Menikahlah denganku......!!
Ayra Raiia, terpaksa menerima perjodohan karena keinginan orang tuanya...
Ayra perempuan cantik berumur 22 tahun harus mengakhiri kehidupan bebasnya demi menuruti permintaan orang tuanya untuk menikah dengan seorang pria anak dari sahabat sang mama.
Akankah pernikahannya berjalan dengan bahagia......?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saki_chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sepuluh..
Ayra sudah selesai mengeringkan rambut serta memakai produk kecantikannya. Dia berjalan ke arah ranjang di mana tempat Baikal duduk sekarang. Ayra masih tidak sadar dengan Baikal yang sedari tadi melihatnya. Fokusnya sekarang adalah dia ingin segera merebahkan tubuhnya dan tidur . Dia lelah dan mengantuk.
Ayra naik ke atas ranjang , dia sudah merebahkan tubuhnya sekarang.
"Bai ...aku tidur dulu ya," ucap Ayra sambil membenarkan posisi tidurnya. Dia mencari posisi ternyaman untuk tidur.
"Sial....!! Ayra benar-benar membuatku gila , apa aku harus melakukannya sekarang? " tanyanya dalam hati.
Baikal sudah benar-benar tidak bisa menahannya lagi . Dia berniat ingin membangunkan Ayra tapi dia urungkan. Dia merasa tidak tega melihat Ayra tertidur pulas seperti ini.
"Ay..Ay..kenapa tadi kamu berpakaian seperti itu ....kamu sengaja menggodaku ya..dan sekarang kamu tidur begitu saja setelah berhasil menggodaku, " gumam Baikal pelan penuh frustasi.
Baikal menyelimuti tubuh Ayra sampai kelehernya. Baikal tak mau sampai kelepasan lagi dia takut khilaf . Sebenarnya sah-sah saja jika Baikal ingin melakukannya karena Ayra adalah istrinya. Sudah kewajiban Ayra untuk melayani Baikal. Tapi Baikal takut jika Ayra menolaknya, pasalnya Ayra tidak mencintainya sama sekali. Baikal tak mau memaksa Ayra melakukan hubungan suami istri. Ayra mau menerima dirinya saja Baikal sudah bersyukur banget. Baikal akan menunggu sampai Ayra mengizinkannya.
Baikal kemudian turun dari ranjang . Dia kembali masuk ke dalam kamar mandi . Dia harus menidurkan kembali adiknya yang terbangun . Sangat lama sekali Baikal di dalam sana entah apa yang Baikal lakukan cuma dia sendiri yang tau.
___________
Cahaya matahari sudah mulai menembus ke celah-celah gorden . Ayra mulai membuka mata . Rasa capek dan lelah yang kemaren ia rasakan pun sudah hilang . Tidurnya semalam sangat nyenyak sekali . Dia bermaksud ingin bangun tapi sebuah tangan memeluknya semakin erat . Ayra sempat kaget sebelumnya mendapati dirinya bangun dengan di peluk laki-laki dari belakang. Tapi kemudian dia tersadar, kalau sekarang dia sudah menikah , dia sudah menjadi istri orang. Jadi dia harus mulai terbiasa.
Ayra benar-benar sangat ingin ke kamar mandi . Dia berusaha melepas pelukan Baikal . Tapi Baikal malah memeluknya semakin erat . Ayra menghadapkan tubuhnya ke arah Baikal.
"Bai....aku mau ke kamar mandi.."
"Hm..." Baikal masih belum ada niatan untuk membuka matanya . Dia masih sangat mengantuk gara-gara semalam dia sibuk menidurkan adiknya yang bangun.
"Bai....aku mau ke kamar mandi.."
"Hm.."
"Bai..."
"Hm.."
"Lepasin ihh...." Ayra sudah mulai kesal dengan Baikal . Ia mencubit tangan Baikal berharap ia bisa melepaskan pelukannya .
"Awww....." Baikal sontak saja melepas pelukannya.
Langsung saja Ayra berlari ke kamar mandi . Ayra benar-benar sudah tidak tahan pengen buang air kecil.
Baikal langsung bangun dari tidurnya setelah mendapat cubitan dari istrinya. Dia masih mengelus-elus tangannya yang masih terasa sakit. Ayra benar-benar sangat keras mencubitnya.
Ayra sudah selesai buang air kecil. Dia keluar dari kamar mandi dan melihat Baikal yang tengah duduk di atas ranjang sambil mengelus tangannya yang masih sedikit sakit . Ayra merasa bersalah sama Baikal.
"Bai....sakit ya...?" tanya Ayra sambil mendudukan dirinya di samping Baikal.
Baikal tidak menjawabnya , ia malah menutupi seluruh tubuh Ayra menggunakan selimut.
"Eh..?" Ayra bingung dengan kelakuan Baikal.
" Sakit tau gak Ay .." ucap Baikal mengalihkan pembicaraan.
"Iya maaf ...sini," Ayra menarik tangan Baikal yang tadi sempat dicubitnya kemudian mengelusnya pelan-pelan.
Baikal yang mendapat sentuhan dari Ayra sontak saja langsung menarik tangannya . Hampir saja dia hilang kendali . Dekat-dekat dengan Ayra benar-benar berbahaya. Dia bisa saja khilaf.
"Kenapa..?" Ayra sedikit heran dengan tingkah baikal.
"Eeh enggak ...udah gak papa," jawabnya sedikit gugup.
"Ay .. setelah ini kita langsung pindah ke apartemenku saja ya?" ucap Baikal berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Terserah kamu aja , kalau gitu nanti antar aku pulang dulu . Aku mau ambil barang-barangku."
___________
Mereka berdua sudah sepakat untuk tinggal di apartemen Baikal. Kini meraka tengah bersiap-siap untuk ke rumah Mama Leylin mengambil barang-barang milik Ayra.
