NovelToon NovelToon
My Rude Ice Queen

My Rude Ice Queen

Status: sedang berlangsung
Genre:Playboy / Cinta pada Pandangan Pertama / Persahabatan
Popularitas:358
Nilai: 5
Nama Author: Xereaa

Hanya sebuah kisah tentang seorang remaja laki-laki bernama Jasver Alistair yang akhirnya merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta untuk pertama kali setelah enam belas tahun hidup di dunia. Di sekolah, Jasver dikenal sebagai playboy kelas kakap. Bukan karena ia gemar mengejar perempuan, melainkan karena setiap gadis yang menyatakan perasaan kepadanya selalu ia terima tanpa banyak berpikir. Hidupnya berjalan baik-baik saja hingga suatu hari ia bertemu dengan seorang gadis dari sekolah yang sama. Gadis itu menatap Jasver seolah sedang melihat sesuatu yang sangat menjijikkan. Sejak pertemuan yang tidak disengaja itu, takdir seakan terus mempertemukan mereka. Dan tanpa Jasver sadari, gadis yang selalu memasang wajah dingin itu perlahan menjadi alasan mengapa seorang playboy kelas kakap akhirnya mengenal arti cinta untuk pertama kalinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xereaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

Selesai bimbingan di Bimbel Aksara, Jasver berpisah dengan Ren, Bumi, dan Farah di depan gerbang bimbel. Malam makin larut, membawa embun dingin yang menempel di helm saat Jasver menuntun motor matic-nya ke jalan raya.

​Lampu-lampu jalanan kota meluncur cepat di sampingnya. Di balik kaca helm yang tertutup rapat, pikiran Jasver tidak bisa tenang. Deru mesin motor seolah mengiringi kaset ulang di kepalanya: tawa Aery saat Bumi mengajarinya passing di gedung olahraga, cara Aery membalas sapaan khusus untuk Bumi dengan senyum manisnya di depan loker, sampai cerita Farah kalau Aery itu cewek pintar dari lahir.

​"Beda banget ya..." gumam Jasver pelan dari balik helm.

​Jasver terkekeh sumbang pada dirinya sendiri. Dulu, waktu masih bersama Clara, yang dipikirkan Jasver hanya gengsi, belanja, atau sekadar gaya-gayaan agar dibilang couple goals. Tapi Aery... cewek itu sama sekali berbeda. Aery tidak silau dengan tampang Jasver, tidak peduli dengan statusnya, dan justru itu yang membuat Jasver diam-diam kepikiran setengah mati.

Tapi ya kali, batin Jasver membuang napas berat. Cewek pinter dan anggun kayak Aery, mah, cocoknya sama cowok berwibawa kayak Bumi. Bukan cowok konyol yang sukanya bikin kehebohan kayak gue.

​Beberapa menit kemudian, Jasver membelokkan motornya memasuki gerbang sebuah rumah berlantai dua dengan arsitektur modern minimalis. Rumah itu megah, tapi gelap di beberapa sudut.

Pintu pagar besi berderit pelan saat Jasver membukanya. Begitu memarkirkan motor di garasi dan melangkah masuk melalui pintu depan, yang menyambutnya hanya keheningan yang dingin dan aroma pengharum ruangan otomatis.

​"Gue pulang," ucap Jasver pelan ke arah ruang tengah.

Tidak ada jawaban. Hanya suara denting jam dinding dan desis halus kulkas besar di dapur. Orang tua Jasver sibuk dengan urusan pekerjaan masing-masing dan sering pulang larut malam, sementara kakak perempuannya yang kuliah di luar kota hanya sesekali pulang. Rumah ini selalu terasa terlalu luas untuk Jasver sendirian.

​Jasver melepas sepatunya, lalu berjalan menaiki tangga menuju kamarnya di lantai dua. Remaja cowok itu membuka pintu kamar, melempar tasnya asal ke atas sofa kecil, lalu menjatuhkan tubuhnya terlentang di atas kasur king size-nya. Suara mesin AC berdesing pelan, menemani hening yang mendadak terasa makin pekat.

Jasver menatap langit-langit kamarnya yang dipasangi lampu hias redup. Dirinya mengangkat satu tangannya ke udara, menatap jemarinya sendiri.

​Ia mengingat kembali momen-momen kecil belakangan ini. Momen saat Aery menatapnya dingin gara-gara masalah salah rangkul dulu, sampai momen tadi sore di kelas X-A saat Aery menunduk fokus belajar. Senyum tulus Aery yang mekar khusus untuk Bumi saat itu terus terbayang-bayang.

Jasver merogoh saku celananya, mengambil ponselnya yang bergetar pelan. Sebuah pesan grup "Trio Curut + Duo Srikandi" masuk.

​Farah: @Jasver oi bego, pr mtk no 4 tadi jalannya gimana? Gue lupa nyatet pas di tempat les.

