(REVISI)
Bagaimana jika ingatan mu di hapus oleh kakakmu dengan alasan bahwa ia mencintaimu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ketua kocheng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
merebut kembali
Agra membawa violet menuju ruangan orang yang telah Agra selamat kan yang dimana sekarang ia sedang di rawat inap
membuka pintu ruangan terlihat seorang pria dewasa yang dimana tubuhnya penuh dengan perban dan hanya memandang kosong ke arah depan
satu hal yang membuat violet diam membeku adalah luka bakar yang berada di tangannya membuatnya teringat masa lalu
Violet mendekat, setiap langkah membuat degupan jantungnya semakin kencang air matanya tiba tiba
Violet tau siapa yang ada di hadapannya. ia bahagia bahkan ia tak bisa berucap hatinya sakit melihat orang di hadapannya terluka tapi di satu sisi ia juga bahagia karena pertemuan mereka
Dia adalah Regan orang yang selama ini telah violet lupakan dan orang yang selalu melintas di benaknya
"Kakak!.. kenapa?... hikss.. siapa yang tega lakuin ini sama kakak!?...." Agra yang tidak tahu apa yang terjadi hanya diam memberikan waktu untuk mereka berdua dan mungkin sedikit menguping pembicaraannya
"Gimana kabar kamu Vi... selama ini kakak cari kamu tapi selalu gagal..." ujar Regan dengan air mata berlinang violet melepaskan pelukannya memberi celah untuk mereka berbicara
"Vi baik..." mengusap air mata violet ia sudah sangat merindukan sang adik yang sudah hilang tidak ada kabar
Violet menerima sentuhan hangat dari Regan sudah lama ia merindukan kasih sayang kakaknya "Jangan menangis vi kamu jelek jika nangis..." Ucap Regan yang membuat violet tersenyum Violet kembali memeluk Regan dengan erat
Ekhem.
"Permisi apakah aku ketinggalan sesuatu?.." ujar Agra dengan polosnya dan violet pun menjelaskan bahwa Regan adalah kakaknya
Regan menjelaskan jika Dave adalah adik kandungnya yang telah membawa Violet pergi membuat Regan harus bisa hidup dengan luka yang begitu besar
orangtuanya mati karena Dave yang terobsesi dengan Violet
"Kakak tinggal di kosan Vi..." Jelas Regan saat violet bertanya dimana ia tinggal selama ini "Hah?!.. kenapa?..." Regan tersenyum, senyum hangat yang begitu lembut
"Semua sudah berlalu Vi sudahlah jangan dibahas dan untuk kamu sekali lagi saya ucapkan terimakasih karena telah menolong saya dan mempertemukan saya dengan adik saya..." Agra tersenyum malu ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Iya kak dan panggil saja aku Agra.. kakak gak usah sungkan.." Regan bersyukur ditolong oleh orang baik hati seperti Agra ternyata masih ada orang sebaik dia
Regan memegangi kepalanya yang mulai terasa sakit ia meremas selimutnya karena rasa sakit itu semakin menyakitkan "Kak? Kakak kenapa kak.. apa yang sakit? Kakak kenapa?!... " Agra langsung menekan tombol di bawah ranjang violet semakin panik ia tidak tahu harus berbuat apa
Dokter pun tiba violet dan Agra pun di suruh keluar untuk memberikan waktu dokter memeriksa Regan
walaupun pada awalnya violet tidak mau keluar, tapi ia menurut dan Regan langsung diperiksa oleh dokter violet mulai menangis di pelukan Agra ia takut terjadi sesuatu pada Regan
Dan setelah beberapa saat dokter pun keluar "Renang saja ini hanya migrain biasa kalau begitu saya permisi" dokter pun pergi Violet langsung memasuki ruangan Regan
"Kakak baik-baik saja kan?! kakak gak kenapa Napa kan atau ada yang sakit? Dimana? Atau apa ayo bicara sama Vi kak!.." Regan melirik Agra yang sedang menahan tawanya
Regan juga ingin tertawa karena tingkah violet walaupun ia rindu akan posesifnya violet tapi ia tidak ingin menyinggung perasaan Violet "kakak gak apa Vi... kakak hanya migrain biasa..." violet mengerutkan keningnya ia mengerucutkan bibirnya
"Biasa?kakak bilang biasa?! jangan bercanda sama vi?!..." Dan sekarang Regan tak bisa menahan tawanya begitu pula Agra yang terbahak bahak dengan pertanyaan beruntun dari violet