Seperti biasa Baikal membukakan pintu mobilnya untuk Ayra terlebih dahulu . Dia melanjukan mobilnya menuju rumah Mama Leylin . Beberapa menit dalam perjalanan akhirnya mereka telah sampai. Papa David yang melihat kedatangan mereka pun langsung menyambutnya dan menyuruh mereka masuk.
"Mama mana Pa? " pertanyaan Ayra ketika melihat kondisi rumah yang sepi.
"Mama lagi belanja sama Bi Ana ke supermarket."
"Kalau gitu Ayra mau ke kamar dulu ya Pa , mau beres-beres barang Ayra."
"Hm..." mendengar jawaban Papanya Ayra langsung berdiri menuju kamarnya.
Dia mengambil koper besar miliknya. Memasukan baju-baju dan barang-barangnya. Untuk sepatu dan tasnya dia hanya membawa beberapa saja dan akan menyuruh Bi Ana mengantarkan sisanya.
Di tengah kesibukan Ayra merapikan baju-bajunya seseorang membuka pintu kamarnya.
"Ay..." panggil Baikal.
Ayra menghadap ke arah sumber suara.
"Kok di sini , gak nemani Papa di bawah ?"
"Papa menyuruhku untuk membantu kamu."
Baikal masuk ke kamar Ayra memperhatikan seluruh isinya . Sebuah ruang bercat putih dengan ranjang king size di dalamnya . Ada juga beberapa foto Ayra yang ia letakkan di atas meja kerjanya.
Baikal mendudukan dirinya di atas ranjang milik Ayra sebelum ia mulai bertanya.
"Ay apa yang harus aku bantu?"
Ayra memikirkan apa aja yang belum dia masukan ke dalam kopernya sebelum menjawab pertanyaan Baikal.
"Eemm..tolong ambilkan baju tidurku Bai....di lemari bagian sana! " jawab Ayra sambil menunjuk sebuah lemari tempat ia meletakkan baju-baju tidurnya.
Baikal mengikuti arah tunjuk Ayra dan kemudian membuka lemari itu . Betapa terkejutnya Baikal melihat baju-baju yang tergantung di depannya . Baju yang disebut Ayra baju tidur ternyata adalah sebuah lingerie yang sangat sexy menurut Baikal . Baikal kemudian teringat kembali kejadian semalam . Dia kira Ayra sedang menggodanya semalam tapi ternyata sudah jadi kebiasaan bagi Ayra menggunakan baju tidur seperti ini.
" Benar-benar bisa gila gue kalau setiap malam harus melihat Ayra pakai baju sexy seperti ini ," batin Baikal yang frustrasi.
"Ay ambil berapa ? " tanyanya.
"Lima aja , biar sisanya nanti diantar sama Bi Ana ," jawab Ayra yang masih sibuk dengan kopernya.
Baikal mulai mengambil lima baju seperti yang dikatakan Ayra . Dia memilih baju yang menurutnya paling sexy di antara banyaknya koleksi baju tidur di lemari Ayra. Dia benar-benar sudah gila . Dia malah cari mati sendiri dengan pilihan-pilihanya itu.
Baikal kemudian melipatnya dan membantu Ayra memasukkannya ke dalam koper.
"Sayang....!!" suara Mama Leylin mengagetkan mereka berdua.
"Kamu mau pindah ke rumahnya Diana?" tanyanya.
"Enggak Ma...Ayra sama Baikal mau tinggal di apartemen saja , Baikal juga sudah minta izin kok sama Mami Diana."
"Kamu mulai nakal banget ya sayang pengennya berduan aja ," ejek Mama Leylin.
"Eh enggak kok Ma , Baikal yang pengen bukan Ayra ." Secepat kilat Ayra langsung menyanggah ucapan Mamanya itu.
Baikal yang disebut namanya pun hanya tersenyum saja.
"Mama paham kok , ya wajarlah pengen berduan aja namanya juga pengantin baru ." Mama Leylin memang orangnya seperti itu dia suka banget mengejek anaknya .
Ayra menjadi sangat malu mendengar ucapan Mamanya.
"Oh ya Ra ...ada yang mau Mama bicarakan sama kamu,"
"Tunggu sebentar ya Bai.... Mama mau ajak Ayra bicara dulu. " Pamit Mama Leylin kepada Baikal.
Ayra Kemudian mengikuti Mamanya masuk ke dalam kamar milik Mamanya itu.
"Jadi apa Ma?" Ayra mulai membuka suaranya.
"Apakah semalam kalian sudah melakukannya? " tanya Mama Leylin langsung pada intinya.
Ayra mengernyit bingung . Apa maksut Mamanya itu.
"Maksud Mama?"
"Ck..kamu jangan sok polos deh Ra.."
"Apa sih Ma Ayra benar-benar gak paham maksud Mama ," jawab Ayra yang benar-benar tidak paham dengan maksud Mamanya itu.
"Itu loh Ra...hubungan suami istri ...gemas deh Mama sama kamu ," ucap Mama Leylin yang menjadi gemas dengan kelakuan anaknya itu.
Sontak saja pipi Ayra langsung merah padam .
"Belum , kan?" tanya Mama Leylin memastikan .
Ayra menjawabnya dengan anggukan kepala.
"Ra...jadilah istri yang baik untuk Baikal. Layani dia seperti Mama melayani papa . Kalau Baikal menginginkanmu maka layanilah jangan tolak permintaannya kalau kamu gak mau jadi istri yang durhaka." Mama Leylin menasehati Ayra panjang lebar.
"Mengerti kan!!"
"Iya Ma," jawab Ayra.
__________________
jangan lupa tinggalkan jejak ya......