Tak pernah terbersit difikiran Adell jika dia akan memiliki Boss berkelakuan minus, yang membuatnya harus terus mengusap dada.
Namun tak pernah sedikitpun ia menyerah, sampai suatu saat Boss minusnya itu mengajaknya menikah dan melamarnya tanpa persetujuan darinya.
Hati adell masih terpaut akan kisah masa lalu yang membuat nya patah hati.
Adell mencintai sahabat nya Daffa, namun cinta nya bertepuk sebelah tangan, Daffa tak pernah mencintai nya sedikitpun.
Berbekal tekad untuk move on dari yang membuatnya patah hati, Adell menerima lamaran sang Boss dengan syarat pernikahan ini hanya kontrak hitam diatas putih.
Disaat Adell mulai terbuka hatinya untuk menerima cinta kembali.
Cinta masa lalu datang kembali
membawanya pergi, menggoyahkan perasaan dan hubungannya.
Akankah Adell bertahan dengan pernikahannya ??
Atau Adell akan kembali meraih cinta dimasa lalu nya yang ia mimpikan ??
semua takdir berada ditangannya, semoga takdir apapun itu, menjadi yang terbaik untuk Adell.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rainbowdash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 10
Update !!!
Adell mendengus kesal,ia menggerutu mengapa hari ini menjadi hari menyebalkan bagi dirinya karena tingkah minus bossnya,ingin sekali rasanya Adell teriak !
"Huh hah,sabar dell sabar,"Ucap Adell sembari mengusap dada.
"Oke,hari ini aku ga bisa keluar,aku banyak kerjaan"Ia teringat sesuatu yang ia bawa.
"Oia,aku kan bawa makanan ya,apa mending aku kasih ini aja ya??"Sambil mengambil sekotak ayam dan nasi goreng.
Ini adalah makan yang Adell siapkan untuk makan siangnya,karna ia sedang malas keluar,ia pun membawanya dan berniat makan diruangannya.
"Masa bodo dia mau suka atau ngga,yang pasti aku ga mau keluar !"Gumamnya di depan pintu bossnya.
tok tok tok...
"Masuk" Adell melangkahkan kakinya mendekati Erland yang tengah fokus terhadap pekerjaannya,bahkan kacamata terlihat bertengger di atas hidungnya yang mancung.
"Pak,saya bawakan sesuatu untuk bapak,"Tawar Adell.
"Apa itu ?"Ucapnya dingin.
"Ini nasi yang saya bawa dari rumah"
"Saya kan nyuruh kamu keluar,beli kenapa kamu kasih saya ini ?"Ucapnya sarkas.
"Saya gak bisa keluar pak,maaf"
Erland menghela nafasnya pelan,ia berfikir sejenak.
Adell yang sudah lelah menunggu hampir saja menyerah,dan segera berbalik.
"Suapi saya kalau begitu."Ucapnya membuat Adell menghentikan langkahnya.
"Apa pak ?!"Tanya Adell yang tak percaya apa yang ia dengar.
"Suapi saya,"Ulangnya.
"Tapi pa.."
"Tak ada pengecualian"Tegasnya dingin.
"Ya tuhan,,apalagi ini?!"Kesal Adell membatin.
Ingin rasanya adell menonjok orang yang memberinya gaji ini,namun apa daya,Adell hanya bisa mengumpat dalam hatinya.
Dengan wajah sedikit kesal,dan juga gugup,terpaksa Adell menyuapi bosnya itu layaknya anak kecil.
Tak hentinya Adell bersumpah serapah dalama hati,merutuki kelakuan minus baru bosnya.
Ia lakukan itu sampai makanannya habis tak tersisa.
"Makanannya sudah habis pak,dan ini minumnya,"Ucap Adell tak kalah dingin.
"Iya,kamu boleh kembali,"
"What..??!! dengan enaknya dia nyuruh aku balik?!"Batin Adell kesal.
