NovelToon NovelToon
QUEEN MAFIA

QUEEN MAFIA

Status: tamat
Genre:Komedi / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: yuni rahayu devi

Ini karya pertamaku...

Ada seorang gadis bernama Alsaqueen Azkira Argawijaya mempunyai sifat baik, ramah, murah senyum, manja, dan jail kesemua orang tapi itu DULU. Sekarang namanya Alqueena Azkiya Argawijaya sifatnya sekarang kejam, dingin, datar, dan dia gak akan segan-segan membunuh orang yang telah bermain-main dengan dia mau itu cewek, cowok, tua, muda, anak-anak, maupun bayi. Tapi sifat itu tidak berlaku dengan paman, tante, abang angkat, dan juga sepupu gue.

Dia berubah karena ibunya meninggal dibunuh oleh seorang wanita berumur yang hampir sama dengan ibunya dibantu juga oleh anak perempuannya.
.
.
.
Kalau gak nyambung maaf baru belajar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuni rahayu devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meremehkan

Mereka sampai disekolah menggunakan mobil mewah mereka masing-masing. Disekolah sangat ramai karena ada dari SMA lain berada disekolah mereka.

"Ada acara apa sih, kok ada dari sekolah lain disini?" tanya Kevin melihat sekeliling Al dan Chandra hanya mengangkat bahunya tanda tidak tau, ntah tidak tau atau tidak peduli. Mereka berjalan menuju kekelas, sesampainya dikelas Kevin menanyakan kepada Rizky dkk dan Naila dkk kenapa disekolah ramai sekali.

"Kenapa ada sekolah lain disini?" tanya Kevin yang sudah duduk dibangkunya.

"Kan mau tanding basket lawan sekolah kita" jawab Naila.

"Siapa yang tandingnya?" tanya Kevin lagi.

"Tuh Rizky dkk sama Alex yang mau tanding" jawab Rosa Kevin hanya mengangguk tanda mengerti.

Mereka pergi kelapangan untuk menonton karena jamkos, Rizky dkk dan Alex siketua kelas sedang bersiap-siap, Sifa dkk selalu saja mencari perhatian kepada Rizky dkk tapi Rizky dkk tidak memperdulikan mereka. Al dkk sedang duduk santai melihat mereka, sedangkan Naila dkk sedang pergi kekantin untuk membeli cemilan dan minuman, setelah Naila dkk datang kelapangan mereka langsung duduk didekat Al dkk dan juga dekat dengan Rizky dkk yang sedang menyiapkan strategi karena jarak Al dkk duduk kurang lebih cuman 1 meter dari tempat Rizky dkk.

Pertandingan pun dimulai tim Rizky dkk sudah memasukkan bola kedalam keranjang lawan poin mereka sekarang adalah 3 untuk tim Rizky dan 1 untuk tim lawan. Saat Alex sedang ingin melemparkan bola kedalam keranjang tiba-tiba Alex keseleo dan permainan harus diberhentikan selama 20 menit untuk mencari pengganti Alex.

"Lex lo gak kenapa-kenapakan?" tanya Dion.

"Tenang gue baik" ucap Alex.

"Terus siapa yang mau ganti Alex kita gak ada pemain cadangan?" tanya Rizky.

"Gue juga gak tau" ucap Fatur.

"Siapa yang disini mau menggantikan Alex untuk main basket?" tanya Bapak Olahraga yang bernama Pak Bino kepada siswa/siswi yang ada dilapangan.

"Al pak" jawab Sifa dkk serempak, Naila dkk langsung melotot mendengar apa yang dikatakan Sifa dkk, Rizky dkk melihat kearah Al yang sedang asik mendengarkan lagu menggunakan headset sambil terus memainkan hpnya, Chandra dan Kevin sama dengan Al mereka tidak menghiraukan mereka semua.

"Lo apa-apaan sih nyuruh Al segala, coba lo yang main" ucap Naila ngegas.

"Lo bisanya cuman nunjuk orang aja" ucap Rosa. Sifa dkk tersenyum meremehkan mereka tidak tau kemampuan Al dalam bermain bola basket.

