Diri
139
Bab 139: Perjalanan Musim Semi
140
Bab 140: Seperti Teman Lama
141
Bab 141: Labu Kecil untuk Teman Lama
142
Bab 142: Negeri Kekacauan
143
Bab 143: Anak Keberuntungan
144
Bab 144: Malam yang Indah
145
Bab 145: Wanita yang Memijat Kaki
146
Bab 146: Ternyata Akulah Si Adik — Dan Dia Hanya Manusia Biasa
147
Bab 147: Saudara Abadi dan Tamu yang Tak Diundang
148
Bab 148: Dendam Kecapi dan Papan Catur yang Sombong
149
Bab 149: Tidak Ada Jalan Keluar — dan Hati Dao yang Hancur
150
Bab 150: Sang Dukun, Murid yang Kelelahan, dan Tamu Tak Terduga
151
Bab 151: Guru, Murid, dan Orang-Orang Aneh di Jalan
152
Bab 152: Ikan Asin, Sutra Berlian, dan Pelarian di Malam Hari
153
Bab 153: Bintang Pembawa Malapetaka dan Jalan Memutar ke Pegunungan
154
Bab 154: Murid Pergi, Tuan Melanjutkan ke Sepuluh Ribu Gunung
155
Bab 155: Dasar Wanita Sialan, Cepat Naik!
156
Bab 156: Dua Pilihan dan Racun Ular
157
Bab 157: Reruntuhan, Hutang, dan Babi Hutan Buta
158
Bab 158: Jejak Pedang yang Mengguncang Pikiran
159
Bab 159: Manik-Manik Cantik dan Ular Abadi
160
Bab 160: Batu Bata, Sup Ular, dan Dua Juta Koin
161
Bab 161: Ketika Dewa Bela Diri Bergantung pada Manusia Biasa
162
Bab 162: Pria Berjubah Putih yang Penuh Kejutan
163
Bab 163: Pulang ke Rumah
164
Bab 164: Mimpi Mendirikan Sekte
165
Bab 165: Tukang Batu dan Secangkir Teh
166
Bab 166: Sup yang Mengubah Segalanya
167
Bab 167: Babi yang Memakan Harimau
168
Bab 168: Fitur Baru dan Pukulan yang Mengguncang Langit
169
Bab 169: Irigasi Abadi dan Tawanan Tak Terduga
170
Bab 170: Panen dari Langit
171
Bab 171: Bukti yang Berbicara Sendiri
172
Bab 172: Merpati, Gagak, dan Rahasia yang Tak Tersegel
173
Bab 173: Seratus Juta Bayangan dan Sebuah Pulau Baru
174
Bab 174: Standar Batu Bata dan Beruang yang Berbakat
175
Bab 175: Paman Baru dan Keponakan yang Tak Terduga
176
Bab 176 : Perspektif dan Dendam yang Tersimpan
177
Bab 177: Saudara Ketiga, Momen Ini Telah Tiba
178
Bab 178: Bagaimana Mungkin Aku Bersekongkol Denganmu
179
Bab 179: Sebuah Pintu Masuk yang Memukau
180
Bab 180: Aku Hanya Bercanda
181
Bab 181: Aku Benar-Benar Dipaksa Melakukannya
182
Bab 182: Hei Yu yang Setia
183
Bab 183: Di Sini, Kami di Sini
184
Bab 184: Tidak Mengetahui Kekuatan Mereka
185
Bab 185: Menantang Kekuatan Surga
186
Bab 186: Tujuan Orang Ini Sebenarnya Adalah...
187
Bab 187: Apa Ini Sebenarnya
188
Bab 188: Berkah dari Dewa
189
Bab 189: Hari Bekerja
190
Bab 190: Nasib Sial Berulang
191
Bab 191: Selamat Tinggal, Tuan
192
Bab 192: Ingin Memulai Perkelahian?
193
Bab 193: Hanya Tumpukan Sampah Ini
194
Bab 194: Dewi Bunga Dongsheng
195
Bab 195: Bayangan yang Mengintai
196
Bab 196: Siapa Sebenarnya Pria Berjubah Putih Itu
197
Bab 197: Teknik Ramalan Dunia
198
Bab 198: Pulau yang Hampir Rampung
199
Bab 199: Wanita yang Tak Pernah Ada
200
Bab 200: : Sekuntum Bunga untuk Nona Yun
201
Bab 201: Perpisahan yang Abadi
202
Bab 202: Piyama yang Terlupakan
203
Bab 203: Mata Formasi yang Sial
204
Bab 204: Tujuh Sampah, Satu Pisau Dapur
205
Bab 205: Organisasi Bernama Rao
206
Bab 206: Yang Berpakaian Putih Itu Adalah Aku
207
Bab 207: Halo yang Tidak Berguna
208
Bab 208: Tuan yang Tinggal di Kuil Bobrok
209
Bab 209: Warisan Cinta dan Kejutan di Lembah Yixian
210
Bab 210: Lembah yang Katanya Berbahaya
211
Bab 211: Sisa Sup yang Sangat Bergizi
212
Bab 212: Sekte Qingniu yang Hampir Bubar
213
Bab 213: Iblis Bernama Lin Qian
214
Bab 214: Kita Adalah Orang yang Sama, dan Hubungan Kita Sangat Baik
215
Bab 215: Aku Membawakanmu Pil Obat, dan Aku Benar-Benar Sepotong Sampah
216
Bab 216: Melacak Ye Neng, dan Mereka Telah Muncul
217
Bab 217: Penyesalan dan Patah Hati
218
Bab 218: Bayangan Benua dan Tiga Koin Emas Diamankan
219
Bab 219: Kebingungan Ketua Sekte Zhu dan Serangan Jantung Mendadak
220
Bab 220: Selera yang Cukup Aneh, dan Alam Lingxu
221
Bab 221: Metode yang Teguh, dan Murid Magang Bertambah Dua
222
Bab 222: Paku Penekan Jiwa Kembali, dan Bimbingan Sang Guru
223
Bab 223: Permainan Antara Dua Orang, dan Sekalipun Ia Datang Secara Pribadi
224
Bab 224: Inilah Kekuatan Tuan, dan Apakah Tuan Salah Perhitungan
225
Bab 225: Cahaya yang Tidak Bisa Dipadamkan
226
Bab 226: Gulungan Hancur dan Undangan Maut
227
Bab 227: Ukiran Kayu yang Tak Terhitung Jumlahnya
228
Bab 228: Pria Bagaikan Angin
229
Bab 229: Identitas yang Diabaikan
230
Bab 230: Tuan Agung yang Terus-Menerus Diabaikan
