Lima bulan sebelum pernikahan Rara dan Devan terlaksana, Rara memergoki tunangannya itu tengah berada di rumah saki bersama seorang perempua hamil, awalnya ia mengira itu saudara nya, namun kenyataan pahit harus terpaksa ia telan mengetahui bahwa wanita yabg bersamanya adalah istrinya, wanita yang dinikahi devan satu tahun yang lalu. Dunia Rara seakan berhenti detik itu juga, sakit tentu saja iya rasakan, kecewa apa lagi, Rara tidak tahu harus bagaimana lagi hidupnya tak lagi sma, Rara yang dulu periang kini berubah menjadi pendiam dan berkali kli masuk rumah sakit karena terlalu lelah karena pikirannya. Angga yang kebetulan menjadi dokter yang menangani Rara dan juga seorang sahabat dari Riri, kakak Rara berniat menjodohkan keduanya Angga tentu saja bahagia karena bagaimana pun ia memang sudah diam-diam menyimpan hati pada perempuan cantik pemilik cafe tempat dirinya makan siang di jam istirahatnya. Angga tidak ingin menyerah meskipun gadis itu tidak juga memberikan kepastian meski berkali-kali dirinya mengungkapkan perasaannya. Rara hnya tidak ingin menerima laki-laki itu di saat hatinya masih bersemayam laki-laki masa lalu yang telah menggoreskan luka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leni septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10
“Aku tahu, aku baru mengenal kamu belum lama ini. Dan maaf kalau aku tahu lebih banyak tentang kamu..” Angga memulai percakapan, menghela napasnya panjang sebelum melanjutkan ucapannya. “Maafkan aku kalau aku terkesan lancang. Aku tahu kamu sedang bersedih karna gagalnya pernikahan kamu. Tapi, tidak seharusnya kamu menyiksa diri kamu seperti ini, masih banyak orang yang sayang sama kamu. Aku memang belum pernah merasakan apa yang kamu rasakan, tapi aku bisa tahu itu pasti sakit banget. Coba kamu ambil sisi positifnya, mungkin inilah yang dinamakan takdir, kita sebagai manusia hanya bisa berencana namun sekeras apapun kamu berusaha, jika Allah tidak menghendaki, kita bisa apa? Dia sudah bahagia bersama keluarga kecilnya. Apa kamu juga tidak ingin bahagia seperti dia?” Tanya Angga lembut, tidak ingin terlalu menekan dan menyakiti Rara dengan ucapannya.
“Aku juga gak mau kayak gini, tapi aku gak bisa. Terlalu sulit untuk melupakannya,” ucap Rara ditengah tangisnya.
“Tapi apa kamu gak sakit terus menerus mengingatnya?” Tanya Angga, membuat Rara semakin terisak.
“Kamu bukannya tidak bisa, Ra! Tapi kamu memang gak berniat melupakannya. Sekeras apapun kamu berusaha ingin melupakan, jika hati tidak sejalan dengan ucapan, itu hanya akan sia-sia, cobalah belajar untuk ihklas,” nasihat Angga.
“Menangislah malam ini sepuasnya, aku akan menemanimu,” ucap Angga lembut sembari membawa Rara kedalam pelukan berniat untuk memberinya ketenangan.
Setelah Rara merasa lebih baik, Angga mengajaknya untuk pulang karena hari sudah ssemakin malam. Meskipun sudah mendapan izin dari keluarga Rara, namun Angga juga tidak bisa seenaknya membawa Rara hingga larut malam.
Sesampainya didepan rumah Rara, gadis itu menoleh kearah Angga dan tersenyum tipis. “Makasih ya, Kak udah nganterin aku sampai rumah. Dan makasih juga untuk semuanya,” ucap Rara tulus disertai dengan senyuman. Sebelum Akhirnya Rara keluar dari mobil Angga dan masuk kedalam rumahnya setelah mengucapkan terima kasih dan tidak lupa mengatakan hati-hati kepada Angga.
Angga tersenyum, tidak menyangka akan mendapat perhatian kecil seperti ini dari gadis yang iya cintai itu. Setelah melihat Rara masuk kedalam rumah, barulah Angga pergi meninggalkan komplek perumahan itu dan bergegas untuk pulang kerumahnya dengan senyum yang tak lepas dari wajah tampannya.
