Namanya Gajendra Galang Galaxy, umur dua puluh lima tahun, seorang anak yatim piatu Asalnya dari Bali, tapi dari kecil dia sudah berada di Jakarta bersama pamannya seorang Owner dari Lembaga King Cobra yang bergerak dibidang jasa.
Galang tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan dengan badan tinggi tegap. Dalam kehidupannya keberuntungan seolah selalu menemaninya. Dulu sewaktu orang tua dan adiknya dibantai oleh pembunub bsyaran dia malah selamat. Setelah dia yatim piatu dia diajak oleh pamannya seorang Owner Lembaga King Cobra.
Kehidupannya bergulir mulus sampai dia menjadi Agent Intelijent King Cobra. Disini mulai ada pergolakan perasaan yang menindih hidupnya setiap saat. Dendam dan cinta seolah mengoyak sanubarinya....
Bagaimanakah kisah Galang Agent Rahasia King Cobra selanjutnya??....
Ikuti terus petualangannya yang kadang membuat kita gemesss....
Happy Reading, I Love You!!.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.10 BERTEMU NYONYA GRACE.
Kadang orang kaya seenaknya saja, tidak punya rasa empaty, sengaja memberi gaji murah dan memberi pekerjaan banyak. Memang menjadi sopir tentu banyak tugasnya, selain menyetir adalah mencuci mobil, ganti oli, sampai mengurus pajak mobil. Yang lebih aneh, ke lima mobil Pak Hambali harus dia urus sendiri.
Sepertinya kesempatan untuk bisa memanfaatkan tenaga orang selalu di pergunakan oleh Boss. Menurut Boss mobil harus di cuci sendiri, tapi Galang tidak mau. Lebih baik dia mencari cuci mobil hidrolik biarpun dia bayar sendiri.
Legowo adalah bahasa bijak yang selalu harus diingat. Tugas nomor satu diatas segalanya. Galang duduk dipojok Cafe Q30" secangkir coffe cappucino gratis bagi setiap pencuci mobil tersedia di atas meja.
Beruntung dia dapat tempat duduk, Cafe sangat penuh saking banyaknya orang mencuci mobil. Dia mengambil GSM nya dan mulai mengirim data-data permulaan yang baru didapat dari Tuan Hambali. Rekaman dari Brankas di kamar Bapak Hambali, belum ada data lain yang masuk ke GSM nya.
"Mas, numpang duduk ya." suara seorang gadis membuyarkan lamunanya. Galang mengangkat wajahnya.
"Silahkan!" sahut Galang. Gadis itu cantik dan anggun. Bau parfum Bvlgari membuat Galang memandang gadis itu.
"Sering mencuci mobil disini?" gadis itu bertanya dan menatap Galang.
"Baru pertama kali, saya baru mendapat pekerjaan. Ini mobil Bos, saya hanya sopir." sahut Galang merasa gadis ini banyak bertanya. Dia terganggu.
"Ow...kamu cuma sopir?, aku juga lagi mencari sopir. Kamu mau menjadi sopir di perusahan kami." kata Gadis itu lagi.
"Saya baru bekerja disini, nanti kalau dipecat baru saya pindah." sahut Galang.
"Ini kartu ku, kalau mau pindah kerja kamu hubungi nomor ini." kata gadis itu memberi kartu namanya.
Galang mengerjitkan alisnya, ketika membaca perusahaan yang tertera di kartu nama gadis itu. Darren group!!. Nama yang tertera di kartu nama itu adalah Sandra. Berarti Sandra adalah anak dari Veronica yang menyewa King Cobra. pikir Galang.
"Saya akan menghubungimu secepat mungkin, sampai ketemu...." kata Galang berdiri.
"Siapa namamu? aku belum tahu nsmamu." ucap Sandra menatap Galang.
"Namaku Galang." sahut Galang pendek.
"Mau kemana?, apakah mobilmu sudah selesai dicuci?" tanya Sandra ikut berdiri.