231
Bab 231: Pulang dengan Luka, Berdiri dengan Bangga
232
Bab 232: Sandiwara Sang Ahli Palsu
233
Bab 233: Sampah Super dan Sang Ahli Kuliner
234
Bab 234: Satu Murid, Satu Slot
235
Bab 235: Kaisar Abadi di Antara Sampah
236
Bab 236: Nirvana dan Si Bajingan Pelindung
237
Bab 237: Pria Pendek dan Tiga Dewa yang Malang
238
Bab 238: Kodok, Ranting, dan Badut yang Sesungguhnya
239
Bab 239: Guru Penipu dan Murid-Murid yang Tak Beres
240
Bab 240: Sekte yang Penuh Orang Tidak Beres
241
Bab 241: Tiga Tahun? Tiga Hari Sudah Lebih dari Cukup
242
Bab 242: Sapi Terbang dan Qi yang Mengubah Segalanya
243
Bab 243: Dua Jari untuk Menangkap Pedang
244
Bab 244: Kakek Hongmu Tidak Bisa Ditahan Lagi
245
Bab 245: Keledai Botak dan Pria yang Salah Pose
246
Bab 246: Leluhur Tua Berlutut, Sekte Tianling Musnah
247
Bab 247: Pertemuan yang Tak Terduga dan Pil Obat Ajaib
248
Bab 248: Pilar Abadi dan Bidak Catur Mieshi
249
Bab 249: Sekumpulan Sampah
250
Bab 250: Adat Istiadat Sekte Tiandi
251
Bab 251: Teratai Berkobar dan Pengkhianat Persaudaraan
252
Bab 252: Tumpukan Sampah dari Surga
253
Bab 253: Kartu Truf di Balik Bayangan
254
Bab 254: Mata-Mata yang Terlupa Tugasnya
255
Bab 255: Angka yang Mengguncang Langit
256
Bab 256: Murid Keseratus dan Pilar Keberuntungan
257
Bab 257: Telur Ayam untuk Garis Keturunan Phoenix
258
Bab 258: Tabung Reaksi dan Rencana yang Berantakan
259
Bab 259: Hadiah Besar yang Salah Sasaran
260
Bab 260: Poin Keberuntungan dan Toko Penukaran Sistem
261
Bab 261: Sirkus di Tepi Sungai Hitam
262
Bab 262: Sarang Sampah dan Tamu Tak Diundang
263
Bab 263: Punggung Buku yang Familiar
264
Bab 264: Bukti yang Tak Terbantahkan
265
Bab 265: Ayam Kecil
266
Bab 266: Eksekusi dan Mobilisasi
267
Bab 267: Pengunduran Diri Sang Kaisar
268
Bab 268: Ketika Sang Guru Berkata, Lakukan Saja
269
Bab 269: Dua Kantong Mayat dan Satu Murid yang Tidak Tahu Takut
270
Bab 270: Tuan yang Kabur dan Murid yang Bangkit dari Kubur
271
Bab 271: Guru yang Tidak Sengaja Jadi Pahlawan
272
Bab 272: Surat-Surat dan Sekte yang Membelot
273
Bab 273: Pengkhianatan dan Bayangan di Balik Layar
274
Bab 274: Liburan di Tempat yang Salah
275
Bab 275: Tuan Rumah di Tempat yang Salah
276
Bab 276: Koin Emas, Sate Naga, dan Kesalahan Fatal
277
Bab 277: Utusan yang Malang dan Tuan yang Baru Jadi Dewa
278
Bab 278: Kesepian di Puncak
279
Bab 279: Dangkal tapi Bahagia
280
Bab 280: Teleportasi ke Alam Abadi
281
Bab 281: Pulau Bayangan
282
Bab 282: Bertahan di Laut Hitam
283
Bab 283: Pertaruhan Sistem Keberuntungan
284
Bab 284: Nasib Baik yang Tak Terduga
285
Bab 285: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
286
Bab 286: Kodok, Gaji, dan Tanda Tanya
287
Bab 287: Tamu dari Tebing
288
Bab 288: Reinkarnasi dan Sekantong Beras
289
Bab 289: Teleportasi dan Sekte Matahari-Bulan
290
Bab 290: Satu Malam, Satu Jari
291
Bab 291: Putra Pilihan Surga dan Fenomena Langit
292
Bab 292: Taruhan Nyawa
293
Bab 293: Puncak Riyue Itu Sampah
294
Bab 294: Guru Telah Kembali
295
Bab 295: Rahasia yang Hampir Terbongkar
296
Bab 296: Apa Sebenarnya Tingkat Kultivasi Saya
297
Bab 297: Sangat Cerdas
298
Bab 299: Belum Pernah Aku Melihat Seseorang yang Begitu Arogan
299
Bab 299 : Dendam yang Membara
300
Bab 300: Alam Rahasia yang Mengering
301
Bab 301: Pemerasan dan Konspirasi
302
Bab 302: Kengerian di Ruang Ujian
303
Bab 303: Kekuatan yang Tak Terduga
304
Bab 304: Guru Puncak yang Mengamuk
305
Bab 305: Kita Sedang Diawasi
306
Bab 306: Kekuatan yang Tak Dapat Ditentang
307
Bab 307: Dao Surgawi Pun Tunduk
308
Bab 308: Guru Besar yang Disalahpahami
309
Bab 309: Lima Puluh Peringkat
310
Bab 310: Seorang Murid Bernama Lin Qian
311
Bab 311: Sublimasi
312
Bab 312: Seperti Apa Sebenarnya Penampilannya
313
Bab 313: Aku Sangat Berharap Aku Juga Bisa Mengalami Masalah Seperti Itu
314
Bab 314: Sang Guru Kotoran, Tak Terkalahkan
315
Bab 315: Semakin Tinggi Dao, Semakin Tinggi Iblisnya
316
Bab 316: Reaksi yang Disebabkan oleh Sepuluh Tiankui
317
Bab 317: Persyaratan Sang Guru
318
Bab 318: Ternyata Biksu Malang Ini Bertindak Terburu-buru
319
Bab 319: Artefak Abadi Tingkat Menengah
320
Bab 320: Dua Dewa Abadi
321
Bab 321: Bakar Cabang Istana, Peluk Pupuk Kandang
322
Bab 322: Seandainya Tahu, Kubagi Dua Permen Itu
323
Bab 323: Bendera Putih Sang Penguasa Benua
324
Bab 324: Ember Pupuk Sang Penakluk
325
Bab 325: Siapa yang Menyuruhmu Datang?
