Hidup mewah tidak menjanjikan seseorang akan bahagia, sama seperti yang di alami Ardin. Anak tunggal dari keluarga kaya, namun kurang mendapatkan kasih sayang.
Ketika ulang tahunya yang ke 23 tahun, orang tuanya malah mengatakan bahwa mereka sudah bercerai.
Setelah 6 bulan perceraian Papanya menikah lagi, sedangkan sang Mama tidak tahu di mana keberadaannya sekarang.
Banyak kejutan yang terjadi di kehidupan Ardin, hingga hari di mana dirinya dilamar oleh sahabatnya sendiri, rasa haru serta keterkejutan bercampur kala itu, moment yang sunggu tidak bisa di lupakan selama hidup.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harmilmil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Ardin menggeret Kevin menjauh dari tempat mereka berdiri tadi. Kevin hampir saja terjungkal karena terkejud tiba tiba lengan bajunya di tarik Ardin.
"Apa apaan sih Ar, main tarik tarik aja, baju gue kusut nih liat" dengan kesal Kevin bersungut sungut.
"Aku mau nanya sama kamu, itu tadi cowok gila yang berdiri di belakang ku itu, beneran kakak mu? " tampak terpampang wajah was was Ardin.
" Lah iya, guekan pernah cerita kalau gue punya kakak laki laki" jawab Kevin masih dengan bingung.
"Astaga, dunai memang sempit ya, huft" Ardin membuang nafas kuat, terlihat sekali bahwa dia sedang kesal.
"Kakak gue pernah buat salah sama lo? " Kevin semakin curiga dengan tingkat laku sahabatnya ini.
Bukannya menjawab Ardin malah meninggalkan Kevin sendiri. Terlihat sekali rasa kesal di wajah Kevin kali ini, padahal rasa keponya sudah membengkak, bukannya dapat info malah tambah penasaran, huftt Kevin membuang nafas dengan kasar.
Kevin PoV
Gue seketika terkejut saat Ardin tiba tiba menarik tangan ku menjauh dari tempat kami berdiri tadi, hampir saja gue terjungkal karena posisi berdiri ku kurang tegap.
Dia mempertanyakan perihal Kakak ku, aku semakin penasaran ada apa dengan mereka berdua, apa lagi terlihat jelas rasa kesal di wajah Ardin. Gue bertanya kenapa malah di tinggallin, untung sahabat, kalau kertas udah gue goreng, huft, sabar sabar.
Author PoV
Acara akan segera di mulai. Acara anniversay kedua orang tua Kevin, orang yang sudah di anggap orang tua kedua oleh Raina dan Ardin.
Keramaian orang orang di sana memenuhi seisi ruangan, rumah yang begitu luas bernuasa chat putih dengan koleksi beribu foto terpampang di dinding putih itu tak lupa ada wajah Raina, Ardin, Kevin berpose bertiga masih dengan backround masa Kuliah, pose dengan wajah sumringah bagai tanpa beban.
Acara hampir selesai para tamu yang datang sudah banyak yang pamit undur diri karena hari sudah memasuki acara inti khusus untuk keluarga. Jam menunjukkan pukul 3:00 sore, ternyata sudah 6 jam Ardin dan Raina berada di rumah orang tua Kevin.
"Mah, udah sore nih, numpang mandi ya, kamar mandinya di mana? " Raina menghampiri Mama Ani, yang masih berkerumun dengan para kerabat.
"Oh, itu sayang jalan lurus belok kanan ya" ucap Mama Ana lembut.
Raina melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuh.
"Loh Mah, kok berdiri terus sih, duduk nanti kram loh kakinya" Ardin menghampiri Mama Ana, karena dari tadi dia melihat Mama Ana sibuk dengan orang orang di sekitar tanpa ada duduk.
"Eh buk Ana ini istrinya Ardan ya, wahh cantik sekali, perduli lagi sama mertua, duh jadi pengen deh punya menantu kaya gini" celoteh salah satu ibu ibu.
"Ah bukan buk, saya sahabatnya Kevin, bukan menantu" kaget seketika karena di bilang anak menantu, padahal menikah saja belum, Ardin jadi kesal karena celoteh salah satu ibu tadi.
"Sudah sudah, kenapa jadi pada ngawur gini, liat nih anak saya jadi kesal mukanya" Mama Ana mencoba menghibur Ardin.
Waduh terlihat jelas ya kalau aku lagi bete, mampus. Umpat ku dalam hati.
Ardin meninggalkan Mama Ana yang masih berkecimpung dengan ibu ibu tadi. Padahal niat awal mendatangi Mama Ana untuk menanyakan keberadaan Raina, gara gara ibu ibu tadi sampai lupa.
Bersambung...............
🙏🙏
Saling dukung yuk
Mampir yuk ke novel ku
"TROUBLE QUEEN"
Dia bukan mafia, bukan juga pembunuh berdarah dingin. Namun membunuh adalah hal yang selalu ia lakukan pada orang-orang yang menurutnya pantas.
Dia bukan mafia yang memiliki kekuasaan di dunia bawah. Tapi dia memiliki kekuasaan atas dunia ini. Hanya saja ia tidak tahu takdirnya.
Banyak misteri dan teka-teki yang entah kapan akan terungkap. Dia adalah sebuah misteri. Hidupnya adalah teka-teki. Jalan pikirannya tidak bisa ditebak.
Penasaran?
Cus baca☺
ditunggu feedbacknya di karyaku "emak, aku pengen kawin". terimakasih