NovelToon NovelToon
Perjalanan Ke-Abadian.

Perjalanan Ke-Abadian.

Status: tamat
Genre:Action / TimeTravel / Reinkarnasi / Kultivasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:54.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Suja Andy

Novel ini adalah bentuk revisi dari novel awal yang berjudul My Journeu too Immortality yang terpaksa harus direvisi.



Kultivasi adalah jalanku

Meraih Kekuatan Keinginanku

Menembus Surga Impianku

Dengan Pedang di Tangan

Dengan Kekuatan milikku

Akan kugapai Surga

Kan Kuukir Legenda


Xi Suja, tuan muda kelima klan Xi yang terus saja sial. jalan keabadian yang dia tempuh sangat curam dan terjal, masalah datang terus-menerus bahkan sejak dia melewati kota pertama dalam pengembaraannya.

dengan bantuan para hewan kontraknya, dan keluarga serta teman-teman yang dia temui dalam perjalanan, dia mendaki gunung terjal demi meraih kekuatan.

.
.
.

jangan lupa berikan vote, komentar, like, share, dan ikuti perjalanannya yaa..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suja Andy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9 - Berburu. . . .

DUUUUUAAAAAAARRRRRRR……..!!!!!!

DRRRRRREEEEEEETTTTTTTT…………!!!!!!

Sebuah ledakan besar terdengar saat sekumpulan besar binatang iblis menginjak sebuah peledak C-4 di area jebakan, setelah ledakan itu terdengar juga suara rentetan senapan mesin besar 50 caliber yang meraung memuntahkan ratusan peluru.

Tak kurang dari 56 binatang iblis musnah saat ledakan besar itu terjadi diikuti juga dengan matinya binatang iblis yang lainnya, Suja saat ini tengah membantai 200 lebih binatang iblis tingkat satu dan dua binatang iblis tingkat tiga yang dia pancing ke area jebakannya.

KLEK…!!!!

KLEK…!!!!

KLEK…!!!!

"Ah pelurunya habis, kalau begitu mari kita bertarung jarak dekat…!!!!"

Saat peluru senapannya habis Suja mekesat menuju 50 binatang iblis yang tersisa dan menebaskan kedua katana di tangannya, satu-persatu bintang-binatang iblis tingkat satu terkena tebasan dan tewas di tempat sebagian lagi mendapatkan luka sayatan yang lebar di perut mereka.

"Hahaha…..!!!! Ayo serang aku…!!! Apa kalian hanya binatang yang tidak punya nyali…..!!!???"

Binatang-binatang iblis yang tersisa mundur ketakutan saat melihat kawanan mereka terbantai habis, saat itu juga Serigala berbulu merah yang merupakan satu dari dua binatang iblis tingkat tiga yang masih selamat maju menyerang Suja.

"GRRRRR……!!!! AAAAAAUUUUUUUUUUOOOOO….!!!!!"

"Hah….???!!! Aauuuooo…??? Ente kenapa ngelolong tikus besar…..???"

Oke, meskipun dia hanya binatang iblis tingkat tiga tapi sepertinya dia bisa mengerti perkataan Suja. Memang dia tidak mengerti dengan bahasa yang digunakan Suja, tapi sebagai binatang iblis dia tahu kalau dia baru saja diejek dan diremehkan.

"GRRRR…..!!!"

Serigala berbulu merah itu maju dan menyerang Suja dengan cakarnya yang tajam dan runcing, Suja menghindari cakaran itu dengan melompat ke samping sebelum membalas serangan dengan menebas ke leher serigala itu.

Adu serangan antara Suja dan serigala berbulu merah terjadi dengan sangat sengit, meskipun Suja unggul dalam medan tempur berupa hutan itu tapi serigala juga memiliki keunggulan di medan yang sama. Sesekali Suja menyerang serigala berbulu merah itu menggunakan energi Qi yang dialirkan ke kedua katana dan menebasnya, namun setiap serangan itu mampu dihindari si serigala berbulu merah dan membalas dengan cakar dan sapuan ekornya.

Setelah bertarung hampir satu jam stamina Suja mulai menurun meskipun tidak sampai 80 persen, sedangkan si serigala berbulu merah mulai ngos-ngosan dan hampir kehabisan energi.

"Heee, sepertinya kamu sudah kewalahan tikus besar. Maka menanglah aku hahahahaa……!!!!!!"

