Jangan lewatkan juga "DITAKDIRKAN MENCINTAIMU" dan "NGUMBARA CINTA"
Mengandung adegan dewasa 21+ jadi bijaklah dalam membaca.
Seorang dokter cantik bernama Ziya Almahiyra yang harus membayar hutang ayahnya dengan menjadi pembantu dirumah Aditya Dewa Bagaskoro tanpa gaji sedikitpun selama satu tahun.
Lalu bagaimana dengan cita citanya yang ingin mendirikan klinik sendiri,untuk menolong sesama, meringankan rasa sakit yang diderita pasien?
Ayahnya yang bangkrut karna hutang menggunung.Membuat sang ayah mengidap sakit jantung.Sang kakak bernama Nabila Sahara yang selalu pergi ke klub bersama teman temannya seperti tidak mau tau akan keadaan yang menimpa keluarga, adalah persoalan rumit bagaikan benang kusut yang tak mampu Ziya uraikan.
Aditya Dewa Bagaskoro menikahi Ziya. Kebahagiaan pun menghampiri keduanya. Namun apa jadinya jika ternyata ibunya tidak menyetujui pernikahan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
duo cupid
"Hari inikan harusnya aku libur, ngapain dia panggil coba" Merasa waktunya terganggu.
"Udah sana temui dulu, kali aja tuan muda dapet hidayah terus mau taubat jadi minta maaf padamu" Lisa berucap sambil terkikik.
"Pasti langsung gempa bumi jika itu terjadi haha"
Ziya pun berlalu menuju halaman tempat yang diberitahukan oleh Lisa. Disana juga ada Syita dan Winda. Sedangkan Aditya nampak sibuk menanam bunga dalam pot. Ada beberapa bunga anggrek dan mawar yang sepertinya baru ditanam.
Ziya baru kali ini memperhatikan taman belakang yang banyak sekali bunga yang tersusun rapi.
"Owhh ini gadisnya! pantesan aku liat dia dijemput sama Diki ya" Winda dengan suara cempreng nya Aditya dan Syita menutup telinga. Syita mengerjapkan mata.
Keras banget suaranya nih cewek. batin Ziya.
"Kak Winda katanya mau belajar bersuara halus kenapa masih aja ngegas sehh, pengeng inih telinga" Syita protes.
"Iya maaf" lebih rendah dari yang sebelumnya.
"Kak Ziya kenalkan ini Winda temen kak Aditya dari kecil" Syita memperkenalkan.
Mereka berdua pun berjabat tangan dengan menyebut nama.
"Baiklah, kapan nih kita pergi shopping" Winda bertanya.
"Bentar lagi ini udah mau selesai" Aditya yang berucap.
"Yah masih lama dong kak" Syita duduk di bangku taman.
"Makannya bantuin"
"Ogah! Winda dan Syita bareng.
"Sini aku bantuin" tanpa aba aba Ziya langsung ikut menanam bunga sesuai arahan dari Aditya. Mereka berdua nampak kompak dalam hal ini.
"Apa kau menyukai bunga" Ziya tak tahan dengan keponya pun bertanya.
"iya!" jawaban yang pelit
"Sejak kapan?"
"Dari kecil!"
"Apa yang membuat mu menyukai bunga? tak biasanya pria menyukai bunga"
"Aku menyukai tanaman bukan hanya bunga"
"Iya maksud ku biasa...!"
"Udah diam cerewet banget seh!"
Nyebelin banget seh nih cowok ditanya gitu aja nggak mau jawab.
Sedangkan di bangku kedua orang saling bisik berbisik.
"Syita, sepertinya pembantumu yang berbeda dari yang lain deh"
"Dia yang menolong ku waktu kecelakaan"
"What!"
"Pelan pelan dong kak!" Syita memegang telinganya reflek menjauh dari Winda. Ziya dan Aditya pun menoleh.
"Sory sory silahkan lanjutin lagi kalian" ditujukan pada Ziya dan Aditya.
Winda pun mendekat lagi ke Syita dengan volume kecil. Dia bertanya mengenai Ziya. Syita pun menceritakan semua yang dia tahu tentang Ziya mulai dari saat menolong nya. Tapi Syita tidak menceritakan perihal utang piutang karna orang tuanya pun tidak tau mengenai itu.
Syita hanya menceritakan bahwa sambil menunggu panggilan kerja Ziya akan bekerja di rumahnya sebagai pembantu.
"Tapi dia kan seorang dokter kenapa Aditya tidak merekomendasikan saja bekerja dirumah sakit milik keluarga kalian?" Winda merasa aneh dengan cerita Syita dia merasa Syita menutupi sesuatu darinya.
"Emmh! itu karena... permintaan kak Ziya!" Winda menautkan kedua alisnya.
"Tapi...!" Winda masih menyorotkan rasa penasaran.
Akhirnya Syita pun menceritakan semuanya."Kak janji ya jangan sampai ada yang tahu tentang hal ini"
Syita merasa bersalah karna menghianati kakaknya. Tapi dia juga tahu selama ini Winda selalu bisa jaga rahasia walaupun nada bicara nya kadang kadang seperti pendemo beraksi.
"Oke!
"Janji lho ya"
"Iya...!
"Apakah tante Maya dan om Denny memang tidak tau kalau Ziya seorang dokter?"
