NovelToon NovelToon
Kehilangan Di Hari Pelantikan

Kehilangan Di Hari Pelantikan

Status: tamat
Genre:Action / Dark Romance / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Nathan Han yang mengejar ambisinya sehingga mengabaikan tunangannya. Pada hari ia terpilih sebagai pemimpin organisasi terbesar di kota itu, tunangannya, Calista Li, ditemukan terjun ke laut dan dinyatakan meninggal. Tanpa pesan. Tanpa alasan.

Lima tahun kemudian, Nathan Han menjadi pemimpin yang ditakuti. Dingin dan tanpa belas kasihan. Suatu malam, saat ia diburu musuh, ia bertemu dengan seorang gadis. Wajah gadis itu sangat mirip dengan Calista yang telah mati.

Siapakah gadis itu sebenarnya? Dan apakah Nathan akan mencintai gadis yang begitu mirip dengan tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Nathan berjongkok di hadapan Jims tanpa tergesa.

Tangannya terulur, lalu dengan kasar ia menjambak rambut pria itu dan memaksa wajahnya terangkat.

Jims meringis. Rasa sakit menjalar dari kulit kepala hingga ke seluruh tubuhnya yang sudah babak belur.

“Bagaimana?” ucap Nathan pelan, dengan senyum tipis yang penuh ejekan. “Sangat menderita, bukan?”

Ia sedikit menarik rambut Jims lebih kuat.

“Kau pantas mendapatkannya.”

Napas Jims tersengal. Dengan sisa tenaga, ia menatap Nathan penuh kebencian.

“Kau… pengkhianat…” suaranya serak dan terputus-putus. “Kalau papaku tahu kau yang ingin membunuhku… dia tidak akan melepaskanmu…”

Nathan terdiam sesaat.

Lalu…

Ia tertawa pelan.

Tawa yang dingin.

“Sayang sekali,” katanya sambil menunduk sedikit, mendekatkan wajahnya ke arah Jims, “papamu yang bodoh itu… justru orang yang paling percaya padaku.”

Tatapan Nathan berubah gelap.

“Dan setelah kau mati…” lanjutnya lirih, “dia akan menyusulmu.”

Mata Jims melebar.

Untuk pertama kalinya, rasa takut benar-benar terlihat jelas di wajahnya.

Nathan melepaskan jambakannya.

Tubuh Jims jatuh kembali ke lantai dengan lemah.

Nathan berdiri tegak, lalu memberi isyarat kecil dengan tangannya.

Marcus yang sejak tadi berdiri di belakang langsung melangkah maju. Di tangannya, sebuah jarum suntik telah siap.

Jims menatap benda itu dengan napas memburu.“Apa… yang kau inginkan?” tanyanya, kali ini dengan nada yang mulai goyah.

Nathan mengambil jarum itu dari tangan Marcus.

Ia menatap cairan di dalamnya sejenak, seolah memastikan sesuatu.

Lalu tanpa ragu—

Ia meraih leher Jims.

Dan menusukkan jarum itu.

“Aaahhh!”

Jeritan singkat terdengar.

Tubuh Jims menegang seketika, lalu perlahan melemas.

Matanya kehilangan fokus.

Beberapa detik kemudian—

Ia tidak sadarkan diri.

Ruangan kembali sunyi.

Nathan menarik jarum itu dengan tenang, lalu menyerahkannya kembali kepada Marcus.

Tatapannya dingin, tanpa sedikit pun penyesalan.

“Bawa dia,” perintahnya singkat. "Ke hadapan si tua itu.”

Marcus mengangguk. “Baik, Tuan.”

Dua penjaga segera bergerak mengangkat tubuh Jims yang tak berdaya.

Sementara Nathan melangkah keluar ruangan.

Langkahnya tenang.

Namun rencana besar di balik semua ini…

Baru saja dimulai.

Perjalanan.

Di dalam mobil yang melaju tenang di tengah malam, Nathan duduk di kursi belakang dengan tubuh bersandar. Matanya terpejam.

Sementara itu, Marcus menyetir dengan fokus, sesekali melirik ke arah kaca spion di atas kepalanya.

“Tuan,” ucap Marcus memecah keheningan, “jenazah sudah diserahkan ke pihak kepolisian untuk melanjutkan penyelidikan. Setelah kita memberikan laporan hasil otopsi, mereka tidak akan lagi menemui kita.”

“Hm,” jawab Nathan singkat tanpa membuka mata.

Suasana kembali hening.

Marcus kembali melirik ke arah atasannya.

