Zalfa Ananda Pradipta. gadis berjilbab yang mandiri, cantik, baik, dan cerewet.
bekerja di sebuah perusahaan desain milik pengusaha muda kaya raya.
Zalfa menjalani hari harinya dengan baik sampai akhirnya dipertemukan dengan bos songong (Arion) yang selalu menekannya dan membuatnya kesal.
Bagaimana kisah kedua insan manusia ini, yang karakter dari keduanya hampir sama yaitu keras kepala.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chairunnisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 10
Waktu menunjukkan jam 03.00, keadaan gelap gulita, suasana masih begitu hening. dan sesekali riuh angin berderai kencang, seakan alam ingin membangunkan seluruh manusia di muka bumi untuk menghadap rabb-nya. berbeda dengan Zalfa, ia memang selalu terjaga di sepertiga malam untuk menunaikan kewajiban nya sebagai seorang hamba yang membutuhkan tuhannya.
Zalfa masuk ke kamar mandi setelah bangun dari tempat tidur nya. ia mengambil air wudhu, selesai wudhu, Zalfa menuju lemari dan mengambil mukena serta sajadah yang akan ia gunakan sebagai pelengkap untuk shalat, Zalfa melaksanakan salat tahajjud dengan perasaan yang berkecamuk.
"Ya allah aku memohon kepadamu, kuatkan aku dalam menghadapi setiap ujian yang engkau berikan, jangan biarkan aku jauh darimu karna ujian ini ya allah, jika engkau yakin aku kuat dan aku mampu maka berikanlah aku keyakinan itu untuk meyakinkan diriku sendiri. Ya allah bukan aku menyalahi takdirmu atas apa yang telah terjadi, tapi hal pahit itu masih melekat erat di hatiku, dan juga bukan aku tidak percaya akan engkau ya allah, tapi keyakinan ku akan diriku sendiri inilah yang membuat ku tak berdaya. Ya allah teruslah bersama ku jangan tinggalkan aku, hanya engkau sandaran ku, kepada engkaulah aku mengadu dan berserah.” permohonan ini lah yang diminta Zalfa kepada rabbnya, ia menengadah kan tangannya ketika ia membuat permohonan tersebut.
Selesai shalat malam Zalfa kembali melakukan wirid. Zalfa terus berwirid sampai suara azan subuh berkumandang, ia kembali melaksanakan shalat subuh setelah azan selesai. selepas shalat Zalfa kembali melanjutkan tidurnya, ia merebahkan tubuhnya ke ranjang dan kemudian terlelap dalam tidur.
Kringggg.....kringg..... Suara alarm yang begitu nyaring membangunkan Zalfa yang saat itu masih dalam tidur nyenyak.
Zalfa bangun dari ranjang kesayangan nya dan berjalan menuju kamar mandi, selesai dengan ritual mandi ia berjalan ke arah lemari pakaian dan memilih pakaian yang akan digunakan nya. Ia mengambil long dress hitam serta jilbab warna moccha, ia memadukan pakaiannya dengan sempurna. Zalfa beralih ke arah meja rias, ia memakai riasan yang natural di wajah nya dan lipstik warna nude dengan mengombre lipstik merah di bibirnya agar tidak terlihat pucat .
Zalfa keluar dari kamar dan berjalan menuruni anak tangga satu persatu, ia melihat kedua malaikat nya sudah berada di meja makan dan beranjak ke arah meja makan lalu bergabung bersama dengan kedua orang tuanya.
"Pagi ma, paa." sapa Zalfa sembari memberi senyum. ia menarik kursi dan duduk berhadapan dengan kedua orangtuanya.
"Pagi kembali sayang” sahut Pradipta dan Zahira
"Anak mama kok udah cantik aja ,mau kemana nih?” tanya Zahira sedikit dengan nada menggoda putrinya yang sudah siap dengan penampilan nya.
"Zalfa mau ke mall ma, Afa bosan dirumah, boleh gak ma?" tanya Zalfa meminta izin seraya mengedip ngedipkan matanya dan bertingkah sok imut didepan Zahira.
"Iyaa sayang boleh, tapi jangan telat pulang ya!” pinta Zahira menatap tajam Zalfa di hadapannya.
"Ok, siap buk bos.” Zalfa memberikan hormat layaknya sedang ikut upacara bendera. tangan nya kini ia gunakan mengolesi selai coklat di atas roti, setelah adegan itu selesai ia memasukkan roti tersebut kedalam mulutnya dengan rakus.