“Assalamualaikum,” salam Angga begitu memasuki rumahnya. Ia melihat kedua orang tua beserta adik perempuannya itu sedang menonton tv diruang keluarga.
“Waalaikum salam.”
“Cerah banget tu muka. Tumben.” Ledek Alya, Adik bungsu Angga.
“Oh iya dong harus.” Jawab Angga santai lalu duduk di tengah-tengah Mama dan Papanya, masih dengan senyum yang terukir dibibir tipisnya.
“Kamu kenapa, Ga Senyum-senyum dari tadi? Tumben-tumbenan lagi duduk tengahtengah Mama sama Papa kayak gini, gak biasanya?” Tanya Desti, Mama Angga curiga.
“Paling juga lagi jatuh cinta Ma,” Celetu Dirga, Papa Angga yang membuat laki-laki muda nan tampan itu cegengesan.
“Cewek mana sih yang buat Kak Angga jadi kayak orang gila gini?” Tanya Arga, Adik pertamanya yang baru saja ikut bergabung.
“Hehe. Nanti deh Angga kenalin kekalian semua.” jawab Angga masih dengan senyumnya.
“Siapa sih, Ga? Dokter atau perawat yang di rumah sakit, apa pasien kamu yang buat kamu jantuh cinta dan senyum-senyum kayak gini? Jangan bikin Mama penasaran deh.” gemas Desti kepada Anaknya yang sedari tadi hanya senyam-senyum tidak jelas.
”Mama inget gak, sama Riri temen dekat Angga waktu SMA?” Tanya Angga pada Mamanya. Membuat Desti mengernyitkan mencoba mengingat-ingat.
“Oh, yang suka kamu panggil macan betina itu?” Tanya Desti meyakinkan, yang di balas dengan anggukan.
“Jadi dia yang buat kamu kayak gini?” Tanya Desti lagi.
Angga menggeleng. “Dih, bukan Ma, dia sih udah nikah.” Jawab Angga cepat.
“ya terus?” Tanya semua orang yang berada disitu gemas karena Angga yang terkesan berbelit-belit. Melihat keluarganya yang sudah terlihat kesal membuat Angga tertawa.
Angga terkekeh geli. “Gak sabaran banget sih kalian. Namanya Rara, Aera Aulia Zahra, Adinya Riri. Beberapa minggu lalu dia emang jadi pasiennya Angga. Tapi udah lima bulan belakangan ini Angga emang udah diem-diem merhatiin dia sih. dia manis, cantik, anggun, mandiri, dan kata Riri dia juga gadis yang ceria dan konyol, tapi Angga belum lihat sifat aslinya itu, karena yang Angga liat selama ini dia adalah gadis yang pendiam, tidak ceria seperti apa yang diucapkan Riri.” Jelas Angga semangat namun berubah lirih saat diakhir.
“Mungkin dia lagi ada masalah Ga,” ucap Desti yang diangguki oleh Angga, sedangkan yang lain hanya memperhatikan dan mendengarkan curhatan Angga.
“Dia emang lagi punya masalah, Ma tepatnya sih bukan masalah, dia lagi sedih bahkan terluka." Angga sedih mengingan tentang keadaan perempuan tercintanya itu.
“Maksud kamu?” Tanya Desti tidak paham.
“Seharusnya beberapa hari lagi adalah pernikahannya..”
“Maksud Kakak, Kakak jatuh cinta sama calon istri orang gitu?” potong Arga spontan.
“Bukan! Dengerin dulu makanya jangan asal potong aja!” Kesal Angga, sembari melempari bantal sofa kepada adik laki-lakinya itu.
“Sekitar enam bulan yang lalu, Rara baru mengetahui bahawa Calon suaminya itu sudah menikah dengan perempuan lain. Bahkan saat itu mantannya itu lagi nganter istrinya cek kehamilan di rumah sakit tempat Angga bekerja, dan kebetulan juga Rara saat itu sedang ada disana. Mengetahui kenyataan itu membuat Rara sangat terluka. Dan semenjak itu juga Rara sering ngelamun dan nangis sendirian bahkan sampai beberapa kali keluar masuk rumah sakit. Dam kebetulannya lagi waktu terakhir ia sakit beberapa minggu lalu Angga yang nanganin. Untung saja kejiwaannya gak sampai terganggu.” Jelas Angga pangjang lebar, membuat sang Adik,Alya menangis.