"Apa yang sebenarnya dipikirkan Tuan…?" batinnya. "Sejak Nona Calista mengalami kejadian itu… Tuan terlihat terlalu tenang… sampai aku tidak bisa membaca isi hatinya sama sekali. Apa hubungan lima tahun itu… benar-benar tidak berarti baginya?"

Kediaman James Fung.

Mobil berhenti di halaman luas rumah tersebut. Beberapa orang segera turun, membawa seorang pria yang tidak sadarkan diri.

Tubuh itu lemas. Wajahnya penuh luka.

Itu adalah Jims.

Begitu melihatnya—

James langsung bangkit dari tempat duduknya. Matanya membelalak lebar.

“Jims!” serunya dengan suara bergetar. Ia berlari menghampiri putranya.

“Nathan!” katanya panik. “Apa yang terjadi padanya?!”

Nathan berdiri dengan tenang di hadapannya. “Tuan,” ujarnya datar, “Tuan Muda Jims diculik dan disiksa selama seminggu.”

James terdiam, napasnya memburu.

“Kami menemukan lokasinya cukup jauh dari kota,” lanjut Nathan. “Kami berhasil melacak sinyal dari ponselnya, namun… kami datang sedikit terlambat.”

Tatapan James berubah semakin gelap.

“Ketika kami tiba, dia sudah dalam kondisi tidak sadar,” tambah Nathan. “Dokter mengatakan hanya luka luar dan syok. Tidak ada tanda yang membahayakan nyawanya.”

James langsung memegang tubuh putranya dengan hati-hati. Wajahnya penuh emosi. “Siapa pelakunya…?” gumamnya pelan, namun penuh tekanan.

Lalu ia menoleh tajam.

“Cari tahu siapa pelakunya dan bunuh dia!” perintahnya dengan suara keras.

Nathan tidak menunjukkan reaksi. “Serahkan saja padaku,” jawabnya tenang. “Orang-orang kita sudah bergerak untuk mencarinya. Tidak lama lagi… kita akan menemukannya.”

James mengangguk dengan rahang mengeras.

Sementara itu—

Di balik ketenangan wajah Nathan… tersimpan sesuatu yang tidak diketahui siapa pun. Sebuah permainan yang ia kendalikan sendiri.

Nathan berdiri tidak jauh dari mereka. Tatapannya tertuju pada James yang sedang memeluk putranya dengan cemas.

Wajahnya tetap tenang.

Terlalu tenang.

“James Fung… setelah putra kesayanganmu sadar…” batin Nathan.

Ia menatap Jims yang masih tidak sadarkan diri. “Orang yang akan membunuhmu justru adalah dia.”

Sudut bibir Nathan terangkat tipis.

1
awesome moment
pembalasan yg indah
awesome moment
bnr kn? james. jd tpt bgts. smua dibabat habis
awesome moment
mgk bukan jims yg melecehkan calista. tp...james. dgn imbalan posisi utk nathan.
awesome moment
nathan tahu klo dia diperalat
awesome moment
jims melecehkan calista. dan calista g bisa cerita ke nathan. dibonusi...nathan g peduli. jd calista pilih pergi
awesome moment
jgn2 n kek cerita film. yg mbak istri kabur krn udh g tahan dgn sikap mas bojo. dia memalsukan kematiannya sndiri demi ttp waras dan happy. merubah total dirinya bahkan smp suara.
Anonim
Ceritanya kesan terburu2 di akhir… sejujurnya Cinta yg kembali di hari vonis lbh menarik dan tegang … semangat Thor.. terima ksh atas karya2mu
Kinara Widya
yaaa tamat
Dirga Ayunda Dirga
lanjut thour
Kinara Widya
lanjut kak
Dini Anggraini
Nathan sebaiknya kamu pasang CCTV canggih yang bisa melihat video beserta suara orang di dalamnya jangan sampai kejadian dulu calista depresi dan gak mau kembali sama kamu terjadi lagi. Dia sekarang merasa tubuhnya sudah kotor dan gak pantas buatmu lagi nathan jangan sampai kamu kehilangan calista untuk kedua kalinya... 🥰🥰
Kinara Widya
semoga Liora baik2 saja
Kinara Widya
apakah Liora sudah sadar...
Dian Fitriana
update
Kinara Widya
di suruh siapa Ruby...apa jangan2 Ruby menyukai nathan
Kinara Widya
aduh ada penghianat kah...atau pelayan itu menyukai Nathan...
Kinara Widya
jadi perawat Nathan selamanya..liora
Fortu
Tanda tanda ingatan mulai pulih ini
Fortu
semoga musuh Nathan tidak menyakiti Liora lagi
Fortu
syukurlah kalau tes DNA
dan semoga tidak menjadi korban lagi sebab musuh Nathan banyak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!