NovelToon NovelToon
SISTEM PILIHAN ANGKA

SISTEM PILIHAN ANGKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Angka bukan sembarangan Angka, Angka yang di pilih semuanya menunjukkan hadiah besar kecilnya yang di dapat.

Tapi jika kamu beruntung, kau akan mendapatkan hadiah besar.

Dan itulah yang di alami oleh Alneo setelah ia mendapatkan penyiksanya oleh ayah jika ia tidak mendapat uang.

Bukan hanya itu, yang membuatnya murka adalah Adik perempuan ingin di jual ayahnya pada rentenir untuk membayar hutang, saat ia mencoba menghalangi, ia malah mendapatkan pukulan berat oleh ayahnya hingga pingsan.

Dan saat itulah, ia mendapatkan sebuah sistem misterius yang mengubah hidupnya.

Ia memenjarakan ayahnya karena sang ayah agar tidak menganggu kehidupan mereka lagi.

Dengan sistem pilihan angka, ia bagaikan menemukan jetpot di hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10 Misi Selesai

[DING!]

[Misi Berhasil! Penyumbatan berhasil diurai]

[Silakan pilih dari angka 1-10]

[Tentukan pilihan Anda]

"Aku pilih angka 3," kata Alneo dengan penuh semangat berharap dapat hadiah besar.

Ting!

[Pilihan jatuh angka 3]

[Selamat Anda mendapatkan uang 33.000.000]

[Selamat, Anda mendapatkan rumah 3 lantai]

[Selamat Anda mendapatkan 3.000 poin]

[Sisa Saldo 33.100.000]

[Sisa poin: 6.500]

Seketika mata Alneo membulat besar. "33 juta, ini benaran?" tanya Alneo tak percaya, sebelumnya ia bahkan tidak pernah melihat uang sebanyak 33 juta itu bentuknya seperti apa.

[Selamat menikmati hadiah Anda Tuan]

Alneo berlari pulang tanpa memedulikan rasa capek di kakinya.

Napasnya memburu, namun senyum tipis terukir di wajahnya. Poin kini kembali terisi, bahkan ia mendapatkan rumah dan uang yang sangat banyak dari sistem.

"Sistem, berapa sisa waktu efek ramuan Riani?" tanya Alneo dalam hati sambil terus memacu langkahnya.

[Sisa waktu efek ramuan: 3 jam 15 menit, Tuan. Kondisi target saat ini stabil.]

"Bagus," gumam Alneo lega. Langkah kakinya makin cepat saat gapura gang kosannya sudah mulai terlihat di depan mata.

Begitu sampai di depan gerbang, Alneo memperlambat langkahnya agar tidak memicu kecurigaan. Ia menyeka keringat di dahinya dengan kaus lusuhnya.

Di pos penjagaan, Pak Tarno masih duduk santai sambil mendengarkan radio tua. Begitu melihat Alneo datang dengan bungkusan besar di pelukannya, wajah pria paruh baya itu langsung cerah.

"Eh. Sudah pulang kamu? Cepat juga," sapa Pak Tarno, matanya melirik bungkusan yang dibawa Alneo. "Itu seragam buat adikmu?"

"Iya, Pak. Syukurnya dapat," jawab Alneo sambil tersenyum ramah. "Adik saya... tidak ada tanda-tanda terbangun atau mencari saya kan, Pak?"

"Aman. Sedari tadi kosan sepi-sepi saja. Bapak juga sempat lewat depan kamarmu waktu keliling tadi, tidak ada suara apa-apa dari dalam. Kayaknya adikmu pulas sekali tidurnya," ujar Pak Tarno sambil mengacungkan jempolnya.

Alneo mengembuskan napas lega yang amat panjang. "Terima kasih banyak ya, Pak, sudah mau dititipin."

"Halah, emang tugas saya. Ya sudah, cepat masuk, kasihan adikmu kalau bangun sendirian."

"Mari, Pak."

Alneo melangkah masuk ke lorong kos-kosan. Suasana lorong yang remang-remang dan lembap itu terasa jauh lebih tenang sekarang.

Sesampainya di depan pintu kamarnya, ia meraba saku celana, mengeluarkan kunci, dan memutarnya dengan sangat perlahan agar tidak menimbulkan suara bising.

