NovelToon NovelToon
Clara'S Love Fidelity

Clara'S Love Fidelity

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri / Contest / Nikahkontrak
Popularitas:29.4k
Nilai: 5
Nama Author: Triya Widodo

Area 21+
Harap bijak untuk membaca di bawah usia.


Clara wanita yang sudah bersuami dan memiliki anak laki-laki. Keadaan rumah tangganya tak seperti rumah tangga yang lain, penuh dengan penderitaan dan kesusahan.


Suatu hari, saat mereka berdua bertengkar lagi ada seorang pria yang masuk tanpa permisi dan membeli Clara dan Reno.


Clara yang tersentak kaget dan bingung, "Apa yang terjadi sebenarnya, kenapa aku di beli oleh pria yang tidak aku kenal sama sekali?"

"Aku di jual oleh suamiku sendiri! Apa aku sehina itu?"


"Kesetiaan ku yang ku berikan padanya dengan ketulusanku dibalas dengan hina seperti ini."

"Apa kesetiaan ku berujung Cerai seperti mimpi yang tak ku inginkan." Kata Clara dengan menangis sambil menidurkan Reno anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triya Widodo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Dia melihat Clara perlahan menitikkan air bening yang jatuh dari kedua kelopaknya, seakan tak tertahan rasa kasihan padanya. Dia menarik Clara dan mendekap di pelukannya. Clara menangis dengan sekeras-kerasnya.

Aku tidak tahu seberat apa yang kamu jalani. Yang aku tahu, aku melihat semua kehinaan yang kamu dapat dari Riko Hilman. Kamu satu-satunya wanita yang aku cintai dalam hidupku. Karena kamu adalah ibu dari anakku "RENO".

Wanita bersejarah dalam hidupku.

Flashback.

Saat asisten Lee mencari keberadaan tuannya, dia melihat di sebuah tempat yang berada tuan dan nyonya nya sedang berbicara nampak serius. Dia menghubungi tuannya dari arah jauh yang terlihat. Setelah menerima perintah dari tuannya untuk pulang terlebih dahulu, dia menghubungi baby sister dan kembali ke rumah.

Dalam perjalanan pulang Reno menanyakan mamanya.

"Dimana mama?" ucap Reno pada baby sister.

"Mama dengan papa masih di kantor. Tuan Reno pulang dulu sama bibi dan asisten Lee." terang baby sister itu pada Reno.

"Aku tidak mau!" Rengek Reno cemberut.

"Siapa yang mau ice cream?" sahut asisten Lee sambil mengacungkan jari telunjuknya.

"Aku tidak mau... Aku mau mama!" Teriak Reno marah.

"Tuan... Tuan muda... Jangan marah dan ngambek begitu. Sebentar lagi tuan Reno akan memiliki adik bayi yang sangat... Lucu." cetus baby sister itu dengan tersenyum.

"Iya... Hore... Aku punya teman." **Teriak Reno kegirangan.

Flashback off**.

Clara menangis sampai terisak.

"Sudah, ada saya disini!" Tuan Abbas mengusap rambut Clara.

"Aku... Wanita rendahan...!" lirih Clara melepas dekapan tuan Abbas.

"Jangan katakan hal yang tidak berguna." Tuan Abbas mendongakkan wajahku.

"Aku lemah...!" imbuh Clara mengusap kedua air matanya.

Dengan tatapan tuan Abbas yang mencoba menenangkan hati dan pikiran ku, dia mencium bibir ku yang merah merona di saat ku masih sesenggukan menangis.

Rasa ciuman hangat di sesama bibir dan manis membuatku seketika menghentikan tangis ku. Beban dalam diriku menghilang dengan sekejap yang tergantikan oleh rasa itu. Semakin dalam dia mengecup semakin sirna semua keluh kesah ku. Dia melepas kecupan itu, aku merasa sedikit lega. Tapi, ada juga ketakutan dalam hati dan trauma yang membekas.

POV author.

Ada kecanggungan dalam diri mereka setelah merasakan sedikit hal pertama dalam sebuah hubungan. Yaitu ciuman pertama mereka. Belum seberapa Clara mengenalnya tapi Tuan Abbas yang sudah mengenal terlebih dulu tentang seluk beluk Clara.