Zahira tertawa kecil melihat tingkah putrinya yang begitu rakus memakan roti, layaknya seorang wanita miskin yang sedang kelaparan.
"Zalfaa, papa dan mama sudah mempertimbangkan satu hal, kami akan menjodohkan kamu dengan anak dari sahabat kami, papa sama mama akan melakukan pertemuan dengan mereka minggu depan, jadi tolong usahakan untuk berada dirumah." ujar Pradipta menatap serius Zalfa yang sudah tertegun karena omongan lelaki paruh baya di depan nya.
Zalfa terdiam bisu mendengar perkataan papa nya, ia tidak menyangka kalau papa nya akan membahas soal perjodohan secepat ini. Zalfa menunduk menyembunyikan ekspresi tak senang nya.
Zahira seolah tau apa yang dirasakan putrinya setelah melihat raut wajah putrinya, ia mencoba mencairkan ketegangan yang terjadi di meja makan itu.
"Sayang kamu pergi ke mall sama siapa?” tanya Zahira menatap lekat putri bungsunya.
Zalfa terbangun dari lamunan nya setelah mendengar pertanyaan dari wanita yang tak lain adalah ibu nya.
"Sendiri maa, sekalian mau refreshing, kan akhir akhir ini Afa sibuk terus” jawab Zalfa menatap Zahira dengan senyum tipis.
"Perlu mama temenin gak?” tanya Zahira lagi.
"Gak usah maa, soalnya selesai ke mall Afa mau ke toko buku." Zalfa menghabiskan roti nya dan meminum jus yang sudah tersedia di atas meja makan. selesai sarapan Zalfa pamit kepada kedua orang tuanya.
"Zalfa berangkat sekarang yaa maa, paa.” Zalfa meraih kedua tangan orang tuanya dan mencium lembut punggung tangan kedua nya.
"kamu hatihati ya sayang, ingat jangan balik terlambat!" pinta Zahira kali ini iya memberi sedikit penekanan di kata-kata nya.
"Iyaa mama bawel.” Zalfa mencium sekilas pipi Zahira.
"Zalfa pergi dulu ya paa, ma." Zalfa meninggalkan ruang makan dan keluar menuju halaman rumahnya, disana sudah ada sopir pribadi keluarga Pradipta yang sudah menunggu nya.
Zalfa masuk ke mobil dengan suasana hati yang tidak baik, ia mencoba menahan kembali rasa sesak di dada nya, ia selalu terngiang omongan papanya yang ingin menjodohkan nya dengan segera.
"Pak, ke mall ya.” perintah Zalfa ke pak Suryo supir pribadi keluarga nya.
"Baik non” jawab pak Suryo tanpa menoleh.
Taklama setelah menyusuri kemacetan mereka sampai di salah satu mall besar di kota Jakarta.
"Pak, bapak pulang aja yaa, soalnya saya bakalan lama!" ucap Zalfa menatap supir nya dan meraih tas di samping nya sebelum keluar dari mobil.
"Baik non , bapak permisi yaa” pamit pak Suryo kepada Zalfa.
"Iya pak, hati-hati!”
Zalfa memasuki mall dan naik eskalator menuju lantai atas, ia berjalan dengan santai dan pandangan lurus ke sebuah butik mewah, hasrat untuk memburu baju keluaran terbaru seakan menyerbu nya. ia mulai mempercepat langkah nya dan tiba-tiba..
"Brugghhhhhkkkk....." Zalfa terjatuh ke lantai dan merasakan lengan nya sakit, akibat tabrakan dengan seseorang.
"Maaf, saya tidak sengaja.” ucap si lelaki melihat Zalfa yang masih terduduk setelah jatuh di lantai.
"Iya gak papa.” sahut Zalfa memegang lengannya yang sakit, ia berusaha untuk bangkit dari lantai mall itu.
"Mbak gak kenapa napa? biar saya bantu.” pinta si lelaki masih setia menatap Zalfa yang berusaha untuk berdiri secara menyentuh lengan nya.
"Saya gakpapa, saya bisa sendiri” jawab zalfa yang sedang berusaha berdiri, ia mendongak wajah nya ke atas dan menatap wajah lelaki yang sudah menabrak nya.
"Ibu Zalfa” ucap si lelaki terkejut setelah menatap wajah Zalfa.
___________________________
Jangan lupa like dan komen ya reads, dukungan kalian bisa memacu semangat author😄maafkan jika ada typo, author masih pemula ,masih dalam tahap belajar.
Suamiku Bukan Malaikat
senyum2 sendiri thor...
jangan lupa beri like di lapakku tiap chapternya yaa😊thank you