NovelToon NovelToon
Menguak Tabir Di Matamu

Menguak Tabir Di Matamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kriminal / Balas Dendam
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: ginevra

Ema adalah detektif yang sedang diskorsing sehingga ia kembali ke kampung halamannya. Saat kembalinya dirinya di kampung, ada kasus yang penuh kejanggalan. Kasus itu pula yang mempertemukannya dengan cinta pertamanya, Levi.
"Kenapa kamu berbohong? apa alasanmu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ginevra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fakta Apa Ini? Bukankah Dia Adalah Dia?

"Apakah dulu kita seangkatan? Wajah kamu nggak asing bagiku."

Sepertinya, jantung Emma sudah berhenti berdetak.

Dia menatap mata Levi tanpa berkedip, seolah mencari setitik harapan bahwa Levi muda pernah mengenalinya. Tapi... Itu sangat tidak mungkin kan? Mereka bahkan tidak sekelas. Dan Emma... Selalu bersembunyi ketika Levi berjalan di dekatnya. Bagaimana Levi bisa mengenalnya, kalau sama sekali tidak ada interaksi dari keduanya?

"Ey... Mana mungkin. Aku tuh dua tahun lebih tua dari kamu tau. Mungkin wajahku pasaran, hehe."

Emma menyangkal ingatan Levi yang mustahil itu karena memang sekarang Emma sedang menjadi Emina.

"Begitukah? Tapi wajahmu tidak mungkin pasaran. Mata biru bulat dan freckles di hidung? Kurasa nggak banyak cewek dengan ciri wajah itu," ucap Levi, mengabsen satu per satu bagian wajah Emma yang dianggapnya menarik, tanpa menyadari bahwa sang pemilik wajah tersipu malu dan sangat ingin kabur.

"Stop! Aku nggak mau jatuh di tangan playboy kayak kamu, weekkk."

Emma langsung masuk ke ruang guru yang sudah di depan mata. Dia tak ingin berlama-lama berada di atmosfer canggung bersama Levi. Mungkin, Emma butuh latihan agar tidak terlalu jantungan di dekat Levi.

Namun, Levi yang masih berdiri di depan ruang guru, menatap kepergian Emma lekat-lekat.

"Aku yakin dia itu dia, tapi....ah.. ck," ucapnya memiringkan kepalanya.

Levi berusaha mengingat kembali siapa nama cewek yang ada d ingatan pendeknya itu. Tidak bisa dipungkuri bahwa dirinya yang dulu adalah seorang pemain. Tapi dia yakin dengan sosok yang diingatnya yang walau sebentar itu mirip dengan Emma.

"Tapi aku yakin namanya bukan Emina," gumamnya sembari melanjutkan perjalanannya ke kelas selanjutnya.

Lamunan Levi sangatlah dalam hingga ia tidak menyadari bahwa ada yang memanggilnya dari jarak lima meter.

"Pak... Pak Levi!" Panggil suara itu.

Setelah sepuluh kali lebih anak itu memanggil, akhirnya Levi menoleh.

"Eh Iya?"

"Kita sudah mengerjakan semua perintah Bapak," ucap Tio, salah satu anggota Gank Serigala, julukan dari Emma.

"Oh ya, Bagus kalau gitu. Besok saya akan memeriksanya," Levi mengatakannya dengan ekspresi puas dan bangga.

"Siap Pak, hehe."

.

.

.

Setelah beberapa hari berlalu, akhirnya Emma kembali mengajar kelas XII IPA 6.

Di awal pelajaran, Emma langsung mengadakan tes dadakan. Ia ingin menguji kebenaran dari ucapan Levi yang mengatakan keempat anggota Gank Serigala ini benar-benar anak-anak yang pintar.

Tentu saja, keputusan ini membuat semua anak mengeluh dan protes.

"Miss... Please... Tesnya besok saja ya?" Rengek Sinta, satu-satunya murid tercantik di kelas. Dengan wajah yang diimut-imutkan hampir saja membuat hati Emma terbuai. Tapi Emma langsung menguatkan dirinya. Dia mengingat siapa dia sebenarnya. Seorang polisi detektif tidak boleh lembek kan....