"Kita pergi makan siang dulu." Ajak tuan Abbas mengambil tangan ku.

"I-iya..." Sahut ku dengan gagap.

Saat memasuki area parkir mobil, aku teringat Reno. "Dimana Reno?" Tanya ku padanya dengan berhenti.

"Reno pulang bersama baby sister dan asisten Lee." jelas tuan Abbas berhenti sejenak lalu berjalan masuk mobil.

"Kenapa tidak bertanya kepada ku dulu? Aku ibunya." decak Clara sambil masuk mobil. Tuan Abbas mendengarnya hanya tersenyum miring.

Aku mengikuti masuk ke dalam mobil. Tuan Abbas tanpa berkata mulai melajukan mobilnya. Sampai di sebuah rumah yang mewah dan terpasang nama Wedding Organizer. Sudah jelas ini akan fitting baju pengantin.

"Turunlah..." Perintah tuan Abbas yang sudah membuka pintu mobil.

"Iya..." sahutku lalu turun dan berjalan masuk.

Flashback Rico Hilman.

"Akhirnya aku terbebas dari beban." kekeh Rico dengan keras.

Setelah Clara dan Reno pergi dengan tuan Abbas, Rico merasa sangat senang dan berpesta minuman beralkohol di rumahnya. Hari-harinya di penuhi dengan minum dan mencari kepuasan duniawi. Bergonta-ganti pasangan dengan wanita cantik itulah sebenarnya kehidupan Rico Hilman semasa mempunyai istri dan tidak.

"Kehidupan yang sebenarnya juga seperti ini. Tanpa perlu sibuk bekerja sudah menghasilkan uang." racau Rico Hilman sambil meminum wine dari botolnya.

"Dasar bodoh..." ujarnya, "Aku bebas dari orang rendahan itu."

"Bapak dan anak sama-sama bodoh. Aku jual anakmu dan aku menghasilkan uang." Kekeh Rico Hilman dengan tawa kerasnya.

"Sudah, Tuan Rico."

"Anda sudah mabuk." Ucap wanita itu.

"Temani aku sekarang!" Perintah Rico Hilman dan dituntun oleh wanita penghibur itu sambil berjalan ke lantai atas.

"Iya, aku temani kamu sampai puas." balas wanita penghibur itu.

Pembantu yang berada di sana merasa malas untuk bekerja di rumah Rico Hilman karena keseharian yang tidak ada masa depan sambil membersihkan tempatnya.

Flashback off.

"Selamat siang, Tuan Abbas!" Salam seorang wanita penjaga di rumah butik.

"Iya..." balas tuan Abbas dengan tegak dan gagah memasuki ruangan.

"Silahkan, Nyonya. Kami akan membuatkan teh untuk anda." kata wanita penjaga menggerakkan tangan ke arah sofa.

"Baik." Jawab ku tersenyum sekilas.

Sambil menunggu sepasang pria dan wanita menghampiri kami dan memberikan sapaan.

"Hai, Abbas!" Sapa pria itu.

"Hem..." deham Tuan Abbas tanpa tersenyum.

"Abbas... Siapa dia?" tanya wanita itu melirik sebentar padaku.

Clara hanya terdiam tapi dalam hatinya, "Siapa wanita dan pria ini?" ujar ku dalam hati.

"Calon istri ku." Jawab tuan Abbas dingin.

Aku sontak mendengarnya karena Riko dulu tidak pernah sama sekali mengenalkan aku pada siapapun. Namun tuan Abbas dengan entengnya mengucapkan aku calon istrinya.

Aku mengira semua pria itu sama saja "Buruk luar dan dalamnya". Itu pernah aku ucapkan dalam batinku.

"Salam kenal ya, aku kakaknya. Celina!" kata wanita itu menjabat tanganku.

"Iya, salam kenal juga. Saya Clara." balasku pelan.

"Dan ini suamiku, Andre." Tutur kata Celina sambil memperkenalkan.

"Salam kenal, saya Clara." tambah ku sambil mengatupkan kedua tangan ku.

"Hem... Tak perlu begitu formal padanya." sungut tuan Abbas dingin melirik pada ku.

Aku membalas dengan senyuman.

Tuan Abbas menyuruhku untuk mengikuti Celina ke ruangan, dimana di sana terdapat banyak gaun pengantin yang mewah dan mahal.