326
Bab 326: Siapa Sebenarnya Dirimu?
327
Bab 327: Dua Manusia Abadi
328
Bab 328: Dua Ember Emas
329
Bab 329: Sambutan Meriah
330
Bab 330: Ternyata Kita Satu Keluarga
331
Bab 331: Bersihkan Kuping Dulu, Baru Bicara
332
Bab 332: Dapur Maut Jiang Zhi
333
Bab 333: Gerbang yang Mengguncang Alam Abadi
334
Bab 334: Sampah Emas di Depan Portal
335
Bab 335: Toko Sepi yang Tak Boleh Diremehkan
336
Bab 336: Semangkuk Nasi Goreng Telur
337
Bab 337: Nasi Ajaib yang Mengguncang Keluarga Wang
338
Bab 338: Satu Sendok Menghancurkan Petir
339
Bab 339: Sendok Sakti Penakluk Petir
340
Bab 340: Empat Klan Besar Menyerah pada Nasi Goreng
341
Bab 341: Ayam Kampung Lebih Hebat dari Kepala Klan
342
Bab 342: Empat Kepala Klan Berutang Budi
343
Bab 343: Menyuruh Santa Wanita Ini Perbaiki Tembok?
344
Bab 344: Digebuk Sekumpulan Ayam
345
Bab 345: Aku Juga Mau Bantu Beres-beres, Senior!
346
Bab 346: Yang Penting Senior Hanya Sayang Aku
347
Bab 347: Obat-obatan Ini, Buang Saja!
348
Bab 348: Nasib Kalian Belum Berakhir
349
Bab 349: Kamu Mau Setengahnya?!
350
Bab 350: Sebutir Beras, Satu Artefak Abadi
351
Bab 351: Nasi Goreng Seharga Artefak Abadi
352
Bab 352: Kaisar Putih Mencari Jejak Lama
353
Bab 353: Jejak Sang Kekasih
354
Bab 354: Pertanyaan yang Menggetarkan
355
Bab 355: Kebanggaan yang Terbalik
356
Bab 356: Misi Terpaksa
357
Bab 357: Formasi Kuno Lenyap Begitu Saja
358
Bab 358: Kabur Dulu Sebelum Ketahuan
359
Bab 359 — Kota Kecil Kedatangan Tokoh Besar
360
Bab 360 — Guru Macam Apa yang Bersembunyi di Halaman Belakang
361
Bab 361 — Ternyata Aku Buta Formasi
362
Bab 362 — Gara-Gara Sarkasme, Aku Naik Pangkat
363
Bab 363 — Cuma Master Kelas Tujuh Katanya?
364
Bab 364 — Semua Pergi Cari Guru Magang
365
Bab 365 — Pria Tua yang Tak Tahu Malu
366
Bab 366: Meja Kosong, Amarah Meluap
367
Bab 367: Halaman yang Sudah Berpenghuni
368
Bab 368: Kesempatan Sekali Seumur Hidup
369
Bab 369: Jamuan Seratus Ribu Meja
370
Bab 370: Bisa Sedikit Lebih Cepat Tidak?
371
Bab 371: Aku Sungguh Tidak Mengerti Formasi
372
Bab 372: Senyum Sarkastik
373
Bab 373: Rumor yang Jadi Kenyataan
374
Bab 374: Lin Qian Kabur dari Kota
375
Bab 375: Su Yanjin, Prajurit Gerbang
376
Bab 376: Penjaga Aneh yang Membunuh dalam Sekejap
377
Bab 377: Aku Hanya Seorang Prajurit Abadi Bumi
378
Bab 378: Aku Sudah Mengusirnya
379
Bab 379: Apakah Prajurit Ini Bodoh?
380
Bab 380: Apakah Ini Sesuatu yang Bisa Dilakukan Seorang Dewa Abadi Bumi?
381
Bab 381: Tak Terkalahkan
382
Bab 382: Bagaimana Mungkin Membunuh Lebih dari Selusin Makhluk Alam Abadi Mataha
383
Bab 384: Diburu karena Karma
384
Bab 384: Diburu karena Karma
385
Bab 385: Panggilan Perang
386
Bab 386: Kekuatan Berkumpul
387
Bab 387: Latar Belakang yang Tak Terbayangkan
388
Bab 388: Perang Pecah di Istana Abadi
389
Bab 389: Melahap Segalanya
390
Bab 390: Bahkan Cacing Kecil Pun Tak Terbunuh
391
Bab 391: Tak Ada yang Boleh Menghina Guru
392
Bab 392: Musuh Seperti Gambar Tongkat
393
Bab 393: Semua Orang Berdiri
394
Bab 394: Bukankah Kita Sekarang Sudah Jadi Orang Penting?
395
Bab 395: Berteriak "Ganteng"
396
Bab 396: Batas Antara Dua Alam
397
Bab 397: Tadi Ada Orang Terbang di Atas Kepala Kita?
398
Bab 398: Hal Semacam Itu Tidak Mungkin
399
Bab 399: Apa Katamu Barusan, Raja Singa Langit?
400
Bab 400: Jatuh dari Langit
401
Bab 401: Yang Terdengar Hanya Suara Angin Lewat
402
Bab 402: Masa Cuma Bisa Bilang "Wusss"?
403
Bab 403: Kecuali...
404
Bab 404: Giliran Sial yang Datang Bertubi-tubi
405
Bab 405: Ketahuan!
