NovelToon NovelToon
Aku Bukan Wanita Mandul

Aku Bukan Wanita Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elvy Anggreny

Kesalahan di masa remajanya membuat Dewi harus menerima konsekuensi dari semua itu. Memiliki dua orang anak tanpa suami membuat Dewi menjadi bahan pembicaraan di kampungnya. Hingga suatu hari dia menerima lamaran dari saudara ayahnya yang memiliki seorang anak laki laki. Bertahun-tahun berumah tangga Dewi dan Randi belum memiliki anak. Segala cara mereka melakukan, pengobatan tradisional sampai ke dokter kandungan yang terbaik di kota mereka tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Dewi mulai lelah menghadapi tuntutan suami dan keluarga suaminya yang menginginkan keturunan. Hingga semua keluarga besarnya berprasangka buruk pada Dewi, mereka mengatakan kalau Dewi itu mandul karena minum obat ketika belum bersuami.

Suami Dewi juga mulai terpengaruh dengan pembicaraan orang orang. Pertengkaran menjadi hal biasa. Setiap kali ada pertemuan keluarga, mereka selalu mengatakan agar Randi menikah lagi. Agar bisa memiliki anak.


Bagaimana kisah selanjut

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

"Apa....?" Yang paling terkejut adalah ibu mertua Dewi, sedikit rasa malu dengan anak menantunya karena dia menganggap bahwa semua keluarganya baik baik.

Tante Randi tidak bisa bicara apa apa lagi, dia malu kalau harus menjelaskan tentang anaknya.

"Kamu jangan ngaco ya Wi " Ujar Rani ketus

"Tanya saja pada Maya, bukankah mereka tinggal di asrama yang sama ?" Sahut Dewi.

Seringai Dewi terlihat jelas di mata Rani dan Reni, dia tidak mengejek tapi dia menertawakan kebodohan mereka yang selalu menganggap keturunan mereka yang paling baik dan tidak pernah punya masalah.

Sore harinya mereka kembali ke kota, Randi melihat rumah sepi.

Drrtt

"Hallo Wi "

"Lia..Yan sama Arumi lagi ngapain? Saya telpon nomornya nggak aktif"

"Mereka lagi nonton sama Nora, Gimana?"

"Tolong bilangin, saya udah pulang ya. Saya tunggu mereka di rumah"

"Iya wi.."

"Makasih ya Lia udah merepotkan kamu "

"Nggak usah ngomongin itu dulu, gimana kamu udah tau siapa bakal adik madu kamu ?"

"Belum jelas"

"Kamu yang sabar ya Wi"

Randi diam diam mendengarkan pembicaraan Dewi, dia tidak mendengar apapun yang di katakan Amalia.

"Hahaha saya mungkin terluka dengan apa yang kak Randi lakukan, tapi tidak membuat saya lemah dan terpuruk "

''Jangan bersimpati pada nya Wi, jika dia mencintai kamu. Dia tidak akan menyakitimu kamu " Kata Amalia

"Itu pasti Lia... Definisi cinta yang sesungguhnya menurut saya bukan tentang kekurangan dan masalalu tapi kita akan berharga dimata orang yang tepat. 4 tahun jalani rumah tangga, sudah banyak hinaan yang saya terima, di remehkan. Jadi kamu bisa tau saya bukanlah orang tepat untuk suami saya "

Randi diam tidak bergeming mendengar kata kata Dewi, Ada penyesalan telah memperlakukan Dewi seperti itu. Namun dia juga di tuntut harus memiliki anak. Hanya dengan cara menikah lagi orang tuanya bisa diam.

Randi menjauh, dia duduk di teras. Tidak ingin lagi mendengar apa yang di katakan Dewi karena itu bisa membuat hatinya goyah. Sedangkan dia harus mengikuti apa yang di katakan oleh ibu, kakaknya dan beberapa keluarga yang sudah sangat ingin melihat Randi memiliki anak.

Mereka berpikir kalau Randi tidak menikah lagi terus bersama Dewi. Selama nya dia tidak akan memiliki anak. Apalagi di kampung, Seorang pria, sebagai anak laki laki tujuan utama menikah adalah memiliki keturunan sebagai penerus keluarga.