"Sudah-sudah jangan ribut kita tanyakan saja pada Al apa dia mau" ucap Pak Bino.

"Al" panggil Pak Bino sambil menepuk pundak Al, Al melepas headsetnya lalu berdiri melihat kearah Pak Bino diikuti Chandra dan Kevin.

"Kamu mau gak gantiin Alex buat main basket, Sifa dkk nunjuk kamu?" tanya Pak Bino, Al dkk lalu melihat kearah Sifa dkk yang sedang senyum meremehkan Al.

"Lo pasti bakal malu Al" batin Sifa sambil tersenyum.

"Bukan gue yang bakal malu tapi lo" balas batin Al sambil tersenyum miring melihat kearah Sifa dkk.

Al tidak menjawab pertanyaan Pak Bino dia langsung menelpon seseorang untuk datang.

"Bang datang kesekolah bawa baju basket gue yang buat tanding, gue tunggu dilapangan sekolah 5 menit dari sekarang" ucap Al pada saat telponnya sudah tersambung, tanpa mendengar jawaban dari orang yang dia telpon, dia langsung saja mematikan telponnya secara sepihak.

"Belum juga gue jawab udah dimatiin" gerutu orang yang ditelpon Al.

"Untung adek gue kalau gak emmmm" ucapnya lagi lalu pergi masuk kedalam mobil menuju mansion Al untuk mengambil baju basket milik Al.

"Yaudah Bapak kesana dulu ya" ucap Pak Bino lalu pergi. Tak ada pembicaraan lagi setelah itu.

3 menit kemudian orang yang disuruh Al datang dengan tergesa-gesa.

"Nih baju lo" ucapnya memberikan baju Al kepada Al dengan napas tak beraturan seperti habis lari.

"3 menit mantap" ucap Al menepuk pundak orang yang disuruh lalu pergi keruang ganti.

"Ngapain bang Riko kesini?" tanya Chandra, orang yang disuruh Al adalah Riko abang angkat Al sekaligus tangan kanannya di mafia, biasa dipanggil dengan sebutan 'R' jika sedang dimarkas.

"Kan disuruh Al untuk bawa bajunya" jawab Riko sambil mengatur napasnya.

"Dia siapa?" tanya Dion.

"Abangnya Al" jawab Kevin.

"Hai kenalin gue Riko abang Al sekaligus ta" ucap Riko tergantung karena dia hampir saja keceplosan.

"Hampir aja gue keceplosan"batin Riko.

"Ta apa?" tanya Putra heran.

"Gak penting, emm kok bisa Al mau main basket?"tanya Riko mengalihkan pembicaraan.

"Tuh orang yang nunjuk Al, nyuruh Al main basket" ucap Naila sinis sambil menunjuk Sifa dkk, Sifa dkk hanya diam karena terpesona dengan ketampanan yang dimiliki oleh Riko.

"Mau bikin malu Al tapi mereka gak tau Al itu siapa" jawab Kevin sambil menatap tajam Sifa dkk

"Bisa-bisa bukan Al yang malu tapi mereka sendiri yang malu" Ucap Chandra datar dan dingin.

"Jangan pernah lo remehin adek gue" ucap Riko sinis.

Tak lama Al datang menggunakan baju basketnya dia terlihat sangat cantik menggunakan baju basket, rambut dikuncir kuda agak berantakan membuat semua siswa/siswi terpanah akan kecantikan Al termasuk Rizky. Rizky terus saja menatap Al tanpa berkedip.

"Bidadari surga abang"

"Masya Allah, bidadari dari surga kayaknya jatoh deh"

"Gila cantik banget makin insecure gue"

"Alah oplas"

"Sok cantik"

"Emang cantik bego, lo mau gue beliin kacamata?"

"Lo pikir gue rabun"

"Iya lo rabun cantik gitu dibilang sok cantik"

"Serah lo"

Perkataan siswa/siswi melihat Al datang, tapi tidak dihiraukan oleh Al, Al terus berjalan menghampiri yang lainnya setelah sampai mereka hanya terdiam menatap Al.