Adell memandang tajam Erland,namun yang dipandang tak sama sekali memandangnya.
"Kamu boleh kembali"Ulangnya menekankan dengan dingin.
Adell melangkah tanpa mengatakan apapun,hatinya dongkol,kesal !! Adell hanya ingin bossnya berterima kasih,tidak lebih.
"Dasar kulkas,triplek,es batu,menyebalkan?!!"Kesal Adell dalam ruangannya.
"Harus sampai kapan lagi aku harus menahan emosi pada boss menyebalkan itu!!"Kesal Adell sambil menarik nafasnya.
"Sabar lagi dell,sabar,kamu banyak kerjaan hari ini,kamu harus fokus jangan mikirin si kulkas."Ucapnya pada diri sendiri.
Bagaimana tidak kesal adell pada bossnya itu,ia rela jika makanannya dimakan oleh Erland,tapi ia sama sekali tak mengucapkan terima kasih.
Adell fokus terhadap pekerjaannya yang menumpuk,ia sama sekali tak bergeming dari meja kerjanya.
tok tok tok..
"Masuk "Ucap Adell.
"Maaf mbak Adell,ada titipan buat mbak Adell,"Seorang office boy memberikan sekotak makanan berisi makanan fast food.
"Oh,dari siapa ya ?"Tanya Adell penasaran.
"Dari pak direktur mbak Adell,"Jawabnya.
"Ooh,baiklah terima kasih,ambil ini,"Adell memberikan tips kepada ob tersebut.
"Tidak usah mbak Adell,"Tolaknya.
"Terima saja,saya tidak menerima penolakan,"Ucapnya lembut.
Ob itu mau tak mau harus menerimanya.
"Terimakasih mbak Adell,mbak sangat baik,"Ucapnya.
"Sama sama "Ucap Adell lembut.
Adell berfikir mengapa si kulkas itu memberikan ia makanan,jelas jelas tadi ia membuatnya kesal setengah mati.
Adell memang merasa sangat lapar siang ini,terlebih makanannya dirampas oleh sang boss berotak minus itu.
Tak apalah kali ini ia menerima makanan itu dari bosnya itu.
Jari tangan Adell pun mengetikkan sesuatu di hp nya.
to : bos kulkas
"Terima kasih"
Setidaknya ia punya no hp si Boss, Erland lah yang meminta dahulu dengan alasan pekerjaan tentunya.
Ia tak enak hati jikalau ada orang yang memberi nya sesuatu tanpa ia mengucapkan terima kasih,sekalipun itu orang yang sangat ia benci,ah adell ini memang sangat lembut.
Adell pun memakan makanan nya tanpa ada yang ia buang,terlihat kalau ia memang sangat lapar.
tingg..
From : sweety Adell
"Terima kasih"
Ia menamai kontak adell dengan nama itu tanpa Adell ketahui,bisa hancur reputasinya jika Adell tahu hal ini.
Segurat senyuman pun tergaris di bibirnya.
Ia mengintip dari kaca pintu ruangan Adell,dilihatnya Adell yang tengah makan dengan lahap nya,terlihat jelas kalau Adell sedang lapar.
Ia merasa bersalah telah memakan habis makanan milik Adell,maka dari itu ia membelikannya sekotak makanan untuk Adell.
tok tok tok..
"Masuk"
Adell terlonjak melihat Erland yang masuk ke ruangannya.
"Pak el,"
"Maaf pak bisa saya makan dulu sebentar,saya lapar,"Pinta Adell.
"Saya ngga akan nyuruh kamu ngapa ngapain ko,"Ucapnya.
"Lalu ..?"
"Hanya menemani kamu makan,"Ucapnya datar.
Hampir saja Adell tersedak mendengar ucapan Erland.
"Emh..silahkan pak,"Gugup.
Makan Adell pun jadi kurang nyaman,karna sedari tadi matanya terus memperhatikan Adell menyantap makanannya.
"Kamu tumben manggil saya dengan sebutan el?"Tanya nya datar.