Selesai menelpon Amalia, Dewi menerima pesan dari Amalia

"Sorry Wi.. Saya lupa kasih tau kamu, dua hari yang lalu Rama kesini mencari kamu"

"Iya Lia...udah nggak penting lagi apapun tentang dia"

"Baiklah, itu jauh lebih baik Wi ."

Dewi tidak membalas lagi pesan dari Amalia.

Dewi segera membereskan rumah dan memasak. Sebentar lagi kedua anaknya pulang. Randi merasa sikap Dewi padanya sedikit berubah. Cuek... Seperti itu yang di rasakan Randi.

Randi mengintip ke dalam rumah melihat Dewi, tak lama kemudian Randi menelpon ibunya.

"Hallo Bu "

"Iya nak..."

"Apakah rencana yang kita bicarakan nggak bisa nanti aja "

"Loh kenapa? Kamu tau kan gimana usaha ibu meyakinkan paman kamu agar kamu menikahi anaknya jadi istri keduamu?"

"Iya Bu, Randi tau.. tapi melihat Dewi seperti ini. Saya merasa nggak nyaman "

"Randi... Ibu nggak mau tau ya, sudah 4 tahun kamu menikah dan sampai saat ini belum ada hasilnya, ibu tau kamu nggak nyaman, Dewi juga keponakan ibu tapi kamu sat satunya anak laki-laki Ayah dan ibu. Kamu tau bahwa kamu di keluarga di haruskan memiliki penerus. Kamu dan Dewi memeriksa keadaan kalian berdua, semua baik baik saja. Kamu sehat,dia juga sehat." Jawab ibu Randi

"Iya Bu, kami berdua sehat sehat saja Bu"

"Berarti bener kata kakak kamu, mungkin Dewi udah melakukan sesuatu sama kandungannya selama dia belum menikah dulu ".

"Bu...".

"Ibu nggak mau tau, kamu harus nikah sama perempuan pilihan ibu, lagi pula. Bukannya di awal kita bicarakan rencana ini. Kamu sendiri bilang kalau anak pamanmu Mariam itulah yang kamu sukai dari dulu, dia lebih baik dari Dewi dan lebih cantik. Itu pilihan kamu "

Ya Mariam lah adik tiri Dewi yang jadi pilihan istri kedua Randi.

Randi diam tidak lagi menjawab apa yang di katakan ibunya. Randi juga ingat bagaimana Mariam mengatakan tidak ingin di kecewakan lagi.

Tarikan nafas Randi kali ini adalah antara rasa bersalah pada Dewi dan mengingat sudah sejauh ini rencana mereka ingin melamar Mariam. Apalagi pamannya yaitu Ayah Dewi, Mariam juga sudah setuju namun harus di lakukan tanpa sepengetahuan Dewi.

Ayah Dewi mengatakan yang akan memberitahukan sendiri pada Dewi nanti pada saatnya.

"Baiklah Bu "

Randi melihat jam sudah pukul 7 malam, tak lama kemudian suara motor Yan berhenti di depan rumah mereka.

"Ayah... Kami pulang" Suara Arumi yang melihat Ayah nya duduk di ruang tamu

"Iya nak.." Jawab Randi, Yan masuk langsung ke dalam tanpa mengatakan apapun.

Alasan Yan tidak menyukai Ayah sambungnya, tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya. Yan sudah dua kali Randi berjalan berdua bersama Mariam, bahkan Yan pernah melihat Ayah sambungnya mencium kening Mariam.

Apalagi Yan tau alasan dari pertengkaran ayah ibunya karena ayahnya ingin menikahi Mariam. Yan semakin membenci Ayah sambungnya. Yan tidak tega mengatakan yang sebenarnya pada ibunya. Dia tidak ingin menyakiti hati ibunya juga.

Tak lama kemudian Dewi mengajak Randi dan kedua anaknya untuk makan malam. Mereka makan seperti,hanya Randi dan Arumi yang bicara di saat mereka makan.

"Oh iya Bu, beberapa hari yang lalu. Ada yang mencari ibu di rumah tante Amalia" Kata Arumi. Dewi hanya diam, entahlah Dewi merasa bahwa orang yang mencarinya adalah orang yang sudah menorehkan luka di hatinya

"Arumi melihat wajahnya mirip sama kakak" Yan tiba-tiba berhenti makan, dia menatap Arumi dengan tatapan tajam.