"Ehem... Siapkan selembar kertas. Kita adakan ulangan mencongak," ucap Emma tegas.

"Mencongak? Istilah apa itu?" Bimo dengan wajah petentang-petentengnya, menyandarkan punggungnya ke kursi seperti ketua preman yang menantang lawannya.

"Nanti soal akan saya bacakan, kalian langsung tulis jawabannya di kertas. Itu namanya mencongak," jawab Emma.

"Bilang saja tes listening Miss, malah pakai istilah jaman purba segala," tangkis Bimo.

'Hiiiiih.....' Emma hampir saja kehilangan kesabaran. Dia memejamkan matanya dan menghembuskan nafas panjang untuk menghilangkan kobaran amarah yang siap menyulut siapa saja yang ada di dekatnya.

"Fyuh... Are you ready guys? Let's begin!"

.

.

.

Tes pun selesai, semua lembar jawaban juga sudah dikumpulkan.

Sekarang saatnya memeriksa apakah nilai keempatnya bagus?

Emma menilai setiap jawaban muridnya sembari mencari lembar jawaban keempat serigala itu.

Dan....

"Hah!" Celetuk Emma.

"What's wrong Miss?" Tanya Sinta.

"Ok class, I will show your score."

Lalu Emma menyebutkan satu per satu nilai mereka, hingga sampai ke nilai gank serigala.

"Edi- eighty, Tio- seventy five, Rendi-seventy and... Wah.... Bimo-twenty five!" Sebut Emma.

Brakk!

Bimo menggebrak mejanya dan berdiri.

"Itu tidak mungkin!" Teriak Bimo.

"Tidak mungkin bagaimana? Ini buktinya. Belajarnya lebih giat lagi ya Bim...." Emma mengulas senyum mengejek ke arah Bimo.

Dari sorot matanya, terlihat jelas bahwa Bimo masih tidak terima dan ingin memperpanjang masalah ini. Tapi, sepertinya tatapan Tio menghentikannya.

"Ehem!" Tio berdeham.

Tak disangka, Bimo yang bertempramen tinggi itu lebih memilih mengalah hanya gara-gara dehaman Tio.

"Oke Class, we continue our lesson..."

"Yes Miss!" Semua anak serempak menjawab ajakan Emma.

.

.

.

"Woy Tio! Kenapa lu ngelarang-larang gue sih tadi? Padahal gue udah mau bikin perhitungan ke guru kita tercintah," ucap Bimo yang berjalan beriringan bersama ketiga temannya menuju ke kantin.

"Emangnya lu mau apa? Ngajak berantem? Atau....." Kalimat Tio terpotong.

"Atau apa he?" Timpal Bimo yang masih merasa kesal.

"Atau lu mau jatuhin Miss Emina dari lantai empat?" Lanjut Tio, membuat Bimo menjadi naik pitam.

Brakk!

Bimo mendorong Tio hingga terjungkal ke lantai.

"Udah gue bilang, itu bukan gue!!!" Bimo mengepalkan tangannya, nafasnya memburu dan siap melayangkan tinjunya.

"Ck, udah-udah... Hentikan tingkah kalian! Kalian sadar nggak udah jadi pusat perhatian sekarang?" Ucap Edi.

Bimo yang sadar telah menjadi bahan bisikan anak-anak di sekitar, langsung berjalan cepat meninggalkan ketiga temannya.

"Mereka kenapa?" Gumam Emma yang tidak sengaja ikut menyaksikan kejadian menegangkan itu.

"Hmmm.... Apa aku dekati saja Bimo?" Gumamnya lagi.

"Tapi... Bimo bukan anak yang mudah," lanjutnya.

Walaupun Emma sempat ragu dengan rencananya mendekati Bimo, tapi kaki Emma tetap saja melangkah seperti tidak mendengarkan perintah dari otaknya.

Ia bergegas ingin menyusul Bimo, tapi langkahnya kemudian dihentikan oleh.....

Sret...

"Sinta?"

