BIANCA DEALOVA, gadis tengil yang suka sekali dengan tantangan,ia menjadi pusat perhatian di SMA Karya Bakti semua murid cowok pasti mengenalinya.Hingga pada akhirnya, dia ditantang oleh teman-temannya untuk menaklukkan hati seorang siswa baru, EDGAR GRISSHAM pemuda berwajah dingin dan misterius.
"apakah Allexa berhasil menaklukkan hati seorang pemuda dingin itu atau tidak.yuk, Kepoin kisah mereka selanjutnya!!"👋🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab sepuluh
seorang lelaki berjakung dengan jaket hitam berlambang Storm Riders menyeringai tajam, menatap wajah lawan balap.
"kalo lo kalah motor lo buat gue begitu juga sebaliknya gimana"tawar Hazard
"jangankan motor, ambil cewek gue buat lo kalau gue kalah"balas lelaki jagung itu angkuh, vino namanya
ketua geng storm Riders di SMA karya bakti yang terkenal dengan suka membully murid-murid lemah menjadikan wanita barang taruhan dan mengklaim dirinya Sebagai ketua geng terkuat.
"Okey, deal"jawab Hazard sepakat
Hazard dan Vino berdiri di garis start, dengan motor mereka yang siap untuk melesat. di sisi panjang jalan Pendukung geng mereka masing-masing berteriak dan memberikan semangat, sementara Hazard dan Vino saling menatap dengan mata yang tajam.
"Siap-siap, kalian!" teriak starter, dengan bendera yang siap untuk dijatuhkan.
Hazard dan Vino mengangguk, dengan tangan mereka yang siap untuk mengendalikan motor. Saat bendera dijatuhkan, kedua motor itu melesat kencang, meninggalkan pendukung geng mereka yang berteriak dan memberikan semangat.
namun baru setengah jalan vino lengah begitu mendengar suara motor dari belakang dan itu bukan motor milik Hazard.
Vino terkejut ketika melihat empat motor elite itu mendekatinya. Ducati Panigale V4 R,Honda CBR150R , Confederate P51,Yamaha R6 dan Kawasaki Ninja H2R semuanya bergerak dengan kecepatan tinggi, menghampiri Vino dari arah belakang.
Vino langsung meningkatkan kecepatan motornya hingga maksimal, tidak peduli dengan bahaya yang ada di depannya. Ia menyalip truk kontainer dan mobil lainnya, tetapi motor-motor itu terus mendekat.
Tiba-tiba, pengendara Kawasaki Ninja H2R menyeruduk motor Vino dengan keras ke arah samping. Vino terkejut dan hampir kehilangan kendali atas motornya.
"what the f***" Vino, panik dan frustrasi. Ia tidak mungkin menghentikan motornya sekarang dan kalah dari Hazard.
Vino berusaha untuk tetap fokus dan mengendalikan motornya, tetapi Kawasaki Ninja H2R terus mendekat, membuat Vino merasa tertekan. Ia tahu bahwa ia harus melakukan sesuatu untuk menghindari kekalahan.
vino membalas tendangan motor itu dengan keras lalu menambah kecepatan tinggi begitu motor sebelah nya itu oleng, ketika melihat pertigaan ia langsung belok dengan cepat
"WOY BERHENTI LO!!"teriak kawanan motor besar tersebut vino langsung berbelok lagi dengan cepat sebelum kawannya tersebut berhasil mengejarnya Tapi...
srettttt
dari arah tikungan lainnya terdapat tiga motor yang ia lihat bersama motor Kawasaki ninja h2r sebelumnya.
Vino terpental jauh bersama motornya saat pemilik motor Ninja Kawasaki menendangnya lagi, pemilik 4 motor elit itu membuka helm mereka masing-masing menampilkan wajah tampan rupawan mereka
4 sosok di balik helm itu adalah Edgar, Samudra Kelvin dan Velix aura mereka mencantumkan kegelapan wajah mereka dingin jaket yang sama dan satu nya lagi melangkah lebih dulu dan membuat yakin bahwa itu adalah ketua mereka.
Vino merasa sedikit ketakutan ketika Edgar, Samudra, Kelvin, dan Velix menatapnya dengan wajah dingin dan aura menakutkan. Ketua mereka, yang tidak disebutkan namanya, melangkah maju dan membuat Vino merasa semakin terintimidasi.
"Gue nggak suka basa-basi, sebaiknya lo jawab di mana Ketua brengsek lo itu?" tanya Edgar dengan nada yang kasar dan tidak sabar.
Vino mencoba untuk tetap tenang, tetapi suaranya sedikit bergetar ketika ia menjawab, "Ketua... ketua siapa? Dan lo siapa? Siapa yang lo maksud ketua di sini?"
Vino tahu bahwa ia akan mencari masalah dengan geng lain, tetapi kali ini ia sepertinya menjadi sasaran kawanan Serigala jalanan itu. Ia berharap bahwa situasi ini tidak akan memanas dan berakhir dengan kekerasan.
Edgar menatap Vino dengan mata yang tajam, menunjuk kan satu foto"LO JAWAB GUA DENGAN JUJUR, DI MANA MANUSIA BRENGSEK DAN SIALAN INI BERADA?" tanya Edgar dengan nada yang semakin kasar.
Vino merasa terintimidasi, tetapi ia mencoba untuk tetap tenang dan menjawab dengan jujur, "SUMPAH BANG DEMI ALLAH SAYA TIDAK TAHU BANG GIMANA ORANG YANG ABANG MAKSUD," ujar Vino bergetar sambil bersumpah.
Edgar tidak percaya, "LU NGGAK USAH TIPU GUA, NGGAK USAH PURA-PURA NGGAK TAHU! GUA TAHU INI ABANG KANDUNG LO!!" ujar Edgar menggelegar.
Vino merasa terkejut dan sedikit ketakutan, tetapi ia mencoba untuk menjelaskan, "Ya bang, gue jujur itu memang abang kandung gua, tapi bang sumpah... Dia nggak pernah pulang lagi ke rumah semenjak bokap dan nyokap gua bercerai," ujar Vino dengan nada yang sedikit bergetar.
"Kalau lo berani boongin gua, lo mati! Gua Edgar nggak pernah main-main sama ucapan gua," ujar Edgar dengan nada yang mengancam.
"Cil, lu beneran nggak tahu abang lo di mana?" tanya Kelvin dengan nada yang sedikit lebih lembut namun wajahnya datar.
"Beneran bang, gue beneran nggak tahu dia di mana," ujar Vino dengan nada yang jujur.
"Kalau lu bohong, gue nggak segan-segan bunuh lo sebelum Edgar. Gue yang akan cari lo," ujar Samudra dengan nada yang dingin.
Velix tiba-tiba menginterupsi, "Udah kayaknya gue rasa dia nggak bohong. Kali ini kita maafin lo, ayo pulang. Gue belum kasih makan Tinky Winky, Dipsy, Lala, Po gua."
Edgar menatap Vino dengan mata yang masih tajam, "Lo tahu tunangan gue meninggal di tangan abang lo, dan yang harus lo tahu... nyawa harus dibayar dengan nyawa," ujar Edgar dengan nada yang penuh dendam.