"Sudah mau selesai, trimakasih kartu namanya." sahut Galang beranjak pergi.
Sandra memandang tubuh Galang dengan perasaan aneh, seolah-olah dia sudah sangat kenal dengan Galang. Dia berusaha mengingat, dimana dia pernah ketemu.
Galang sengaja keluar dari cafe, karena dia tidak ingin lebih jauh bergaul dengan Sandra. Seorang Agent harus bisa merahasiakan indentitasnya.
Keluar dari Car Wash, sudah jam sebelas siang, Galang membelokkan mobilnya ke sebuah Restoran IBC. Galang merasa hari ini nasibnya sial karena bertemu dengan Sandra, walaupun Sandra tidak tahu siapa dirinya.
Galang berdiri memperhatikan mobilnya yang sudah mulai di Vacum. Tidak jauh dari dia berdiri, matanya terpaku melihat Lovina duduk bersama empat orang gadis yang sebaya. Galang merasa mereka menggosipkan dirinya.
Teman-teman Lovina mulai kesengsem melihat Galang. Kalau bisa meloncat, mungkin bola mata mereka sudah jatuh melihat Galang yang macho. Lovina langsung berdiri menghampiri Galang.
"Rupanya sopirku sudah pintar korupsi waktu, kelayapan kemana saja hari ini Galang?" kata Lovina menatap Galang.
Galang tidak menjawab, dia lalu berdiri dan beranjak dari situ. Sangat berbeda dengan Sandra yang anggun dan berkwalitas. bathin Galang. Lovina ini masih sepupu Galang, tapi pecicilan dan tidak sopan dan sombong.
Sikap Galang yang prontal makin membuat Lovina berani. Dia ikut keluar menghadang Galang.
"Jaga sikapmu, kalau aku bilang sama Papah, klar hidupmu!. Ingat kamu digaji oleh orang tuaku!" kata Lovina membuat Galang panas telinganya.
Manusia yang seperti Lovina ini cocok menjadi sasaran tembak. bathin Galang kesal. Galang masuk kedalam mobil, Lovina yang dicuekin oleh Galang semakin penasaran. Biasanya mata lelaki silau melihat Lovina yang cantik dan Kaya, tapi Galang tidak tertarik dengan semua penampilannya. Lovina jadi curiga. Dan kesimpulan awal Galang adalah Gay, cowok penyuka sesama jenis.
Sampai di rumah Bapak Hambali Galang melihat ada mobil cherokee nangkring di garasi. Setelah Galang turun dia disambut oleh bibik ijah.
"Aden, apapun yang Aden lihat dan ketahui, tolong jangan dikasitahu Tuan. Kita adalah pekerja, kita tutup mata dan telinga." kata Bibik ijah pelan dengan nafas memburu.
"Ada apa Bibik?." tanya Galang tidak mengerti. Tapi pertanyaan Galang tidak perlu dijawab, karena dia melihat seorang perempuan setengah baya yang mirip Lovina dipeluk oleh dua orang pemuda ganteng. Wanita itu kaget melihat Galang bersama Bibik Ijah.
"Maaf Nyonya ini adalah sopir Tuan yang baru. Namanya Galang." Bik Ijah maju mencairkan situasi yang kaku.
"Owh...maaf, saya kira siapa. Tunggu saya diruang tamu." kata nyonya Grace menatap Galang penuh arti. Dia mengantar kedua pemuda sampai mobil. Rupanya mobil cherokee itu milik mereka.
Galang dan Bibik Ijah saling pandang, tidak tahu mengapa Nyonya Grace menyuruh dia menunggu di ruang tamu.
"Ikuti saja perintahnya, tapi kalau dia minta yang aneh-aneh jangan mau." kata Bibik bijak.