"Astaga mata gue gak salah liatkan?"

"Cantik banget"

"Ini bener Al, bidadari surga"

"Al lo cantik banget pakai baju basket, lo bikin gue gila Al"

"Ini bener si Al, sok cantik banget"

"Masih cantikan gue"

"Oplas"

"Palingan juga duit dari om-om"

batin mereka semua melihat Al dari jarak dekat.

"Adek gue makin cantik aja" goda Riko.

"Adek gue juga itu" ucap Kevin.

"Jangan godain dia, punya gue itu" ucap Chandra langsung merangkul Al.

"Dasar tukang cemburu" ucap Riko sinis.

"Biarin" ucap Chandra senyum meledek.

"Al gue boleh ya liat lo tanding?" tanya Riko.

"Boleh" ucap Al datar.

"Makasih, kalian ketempat biasa gak?" tanya Riko maksudnya markas.

"Gue mau pergi dulu kesuatu tempat udah itu gue mau ketempat bang Agra mungkin sekitar jam 01.00 malam gue ketempat biasa, kalian duluan aja" ucap Al datar.

"Gue mau ketempat kemarin, mau liat bahannya abis atau nggak setelah selesai gue ke tempat biasa" ucap Kevin, maksudnya kemansion senjata.

"Gue ketempat bang Rayhan dulu ada yang harus gue selesaiin mungkin sekitar jam 21.00 gue udah selesai, nanti gue kesana deh" ucap Chandra. Rayhan adalah abang angkat Al sekaligus sekretaris pribadi Chandra diperusahaan.

"Ohhh yaudah kalau gitu" ucap Riko sambil mengangguk, yang lain hanya menyimak karena mereka gak tau apa yang dibicarakan mereka.

"Kumpul ketempat biasa yang mana?" tanya Kevin. Markas mafia Al ada dimana-mana diseluruh dunia, 1 kota lebih dari 5 markas. Kota, desa, hutan, puncak dan tempat-tempat lainnya pasti ada markas mafia Al, tetapi musuh dan warga lainnya hanya tau 1 markas disetiap negara.

"Yang semua orang tau aja gimana" saran Riko.

"Boleh juga gue belum kesana" ucap Chandra menyetujui.

"Sama gue juga belum kesana, yaudah kita kesana aja" ucap Kevin, Al hanya mengangguk tanda setuju.

"Ok gue tunggu kalian, ada yang mau gue omongin" ucap Riko.

"Pasti gak penting" ucap Kevin.

"Terserah lo dah" ucap Riko malas.

"Kalian ngomongin apa sih?, mau kemana, kok malam-malam?" tanya Fatur, Al dkk dan Riko saling lirik.

"Mau ngumpul, kayak melepas rindu udah lama gue gak ketemu sama mereka bertiga" ucap Riko berbohong sambil tertawa kecil.

"Kenapa malam banget ngumpulnya?" tanya Risa.

"Karena kita harus selesaiin urusan dulu" ucap Kevin.

"Emang urusan apa?" tanya Dion, mereka saling pandang baru mau menjawab pertanyaan Dion tiba-tiba Pak Bino datang.

"Kalian bersiap sebentar lagi pertandingan akan dimulai" ucap pak Bino, Rizky dkk dan Al lalu pergi ketengah lapangan menyiapkan posisi mereka masing-masing.

Pertandingan pun dimulai sekarang bola sedang ada ditangan lawan dia sudah berhasil melewati Rizky dkk sekarang tinggal Al yang harus dia lewati. Pada saat lawan ingin melewati Al tiba-tiba saja bola yang ada ditangan lawan berpindah ditangan Al, lalu Al melempar bola itu tanpa melihat kearah ring dari jarak jauh. Dan tepuk tangan sorakan menyemangati Al pun bergemuruh.

"Aaa Al lovyu"

"Keren banget syuka deh"

"Bidadari abang hebat banget main basketnya"

"Masya Allah udah cantik hebat main basket lagi"

"Calon istriku"

"Gue aja yang cowok gak bisa main basket, ini cewek hebat banget"

"Jadi tambah cantik deh"

Teriak para siswa/siswi yang berada dilapangan.