Cklek.

Alneo menyelinap masuk ke dalam kamar dan langsung mengunci kembali pintunya dari dalam.

Suasana di dalam kamar sangat tenang. Riani masih tertidur di atas kasur tipis mereka, posisi tidurnya tidak berubah sedikit pun sejak Alneo pergi tadi.

Alneo meletakkan bungkusan seragam itu di atas meja kayu kecil satu-satunya di sudut kamar. Ia membuka ikatannya dengan hati-hati.

Satu setel seragam putih-biru yang masih kaku dan berbau kain baru di depannya. Alneo mengusap permukaan seragam itu dengan perasaan bahagia.

"Ibu...Akhirnya aku berhasil. Aku tidak akan membiarkan Riani putus sekolah," batinnya berbisik lirih, matanya sedikit berkaca-kaca.

Ia kemudian mengambil gantungan baju, lalu mengambil strika di lemari, ia menyetrika seragam itu dengan kedua tangannya agar terlihat rapi, lalu menggantungnya tepat di dinding di samping tempat tidur Riani.

Alneo sengaja menaruhnya di sana agar seragam itu menjadi hal pertama yang dilihat adiknya saat terbangun nanti.

Setelah selesai, Alneo duduk di lantai, menyandarkan punggungnya yang pegal ke dinding di samping kasur Riani.

Rasa lelah yang luar biasa setelah berlari, ia lupa memesan taksi saking bahagianya dirinya.

Perlahan, mata Alneo mulai terasa berat. Sambil terus mengawasi napas teratur adiknya, Alneo pun ikut terlelap dalam posisi duduk.

Tiga jam berlalu dengan cepat.

"Eunghh..."

Sebuah suara kecil terdengar. Alneo yang memang memiliki tingkat kewaspadaan tinggi sejak mendapatkan sistem, langsung membuka matanya dengan seketika.

1
Ambu Rinddiany Thea
bakal seru lagi kalo pas d restoran ada manusia oleng lagi yg ngehina s alneo 🤣biiih seru lah
irena
lanjut thor
Wega Luna
bisa nyewa ruko buat food court beli tas 30 juta GK bisa 🤣🤣🤣🤣🤣, dasarnya si Roni itu pelit 🤭🤭🤭🤭,,takut duitnya habis diporotin ,
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
sekarang ambu yg balik ketawa paling keras ya roni Hahahahahaha, tuh di food court mba d bawah ,🤣🤣🤣🤣
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
alneooo tunggu ambuu ikut 🤭
Ambu Rinddiany Thea: hooh ih bt kan 😤😩
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
makan tuh jabatan supervisor Kevin,🤣🤣🤣
Wega Luna
adiknya ini terlalu kepo , jadi GK suka aku 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
Ambu Rinddiany Thea: /Shhh//Shhh/
total 3 replies
irena
lanjut thor..
irena
banyakin upnya thor.. tak kasih vote nanti
Ambu Rinddiany Thea
gasss pooool ka lessss . makanan nya kan belum d makan masa udh pulng aja itu mana mahal2 iih sayang kaan😩
Ambu Rinddiany Thea
lanjuuut ka leeeessss
Ambu Rinddiany Thea
borong riani borong , awas bawain ambu ya steak nya 😆
Ambu Rinddiany Thea: bialin haratis ini ath ka leesss 😆😆 mumpung ada yg bayalin 🤭
total 2 replies
Night Watcher
heleh Less... kebanyakan cerita yg digarap, jd upnya irit bin pelit wal sakndulittt...🤭🤭
Ambu Rinddiany Thea
hadeeeeeh dasar hama
Ambu Rinddiany Thea
beliin buat ambu juga alneo 1 aja ya , ada ga ukuran jumbo 😩🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Grievance/
total 2 replies
irena
iya.. setelah dilunasi peringatkan untuk tidak meminjamkannya lagi.. krn setelah itu sudah bukan urusannya alneo klo ternyata dikasih pinjam lagi.. alneo harus tegas
irena
lanjut thor
less22: siapppp
total 1 replies
irena
si alneo harus dikasih pintar bisnis thor sama kuat.. supaya ga gampang ditindas dan dibegoin
less22: iya iya, namanya orang miskin baru pertama kali punya properti 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!