Ren: Tanya Bumi lah, nanya Jasver mah malah dapet resep es teh wkwk.

​Jasver: Sembarangan lo! Gue tau ya, itu tinggal pakai rumus fungsi yang dikasih Bumi tadi!

Jasver menyunggingkan senyum tipis. Jemarinya lalu bergulir pelan ke daftar anggota grup, menghentikan ibu jarinya tepat di foto profil Aery yang bergambar hewan bernama otter atau berang-berang yang sedang mengigit boneka ikan.

​Cowok itu menatap foto profil itu beberapa detik. Ada rasa tertarik yang hangat, tapi buru-buru dihantam oleh rasa "tau diri" yang besar.

Jasver menghembuskan napas panjang, lalu mematikan layar ponselnya dan meletakkannya di nakas. Ia memiringkan tubuhnya, menatap ke balik jendela kamar yang menampilkan kelap-kelip lampu kota dari kejauhan.

​Gue harus sadar diri, bisik Jasver dalam hati, menegaskan keputusan yang dibuatnya sendiri. Aery itu sukanya sama Bumi. Bumi juga cowok baik dan pinter. Gue... cukup jadi temen konyol yang tau diri aja.

​Di dalam kamar mewah yang sepi itu, Jasver memejamkan matanya, membiarkan rasa tertarik yang baru tumbuh itu terkunci rapat-rapat sebagai rahasia kecilnya sendiri.

♧♧♧

Keesokan harinya saat bel istirahat pertama berbunyi, koridor lantai dua seperti biasa dipenuhi murid-murid yang berhamburan menuju kantin.

​Aery berjalan terburu-buru keluar dari kelas X-A sambil menunduk menatap layar ponselnya. Kedua telinganya sudah tersumbat sepasang TWS berwarna putih mulus favoritnya. Karena terlalu fokus mencari judul lagu, langkah Aery kurang memperhatikan jalan.

​Dari arah berlawanan, Jasver yang baru keluar dari kelas X-E juga sedang berjalan agak cepat sambil memegang botol minuman. Dia juga terbiasa menyumbat kedua telinganya dengan TWS berwarna putih mulus dengan case yang bentuknya identik.

BRUKKK!!!

​"Aww!" ringis Aery pelan, badannya agak terhuyung ke belakang.

​"Eh! Sorry, sorry, gue ngga sengaja!" seru Jasver refleks menahan lengan Aery agar cewek itu tidak jatuh.

Saking kerasnya benturan tadi, sepasang TWS di telinga Aery dan sepasang TWS di telinga Jasver semuanya terlepas dan terpental ke lantai koridor. Empat biji TWS warna putih itu tergeletak acak di lantai.

​"Sorry, Ver, aku ngga lihat jalan tadi," ucap Aery sambil buru-buru berjongkok untuk mengambil TWS yang berserakan.

"​Gue yang salah, Ry. Sorry banget," balas Jasver cepat. Cowok itu ikutan jongkok untuk memungut barangnya yang jatuh.

Karena panik dan sama-sama canggung, Aery asal menyambar sepasang TWS di lantai, Jasver memungut sepasang sisanya. Tanpa sadar, karena merk, tipe, dan warna putihnya identik, sepasang TWS milik Jasver terambil Aery, dan milik Aery terambil Jasver.

Mereka berdua langsung berbalik arah. Aery melangkah ke arah perpustakaan, sementara Jasver berjalan menuju kantin. Sambil jalan, keduanya sama-sama menyumbatkan sepasang TWS itu ke telinga masing-masing dan menekan tombol play.

Di telinga Jasver, meluncur vokal dark dan nada berat yang super badass.

​Mama, I'm in love with a criminal~

And this type of love isn't rational, it's physical...

Sementara di telinga Aery, irama pop energik khas girl band yang sedang hits langsung memenuhi indra pendengarannya.

I'm begging you (hey)

Hands off, Gabriela, Gabriela

Hands off, Gabriela-la-la, la-la-la-la

Langkah keduanya terhenti seketika. ​Jasver mematung di tengah koridor, sementara Aery mematung di depan pintu perpus. ​Dalam hitungan detik, keduanya langsung sadar. Mereka membeku, lalu perlahan mereka memutar badan secara serentak.

Dari jarak sepuluh meter, mata mereka saling bertatapan. Suasana koridor mendadak terasa makin hening dan super canggung. Jasver masih memegang kedua telinganya, sementara Aery menutup mulutnya karena kaget.

​Aery yang pertama kali melangkah mendekat sambil memandangi Jasver dengan tatapan tak percaya. Remaja cowok itu juga ikut melangkah maju dengan wajah yang mendadak memerah menahan malu.

​"Ver..." panggil Aery saat mereka sudah berdiri berhadapan lagi, sudut bibirnya menahan tawa. "Kamu... dengerin KATSEYE?!"

