NovelToon NovelToon
Dunia Akan Lebih Baik Jika Kita Bersama

Dunia Akan Lebih Baik Jika Kita Bersama

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:108.5k
Nilai: 5
Nama Author: Liu woile

Denisa tak menduga perjalanan cinta jarak jauhnya dengan Rayend berakhir dengan kenyataan kalau Denisa lah menjadi orang ketiga di pernikahan Rayend. Lalu pertemuan tidak sengaja dalam sebuah kecelakaan membawa Denisa bertemu sosok lelaki yang selanjutnya selalu muncul tiap Denisa mengalami kesusahan. Lelaki itupun mulai menunjukkan ketertarikan kepada Denisa. Namun Disisi lain lelaki itu juga mempunyai trauma masa lalu yang kelak akan mempengaruhi hubungan cintanya dengan Denisa. Sanggupkah mereka terus bersama menghadapi setiap masalah yang silih berganti menggoyahkan hubungan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liu woile, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 10 Melanjutkan hidup

Denisa sabar menunggu di lobi sampai tiba tiba ponsel nya berbunyi. Catra menelpon

" Ya halo "

" Sebentar lagi pak Dino supir ku turun ya. Dia yang akan antar kamu , kabarkan kalau kamu sudah sampai rumah "

" Baik, terima kasih ya "

Denisa berdiri menunggu agar pak Dino juga mudah mencari nya. Tak lama orang yang dimaksud muncul. Denisa menghampiri nya

" Selamat sore , pak Dino ya , saya Denisa" ujar Denisa, tampak nya dia tak ingat kalau tadi berpapasan diatas.

" Mari mbak tunggu di depan teras lobi ya , nanti saya ambil mobil dulu ya " ujar pak Dino ramah. Denisa mengangguk . Dijalan tak banyak percakapan yang Denisa ajukan. Selain pak Dino seakan menjawab seadanya. Denisa juga takut mengganggu konsentrasi nya.

Sampai di rumah kost nya Denisa langsung mandi, bersih bersih kamar dan selanjutnya terbaring di kasur nyaman nya. Memandang ke langit langit kamar dan pikiran nya melayang pada Rayend. Mendadak hati nya menjadi mellow. Denisa mulai menangis lagi. Apa kabar nya? Saat ini Denisa masih mencintainya. Tak mungkin rasa cinta bisa hilang begitu saja. Pasti butuh waktu lama untuk melupakan nya. Lalu saat ini apakah dia mencari Denisa dan menyadari ponsel nya tidak aktif. Apakah dia berfikir Denisa memblokir nya.

Segala macam pikiran berputar di kepala Denisa membuatnya lelah dan akhirnya tertidur. Tapi seakan baru sebentar Denisa tertidur dia harus terbangun karena suara bunyi ponselnya. Tangan Denisa menggapai mencari ponselnya pikiran nya belum sepenuhnya sadar

" Halo Ray " ujar Denisa. Sesaat disana tak terdengar suara apapun. Denisa menguap dan mengucek matanya. Perlahan kesadaran nya bangkit. Matanya kembali menatap layar ponsel nya. Dan ternyata nama Catra disana.

" Halo Catra " ujar Denisa

" Ya halo, ini baru benar, kamu sudah tidur ya. Apa habis menangis untuk siapa tadi namanya? Ray? "

" Hm. maaf ketiduran lelah sekali "

" Sampai lupa mengabari kalau sudah sampai rumah " kejar Catra sedikit merasa sebal.

" Ya maaf, aku mandi lalu ketiduran "

" Pak Dino sudah sampai disini lagi tapi kamu belum ngabarin juga "

" Ya maaf "

" Ya sudah kalau begitu kamu lanjutkan tidurmu, Selamat malam "

" Ya terima kasih " Denisa kembali melanjutkan tidurnya. Sementara Catra belum bisa tertidur. Saat ini dia sendirian. Papa dan ibu Ratni sudah pulang diantar pak Dino.

Pikirannya melayang kepada kejadian Sabtu siang sebelum kecelakaan. Disaat dia pertama kali melihat Denisa. Dan menyaksikan drama Denisa lengkap dengan luka hatinya. Entah kenapa Catra yakin saat ini pasti Denisa tengah menangisi nasib percintaan nya. Catra menggeleng kan kepalanya. Ada urusan apa memikirkan Denisa.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Seminggu ini Denisa sibuk menjalankan aktivitas nya sambil sesekali izin keluar kantor mengurus surat surat yang hilang. Mengurus KTP , SIM , kartu ATM , sampai nomer ponsel lama nya. Benar benar menyita waktu, tenaga dan pikiran nya. Sampai benar benar melupakan hal lain.