"Ya Bik, aku keruang tamu dulu, setelah itu baru ke dapur." sahut Galang menuju ruang tamu. Dia duduk sambil berpikir untuk mencari file yang ngengatakan keterlibatan Bapak Hambali terhadap Terbunuhnya Adam Darren.
Nyonya Grace datang dengan gaya menor. Kesan pertama melihat nyonya Grace adalah seorang wanita cantik yang sudah berumur dan memaksakan diri untuk kelihatan muda. Seperti tante girang layaknya. Galang tersenyum tipis ketika Nyonya Grace duduk di Sofa yang berada di depannya.
"Kamu sudah makan?" tanya Nyonya Grace menatap Galang.
"Sebentar lagi Nyonya." Sahut Galang risih ditatap dari ujung kaki sampai ujung rambut.
"Kamu bisa memijat, aku merasa kurang enak badan." tiba-tiba Nyonya Grace berkata seenaknya, membuat Galang cepat menjawab.
"Maaf Nyonya, saya tidak bisa melakukan itu." sahut Galang tegas.
"Aku akan mengajarimu." Nyonya Grace seolah memaksa.
Galang menjadi muak melihat tingkah Nyonya Grace yang mulai berani memegang tangannya. Syukurlah Bibik Ijah cepat datang menyelamatkan Galang yang wajahnya berubah menjadi merah padam.
Galang tidak munafik, tapi dia mengemban tugas. Dia jadi ingat cerita teman-teman Agent yang terpaksa menggali berita dengan cara menjadi pacar atau pemuas nafsu target. Sungguh mengerikan!!.
"Nak Galang katanya lapar, Bibik sudah siapin makanannya." kata Bibik Ijah pura-pura tidak tahu apa-apa.
"Ya Bik, aku lapar sekali karena dari pagi belum makan." sahutnya lalu berdiri.
"Tunggu!!, kita makan bersama." kata Nyonya Grace ikut berdiri. Galang hanya bisa menarik nafas melihat tingkah Nyonya Grace yang genit.
Ketika Galang mau masuk ke dapur, Nyonya Grace menarik tangan Galang dan mengajak ke ruang makan.
"Kita makan disini, di dapur adalah tempat pembantu." kata Nyonya Grace.
"Maaf Nyonya, saya makan di dapur saja, karena saya bagian dari mereka." sahut Galang.
"Tidak boleh, kamu adalah sopirku, jadi menurut kepadaku." sahut Nyonya Grace.
"Nyonya, saya adalah sopir Bapak dan sekaligus pengawalnya jadi saya bekerja sesuai kontrak kerja. Saya juga tidak ingin kebih." tungkas Galang ikut sewot.
"Berapa kamu minta bayaran perbulan?, lima juta cukup." tanya Nyonya Grace kewalahan terhadap sifat Galang yang jual mahal.
"Tidak Nyonya, saya cukup dengan Tuan saja." kata Galang kekeh.
Gajinya di King Cobra saja ratusan juta perbulan, mana mau Galang dengan gaji lima juta terus disuruh meladeni Nyonya Grace. Belum konsekuensi yang harus dia pikul. Sungguh mengerikan!!.
"Bagaimana kalau kamu berhenti bekerja disini, kamu hanya menjadi simpananku saja. Seperti pemuda-pemuda yang tadi itu." rayu Nyonya Grace tanpa malu-malu.
Bik Inem yang melayani Nyonya Grace makan cuma diam. Baginya tingkah Nyonya Grace sudah biasa. Mereka sudah tahu dari pembantu yang sebelumnya bahwa Nyonya Grace Hipersex.
"Saya setia kepada pacar saya Nyonya. Kami sudah komitmen saling percaya dan tidak saling menyakiti." tungkas Galang mencari alasan yang jitu.
"Bulsit!!, alasan basi. Aku tahu kau Gay." celetuk Nyonya Grace sebel. Tumben ada cowok dungu yang menolak ajakannya.
*****
SEMOGA MAKIN SUKSES KARYA NYA
GOOD JOB👍👍👍