"Apa yang lucu... Jangan ketawa!.." Violet memukul Agra yang tengah tertawa bukannya berhenti Agra justru semakin menjadi-jadi dengan tawanya
"tsk! pada nyebelin!.. kakak juga kenapa ketawa?!..." Regan memberhentikan tawanya tapi saat akan berucap maaf terdengar suara yang membuat mereka berdua kembali tertawa
ya, suara itu adalah suara perut violet yang minta diisi
Violet menundukkan wajahnya ia malu dan ia juga lupa kalau ia belum makan dari pagi sekarang ia ingin sembunyi di lubang saja
"Ayo kita cari makan.." ajak Agra pada violet "iya Vi kamu makan dulu..." bukannya mengiyakan violet malah bertanya pada Regan "kakak sudah makan?.." Regan mengangguk tapi violet tak percaya "yaudah aku makan dulu kak nanti aku kesini lagi.." violet membuntuti Agra yang membawanya pergi menuju restoran terdekat
Regan menyenderkan tubuhnya ia sangat bersyukur bisa bertemu violet lagi dan hal yang membuatnya takut adalah Dave yang akan membawa violet pergi kembali
Kenyataan jika violet bukan sodara kandung dari Regan dan juga Dave tidak membuat Regan membenci violet
dan hak yang mengenaskan adalah di saat ia di rawat karena ledakan tersebut disitu Dave menghabisi kedua orangtuanya
Adik kandungnya telah menghancurkan sebuah keluarga yang bahkan tengah berbahagia demi membawa gadis pujaan pergi
Cukup lama Regan menunggu violet yang sedang makan di luar lalu apakah pilihan Regan benar untuk menyembunyikan penyakitnya dari violet sebenarnya ia takut violet akan semakin cemas jika Regan mengatakan kanker yang bersarang di otaknya untungnya ia bisa berkompromi dengan dokter
"Maaf... kakak gak mau kamu tau penyakit ini.. kakak gak mau kamu khawatir maaf vi... hm kenapa aku bisa kanker?"
Ceklek
Regan menoleh pada pintu ia terkejut dengan datangnya Violet yang berlinang air mata dan juga bajunya yang sedikit kotor "kakak maafin Vi..." Apakah violet mendengar perkataan Regan tadi? Jika iya, sekarang Regan harus menjawab apa jika seandainya violet bertanya "Ada apa Vi?.." tanya Regan berusaha tenang
"Minuman kakak tumpah hikss... maaf Vi ceroboh..." Regan kembali bernafas lega karena violet tidak mendengar perkataannya tadi "Kakak tidak terlalu haus..." Violet tersenyum tapi berbeda dengan Agra ia hanya diam menatap Violet yang bahkan hanya fokus pada Regan
Violet menyodorkan makanaanya dan langsung menyuapi regan supaya Regan bisa minum obat lalu istirahat "Minum obat migrainnya.. supaya kakak cepet sembuh.." obat itu langsung memberi efek pada Regan ia langsung mengantuk dan berbaring
"kakak istirahat dulu ya.. Vi mau ke Cici dulu.." violet meninggalkan Regan yang sudah sangat mengantuk berjalan cepat menuju ruangan Sabina ia duduk di atas sofa sembari menutup mukanya dengan telapak tangan
Flashback on
"Makasih ya agra nanti aku bayar semuanya termasuk uang rumah sakit aku janji bakal bayar..." Ujar violet saat mereka berada di lorong rumah sakit "iya Vi sama-sama kamu gak perlu ganti itu kewajiban manusia untuk saling membantu.." violet tersenyum ia berhenti di depan pintu kamar regan memeluk Agra dan saat hendak membuka pintu terdengar suara Regan tetapi sedikit samar "Maaf Vi kakak gak mau kamu tau penyakit ganas ini kakak gak mau kamu cemas maaf vi" apakah pendengaran violet tidak salah? Ya Tuhan kenapa semua orang terdekat violet sangat menderita
meneteskan air matanya Agra berusaha menenangkan violet tapi violet langsung menumpahkan minumannya pada pakaiannya dan membuka pintu lalu menangis
Flashback off
violet duduk di sofa di hadapannya hanya ada Sabina yang terbaring lemah karena obat yang tadi Violet berikan
"hikss.. kenapa?!... Vi salah apa sampai orang terdekat Vi menderita seperti ini... jangan ambil siapapun lagi!!... Vi belum siap.... hikss... Arghhh..." Agra mendekat ia duduk di samping violet memeluk violet dan membiarkannya mengeluarkan semua emosinya
Jujur, Agra tidak bisa melihat orang tercintanya menangisi se kencang ini
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
-gimana hari kalian sob
heran deehhh