"Belum tau, papa dan mama kan akhir akhir ini sering keluar kota dan jalan jalan keluar Negeri setelah perusahaan dipegang oleh kak Aditya. Dan kebetulan kemarin papa dan mama juga pergi ke Singapura. Selain itu, ada pembantu kami yang out juga jadi ya mama papa nggak curiga"
"Kalau aku lihat, Aditya memiliki perasaan khusus terhadap Ziya" Setelah berdiam beberapa lama Winda membuka percakapan lagi.
"Aku rasa begitu, tapi kak Aditya selalu menutupinya" Syita menjawab sambil membidik fto kearah Ziya dan Aditya.
"Mereka berdua cocok lho, aku lebih setuju Aditya bersama Ziya daripada Aditya masih mengingat perempuan itu" Winda menutup mulutnya dengan tangan karna keceplosan.
"Apakah kak Aditya pernah punya kekasih?"
"Eng...gaaaaak!"
"Kan gantian kakak yang simpen rahasia nggak adil ih"
"Kak Windaaa?"
Langsung saja Winda menutup mulut Syita.
"Sebenarnya bukan kekasih, tapi udah pacar orang. Dia selalu curi kesempatan untuk selalu deket sama Aditya biasakan cewek gatel".
"Owhh si Raisa"
"Itu kamu tau" Winda manyun.
"Sepupunya juga suka sama kak Aditya" Winda terpengarah tak percaya.
"Kau juga tau itu" Winda melebarkan matanya.
"Apapun tentang kak Aditya aku tau semuanya!"
"Lha ngapain tadi nanya...! Winda pun jengah.
"Ya kali aja ada yang baru"
"Tapi ini lihat deh" Winda menunjukkan sebuah foto pada Syita.
"Marina kembali ke Indonesia" membaca sebuah status dalam FB milik Winda. Terpampang pula sebuah foto seorang perempuan cantik di bandara.
"Wahhh nanti malam akan lebih seru inih!"
"Bagaimana kalau kak Aditya masih suka sama Marina ya!" Syita nampak cemberut.
"Kita harus jadi duo cupid untuk Ziya dan Aditya"
"Yup aku juga punya rencana yang sama dengan mu"
Syita dan Winda telah sepakat untuk menjodohkan Ziya dan Aditya. Sedangkan yang dijodohkan masih sibuk menanam bunga sambil mengobrol layaknya teman.
"Aku menyukai semua tanaman, tapi aku lebih suka bunga setelah aku mendapatkan sebuah bunga dari seseorang" Aditya tiba tiba bercerita tanpa Ziya minta.
"Bunga apa itu"
"Bunga anggrek, waktu kecil aku ikut papa dan mama berkunjung ke desa. Lalu kami singgah di rumah seorang perempuan dan anak kecil. Disana kulihat berbagai bunga dan tanaman nampak indah sekali. Hingga aku menyukai satu bunga anggrek berwarna putih, dia bilang namanya anggrek bulan"
"Lalu!"
"Aku langsung tertarik setelah melihat anggrek itu, Puspa pesona yang sangat memikat, cantik dan harum. Lalu anaknya memberiku satu pot bunga anggrek"
"Anaknya?"
"Iya, tapi aku lupa namanya. Tapi seingatku umurnya lebih tua dariku"
"Apa kau pernah kesana lagi?"
"Pernah, tapi kami tak menemukan mereka. Menurut info yang kami dapat mereka sudah pindah ke kota. Setelah itu aku tidak tau lagi kabarnya"
"Apakah mereka saudara mu?"
"Aku tidak tau!" Ziya mengernyit dengar jawaban Aditya.
"Ziya!"
"Ya! Ziya masih sibuk dengan pot bunga.
"Nanti malam ikut aku!" Aditya berkata pendek dan datar.
"Kemana? dan ngapain?"
"Ikut saja apa susahnya sehh! pakai nanya lagi" Aditya bingung bagaimana cara menyampaikan maksudnya.
"Ya siapa tau ngajak begal orang, tentu saja aku tidak mau"
"Hai nona, aku sudah kaya ngapain harus begal segala"
"Iya tau, makannya kalau ajak orang yang jelas kemana gitu dan ngapain? biar aku bisa pertimbangkan mau apa nggak"
"Ikut aku ke acara reuni ntar malem"
"Ogah ah! aku nggak kenal yang ada disana".
"Maka dari itu, aku ajak kamu, aku mau kamu jadi pacar pura pura saya dalam satu malam ini"
"Nggak ah! saya tidak tau caranya pacaran" Jawab Ziya polos.
"Yang ngajak pacaran beneran siapa? kita hanya pura pura jangan ge er kamu!"
*Ya aku hanya pembantu yang tak layak menjadi pasangan siapapun apalagi seorang Bagaskoro.
Kenapa aku menyesal mengatakan itu ya. batin Aditya*.
"Aku akan menggajimu sebesar 10jt jika drama ini berhasil bagaimana?"
Sebenarnya lumayan juga sehh bisa untuk modal usaha online ku
"Emmh bisakah aku pikirkan dahulu!"
"Tidak, apakah kau lupa, kau sudah menyetujui untuk melakukan semua yang aku perintahkan. Atau aku akan menggugat ayahmu" Aditya melancarkan jurus ancaman nya.
"Iya ya baiklah aku mau"
"Good girl"
"Cepat sana bersih bersih kita harus cari gaun yang pas untukmu"
**Bersambung....
Happy readers emmmuach**
ending yang membanggongkan