hai,,,,hai,,,author datang lagi menyapa dengan karya yang kelima, maaf jika masih banyak terdapat typo-typo.
Gimana ceritanya jika gadis yang dijodohkan denganmu merupakan salah satu mahasiswi di kampusmu dan ternyata gadis yang selama ini menghuni hatimu??? apakah gadis tersebut juga akan mencintaimu???akankah berakhir bahagia ????
penasaran????yuk ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin MangaToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi penulis, tidak mewakili MangaToon sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9
selamat menikmati 💖💖💖
Setelah tiba diruangannya, Gladis langsung dicecar pertanyaan oleh Linda yang sejak tadi menunggunya, kedua rekannya yang lain hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Linda yang sangat kepo dan agresif menurut mereka.
"Kata pak Rendy, kamu dipanggil oleh oak direktur ya,,,,ada apa tumben beliau ada keperluan pada orang sepertimu.". tanya Linda sekaligus merendahkan
"Maksud mbak Linda apa,,,". balik tanya Gladis mulai jengah dengan sikap Linda
"Apa kurang jelas???kamu tuh hanya karyawan biasa yang kebetulan dipercayakan untuk membuat laporan keuangan, kuharap kamu tau posisimu ". kata Linda dengan angkuh
"Maaf mbak,,,aku gak bisa menjawab pertanyaan mbak tapi jika jawabanku kurang memuaskan lebih baik mbak Linda bertanya langsung sama pak direktur ". balas Gladis tak bersemangat
"Dasar gadis kalangan bawah ". umpat Linda tapi masih terdengar oleh yang lain
Gladis hanya tersenyum mendengar umpatan Linda, baginya tak masalah jika orang beranggapan seperti itu toh tidak merugikan dirinya juga. Sementara Tiwi dan Lina hanya saling melempar pandangan prihatin dengan sikap Linda yang sok kaya.
Waktu menunjukkan jam pulang kantor, karyawan sudah mulai meninggalkan kantor begitu pun dengan Gladis yang bergegas menuju parkiran tanpa memperhatikan jalan karena berjalan sambil mencari ponselnya didalam tas yang sejak tadi berbunyi
Brukkkkk
"Maaf,,,,maaf,,, aku yang salah " kata Gladis sambil meringis karena jidatnya terasa sakit
"Makanya kalo jalan jangan sambil membongkar tas ". balas suara yang mulai akrab ditelinganya
"Maaf pak, permisi,,,," kata Gladis segera meninggalkan Khalil dan menuju mobilnya
"Wah,,,mobil baru ya, Dis,,,,dapat undian darimana kok bisa beli mobil mewah seperti ini, atau jangan-jangan hasil jal**g ya ". kata Linda melihat mobil Gladis yang dibelikan oleh ayahnya sebagai hadiah kelulusannya.
"Mbak Linda kalo ngomong tolong mulutnya dikondisikan, ya,,,jangan asal menuduh ". balas Gladis masih berusaha sabar
Khalil yang juga tiba diparkiran mendengar ucapan Linda akan tetapi tetap diam ingin tau bagaiman Gladis membela diri.
"Lalu darimana kamu bisa beli mobil seperti ini jika bukan hasil jal**g, kalo hanya mengandalkan gaji, gak mungkin kamu bisa punya mobil seperti ini ". kata Linda yakin dengan tuduhannya
"Maaf mbak, aku buru-buru gak ada waktu meladeni mbak Linda yang cantik dan Kaya ". balas Gladis memberi tekanan pada kata kaya.
Kemudian Gladis masuk kedalam mobilnya dan sengaja menginjak gasnya sambil menginjak remnya di depan Linda, Khalil yang melihat kelakuan Gladis yang sengaja mengejek Linda lagi-lagi tersenyum membuat Linda salah mengartikan senyum Khalil.
"Selamat sore pak,,,," sapa Linda dengan suara manja
"Sore,,,,". balas Khalil terus berjalan masuk ke mobilnya tanpa melihat kearah Linda
Linda tersenyum bahagia karena salamnya dibalas oleh Khalil, perasaannya berbunga-bunga melebihi jika mendapat hadiah uang milyaran. Lebay kan??? author serasa ingin muntah.
Setelah beberapa menit perjalanan, Gladis tiba di kafenya dan langsung disambut oleh Serena yang sudah sejak tadi menunggunya.
Serena tau betul kemana Gladis setelah pulang kantor. Makanya Serena langsung mendatangi kafe Gladis.
"Dis,,,,aku bener-bener minta maaf, bukan maksudku membohongimu ". kata Serena sambil memeluk Gladis
"Kita bicara diruanganku, Rena,,,,". balas Gladis terus berjalan
"Dis,,,,aku gak bisa tenang kalo kamu mendiamiku seperti ini, dengarkan dulu penjelasanku ". kata Serena memelas
Gladis yang sangat sayang pada Serena tak bisa menahan senyumnya melihat ekspresi Serena yang sangat lucu dan imut menurutnya.