406
Bab 406: Ternyata Orang Alam Terpencil
407
Bab 407: Sosok yang Cocok dengan Ciri-cirinya
408
Bab 408: Bintang Keberuntungan Alam Terpencil
409
Bab 409: Benar-benar Arogan
410
Bab 410: Hancur Berkeping-keping
411
Bab 411: Ditabrak Mati oleh "Kakeknya" Sendiri
412
Bab 412: Perang Dua Alam Berakhir Gara-Gara Mereka Sama-Sama Panik
413
Bab 413: Tembok yang Menahan Kiamat
414
Bab 414: Ketika Kegelapan Merenggut Salah Satu dari Mereka
415
Bab 415: Lebih dari Seratus Makam, dan Terus Bertambah
416
Bab 416: Kesalahpahaman yang Makin Membesar
417
Bab 417: Jangan Bilang Kalian Berharap Ada Sesuatu di Lubang Jamban Itu
418
Bab 418: Nikahi Aku, Kau Boleh Ajukan Syarat Apa Saja
419
Bab 419: Syaratnya Terserah Kau, Katanya
420
Bab 420: Berani Sekali Kau
421
Bab 421: Tantangan dari Tetua Agung
422
Bab 422: Buktinya Ada di Pantatnya
423
Bab 423: Hanya Bilang "Oh"
424
Bab 424: Kau Lemah Juga Rupanya
425
Bab 425: Sup Gagak Tua
426
Bab 426: Guru yang Menakut-nakuti, Murid yang Pulang Santai
427
Bab 427: Tunggu, Kamu Mau ke Mana
427
Bab 427: Tunggu, Kamu Mau ke Mana
426
Bab 426: Guru yang Menakut-nakuti, Murid yang Pulang Santai
425
Bab 425: Sup Gagak Tua
424
Bab 424: Kau Lemah Juga Rupanya
423
Bab 423: Hanya Bilang "Oh"
422
Bab 422: Buktinya Ada di Pantatnya
421
Bab 421: Tantangan dari Tetua Agung
420
Bab 420: Berani Sekali Kau
419
Bab 419: Syaratnya Terserah Kau, Katanya
418
Bab 418: Nikahi Aku, Kau Boleh Ajukan Syarat Apa Saja
417
Bab 417: Jangan Bilang Kalian Berharap Ada Sesuatu di Lubang Jamban Itu
416
Bab 416: Kesalahpahaman yang Makin Membesar
415
Bab 415: Lebih dari Seratus Makam, dan Terus Bertambah
414
Bab 414: Ketika Kegelapan Merenggut Salah Satu dari Mereka
413
Bab 413: Tembok yang Menahan Kiamat
412
Bab 412: Perang Dua Alam Berakhir Gara-Gara Mereka Sama-Sama Panik
411
Bab 411: Ditabrak Mati oleh "Kakeknya" Sendiri
410
Bab 410: Hancur Berkeping-keping
409
Bab 409: Benar-benar Arogan
408
Bab 408: Bintang Keberuntungan Alam Terpencil
407
Bab 407: Sosok yang Cocok dengan Ciri-cirinya
406
Bab 406: Ternyata Orang Alam Terpencil
405
Bab 405: Ketahuan!
404
Bab 404: Giliran Sial yang Datang Bertubi-tubi
403
Bab 403: Kecuali...
402
Bab 402: Masa Cuma Bisa Bilang "Wusss"?
401
Bab 401: Yang Terdengar Hanya Suara Angin Lewat
400
Bab 400: Jatuh dari Langit
399
Bab 399: Apa Katamu Barusan, Raja Singa Langit?
398
Bab 398: Hal Semacam Itu Tidak Mungkin
397
Bab 397: Tadi Ada Orang Terbang di Atas Kepala Kita?
396
Bab 396: Batas Antara Dua Alam
395
Bab 395: Berteriak "Ganteng"
394
Bab 394: Bukankah Kita Sekarang Sudah Jadi Orang Penting?
393
Bab 393: Semua Orang Berdiri
392
Bab 392: Musuh Seperti Gambar Tongkat
391
Bab 391: Tak Ada yang Boleh Menghina Guru
390
Bab 390: Bahkan Cacing Kecil Pun Tak Terbunuh
389
Bab 389: Melahap Segalanya
388
Bab 388: Perang Pecah di Istana Abadi
387
Bab 387: Latar Belakang yang Tak Terbayangkan
386
Bab 386: Kekuatan Berkumpul
385
Bab 385: Panggilan Perang
384
Bab 384: Diburu karena Karma
383
Bab 384: Diburu karena Karma
382
Bab 382: Bagaimana Mungkin Membunuh Lebih dari Selusin Makhluk Alam Abadi Mataha
381
Bab 381: Tak Terkalahkan
380
Bab 380: Apakah Ini Sesuatu yang Bisa Dilakukan Seorang Dewa Abadi Bumi?
379
Bab 379: Apakah Prajurit Ini Bodoh?
378
Bab 378: Aku Sudah Mengusirnya
377
Bab 377: Aku Hanya Seorang Prajurit Abadi Bumi
376
Bab 376: Penjaga Aneh yang Membunuh dalam Sekejap
375
Bab 375: Su Yanjin, Prajurit Gerbang
374
Bab 374: Lin Qian Kabur dari Kota
373
Bab 373: Rumor yang Jadi Kenyataan
372
Bab 372: Senyum Sarkastik
371
Bab 371: Aku Sungguh Tidak Mengerti Formasi
370
Bab 370: Bisa Sedikit Lebih Cepat Tidak?
369
Bab 369: Jamuan Seratus Ribu Meja
368
Bab 368: Kesempatan Sekali Seumur Hidup
367
Bab 367: Halaman yang Sudah Berpenghuni
366
Bab 366: Meja Kosong, Amarah Meluap
365
Bab 365 — Pria Tua yang Tak Tahu Malu
364
Bab 364 — Semua Pergi Cari Guru Magang
363
Bab 363 — Cuma Master Kelas Tujuh Katanya?
362
Bab 362 — Gara-Gara Sarkasme, Aku Naik Pangkat
361
Bab 361 — Ternyata Aku Buta Formasi
360
Bab 360 — Guru Macam Apa yang Bersembunyi di Halaman Belakang
359
Bab 359 — Kota Kecil Kedatangan Tokoh Besar
358
Bab 358: Kabur Dulu Sebelum Ketahuan
357
Bab 357: Formasi Kuno Lenyap Begitu Saja
356
Bab 356: Misi Terpaksa
355
Bab 355: Kebanggaan yang Terbalik
354
Bab 354: Pertanyaan yang Menggetarkan
353
Bab 353: Jejak Sang Kekasih
352
Bab 352: Kaisar Putih Mencari Jejak Lama
351
Bab 351: Nasi Goreng Seharga Artefak Abadi
350
Bab 350: Sebutir Beras, Satu Artefak Abadi
349
Bab 349: Kamu Mau Setengahnya?!