"Wow Al keren banget" teriak Risa.

"Semangat Al" teriak Rosa.

"Keren" teriak Naila.

"Adek gue itu" teriak Riko.

"Adek gue juga" teriak Kevin.

"Kesayangan gue" teriak Chandra tak mau kalah dari mereka berdua. Sifa dkk kesal karena ternyata Al hebat bermain basket.

"Gue bakal bales lo Al" ucap Sifa.

"Kita gak boleh kalah sama dia" ucap Salma.

"Mending kita beli makanan sama minuman buat dikasih kepangeran kita kalau udah selesai tandingnya" saran Nisa.

"Ayo, supaya mereka jadi suka sama kita" ucap Rere. Mereka pun pergi kekantin, lapangan sangat berisik karena Al memasukkan bola kedalam ring tanpa melihat kearah ring membuat siswa/siswi histeris.

"Hebat banget lo Al" ucap Dion pada saat mereka sudah berkumpul ditengah lapangan bersiap diposisi masing-masing.

"Bener kata Dion, keren banget" ucap Putra bangga.

"Gue aja gak bisa begitu" ucap Fatur.

"Hebat" ucap Rizky bangga sambil melihat kearah Al.

"Makasih" ucap Al singkat lalu bersiap-siap.

Pertandingan berlanjut Rizky dkk hanya beberapa kali mencetak angka, sedangkan Al dia terus menerus mencetak angka tidak membiarkan lawannya menang.

Pertandingan selesai dan dimenangkan oleh tim Rizky, seluruh siswa/siswi bersorak senang apalagi yang mencetak angka adalah Al membuat mereka histeris.

"Nih" Ucap Chandra memberikan minum ke Al, Al menerimanya lalu meneguknya sampai habis Rizky dkk dan Naila dkk melihat Al minum terpesona karena keringat yang bercucuran membuat wajah Al yang tadinya cantik menjadi sangat-sangat cantik apa lagi saat minum.

Setelah air yang ada dibotol habis dia lalu melemparkan botolnya ke tong sampah yang jaraknya sekitar 5 meter dan masuk, membuat Rizky dkk dan Naila dkk berdecak hebat.

"Wah Al kamu hebat banget tadi, bisalah kalau ada apa-apa lagi digantiin sama kamu" ucap Pak Bino.

"Makasih" ucap Alsa singkat, cuek, datar, dan dingin.

Setelah itu Pak Bino pergi dari lapangan, dilapangan hanya tersisa Al dkk, Riko, Rizky dkk, Naila dkk, dan Sifa dkk. Al dkk dan Riko berbaring ditengah lapangan sambil memejamkan matanya sekarang cuacanya lahi mendung jadi tidak panas, sedangkan Rizky dkk, Naila dkk, dan Sifa dkk sedang duduk dikursi panjang yang ada disisi lapangan.

"Sayang nih aku bawain minum buat kamu, pasti kamu hauskan" ucap Sifa manja tapi tidak direspon oleh Rizky.

"Sayang nih aku bawain minum sama cemilan buat kamu" ucap Salma.

"Apaan sih sayang-sayang" ucap Dion jutek.

"Sayang nih minum dulu" ucap Rere.

"Gak makasih" ucap Putra datar.

"Sayang kamu minum ini ya pasti kamu hauskan" ucap Nisa.

"Gue gak haus" ucap Fatur cuek.

Rizky sedari tadi melihat kearah Al yang sedang berbaring ditengah lapangan bersama 3 cowoknya yang tak lain adalah Chandra, Kevin, dan Riko. Al berada ditengah mereka bertiga, Al dkk dan Riko sedang berbicara tapi mata mereka masih tertutup ntah apa yang dibicarakan mereka hanya mereka yang tau.