Dengan kegirangan Suja mengalirkan sebanyak mungkin Qi ke kedua katananya dan melesat mengincar leher serigala berbulu merah, serigala yang sudah kelelahan mencoba menghindar dengan melompat ke samping namun sudah terlambat, serangan Suja yang menggunakan dua katana menebas kaki depannya kemudian diikuti katana di tangan kanan yang menebas lehernya membuat kepalanya jatuh menggelinding.

Suja menyeringai lebar melihat serigala itu telah mati dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya, namun dia tidak sadar kalau para binatang iblis tingkat satu yang sebelumnya telah mengepung sekitaran area pertarungannya dengan serigala berbulu merah sudah menghilang.

Tak jauh dari tempat Suja berdiri dan jasad serigala berbulu merah itu, kawanan serigala berbulu merah lainnya tampak menatap Suja dengan tatapan marah, salah satu serigala berbulu merah tampak berbeda dari yang lainnya karena di atas kepalanya terdapat sebuah mahkota dari bulu-bulunya menandakan dialah pemimpin kawanan serigala itu.

"GGGGRRRRRRR……..!!!!!"

"EH…!!!!???"

Suja terperanjat saat sadar telah terkepung puluhan serigala berbulu merah lainnya, dan dia juga dapat merasakan ada setidaknya satu serigala yang jauh lebih kuat darinya dan juga serigala lainnya.

"Ah sial, kenapa mereka malah semakin banyak…!!!"

Dengan sisa Qi yang hanya sekitar dua puluh persen saja Suja melesat mencoba kabur sembari membunuh beberapa serigala yang mencoba menghalanginya, serigala-serigala yang masih hidup dan melihat kematian kawanannya semakin buas dan mengejar Suja dengan cepat.

Suja semakin mempercepat larinya sampai pada akhirnya dia mencapai sebuah tebing yang entah berada di mana, di bawah tebing itu terhampar lautan yang sangat luas di pandangan mata membuatnya merasa putus asa.

Sebenarnya jika saja dia mampu mengeluarkan potensi dari Tulang Naga Emas yang dia miliki maka sudah pasti Suja mampu mengalahkan mereka bahkan pemimpin serigala berbulu merah itu bukanlah tandingannya, namun karena pada dasarnya dia hanya memikirkan bagaimana cara untuk bertahan hidup membuatnya melupakan semua pencapaiannya bahkan Qi saja baru dia ingat memilikinya beberapa saat yang lalu.

"Hah hah hah, sudah tidak ada jalan lain lagi untuk kabur. Sepertinya aku harus mencoba menggunakan jurus Auman Singa, semoga saja aku masih bisa selamat setelah ini."

Suja dengan cepat mengambil nafas panjang dan bersiap mengeluarkan jurusnya saat melihat kawanan serigala berbulu merah yang sudah semakin dekat dengannya, saat merasa musuhnya sudah semakin mendekat Suja mulai mengeluarkan jurusnya.

"Teknik Langkah Singa : Jurus Auman Singa….!!!!!"

GGGGGRRRRROOOOOOOOOOAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR…………..!!!!!!!!!!!!

Raungan yang sangat keras dan panjang karena disertai Qi yang cukup besar bergema keras menimbulkan gejolak angin yang sangat besar menghantam kawanan serigala berbulu merah, kawanan serigala yang tidak menyangka akan mendapatkan serangan saat buruannya telah terjebak berjatuhan satu-persatu dalam keadaan terluka parah dan sebagian besar langsung mati menyisakan yang terluka termasuk pemimpin kawanan serigala yang mengalami luka dalam yang parah.

Dengan kesempatan yang terbuka lebar itu Suja mulai menyerang satu-persatu serigala berbulu merah yang tersisa, kawanan serigala yang masih hidup dan terluka hanya bisa menatap Suja dengan penuh kebencian dan pasrah saat kematian menjemput mereka, kondisi ini berlangsung beberapa kali sementara Suja yang tengah membantai serigala-serigala itu tidak mengetahui kebencian yang dirasakan kawanan serigala padanya.

Lima belas menit kemudian Suja sudah membunuh semua serigala tersisa kecuali pemimpinnya, Suja sengaja menjadikannya sasaran terakhir karena dia ingin mengambil kulitnya secara utuh untuk membuat pakaian, dengan langkah yang terlihat sangat santai Suja memainkan kedua katana sembari menatap pemimpin kawanan serigala berbulu merah yang menatapnya penuh kebencian.

"Hmm? Tidak terima aku membunuh semua kawananmu? Yah maaf saja ya, tapi aku harus bertahan hidup."