"Udahlah, Rena,,,,gak usah dibahas lagi hanya akan semakin membuatku kesal padamu ". balas Gladis
"Jadi kamu gak marah lagi ???" tanya Serena dengan wajah polosnya
"Aku gak bisa marah padamu, kamu adalah sahabat terbaikku sejak dulu". jawab Gladis memeluk Serena
"Hanya sahabat terbaik ???" kata Serena tersenyum penuh arti
"Ya sahabat terbaik,.memangnya apa lagi???" tanya Gladis tak mengerti
"Ck,,,.udahlah,,,,kamu memang gak ada peka-pekanya " jawab Serena malas.
Sementara itu dirumah Sanjaya, ketika Khalil tiba dirumah langsung mencari papanya diruang kerja dan kemudian terlibat pembicaraan berbagai hal
"Boy,,,,Minggu ini proyek yang kita bahas tadi akan dimulai, papa ingin kamu yang menangani langsung ". kata pak Sanjaya setelah Khalil duduk di sofa
"Pa,,,,setidaknya biarkan aku dekat dengan Gladis, kalo aku langsung kelapangan bakalan susah bersama Gladis belum lagi tugasku sebagai dekan, akan sangat repot pa,,, ". balas Khalil berterus terang
"Papa sudah atur semuanya, boy,,,,yang akan mendampingi kamu dilapangan adalah Gladis disamping bagian proyek tentunya ". kata pak Sanjaya membuat Khalil seketika bersemangat
"Bener pa??? papa memang yang terbaik,,,terima kasih pa.". balas Khalil dengan wajah gembira bagaikan anak kecil yang diberikan permen
"Tapi satu pesan papa, kamu jangan pernah menyalahkan Gladis mengatakan tidak bisa bekerjasama dengannya karena jika hal itu kamu lakukan, maka sesuai perjanjian papa dengannya dia akan langsung resign dari perusahaan kita ". kata pak Sanjaya mengingatkan
"Baik pa,,,,aku akan berusaha membuat Gladis jatuh cinta padaku ". balas Khalil dengan percaya diri.
"Oh ya,,,ada apa kamu mencari papa, sampai-sampai belum ganti baju". tanya pak Sanjaya merasa aneh
"Aku hanya mau tanya karyawan kita yang bernama Linda kalo gak salah dengar tadi ". kata Khalil mengingat Gladis menyebut nama Linda
"Ada apa dengannya, dia anak kepala cabang kita di Sulawesi dan satu divisi dengan Gladis.". balas pak Sanjaya yang memang tau jelas divisi Linda karena bekerja atas rekomendasi pak Sanjaya sendiri.
"Tadi aku dengar Linda berbicara dengan meremehkan Gladis sampai mengatakan Gladis jal**g karena Gladis memakai mobil mewahnya ". kata Khalil mengadukan sikap Linda
"Besok akan papa suruh Joko menegurnya " balas pak Sanjaya kesal
"Sebaiknya ditegur ketika sedang meremehkan Gladis pa, jangan sampai Linda menuduh Gladis yang mengadu pada papa ". kata Khalil memberi saran
"Baiklah,,,,makanya papa ingin secepatnya kalian menikah agar papa dan mama juga bisa tenang ". balas pak Sanjaya
"Aku juga pinginnya seperti itu pa, tapi gimana dengan perasaan Gladis, aku gak mau memaksakan pa, yang ada nantinya Gladis membenciku.". kata Khalil menerawang
"Papa bisa bicarakan dengan Manaf, gimana caranya agar kalian menikah tanpa memaksa Gladis, papa rasa Manaf lebih tau putrinya ". balas pak Sanjaya
"Terima kasih pa,,,,papa betul-betul yang terbaik, mengerti dan tau dengan keinginan anak-anaknya". kata Khalil senang
"Sekarang kamu ganti baju dan persiapkan dirimu untuk terjun langsung pada proyek kita, dan jangan lupa manfaatkan waktu yang papa berikan untuk membuat Gladis jatuh cinta hanya padamu ". kata pak Sanjaya mengingatkan.
"Siap bos ". balas Khalil memberi hormat seperti tentara.
Kemudian Khalil keluar dari ruang kerja pak Sanjaya dengan perasaan bahagia karena ternyata papanya sudah memperhitungkan semuanya dengan baik.
Khalil sangat bersyukur memiliki orang tua seperti papa dan mamanya yang selalu mendukungnya.
Semoga saja Khalil dapat memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Rasanya Tuhan terlalu sayang pada Khalil yang memiliki segalanya.
...🌾🌾🌾🌾🌾...
Alhamdulillah selesai juga up_nya meskipun dini hari baru bisa dipublishkan
jaga selalu kesehatan karena gelombang kedua Covid 19 katanya lebih ganas lagi. jangan keluar rumah jika tidak penting dan selalu jaga jarak, pakai masker dan sering cuci tangan
jangan lupa juga dukungannya selalu 🙏🙏
salam.hangat dari author