348
Bab 348: Nasib Kalian Belum Berakhir
347
Bab 347: Obat-obatan Ini, Buang Saja!
346
Bab 346: Yang Penting Senior Hanya Sayang Aku
345
Bab 345: Aku Juga Mau Bantu Beres-beres, Senior!
344
Bab 344: Digebuk Sekumpulan Ayam
343
Bab 343: Menyuruh Santa Wanita Ini Perbaiki Tembok?
342
Bab 342: Empat Kepala Klan Berutang Budi
341
Bab 341: Ayam Kampung Lebih Hebat dari Kepala Klan
340
Bab 340: Empat Klan Besar Menyerah pada Nasi Goreng
339
Bab 339: Sendok Sakti Penakluk Petir
338
Bab 338: Satu Sendok Menghancurkan Petir
337
Bab 337: Nasi Ajaib yang Mengguncang Keluarga Wang
336
Bab 336: Semangkuk Nasi Goreng Telur
335
Bab 335: Toko Sepi yang Tak Boleh Diremehkan
334
Bab 334: Sampah Emas di Depan Portal
333
Bab 333: Gerbang yang Mengguncang Alam Abadi
332
Bab 332: Dapur Maut Jiang Zhi
331
Bab 331: Bersihkan Kuping Dulu, Baru Bicara
330
Bab 330: Ternyata Kita Satu Keluarga
329
Bab 329: Sambutan Meriah
328
Bab 328: Dua Ember Emas
327
Bab 327: Dua Manusia Abadi
326
Bab 326: Siapa Sebenarnya Dirimu?
325
Bab 325: Siapa yang Menyuruhmu Datang?
324
Bab 324: Ember Pupuk Sang Penakluk
323
Bab 323: Bendera Putih Sang Penguasa Benua
322
Bab 322: Seandainya Tahu, Kubagi Dua Permen Itu
321
Bab 321: Bakar Cabang Istana, Peluk Pupuk Kandang
320
Bab 320: Dua Dewa Abadi
319
Bab 319: Artefak Abadi Tingkat Menengah
318
Bab 318: Ternyata Biksu Malang Ini Bertindak Terburu-buru
317
Bab 317: Persyaratan Sang Guru
316
Bab 316: Reaksi yang Disebabkan oleh Sepuluh Tiankui
315
Bab 315: Semakin Tinggi Dao, Semakin Tinggi Iblisnya
314
Bab 314: Sang Guru Kotoran, Tak Terkalahkan
313
Bab 313: Aku Sangat Berharap Aku Juga Bisa Mengalami Masalah Seperti Itu
312
Bab 312: Seperti Apa Sebenarnya Penampilannya
311
Bab 311: Sublimasi
310
Bab 310: Seorang Murid Bernama Lin Qian
309
Bab 309: Lima Puluh Peringkat
308
Bab 308: Guru Besar yang Disalahpahami
307
Bab 307: Dao Surgawi Pun Tunduk
306
Bab 306: Kekuatan yang Tak Dapat Ditentang
305
Bab 305: Kita Sedang Diawasi
304
Bab 304: Guru Puncak yang Mengamuk
303
Bab 303: Kekuatan yang Tak Terduga
302
Bab 302: Kengerian di Ruang Ujian
301
Bab 301: Pemerasan dan Konspirasi
300
Bab 300: Alam Rahasia yang Mengering
299
Bab 299 : Dendam yang Membara
298
Bab 299: Belum Pernah Aku Melihat Seseorang yang Begitu Arogan
297
Bab 297: Sangat Cerdas
296
Bab 296: Apa Sebenarnya Tingkat Kultivasi Saya
295
Bab 295: Rahasia yang Hampir Terbongkar
294
Bab 294: Guru Telah Kembali
293
Bab 293: Puncak Riyue Itu Sampah
292
Bab 292: Taruhan Nyawa
291
Bab 291: Putra Pilihan Surga dan Fenomena Langit
290
Bab 290: Satu Malam, Satu Jari
289
Bab 289: Teleportasi dan Sekte Matahari-Bulan
288
Bab 288: Reinkarnasi dan Sekantong Beras
287
Bab 287: Tamu dari Tebing
286
Bab 286: Kodok, Gaji, dan Tanda Tanya
285
Bab 285: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
284
Bab 284: Nasib Baik yang Tak Terduga
283
Bab 283: Pertaruhan Sistem Keberuntungan
282
Bab 282: Bertahan di Laut Hitam
281
Bab 281: Pulau Bayangan
280
Bab 280: Teleportasi ke Alam Abadi
279
Bab 279: Dangkal tapi Bahagia
278
Bab 278: Kesepian di Puncak
277
Bab 277: Utusan yang Malang dan Tuan yang Baru Jadi Dewa
276
Bab 276: Koin Emas, Sate Naga, dan Kesalahan Fatal
275
Bab 275: Tuan Rumah di Tempat yang Salah
274
Bab 274: Liburan di Tempat yang Salah
273
Bab 273: Pengkhianatan dan Bayangan di Balik Layar
272
Bab 272: Surat-Surat dan Sekte yang Membelot
271
Bab 271: Guru yang Tidak Sengaja Jadi Pahlawan
270
Bab 270: Tuan yang Kabur dan Murid yang Bangkit dari Kubur
269
Bab 269: Dua Kantong Mayat dan Satu Murid yang Tidak Tahu Takut
268
Bab 268: Ketika Sang Guru Berkata, Lakukan Saja
267
Bab 267: Pengunduran Diri Sang Kaisar
266
Bab 266: Eksekusi dan Mobilisasi
265
Bab 265: Ayam Kecil
264
Bab 264: Bukti yang Tak Terbantahkan
263
Bab 263: Punggung Buku yang Familiar
262
Bab 262: Sarang Sampah dan Tamu Tak Diundang
261
Bab 261: Sirkus di Tepi Sungai Hitam
260
Bab 260: Poin Keberuntungan dan Toko Penukaran Sistem
259
Bab 259: Hadiah Besar yang Salah Sasaran
258
Bab 258: Tabung Reaksi dan Rencana yang Berantakan
257
Bab 257: Telur Ayam untuk Garis Keturunan Phoenix
256
Bab 256: Murid Keseratus dan Pilar Keberuntungan
255
Bab 255: Angka yang Mengguncang Langit
254
Bab 254: Mata-Mata yang Terlupa Tugasnya
253
Bab 253: Kartu Truf di Balik Bayangan
252
Bab 252: Tumpukan Sampah dari Surga
251
Bab 251: Teratai Berkobar dan Pengkhianat Persaudaraan
250
Bab 250: Adat Istiadat Sekte Tiandi
249
Bab 249: Sekumpulan Sampah