SRETTT….!!!!

Dengan satu tebasan katana membuat kepala pemimpin kawanan serigala itu mati dengan mata nyalang penuh kebencian, Suja dengan hati yang riang mulai menguliti semua mayat serigala yang dia bunuh dan tidak lupa mengambil dagingnya karena daging binatang iblis sangat berguna untuk meningkatkan kualitas tulang dan masih banyak lagi.

Suja dengan menggunakan tali yang dia miliki mengikat semua daging yang dia dapatkan dan menyatukannya sebelum memanggulnya, merasa daging yang didapat sudah banyak Suja berjalan menuju ke arah sebuah gua di tempatnya menjebak gerombolan binatang iblis tadi.

Saat sampai di gua yang dia tinggali selama dua bulan ini, Suja juga membuat ranjang sederhana serta perabotan lainnya menggunakan pohon-pohon yang dia bentuk menggunakan kekuatannya.

Di dalam gua itu terdapat lima lemari yang cukup besar yang berisi banyak macam barang, dua lemari berisi berbagai macam pistol dan senapan serbu serta senapan runduk maupun senjata berat seperti RPG-7.

Dua lemari lainnya berisi banyak buku-buku ilmu pengetahuan dari Bumi dan buku yang berisi informasi banyak hal di dunianya saat ini, dan lemari yang tersisa berisi pakaian miliknya.

"Baiklah, buruan hari ini sepertinya cukup untuk beberapa hari. Sekarang aku harus fokus meningkatkan kekuatanku, entah sudah berapa lama aku berada di sini tapi yang pasti aku harus menguasai banyak ilmu sebelum bisa keluar. Dan juga sepertinya aku masih lama terjebak di sini sebelum bisa keluar, untung saja banyak buku di sini jadi aku tidak akan bosan….."

Hari itu Suja tertidur dengan sangat nyenyak sekali mengabaikan bagaimana posisinya, sementara di dunia nyata seorang anak gadis tengah linglung karena tidak menemukan keberadaannya selama sebulan lebih membuatnya merindukan sosok Suja.

Siapakah anak gadis itu…??? 

Ane juga penasaran, hehehehehe……

1
Mata rantai Kebencian
mengadopsi teknik budidaya immortal kelas primer yang dilemahkan banyak tingkat.

1.pemurnian qi
2.pembentukan tubuh
3.inti emas
4.jiwa baru lahir.
5.formasi jiwa
......

2 tingkat pertama tentang traformasi tubuh, sedangkan 3 tingkat terakhir tentang Trang jiwa,dalam teknik budidaya immortal kelas primer traformasi jiwa disebut sebagai traformasi essence soul atau esensi jiwa.

aku suka deskripsi kultivasi nya, gabungan antara budidaya immortal (jiwa) dan martial(gerbang).

baru kali ketemu novel sperti ini.apakah novel author berhubungan dengan novel legenda pendekar naga?heavensal,dari dunia Xiao Chen sama dengan heavensal dinovel ini?
Abi
Biasa
Abi
Buruk
Jago Ternak
lanjut thorr
Jago Ternak
lanjut pantang kendor
Jago Ternak
kalau bagianntulang ini cpatbsayanpaham soalnya udah baca 3 kalai legenda pendekar naga xio chen lnjut
sehzade_nur
ga jelas
Tobing AR
mtap
Hero Rohayadi
aneh gk da yg baca apa
Hero Rohayadi
pada kemana komen nya
Hero Rohayadi
yoss
Hero Rohayadi
ciyus
DEWA SEMESTA
up
Supi Handoko
kebanyakan narasi boss...anda tuh author, bukan narator...!!?😜🤪😝
Supi Handoko
ini seh bukan refisi thor, tp cerita baru...krn tokoh mopun alur cerita benar² b'beda dg cerita sebelum'a...dah dua kali alur ceritamu mentah ditengah jalan...gw bener² kecewa thor...!!?😪🥵🥺😡🤬
April Nando
bro novel pertama ceritanya di tengah hutan ehh balik ke lahiran kan ga nyambung banget tuh
煙草×Sebatss🚬
Lanjuttt
Nulamal
semangat thor, lanjutkan.

owh ya aku juga buat novel, kembalinya sang legenda, dibaca ya🙏
Ahmad Solikin
Thor kebanyakan minum Pill tidur .. ga update .. payah
Mungka
hadirrr!! semangat terus berkaryaa

salam dari Kasturia : Kisah Abyad Dari Anhala.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!