​Muka Jasver langsung merah padam sampai ke telinga! "E-eh! Ngga! Itu... itu lagu lewat di FYP doang!" elak Jasver heboh sambil buru-buru melepas TWS dari telinganya. "Lagian lo sendiri kenapa dengerin Criminal punya Britney Spears?! Katanya anak alim, tapi selera musiknya bad girl begitu?!"

​"Biarin! Lagunya enak!" sahut Aery tak mau kalah, pipinya ikut merona merah karena tertangkap basah. "Daripada kamu? Cowok jangkung sukanya Hands off, Gabriela, Gabriela Hands off, Gabriela-la-la, la-la-la-la~ ," goda Aery sambil menirukan nada lagunya dengan wajah jahil yang sangat langka.

​"Aery! Jangan dinyanyiin, asemm!" seru Jasver setengah panik setengah salah tingkah. Dirinya buru-buru menyodorkan sepasang TWS punya Aery. "Nih, TWS lo! Balikin punya gue!"

​"Nih!" Aery menyerahkan TWS Jasver sambil terkekeh pelan. "Lain kali kalau jalan pakai mata, bukan pakai TWS lagunya Gabriela!"

​"Yee... lo juga jalan sambil melamun dengerin lagu criminal!" cibir Jasver sambil memasukkan TWS-nya kembali ke case.

​Meskipun saling ledek dengan wajah sama-sama merah menahan malu, rasa canggung yang tebal diantara mereka selama ini mendadak mencair begitu saja. Untuk pertama kalinya, Jasver dan Aery tertawa lepas bersama di tengah koridor sekolah, disatukan oleh rahasia kecil selera musik mereka yang bertolak belakang.

♧♧♧

Hujan deras mengguyur SMA Astra Nova tepat saat bel pulang sekolah dibunyikan. Suara gemuruh air yang menghantam atap seng koridor begitu bising, membawa hawa dingin yang menusuk tulang sampai ke dalam baju.

​Di pendopo, Aery dan ke empat kawannya kembali berkumpul untuk berteduh.

​"Apes banget, padahal gue udah janji mau mabar sama sirkel gue jam empat," gerutu Ren sambil mengibaskan bajunya yang agak terkena cipratan air.

​"Sabar kali, Ren. Daripada lo trabas terus demam kayak gue kemarin?" sahut Farah yang duduk bersila diatas bangku kayu sambil melipat tangannya di dada.

Jasver yang berdiri di dekat bangku Farah meliriknya sekilas. "Yee... makanya lo jangan sotoy sok kuat. Baru sembuh juga, awas aja kumat lagi."

​"Mulut lo ya, Ver! Gue sumpahin tas lo basah kuyup!" sungut Farah pelan, meski dibalik tatapan galaknya, pipinya agak hangat menerima perhatian kecil dari Jasver.

Sementara itu, angin kencang mendadak bertiup membawa cipratan air hujan ke arah Aery. Gadis itu hanya mengenakan seragam sekolah tanpa jaket lalu refleks mengusap kedua lengan atasnya. Tubuhnya sedikit menggigil kedinginan.

​Jasver yang berdiri tidak jauh dari situ menyadari hal itu. Matanya menangkap Aery yang sedang merapatkan kedua tangannya.

Ada dorongan spontan dari dalam dada Jasver untuk bertindak. Tangannya yang memegang resleting jaket varsitynya bergerak cepat. Jasver berniat melepas jaketnya dan meminjamkannya pada Aery. Sebuah bentuk perhatian kecil yang dari kemarin selalu dia tahan.

Jasver sudah menurunkan resleting jaketnya separuh, "Ry, lo–"

​Kalimat Jasver menggantung di udara. Bumi yang berdiri tepat di sebelah Aery sudah lebih dulu menggerakkan tangannya. Tanpa banyak bicara, Bumi melepaskan hoodie hitamnya, lalu menyampirkannya dengan sangat lembut ke atas bahu Aery.

​"Pakai ini, Ry. Anginnya makin kencang," ucap Bumi dengan suara yang selalu berhasil terdengar menenangkan.

​Aery mendongak, dirinya agak terkejut dengan perilaku Bumi yang tiba-tiba. Namun, melihat tatapan lelaki dihadapannya yang hangat dan tulus, Aery tersenyum sangat manis. Senyuman yang selalu membuat dada Jasver berdenyut perih.

​"Makasih banyak ya, Bum... anget banget," tutur Aery halus sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam lengan hoodie Bumi yang kebesaran.

Jasver mematung. Tangannya perlahan-lahan menaikkan kembali resleting jaketnya sendiri sampai ke leher. Ia menghembuskan napas panjang dan pelan, memalingkan wajahnya kembali menatap genangan air di lapangan basah.

​Telat lagi kan lo, Ver... batin Jasver tersenyum kecut pada dirinya sendiri. Bumi emang selalu lebih sigap. Lagian Aery emang cuma mau terima dari Bumi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!