“Pasti sakit banget deh hati, Kak Rara,” ucap Alya di tengah isakannya.
“ya, siapa yang gak sakit sih ditinggal nikah? Apa lagi itu udah nyusun acara pernikahan, ya pasti sakit lah!” Arga menjawab ucapan Adinya yang cengeng itu.
“Kamu tahu dari mana cerita itu Ga?” kini giliran Dirga, Ayahnya yang bertanya.
“Riri yang cerita, dan saat itu Angga juga sempet nganterin Rara ke rumahnya. Keluarganya juga nyeritain semuanya sama Angga. Dan keluarganya mempercayakan Angga untuk ngembaliin keceriannya Rara lagi, mereka yakin bahwa Angga bisa ngebahagiain Rara, karna mereka tahu bahwa Angga menyukainya. Awalnya Angga ragu sama perasaan Angga sendiri, tapi setelah Angga meyakinkan diri lagi, Angga yakin bahwa perasaan yang Angga miliki ini bukan hanya sekedar rasa kasihan, Angga udah benar-benar jatuh cinta sama Rara,” ucap Angga menjelaskan.
“Terus respon Raranya sendiri sama kamu gimana sekarang?” Tanya Desti.
“Dia gak terlalu merespon Angga, tapi Angga tahu itu hanya karna dia masih ngerasa sedih aja. Tadi Angga udah coba bicara sama dia hanya sekedar ngasih pengertian, dan Allhamdulilahnya, dia udah lumayan bisa tersenyum dan belajar untuk mengihklaskan masa lalunya.” Jelas Angga lagi.
“Apa kamu yakin dengan perasaan kamu?” Tanya Dirga.
“Angga yakin Pa, bahkan sangat yakin. Meskipun ini sedikit agak sulit buat Angga, tapi Angga yakin bahwa ini adalah takdir dari Allah untuk Angga,” ucap Angga tanpa keraguan.
“Good boy. ini baru anak, Papa. Ini adalah tantangan baru untuk kamu, Ga dan kamu harus bisa menyelesaikannya. Papa yakin tidak akan sulit untuk kamu menyembuhkan hati Rara. Karena seperti yang kamu bilang, ini adalah takdir Allah untuk kamu." Dirga menepuk pelan pundak putra pertamanya itu bangga.
“Jadi, Papa sertuin aku nih?” Tanya Angga tak percaya.
“Oh jelas, masa Papa gak restuin sih,” sang Papa tersenyum, lalu Angga menoleh pada sang Mama yang masih saja diam.
“Mama akan dukung kamu, Ga selama itu membuat kamu bahagia,” ucap sang Mama dengan tersenyum juga.
“Jangan lupa ajak kesini Kak, kenalin sama kita semua.” Tambah sibungsu pada Kakak tertuanya itu.
“Tapi Kak, kalau Kakak gak berhasil nyembuhin luka Kak Rara, kasih tau Arga, biar Arga yang sembuhin! Secara Arga kan lebih ganteng,” ucap Arga percaya diri, membuat Angga melayangkan jitakan pelan pada dahi adik laki-lakinya itu.
“Ya udah kalian segera istirahat gih, udah malam, besok harus pada sekolah juga,” ucap Desti pada anak-anaknya.
“Iya, bocah pada tidur sana!” Titah Angga pada kedua adiknya.
“Kamu juga, Angga! Besok kamu harus kerumah sakit.” Titah sang Papa kepada putra pertamanya itu yang diangguki oleh Angga, dan pamit untuk kekamarnya begitu juga dengan kedua adiknya.
Angga bergegas naik kekamarnya, mengunci pintu dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang besar yang empuk itu. matanya menerawang pada atap kamar, membayangkan wajah Rara yang tersenyum, sangat cantik.
“Selamat Malam Rara.”
paling suka liat matahari terbenam
eeeeeaaaa 😁
tuh ortu Devan gk setuju sm Rara atau gmn sich, kok bisa"nya baru seminggu tunangan mlh di jodohkan sm orang lain, dan Devan jg harusnya tuh bicara sm keluarga Rara dr awal gk jadi cowok pengecut kayak gitu, masak dh nikah setahun msh ada rencana nikah sm Rara 😤