Luka di pelipis nya sudah membaik , tiga hari lalu Denisa memeriksa kan lukanya di dokter umum dekat rumahnya. Karena kesibukan nya juga yang membuat nya bahkan tak sempat menangisi nasib percintaan nya. Dan seminggu pula Denisa tak mengingat ada seseorang yang berharap menunggu telpon dari nya.

Hingga di Minggu pagi ini Denisa menjalankan aktivitas favorit nya yaitu berlari. Seperti kebiasaan nya tiap Minggu pagi dihabiskan untuk berlari di taman kota. Denisa memulai kegiatan nya jam 6 pagi. Setelah lari dia akan berolah raga kecil di taman itu. Dan ditutup dengan duduk istirahat sambil menatap bermacam-macam orang yang lalu lalang di taman.

Disaat Denisa sedang duduk beristirahat tiba tiba ponsel nya berbunyi. Catra menelpon.

" Halo " ujar Denisa

" Halo, saya debt colector yang mau nagih hutang. Apa anda ingat? "

Denisa tertawa " Santai. Aku tidak akan lari pasti ku bayar, lagi urus surat surat dulu"

" Benar kah ? "

" Apakah wajahku tampak seperti orang yang sanggup lari dari hutang? "

" Perlu bukti "

" Baiklah, ditotal kan saja dulu. Nanti Senin aku minta tolong teman ku untuk transfer ke kamu "

" Pinjam juga ke teman. Pinjam sana buat bayar sini "

" Tapi kan dia percaya kalau aku ga akan kabur "

" Sebenarnya aku menagih janji yang lain"

Denisa berfikir, memang dia punya janji apa ke Catra. " Janji apa ya ?"

" Nah kamu Lupa kan?"

Denisa kembali berfikir tapi tak dapat mengingat nya " Beneran lupa "

" Katanya mau jenguk aku "

" Oh itu. Memang masih di RS , ya udah nanti Siang aku kesana "

" Udah dirumah sih "

" Terus gimana ? "

" Ke rumah aku aja ya "

" Ada siapa saja disana ?"

" Aku cuma sama ibu angkat ku "

" Oke, aku kesana, kasih alamat saja ya. Atau share loc "

" Gercep banget pas ku bilang cuma ada ibu angkat ku. Memang kalau rame tidak mau datang ya"

" Dih apaan sih. Malu lah kalau rame"

" Ya udah, kalau bisa kamu sebelum jam makan siang sudah sampai sini ya"

" Kenapa memang ?"

" Ya makan siang disini bareng sama aku. Kamu sukanya makanan apa? "

" Apa aja asal cita rasa nya jangan rasa nya terlalu manis "

" Oke sampai jumpa nanti siang " Catra lalu mematikan sambungan telepon itu. Denisa pun bangkit untuk berjalan pulang ke tempat kost nya. Setelah bersih bersih kamar dan mandi Denisa mengeluarkan motor maticnya untuk digunakan menuju kediaman Catra.

Tak sampai satu jam perjalanan Denisa sudah sampai didepan gerbang sebuah rumah yang lumayan besar. Denisa ragu sejenak apakah ini benar rumah Catra. Denisa mengeluarkan ponsel nya dan menelpon Catra pun untuk memastikan kalau dia sampai di alamat yang benar. Tak lama Pak Dino membukakan pintu gerbang.

" Pak, apa kabar ? " sapa Denisa ramah

" Baik non , Silahkan masuk, mas Catra sudah menunggu didalam "

Denisa memarkir kan motor nya di halaman rumah itu.

" Bisa antar saya masuk pak" ujar Denisa. Pak Dino mengangguk dan mengantar Denisa masuk tapi bukan ke pintu utama malah kearah samping kanan rumah itu. Rupanya Catra menunggunya di teras samping. Ada taman kecil yang asri dan kolam ikan. Catra tampak santai menggunakan kaos dan celana pendek selutut. Dia sedang memberi makan ikan. Denisa menghampiri nya.