248
Bab 248: Pilar Abadi dan Bidak Catur Mieshi
247
Bab 247: Pertemuan yang Tak Terduga dan Pil Obat Ajaib
246
Bab 246: Leluhur Tua Berlutut, Sekte Tianling Musnah
245
Bab 245: Keledai Botak dan Pria yang Salah Pose
244
Bab 244: Kakek Hongmu Tidak Bisa Ditahan Lagi
243
Bab 243: Dua Jari untuk Menangkap Pedang
242
Bab 242: Sapi Terbang dan Qi yang Mengubah Segalanya
241
Bab 241: Tiga Tahun? Tiga Hari Sudah Lebih dari Cukup
240
Bab 240: Sekte yang Penuh Orang Tidak Beres
239
Bab 239: Guru Penipu dan Murid-Murid yang Tak Beres
238
Bab 238: Kodok, Ranting, dan Badut yang Sesungguhnya
237
Bab 237: Pria Pendek dan Tiga Dewa yang Malang
236
Bab 236: Nirvana dan Si Bajingan Pelindung
235
Bab 235: Kaisar Abadi di Antara Sampah
234
Bab 234: Satu Murid, Satu Slot
233
Bab 233: Sampah Super dan Sang Ahli Kuliner
232
Bab 232: Sandiwara Sang Ahli Palsu
231
Bab 231: Pulang dengan Luka, Berdiri dengan Bangga
230
Bab 230: Tuan Agung yang Terus-Menerus Diabaikan
229
Bab 229: Identitas yang Diabaikan
228
Bab 228: Pria Bagaikan Angin
227
Bab 227: Ukiran Kayu yang Tak Terhitung Jumlahnya
226
Bab 226: Gulungan Hancur dan Undangan Maut
225
Bab 225: Cahaya yang Tidak Bisa Dipadamkan
224
Bab 224: Inilah Kekuatan Tuan, dan Apakah Tuan Salah Perhitungan
223
Bab 223: Permainan Antara Dua Orang, dan Sekalipun Ia Datang Secara Pribadi
222
Bab 222: Paku Penekan Jiwa Kembali, dan Bimbingan Sang Guru
221
Bab 221: Metode yang Teguh, dan Murid Magang Bertambah Dua
220
Bab 220: Selera yang Cukup Aneh, dan Alam Lingxu
219
Bab 219: Kebingungan Ketua Sekte Zhu dan Serangan Jantung Mendadak
218
Bab 218: Bayangan Benua dan Tiga Koin Emas Diamankan
217
Bab 217: Penyesalan dan Patah Hati
216
Bab 216: Melacak Ye Neng, dan Mereka Telah Muncul
215
Bab 215: Aku Membawakanmu Pil Obat, dan Aku Benar-Benar Sepotong Sampah
214
Bab 214: Kita Adalah Orang yang Sama, dan Hubungan Kita Sangat Baik
213
Bab 213: Iblis Bernama Lin Qian
212
Bab 212: Sekte Qingniu yang Hampir Bubar
211
Bab 211: Sisa Sup yang Sangat Bergizi
210
Bab 210: Lembah yang Katanya Berbahaya
209
Bab 209: Warisan Cinta dan Kejutan di Lembah Yixian
208
Bab 208: Tuan yang Tinggal di Kuil Bobrok
207
Bab 207: Halo yang Tidak Berguna
206
Bab 206: Yang Berpakaian Putih Itu Adalah Aku
205
Bab 205: Organisasi Bernama Rao
204
Bab 204: Tujuh Sampah, Satu Pisau Dapur
203
Bab 203: Mata Formasi yang Sial
202
Bab 202: Piyama yang Terlupakan
201
Bab 201: Perpisahan yang Abadi
200
Bab 200: : Sekuntum Bunga untuk Nona Yun
199
Bab 199: Wanita yang Tak Pernah Ada
198
Bab 198: Pulau yang Hampir Rampung
197
Bab 197: Teknik Ramalan Dunia
196
Bab 196: Siapa Sebenarnya Pria Berjubah Putih Itu
195
Bab 195: Bayangan yang Mengintai
194
Bab 194: Dewi Bunga Dongsheng
193
Bab 193: Hanya Tumpukan Sampah Ini
192
Bab 192: Ingin Memulai Perkelahian?
191
Bab 191: Selamat Tinggal, Tuan
190
Bab 190: Nasib Sial Berulang
189
Bab 189: Hari Bekerja
188
Bab 188: Berkah dari Dewa
187
Bab 187: Apa Ini Sebenarnya
186
Bab 186: Tujuan Orang Ini Sebenarnya Adalah...
185
Bab 185: Menantang Kekuatan Surga
184
Bab 184: Tidak Mengetahui Kekuatan Mereka
183
Bab 183: Di Sini, Kami di Sini
182
Bab 182: Hei Yu yang Setia
181
Bab 181: Aku Benar-Benar Dipaksa Melakukannya
180
Bab 180: Aku Hanya Bercanda
179
Bab 179: Sebuah Pintu Masuk yang Memukau
178
Bab 178: Bagaimana Mungkin Aku Bersekongkol Denganmu
177
Bab 177: Saudara Ketiga, Momen Ini Telah Tiba
176
Bab 176 : Perspektif dan Dendam yang Tersimpan
175
Bab 175: Paman Baru dan Keponakan yang Tak Terduga
174
Bab 174: Standar Batu Bata dan Beruang yang Berbakat
173
Bab 173: Seratus Juta Bayangan dan Sebuah Pulau Baru
172
Bab 172: Merpati, Gagak, dan Rahasia yang Tak Tersegel
171
Bab 171: Bukti yang Berbicara Sendiri
170
Bab 170: Panen dari Langit
169
Bab 169: Irigasi Abadi dan Tawanan Tak Terduga
168
Bab 168: Fitur Baru dan Pukulan yang Mengguncang Langit
167
Bab 167: Babi yang Memakan Harimau
166
Bab 166: Sup yang Mengubah Segalanya
165
Bab 165: Tukang Batu dan Secangkir Teh
164
Bab 164: Mimpi Mendirikan Sekte
163
Bab 163: Pulang ke Rumah
162
Bab 162: Pria Berjubah Putih yang Penuh Kejutan
161
Bab 161: Ketika Dewa Bela Diri Bergantung pada Manusia Biasa
160
Bab 160: Batu Bata, Sup Ular, dan Dua Juta Koin
159
Bab 159: Manik-Manik Cantik dan Ular Abadi
158
Bab 158: Jejak Pedang yang Mengguncang Pikiran
157
Bab 157: Reruntuhan, Hutang, dan Babi Hutan Buta
156
Bab 156: Dua Pilihan dan Racun Ular
155
Bab 155: Dasar Wanita Sialan, Cepat Naik!