"Coba yang ini dulu!" perintah Celina padaku menyodorkan gaun pengantin dengan motif di bagian dada serta di bagian pundaknya terbuka.

Lalu aku memakai gaun itu dan di bantu asistennya.

"Bagus. Perlihatkan pada Abbas." Suruh Celina padaku.

Aku berjalan dan memperlihatkan gaun itu. Tuan Abbas merasa tidak cocok, "Ganti gaun yang lain, jangan terbuka di bagian itu," Perintahnya.

"Baik, Tuan!" Jawab asisten itu.

"Kenapa? Tidak cocok!" tandas Celina.

"Iya, Nyonya. Tuan Abbas menyuruh berganti gaun yang tidak terbuka di bagian dada." jelas asisten itu.

"Baiklah, aku ambilkan yang... Ini saja!" usul Celina menyodorkan lagi gaun itu. Aku memakainya lagi dan terlihat bagus di depan cermin.

"Cantik, perlihatkan lagi padanya. Awas saja kalau masih tidak cocok." gerutu Celina.

Balasku dengan anggukan. Sampai di depan tuan Abbas yang masih memainkan ponselnya, "Tuan... Tuan Abbas!" Panggil ku sedikit keras.

Tuan Abbas mendongakkan wajahnya, "Bagus, aku suka. Tapi..." sambil berjalan mendekat, dia memutar tubuhku terlihat bagian punggung yang terlihat.

"Apa kamu tidak bisa meminta gaun yang menutupi semua tubuhmu?" bisik tuan Abbas padaku. Seketika jantung tersentak dan panas di area wajahku, "bi-bisa tuan." balas ku dengan gagap.

"Ikut aku!" perintah tuan Abbas menarik tanganku.

"Tuan, pelan-pelan. Gaun ini bisa sobek karena terinjak." keluh ku sambil menjinjing gaun.

Tuan Abbas mendadak berhenti tanpa menjawab. Aku menabrak dadanya yang keras.

"Aduh...." lirih ku mengusap kening.

"Sobek pun tidak akan rugi. Lebih baik ganti gaun yang menutup semuanya." Jelas tuan Abbas.

"Ada apa, Abbas?" tanya dari belakang tuan Abbas.

1
Ratna Puspita
semangat kak
Lina Zascia Amandia
Like dan Fav sdh menyapa....
Toni Hartono
Clara .......
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 1 replies
Toni Hartono
clara....
Wajah Boneka
Aku setia rebahan disini menunggu cerita kakak hihi
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 1 replies
PrincessFuzzie
thor, kita putus kalau lanjutannya lama
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 1 replies
moonjuice
aaa d tunggu eps selanjutnya *baru kali ini ninggalin jejak hhwhw:窶コ semangat ya author
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 1 replies
alchemyworks
Bang! Hayati gak bisa tidur nih gegara othor gantungin ceritanya :(
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 1 replies
TickleStar
Thor hayuu kita ke pelaminan aja biar bisa baca ceritamu tiap h
sharing_genes
Yang punya daya tarik bukan magnet aja. Tapi karya author juga, lho! Hahaha.. semangat lanjut kak!
Zizi Suartini
Hai, kak. Aku suka alurnya.. bisa ngebawa aku kayak ada di dalem cerita‾!!
kisses and martini
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
Hustle Flyswat
Aku udah mampir nih! Kayaknya sih bakal menetap buat nungguin bab baru! *ahem*
Berkilau
Ceritanya gak ngebosenin, pokoknya aku dukung terus thor!
Zizi Suartini
Bener apa bener Thor, kalau digantung itu sakit. Kalau kamu ngerti perasaan aku, kamu enggak akan ngegantung cerita ini Thor!
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 2 replies
adalahdarling
Semoga author selalu diberi kemudahan buat update.. aamiin
Eja Drajat Adriansyah
Imajinasi tanpa batas. Mantap! 総晶
skyeandstaghorn
Alurnya gregetan! Aku baru baca aja jadi nagih!
SecretFruity
Halo kak author! Aku pembaca baru dan bakalan jadi pembaca setia, nih. Ditunggu next up, ya!
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 1 replies
Rahmat Emas
Kelanjutan cerita author itu kayak hujan ditengah kemarau thor.. alias ditunggu-tunggu!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!