" Halo " sapa Denisa

" Halo juga, ayo kesini " Catra tersenyum lebar

" Wah ikan nya besar " ujar Denisa ketika melihat kolam itu dari dekat.

" Besar dong kan dikasih makan "

" Kamu gimana kaki nya, sudah makin membaik? "

" Sudah dong" ujar Catra sambil menunjuk kan bekas lukanya. Denisa pun duduk disamping Catra sambil mengambil sejumput makanan ikan di tangannya.

" Kamu bagaimana luka nya? "

Denisa tersenyum " Luka ku kan tidak parah, bisa dibilang lecet saja." sambil tangan nya memberi makan ikan.

" Masa sih? lecet kok dijahit. Memang sudah sembuh beneran? " dan tangan Catra bergerak menyibak rambut di kening Denisa yang posisi duduknya tak jauh dari Denisa. Denisa dengan spontan menghindari tangan Catra

" Oh maaf " Catra merasa tak enak hati melihat penolakan Denisa.

" Tidak apa apa, mari ku tunjukkan" Denisa menyibak rambut di kening nya yang kemarin terluka . " Ini hampir sembuh total."

" Oh iya " Catra mengangguk sambil tersenyum

" Permisi Mas Catra dan Non Denisa " dari arah dalam pintu masuk seorang wanita separuh baya membawa nampan berisi jus jeruk . Denisa merasa familiar dengan wajah itu. Denisa berdiri menyambut ibu itu hendak membantu membawa nampan itu.

" Tidak apa non. Taruh disini ya minumannya. Masih ingat ibu tidak?" ujar Bu Ratni sambil menaruh gelas dimeja

" Rasa nya pernah melihat tapi saya lupa dimana" Denisa tersenyum malu.

" Ibu ketemu kamu sore itu ketika kamu baru keluar dari kamar mas Catra di rumah sakit , ingat tidak "

" Oh ibu ternyata keluarga nya Catra ya. Maaf ya Bu. Saya tidak tau. Kalau tau saya antar ke kamar waktu itu "

" Tidak apa apa. Oh ya teruskan ngobrolnya ibu terusin masak dulu ya " pamit Bu Ratni sambil tersenyum.

" Baik Bu, terima kasih minumannya "

1
Elly Supriaty
Bravo Author dari pertama baca sampe akhir aku sangat suka novel mu thor ,....
smg sll sehat thor ,sll sukses dengan karya mu yg semangkin greget ,ku tunggu karya mu yg lain ...
Author its the best 💪💪💪👍👍👍❤❤❤❤
Wahyu Dwi Ardiah Miswari
Trimakasih atas karyanya author......semakin maju n sukses dlm berkarya, saya tunggu karya selanjutnya.
Wina Faujji
dari awal sampe akhir cerita nya saya suka, saya tunggu karya mu yg baru...
Yuli Yuliah
sukses buat author,happy ending
Wahyu Dwi Ardiah Miswari
saya suka....saya suka ceritanya Thor. Sukses sll ya thor. gbu
Yuli Yuliah
Thor kemana dirimu
Isri Nurhidayah
hamil kali Denisa nya
Wina Faujji
ngak ada visual nya ya thor
Yossi Yosvizar
Haadeh delisa kenapa dibikit ribet sendiri pikiran jelek hrs segera di konfirmasi jd ngga salah paham .rumah tangga hrs salibg terbuka dgn apa yg mengganjal dihati dan pikiran 😔😔😔
Yossi Yosvizar
thor catra jgn dibikin jd orang yg ribet kasian denisa hrs sabar dan kuat.😔😔
Isri Nurhidayah
semoga bukan masalah baru
Wahyu Dwi Ardiah Miswari
ceritanya bagus....semangat thor .
Yossi Yosvizar
Denisa tipe perempuan hebat tp ngga sadar kalau dia hebat walau penuh kekurangan
Wahyu Dwi Ardiah Miswari
aku suka thooor
Yuli Yuliah
kok blm up Thor,aku dah bolak balik intip nih
Tera Dwi Retina
selaluuuu menungguuu
Wahyu Dwi Ardiah Miswari
ikut seneng baca nya thor.....
Wahyu Dwi Ardiah Miswari
banjiiiiirrrr......tapi seneng
Tera Dwi Retina
akhirnya aaaaaa
Wina Faujji
akhirnyaaa ..... semangat terus ya thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!