"kamu ngga mau nikah sama saya?"
hani menatap pria yang ada di hadapannya dengan perasaan bingung.
hani juga hanya diam tanpa menjawab pertanyaan pria tersebut.
"mas kenapa kamu bahasnya itu terus si mas?akukan pernah bilang sama kamu kalo aku belom siap buat nikah,apa lagi aku masih kuliah mas".
apakah hani ahirnya akan menerima lamaran sean?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Pika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
epusode 10
Setelah sean sampai restoran tempat hani bekerja.setelah memarkirkan mobilnya sean masuk ke dalam restoran dan mencari kursi yang kosong.
Lalu sean memanggil pelayan untuk memesan minuman karena dari tadi dia belum minum dan sekarang tenggorokannya terasa kering.
Sean melihat keadaan restoran dan mencari sosok hani,tapi hani tidak kelihatan sama sekali.
Saat pelayan mengantar pesanannya lalu sean bertanya pada si pelayan.
"permisi,apa saya boleh bertanya?".
"ya tuan ,mau bertanya apa".
"apa hari ini hani bekerja?".
"hari ini hani bekerja tuan,tapi sekarang jam kerja hani sudah selesai tuan".si pelayan memberi tau sambil melihat jam di tanganya.
"apa tuan ada perlu denan hani?",kayanya hani masih di belakang.soalnya jam kerjanya belum lama selesa,apa mau di panggilkan?"
"boleh,kali aia hani masih ada di dalem dan belum pulang".
"tentu tuan,tunggu sebentar ya tuan saya panggilkan haninya dulu".
"ya terima kasih".
"sama sama tuan,sudah menjadi tugas saya untuk melayani pengunjung restoran ini".
Lalu pelayan itu pergi kebelakang dan masuk ke tempat istirahat karyawan.saat si pelayan itu masuk dan mencari hani tapi hani sudah tisak ada.si pelayan lalu bertanya pada temannya yang masih ada di sana.
"dea kamu liat hani ngga?".
"baru aja keluar dia,coba cari di depan mungkin masih nunggu ojek!".
"ya padahal ada yang nyari di depan".
"ya bilang aja haninya udah pulang".
"ya udah aku ke depan lagi ya,takut orangnya nunggu kelamaan".
"permisi tuan,haninya sudah pulang tuan tapi kata teman saya hani belom lama keluar dari restoran mungkin hani masih di depan nunggu ojek".
Mendengar penjelasan si pelayan sean lalu membuka dompet dan mengambil beberapa lembar lalu memberikannya ke si pelayan.
"ini untuk bayar minuman saya"ucap sean sambil menyodorkan uang ke pelayan tadi.
"tapi ini kebanyakan tuan".jawab si pelayan sambil menerima uang yang di berikan kepada dirinya.
"lebihnya untuk kamu"
"terima kasih tuan".jawab si pelayan sambil membungkukan badannya karena mendapat tips.
setelah keluar dari restoran sean langsung menaiki mobilnya.dan melajukannya dengan kecepatan rendah karena sambil melihat kanan kiri siapa tau melihat hani.
Saat menyusuri jalan sean melihat hani sedang berjalan sendirian dan sean langsung mendekat ke arah hani dan membunyikan klakson.
Saat sean membunyikan klakson hani kaget dan langsung membalikan badanya sambil bersiap siap untuk marah tapi saat berbalik malah sean yang ada di belakangnya.
Sean lalu keluar dari mobil dan menghampiri hani yang sedang menatapnya sambil mengelus dadanya karena kaget.
"ayo aku anter pulang!aku juga mau ada yang di omongin".ajak sean sambil menarik tangan hani untuk masuk mobil.
"makasih aku lagi pingin jalan" hani menjawab sambil menarik tangan yang di pegang sean tadi.
"aku mau ngomong sesuatu sama kamu".
Sebenernya hani mau bilang engga mau tapi dia merasa ngga enak.tapi ahirnya hani mengikuti ajakan sean untuk masuk mobil.
Setelah keduanya masuk mobil sean menjalankan mobilnya.
"kenapa hp kamu dari pagi ngga bisa di hubungi?"sean bertanya sambil memperhatikan jalanan.
"ngga papa".hani menjawab dengan enggan.
"kamu ada masalah?.sean menengok sebentar ke arah hani.
"engga ada,cuman lagi males pegang hp aja".jawab hani yang masih enggan melihat ke arah sean.
Sean yang menyadari kalo hani sedang menghindarinya langsung menepikan mobilnya.
"kamu menghindar dari saya?dari tadi saya tanya juga kamu jawabnya setus".
"dari pagi kamu ngga bisa dihubungi,aku khawatir kamu kenapa kenapa,tadi saya ke restoran kamunya udah pulang duluan".
"saya ada salah?kalo ada bilang salah saya apa,jangan malah menghindar kaya gini".
Hani yang ditanya hanya diam dan mengalihkan pandangannya kekuar mobil.
sean yang melihat hani diam saja sean pun ikut diam sambil meperhatikan hani.