"Dek, kamu bisa kan habiskan dulu makannya ?" Ujar Yan

"Maaf kak, Arumi nggak ulangi lagi "

"Dek.. Selesaikan makannya ya, besok udah sekolah lagi " Kata Dewi

"Iya Bu"

Randi salut dengan kedua anak tirinya, mereka tidak pernah membuat hal yang membuat ibunya sedih atau kesal dan Arumi selalu patuh pada Yan jika Yan mengatakan sesuatu.

Randi tau Yan adalah anak yang baik sebenarnya. Yan sangat menyayangi Ibunya. Randi juga tau kemarahan Yan padanya karena Yan melihat sendiri dia hampir saja menyiram air panas ke tubuh Dewi. Randi terbawa emosi saat itu.

Setelah selesai makan, Dewi dan kedua anaknya segera menyelesaikan pekerjaan , membantu Dewi beres beres.Beberapa menit kemudian mereka masuk kedalam kamar mereka.

Randi yang melihat Dewi masuk segera berbalik

"Sayang, saya bertanya?"

Dewi menoleh "Kakak mau tanya apa ?"

"Apakah pria yang kita temui di kampung saat itu adalah Ayah Yan dan Arumi?" tanya Randi dan hanya di balas anggukan kepala Dewi

"Kakak tau kenapa orang orang di kampung kita menganggap saya seperti wanita nakal yang tiba-tiba punya dua orang anak?"

Dewi melihat Randi menggeleng kan kepalanya.

"Karena sejak saya hamil Yan hingga Arumi saya nggak pernah mengatakan pada siapapun"

"Lalu kenapa Rama mencari kamu di rumah Amalia?"

"Karena hanya Amalia yang menampung saya ketika saya hamil, Beruntungnya pemilik kos orang yang baik. Mereka nggak memandang saya seperti pandangan orang di kampung kita "

"Randi menatap Dewi

"Saya sudah mengecewakan Ayah, saya nggak ingin membawa anak anak ke kampung, agar ayah nggak mendengar apa kata orang. Saya juga nggak mau mereka sampai menyakiti hati anak anak saya"

"Sayang, selama ini kenapa kamu mengatakan semua sama ayah, bahkan saya juga hanya tau kalau Yan dan Arumi adalah anak dari Pria yang sama "

"Kak...kakak ingat di awal kita masuk rumah ini ?"

"Kakak mengatakan agar kita sama sama mencoba menjalani kehidupan pernikahan ini, kakak nggak ingin mengetahui tentang saya dulu karena kakak ingin agar saya melupakan semua itu juga"

Randi kembali diam, apa yang di katakan Dewi semua berputar kembali di kepalanya.

"Rama adalah kekasih saya ketika kuliah, saya terlalu terbuai dengan kebebasan saya di sini, berpikir bahwa dia adalah pria yang baik dan nggak akan mungkin meninggalkan saya"

"Beberapa tahun setelah itu, kami kembali bertemu dan kebodohan saya adalah terlalu mencintai Rama bahkan memberi kesempatan kedua pada Rama. Dua bulan bersama lagi, saya hamil. Hal yang sama.m, saya mengatakan pada Rama tentang kehamilan saya. Dan sekali lagi dia meninggalkan saya "

"Bagaimana kalau dia datang untuk mengambil kedua anaknya?"

Terdengar Dewi tertawa pelan " Dia udh nggak mau mengakui anak anak saya, itu udah cukup. Lagi pula saya udah nggak butuh pengakuan darinya"

"Dia nggak tau ya kamu juga udah menikah, mungkin tujuan dia mencari kamu ingin berdamai dan kembali pada kalian?" Kata Randi, namun jauh di dalam hati Randi. Dia merasakan panas karena mengatakan itu. Dia merasa cemburu

"Kakak dengar kan apa kata dia saat itu, lagi pula dia udah mati bagi saya"

.

.

.

.

Bersambung....

Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers, semoga suka ceritanya ☺️

1
Aliya Awina
pasti Jack yg lewat
Aliya Awina
betul2 keluarga Firaun
Aliya Awina
takut ketahuan konon tpi gak bisa klu gak deket dasar laki laki munafik kau rendi
Aliya Awina
keturunan konon macam saja kau org kaya
sudahlah miskin belagu pulak tuh
Aliya Awina
gimana ceritanya dorang bilang klau si Dewi mandul sudah jelas2 Dewi sudah perna melahirkan 2 kali malah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!