154
Bab 154: Murid Pergi, Tuan Melanjutkan ke Sepuluh Ribu Gunung
153
Bab 153: Bintang Pembawa Malapetaka dan Jalan Memutar ke Pegunungan
152
Bab 152: Ikan Asin, Sutra Berlian, dan Pelarian di Malam Hari
151
Bab 151: Guru, Murid, dan Orang-Orang Aneh di Jalan
150
Bab 150: Sang Dukun, Murid yang Kelelahan, dan Tamu Tak Terduga
149
Bab 149: Tidak Ada Jalan Keluar — dan Hati Dao yang Hancur
148
Bab 148: Dendam Kecapi dan Papan Catur yang Sombong
147
Bab 147: Saudara Abadi dan Tamu yang Tak Diundang
146
Bab 146: Ternyata Akulah Si Adik — Dan Dia Hanya Manusia Biasa
145
Bab 145: Wanita yang Memijat Kaki
144
Bab 144: Malam yang Indah
143
Bab 143: Anak Keberuntungan
142
Bab 142: Negeri Kekacauan
141
Bab 141: Labu Kecil untuk Teman Lama
140
Bab 140: Seperti Teman Lama
139
Bab 139: Perjalanan Musim Semi
138
Bab 138: Raja Bela Diri yang Melarikan Diri
137
Bab 137: Tengkorak di Balik Kerudung Merah
136
Bab 136: Pengantin yang Dirampas
135
Bab 135: Rencana di Balik Pintu Tertutup
134
Bab 134: Melamar dengan Lima Ratus Ribu Koin Emas
133
Bab 133: Para Penggemar Fanatik dari Hanyang
132
Bab 132: Sekte Pedang Surgawi Membayar Hutang
131
Bab 131: Permainan Catur yang Sudah Mati
130
Bab 130: Kekacauan di Sekte Pedang Surgawi
129
Bab 129: Penculikan yang Salah Sasaran
128
Bab 128: Harga Meremehkan Tamu
127
Bab 127: Sup yang Tumpah dan Tamu yang Tidak Diharapkan
126
Bab 126: Kesengsaraan Surgawi yang Melarikan Diri
125
Bab 125: Hanya di Hadapan Anjing Aku Bisa Rileks
124
Bab 124: Tidur di Bawah Pertempuran Kaisar Yao
123
Bab 123: Kaisar Yao untuk Sarapan
122
Bab 122: Berlutut di Hadapan Kakek Wang
121
Bab 121: Sampah di Mata Kami
120
Bab 120: Jangan Ganggu Tidur Tuanku
119
Bab 119: Kedatangan yang Mengguncang Hanyang
118
Bab 118: Rombongan Menuju Hanyang
117
Bab 117: Bersin Dewa dan Kantung yang Berpindah Tangan
116
Bab 116: Bermalam di Bawah Pohon Song Ke
115
Bab 115: Guru dan Murid Muncul di Saat yang Tepat
114
Bab 114: Orang Gila di Tengah Pertempuran
113
Bab 113: Neraka di Pegunungan Mufu
112
Bab 112: Mangsa yang Salah
111
Bab 111: Pertemuan yang Tidak Terduga
110
Bab 110: Kunjungan Tanpa Sutra
109
Bab 109: Guru yang Ragu-Ragu
108
Bab 108: Tetangga yang Keras Kepala
107
Bab 107: Tuan dari Aula Bela Diri
106
Bab 106: Sang Ahli yang Tak Tertandingi
105
Bab 105: Empat Orang di Depan Pintu
104
Bab 104: Jebakan Sepuluh Ribu Tahun
103
Bab 103: Partitur dari Jalan Biasa
102
Bab 102: Warisan Orang Suci
101
Bab 101: Puncak Kebanggaan dan Rebutan Benda Suci
100
Bab 100: Peringatan Terakhir dan Jalan Biasa
99
Bab 99: Sang Kerangka Kaya Mendadak dan Pertanyaan yang Menggelisahkan
98
Bab 98: Tiga Harta Suci dan Bencana di Makam
97
Bab 97: Wu Chang'an di Perut Bumi dan Pintu Batu yang Terbuka
96
Bab 96: Wu Chang'an yang Penakut dan Penolakan Lu Tianhe
95
Bab 95: Hutang Skeleton dan Gua yang Mengguncang Hanyang
94
Bab 94: Ladang Para Dewa dan Jebakan yang Sempurna
93
Bab 93 — Membunuh Dua Burung, Salah Sasaran
92
Bab 92 — Tempat Seperti Apa Ini
91
Bab 91 — Dilarang Berkelahi di Depan Sini
90
Bab 90 — Harta Karun di Lubang Kotoran
89
Bab 89 — Setengah Bungkus yang Mengubah Perang
88
Bab 88 — Keripik Pedas untuk Menyelamatkan Klan
87
Bab 87 — Penyelamat yang Tidak Dipercaya
86
Bab 86 — Sampah yang Mengguncang Langit
85
Bab 85: Dunia Lain, Masa Muda Itu
84
Bab 84: Mundur Sebelum Terlambat
83
Bab 83: Hotpot dan Terobosan
82
Bab 82: Serangan Mendadak dari Segala Sisi
81
Bab 81: Niat Zither dan Dua Tamu yang Tidak Diundang
80
Bab 80: Kaisar yang Tidak Tahu Malu
79
Bab 79: Badai di Klan Serigala Iblis
78
Bab 78: Musim Semi Ao Lan
77
Bab 77: Katak di Dasar Sumur
76
Bab 76: Anjing yang Tidak Bisa Dibeli
75
Bab 75: Terobosan Besar dan Masa Lalu Yun Lan
74
Bab 74: Meridian Ras Dewa
73
Bab 73: Tugas Khusus untuk Alkemis Nomor Satu
72
Bab 72: Guan Mingshu yang Menyesal dan Cangkul Tingkat Suci
71