"Emh..hanya enak diucap saja pak,lebih simple,kenapa ? bapak gak suka ?"Tanya Adell pelan.
"Kenapa saya gak suka? terdengar manis jika kamu yang bilang,"Ucapnya.
Wajah Adell pun merah bak kepiting rebus,Erland membuat pipinya memerah siang itu.
"Dan satu lagi,jangan panggil saya bapak kalau sedang berdua oke ?"Pintanya.
"E eh.. ia mas,"Jawab Adell pelan hampir tak terdengar di telinganya.
Buru buru Adell merapikan bekas makannya,karna pekerjaannya telah kembali menunggunya.
"Maaf mas,saya masih banyak pekerjaan,saya harus kembali bekerja,"Pintanya.
"Kamu terlalu terburu buru Adell,sampai kamu makan dengan bernatakan seperti ini."Erland mengelap ujung bibir Adell dengan jarinya.
Mata Adell membulat saat ia sadar akan perlakuan bossnya, Adell pun menjadi salah tingkah dibuatnya.
"Eemh.. maaf mas,saya harus kerja lagi,"Ucap Adell gugup.
"Baiklah,saya keluar"Ucap Erland sembari melangkahkan kakinya keluar.
Adell menahan rasa malunya ketika Erland mengusap ujung bibirnya.
"Ya tuhaannn..ini orang bisa banget ya bolak balikin hati orang,padahalkan tadi aku lagi sebel sebelnya sama dia"Ucap Adell greget.
Hari ini Adell memutuskan lembur agar pekerjaanya selesai malam ini juga,kantuk pun tak dapat ia tahan,ia segera menuju sofa untuk berbaring dan memejamkan matanya barang sejenak.
Tak lama ia pun terlelap kedalam mimipinya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 malam,Erland yang ternyata memutuskan untuk lembur pun berniat menengok keadaan Adell,namun ia tak melihat sosok Adell dimejanya,ia pun masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu.
Dilihatnya Adell yang tengah tertidur pulas disofa berwarna biru kesukaannya.
Wajahnya yang terlihat polos saat tertidur membuat Erland terus ingin menatapnya,sedikit terlihat rasa lelah di garis wajah Adell kala itu.
"Dell," Panggil Erland lembut sambil berjongkok dibawah kursi membangunkan Adell.
"Dell,"Ulangnya.
Adell menggerakan badannya,namun ia tak juga membuka matanya,terlihat air mata mengalir diujung matanya.
"Adell kangen mamah,Adell mau mamah dulu,Adell benci sama mamah,"Igau Adell dengan suara seraknya.
Tanpa ia sadari air matanya tumpah dari matanya yang terlelap.
Erland yang menyadari hal itu segera mengusap air matanya dan mencoba membangunkan nya kembali.
"Dell,"Guncang Erland.
Adell terperanjat kaget mendengar seorang memanggil namanya,.
Ia mengucek matanya dan menetralkan pandangannya seketika melihat Erland disampingnya.
"Mas el,"
"Kamu nangis dell,"
"Eumm,,ngga,saya cuma kelilipan kayaknya,"Bohong Adell.
Jelas jelas Erland tahu semuanya.
Adell melirik jam ditangannya ia terperanjat melihat pukul berapa sekarang.
"Ya ampun sudah malam,saya harus pulang mas,maaf saya permisi,"Ucap Adell bersiap pulang.
"Jangan pulang sendiri malam malam begini"
"Tapi saya bawa mobil sendiri kok,"
"Saya antar,besok saya jemput,tidak ada penolakan,"Tegasnya.
"Haa..baik mas,"Ucap Adell pasrah.
Tak ada pembicaraan apapun dalam mobil,hingga akhirnya sampai pada pintu rumah Adell.
"Terima kasih mas mau anter saya pulang,"Ucap Adell.
"Adell...."Panggil seorang dari dalam rumah yang membuat Adell terpaku mematung.
mksih😘