"Al lo cewek yang sangat menarik, semua cewek mengejar gue karena gue anak orang kaya ke 4 didunia tapi gak dengan lo, gue gak tau apa gue suka sama lo atau nggak, tapi setiap liat lo deket sama cowok gue cemburu. Lo terlalu mesterius Al, tapi apapun yang ada didiri lo mau itu baik atau buruk gue akan terima lo apa adanya bukan ada apanya"batin Rizky, Al dan Kevin yang mendengar itu kaget tapi dengan cepat dia mengubah raut wajahnya.

"Gue gak pantas buat lo yang baik, gue jahat Ky gue pembunuh, lo pasti akan benci sama gue setelah tau semua ini, maafin gue Ky gue belum bisa bales perasaan lo ke gue, dan gue juga gak yakin bisa bales perasaan lo itu" batin Al tapi Kevin gak bisa dengar batin Al karena Al mengunci batinnya supaya orang lain tidak mendengar.

"Ohhh jadi Rizky suka sama Al, hahaha pasti Al denger nih suara batin Rizky, tapi emang Rizky mau terima kalau sudah tau yang sebenarnya, semoga aja Rizky mau terima semua kekurangan, kelebihan, kebaikan, dan keburukan Al, tapi kalau sampai lo ky berani nyakitin Al buat dia nangis gue yang akan jadi orang pertama nonjok lo" batin Kevin Al yang mendengar batin Kevin tersenyum dalam hati karena dia tak bisa tersenyum jika ada orang lain.

"Ih kenapa sih Rizky liatin si Al terus, gue bakal bales lo Al" batin Sifa lalu pergi dari sana karena sudah sangat kesal teman-temannya yang melihat Sifa pergi langsung mengekori.

"Lo mau kemana sih Al?" tanya Kevin sambil melihat kelangit.

"Kemakam Mommy sekalian ketemu sama Pak Udin dimakam gue udah ngabarin" jawab Al yang masih menutup matanya.

"Oh yaudah yok pulang" ajak Kevin lalu duduk diikuti yang lainnya.

"Guys kita pulang dulu ya banyak urusan" ucap Kevin kepada Naila dkk dan Rizky dkk.

"Kita juga mau pulang, bareng aja" ucap Putra.

Mereka semua pergi keparkiran untuk mengambil mobilnya, diperjalanan mereka semua karena mansionnya beda arah tapi tidak dengan Al dkk mereka sama arah karena mereka tinggal 1 mansion.

Setelah sampai mansion Al dkk langsung masuk kekamar masing-masing untuk istirahat. Al masuk kekamar mandi bersiap-siap untuk pergi kepemakaman. Setelah selesai dia langsung pergi kemakam Mommynya.

***Bersambung***

1
Mrs. Kan
Selama aku baca novel tentang MAFIA baru kali ini MAFIA nya sholat 😭😭
Shabrina
Bagus sih tapi masih banyak typonya
Dede Mila
jejak
Amelia Amel
Thor perut gw sakittttt
Shabrina
Next
Yura Safira
keren
anu naninu
hmm keren
Nitaaaaaaaa
😍
Tataaaaaaaaaaa
.
Ratna Henita
tlng season 2 ny thor
Ratna Henita
knp episode main d ulang trus thor
Nayyira
lanjulanjutt
Nayyira
lanjut
Libra3
lebih tepatnya bawa para ART atau mereka ke tempat yang aman,,
kalau disimpan keknya rada ganjal
Qayum Dan Qasih
lanjut thor
Yoni Hartati
makanya kenapa ikut2 an ngerepotin kan .makanya mikir riz kamu itu cuman merepotkan dan dijadikan kelemahan. mestinya jodohnya al jgn orang yg lemah mestinya yg kuat jgn riz jodohnya
Yoni Hartati
bodoh amat rizk,km ikut al jd beban .apa tdk mikir?
Shelvia Amanda Dika: benar itu kak
total 1 replies
Yoni Hartati
nyusahin ini nama nya rizky. apa tdk pikir km cuman beban .
Yoni Hartati
mereka kok suka banget ngikuti al? apa mereka tdk sekolah?
Sri Aisyah
gak asing telinga denger tiba tiba " brakkkkkk" 😉😉😀😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!