Bab 71: Kaisar Iblis yang Terlalu Terburu-buru dan Skeleton yang Malang
70
Bab 70: Pencarian Besar dan Perang yang Tak Direncanakan
69
Bab 69: Alkemis Nomor Satu yang Malang
68
Bab 68: Pelayan yang Menakutkan dan Tuntutan Aneh
67
Bab 67: Yun Xue dan Tulang yang Hilang
66
Bab 66: Manusia Biasa yang Menembus Formasi
65
Bab 65: Kantung yang Hilang dan Ketukan di Balik Formasi
64
Bab 64: Kura-kura Itu dan Kesempatan yang Tak Terduga
63
Bab 63 — Mencari Manusia Fana
62
Bab 62 — Cincin Spasial dan Dua Senjata Ilahi
61
Bab 61 — Tolong Bawakan Daging Bakar Itu
60
Bab 60 — Senior yang Hanya Mengumpulkan Ramuan
59
Bab 59 — Sistem Terkutuk dan Kaisar Iblis di Pohon
58
Bab 58 — Sup Ular dan Raja Elang yang Pingsan
57
Bab 57 — Jubah Biru yang Tidak Bernoda
56
Bab 56 — Manusia Fana yang Menampar Balik
55
Bab 55 — Perintah Pembunuhan di Pegunungan Mufu
54
Bab 54 — Kaisar Iblis Berpura-pura Mati
53
Bab 53 — Sekop dan Obat Ajaib
52
Bab 52 ; Genangan Air Berbahaya
51
Bab 51: Kapal Bajak Laut yang Tak Bisa Ditolak"
50
# Bab 50: Jalur Hidup Geng Peledak Langit & Rencana Licik Long Qianxie
49
# Bab 49: Hanya Pertunjukan Tanpa Isi & Perubahan Sikap yang Mengejutkan
48
Bab 48: Pisau Itu Milikku & Bahkan Tidak Meletakkan Keranjang Bayam
47
Bab 47: Ketika Langit Runtuh di Atas Kepala Orang Serakah
46
Bab 46: Tombak Mencolok dan Hancurnya Geng Peledak Langit
45
Bab 45: Pasukan Tak Tertandingi dan Duduk Tenang Saja
44
# Bab 44: Dalang di Balik Layar dan Amarah yang Meledak
43
# Bab 43: Tengkorak Nakal dan Darah Harus Dibalas
42
# Bab 42: Dia Adalah Dewa dan Aku Hanya Lewat Saja
41
Bab 41: Tamparan untuk Segalanya
40
# Bab 40: Pintu Kecil Terbuka dan Pedang Maut dari Langit
39
# Bab 39: Formasi Yin Surgawi dan Pengkhianat Licik
38
# Bab 38: Ingin Mencuri Ayam, Malah Kehilangan Beras
37
# Bab 37: Permainan Kartu di Atas Meja
36
Bab 36: Apakah Kita Perlu Alat Peraga?
35
Bab 35: Dua Bidadari dan Satu Meja
34
# Bab 34: Malam Makan Malam yang Penuh Rencana
33
# Bab 33: Puncak Kejayaan yang Rapuh
32
# Bab 32: Dua Wanita dan Satu Pertemuan Tak Terduga
31
Bab 31: Rencana Sang Patriark yang Kalah
30
Bab 30: Majikan Sejati & Pelajaran yang Harganya Dua Lengan
29
Bab 29: Gunung yang Tak Terlihat & Dunia yang Runtuh dalam Satu Kata
28
Bab 28: Niat Baik yang Tak Boleh Disia-siakan & Laporan yang Menyesatkan
27
Bab 27: Kesalahan yang Mematikan & Tamu-Tamu Berpenampilan Ganjil
26
Bab 26: Kain Lap di Pagar & Amarah yang Tak Bisa Dibendung
25
Bab 25: Kain Lusuh yang Menyimpan Duka & Penghinaan yang Tak Termaafkan
24
Bab 24: Tidak Layak Berdiri di Sini & Anjing yang Lebih Setia dari Manusia
23
Bab 23: Sosok di Balik Jubah Putih & Hutang yang Dibayar dengan Tulang
22
Bab 22: Debu yang Tersisa & Firasat Buruk di Puncak Gunung
21
Bab 21: Kartu Emas dan Mata-Mata dari Gunung Bersalju
20
Bab 20: Seratus Ribu Koin dan Orang Pelit yang Menyesal
19
# Bab 19 : Kalimat Emas dan Rahasia yang Terlalu Jauh
18
# Bab 18: Puisi Indah dan Kerinduan Akan Kampung Halaman
17
# Bab 17 : Kesuksesan Besar dan Kecantikan yang Merindukan
16
# Bab 16: Perubahan Nasib dan Kamar Dagang Baofeng
15
# Bab 15 : Pisau Dapur Menggemparkan Dunia
14
# Bab 14 : Garpu Rumput dan Sumpah di Bawah Langit
13
Bab 13: Orang Tua Berkhayal & Rencana Jahat
12
Bab 12 : Patriark Pelit & Matahari Buatan Lin Qian
11
Bab 11 : Dendam Murid & Satu Ayunan Golok
10
Bab 10 : Papan Catur Sang Senior & Pisau yang Tak Ternilai
9
Bab 9 : Siapa yang Kau Remehkan & Hukuman Ringan
8
Bab 8 : Perpisahan & Senjata Penyelamat
7
Bab 7 : Tempaan Api & Kesalahpahaman Mulia
6
Bab 6 : Penjaga Pintu Baru
5
Bab 5 : Pisau Dapur & Standar Sang Senior
4
Bab 4 : Aura Tersembunyi & Serigala Iblis Jadi Lauk
3
Bab 3 : Mencurigai Sosok Kuno
2
Bab 2 : Kitab Tai Chi, Hadiah Guru
1
Bab 1 : Grandmaster Fana
Lihat Semua
Descarga Grandmaster Yang Terlupakan PDF
Lapor karya ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!