Sinta menarik tangan gurunya dengan menyunggingkan senyum manja yang biasa ia tunjukkan.

"Miss mau kemana?" Sinta masih tersenyum, malah semakin manis.

"Ke-ke kantin?" Emma yang terkejut sampai ia terbata-bata.

Bukannya langsung mengatakan alasannya menarik tangan Emma, Sinta malah menoleh ke arah Bimo berjalan. Dan Emma tanpa sadar mengikuti arah pandangnya.

"Miss tahu nggak?" Bisik Sinta mendekat.

"Tahu apa?"

"Kasus beberapa minggu lalu, Dion...." Suara Sinta semakin pelan.

"Oh ya, Miss belum ngajar disini kan. Pasti Miss nggak tahu," lanjut sinta.

"Itu... Sepertinya saya pernah dengar," jawab Emma.

"Ou.... Jadi Miss tahu ya? Sudah aku duga, beritanya sempat heboh. Dan.... Bimo itu yang selalu digosipkan menjadi penyebabnya," lanjut Sinta semakin melebarkan matanya.

Karena tahu kalau gurunya itu sangat tertarik dengan ceritanya, Sinta semakin bersemangat.

"Miss tahu nggak kalau...." Sinta sengaja berhenti berbicara untuk memancing rasa ingin tahu Emma.

"Tahu apa?" Emma menjadi tidak sabaran.

"Kalau.... Sebenarnya orang yang paling dekat dengan Dion adalah Bimo."

"Hah? Dekat? Apakah Bimo suka membully Dion?" Tanya Emma.

"Eyy...mana mungkin. Mana mungkin Bimo ngebully Dion."

"Loh, memangnya kenapa nggak mungkin?"

"Karena, Bimo itu sahabat terbaiknya Dion. Mereka selalu sama-sama, bahkan sebelum mengenal Tio dan kawan-kawan."

"Hah?!"

.

.

.

1
Xlyzy
Si Levi ini glagat nya mencurigakan euy
Xlyzy
Si Levi dia punya teloportasi mungkin jadi bisa tiba tiba nongol
Xlyzy
Ya ampun aren gentong pula julukan nya 🤣
Three Flowers
Bimo benci Levi, pasti ada sesuatu
Three Flowers
bagus, Emma.. serang dia terus biar makin jelas hubungan kalian 😅
Three Flowers
akhirnya tiba juga giliranmu, Emma.. tapi kali ini, kuharap kamu yang terakhir bagi Levi
Aii Flow🌷
Pak Levi juga nyimpen perasaan nih sama Emma🤭

Eh... ehh... justru biasanya yang paling dekat paling berbahaya lohhh...
Filan
kasihan juga Levi dikasih harapan kosong. lalu kasusnya gimana nih Bu Emma? Ga dilanjutkan?
Filan
kok sukanya cermin dia. emang ganteng 🤣
Cimol krispy
kalau nggak ada jadwal berarti harusnya malah bebas keliling kamu emma
Cimol krispy
Andai Levi tau bahwa Emma sebenarnya kanker, pasti lebih khawatir lagi
-Thiea-
Siapa lagi itu. Selalu buat penasaran 🤔
-Thiea-
Jangan ngomong begitu atuh em. Kamu pasti sembuh. Ntar aku bicara sama othor ya.. 😢
Mega Siregar
pertama, kamu plaboy cap badak.
kedua, kamu gak perhatiin dia dulu
Miu.Nuha
kasihan tejo malah jadi kambing hitam
lucu 😁 gk tau salahnya dimana...
Miu.Nuha
oooo
apa mungkin levi ini sukanya sama Emina
gitu...
mama Al
Wkwkwkw Levi panas. dia mulai cemburu
Rain Aricia
Nanti dulu, orang masih sakit itu woi
Rain Aricia
Ihhh kesenangan gitu kau ya levi di bela ema terang2an/Facepalm/
Rain Aricia
Kan, si teh hijau ini pasti muncul☺️ dia ga tau klo ada laki2 yg cemburu buta
ginevra: hahaha teh hijau nggak tuh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!