NovelToon NovelToon
HANTU TAMPAN

HANTU TAMPAN

Status: tamat
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.5
Nama Author: Ucu Irna Marhamah

Sequel DIA HANTU

Yoona ingin menemukan ayahnya sejak kecil. Akhirnya, ketika dewasa, Yoona memulai perjalanan panjang untuk menemukan ayahnya.
Tapi entah kenapa, Yoona malah terjerat oleh pria asing.
Ke mana pun dia pergi, pria itu ada di sana. Yoona tidak dapat melarikan diri.
Teknik membaca pikiran yang dibanggakan oleh Yoona juga tidak berhasil untuk pria itu!
Yoona melarikan diri dengan segala cara yang mungkin namun hanya untuk tersudut oleh perangkap pria itu lagi. Pria itu menatapnya dengan muram, "Jangan lari!"
Yoona menghela nafas dalam-dalam, karena dia tidak dapat melarikan diri, itu adalah takdirnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

"AKU INGIN BERTEMU AYAH"

Hari mulai pagi, Yoona membantu Narura memasak. Refano masih tertidur. Hari ini Yoona tidak ada jadwal ke kampus.

"Kak Alex dan Shiray belum kembali juga? Sebenarnya apa yang mereka lakukan ya? " tanya Yoona pada Narura.

"Jangan berpikir yang tidak -tidak, mungkin mereka sedang berkencan sama seperti kau dengan Ryuga" kata Narura yang membuat pipi Yoona merona.

"Hmm wangi sekali, apa yang kalian masak? " tanya Refano seraya memasuki dapur dan duduk di meja makan.

"Hanya sup" jawab Narura. Yoona melirik Refano yang terlihat masih mengantuk.

"Bu, semalam paman tidur dimana? Kalian tidur satu kamar? " tanya Yoona dengan berbisik.

"Tidak, dia tidur dikamar Alex, kan Alex belum pulang" jawab Narura.

"Oh, kenapa sih kamar dirumah ini kan banyak, kenapa yang dipakai hanya 4 kamar? " tanya Yoona.

"Sisanya dilarang dibuka, karena hanya akan membuat kita lelah membersihkannya" jawab Narura. Akhirnya Narura selesai memasak mereka pun makan.

"Apakah Alex dan Shiray belum juga kembali? " tanya Refano.

"Belum" jawab Narura.

"Apa mungkin mereka pergi ke istana ku? Gawat jika mereka bertemu Sam atau Devano" batin Refano.

Yoona mengerutkan dahinya. "Sam? Siapa Sam? Lalu, Devano? Bukankah nama ayahku? Memangnya dimana kak Alex dan Shiray? " batin Yoona.

"Aku harus segera menemui mereka " batin Refano kemudian beranjak dari duduknya setelah selesai makan.

"Paman, aku ikut" kata Yoona. Langkah Refano terhenti kemudian membalikkan badannya.

"Ikut? Aku mau ke kamar mandi sayang " kata Refano. Yoona baru ingat kalau Refano belum tahu kalau dirinya bisa membaca pikiran orang lain.

"Tidak, aku mau ikut paman ke istana" kata Yoona. Refano terkejut. Narura juga mereka berdua saling pandang.

"Istana? Sudah ku bilang aku mau ke kamar mandi, kalau mau ikut ayo" kata Refano menggoda meski sebenarnya dia mengalihkan pandangannya.

"Paman, aku bukan anak kecil, paman aku mau ikut" gerutu Yoona.

Narura menghela napas berat. "Yoona, duduk dan makan makananmu" kata Narura.

"Tapi bu, aku mau bertemu ayah"

"Duduk "

"Ibu, aku merindukan ayah"

"Duduk! "

"Tapi bu"

"DUDUK!!! " bentak Narura. Yoona terhenyak. Refano juga.

"Kalian jahat" Yoona berlari menaiki tangga menuju kamarnya.

Refano kembali duduk di meja makan. Narura menghela napas berat.

"Aku terlalu memanjakannya. Dia jadi seperti itu " gumam Narura.

"Aku tidak mengerti kenapa dia tahu niatku" kata Refano.

"Dia bisa membaca pikiran orang lain" jawab Narura.

"Apa? Jangan -jangan selama ini dia selalu membaca pikiranku? Termasuk..... Yang itu " gumam Refano.

"Sebaiknya aku meminta maaf" kata Narura sambil beranjak dari duduknya.

♡♥♡♥♡♥♡

Yoona menangis dikamarnya. Dia hanya ingin bertemu ayahnya, hanya itu.

Terdengar pintu kamarnya diketuk. Yoona menguncinya. Dia tidak akan membiarkan siapapun masuk.

Dia tetap menangis dengan suara pelan. "Jangan menangis " Yoona terkejut mendengar suara bariton itu. Dia menoleh. Ternyata Refano.

Dari mana dia lewat. Yoona melirik pintu kamarnya. Namun jelas masih terkunci.

"Pa.. Paman"

"Maafkan Naru, dia refleks membentakmu, dia berada dalam kecemasan setiap harinya. Dia berharap dan banyak berharap padamu"

Yoona menghela napas berat. "Aku hanya ingin bertemu ayahku paman"

"Tapi itu bukan pilihan yang bijak, bahkan ayahmu tidak tahu kalau Alex, putra sulungnya masih hidup, aku tidak mau keponakanku dalam bahaya"

Yoona membuang muka karena kesal. Kenapa harus dia yang mengalami hal semacam ini.

"Jika kau mau, ayo ke istanaku" kata Refano sambil mengulurkan tangannya kearah Yoona.

Yoona terkejut kemudian menoleh menatap pamannya. "Paman yakin? " tanya Yoona antusias. Refano mengangguk.

"Aku sayang paman" Yoona memeluk Refano. "Paman juga sayang Yoona " Refano membalas pelukan Yoona.

"Tapi, apa ibu menizinkan? " tanya Yoona dengan raut kembali sedih.

"Aku sudah bicara padanya, asal kau menurut padaku, jangan berusaha mencari ayahmu" kata Refano.

"Baik, aku janji" kata Yoona. "Kalau begitu pegang tangan ku " kata Refano sambil mengulurkan tangannya.

Yoona menerima uluran tangan Refano. Tiba-tiba semuanya gelap. Yoona merasa dirinya melayang-layang sambil berputar-putar tersedot ke dimensi lain.

♡♥♡♥♡♥♡

Shiray yang memakai dress pink berjalan menuju benteng istana kemudian duduk. Shiray terpukau melihat lautan luas yang menjadi pemandangan tersendiri bagi istana Chinnimon.

Rambut Shiray berkibar karena angin yang sepoi-sepoi matanya terpejam merasakan kelembutan angin yang menerpa tubuhnya.

"Kau tidak takut jatuh? " tanya Alex yang sedari tadi memperhatikannya.

Shiray menoleh. "Tidak" jawabnya kemudian kembali menikmati angin.

Alex duduk disampingnya dan ikut merasakan terpaan angin.

"Kenapa kau melakukannya? " tanya Shiray. "Apanya? " tanya Alex.

"Lupakan" kata Shiray. "Katakan yang jelas, agar aku bisa menjelaskannya" kata Alex.

"Kenapa kau melakukan itu dengan wanita -wanita itu?" tanya Shiray berbelit-belit.

"Entahlah, mungkin karena aku memiliki darah yang sama dengan ayahku"jawab Alex.

"Kau.. Kau menyebalkan sekali, itu tidak baik dan tidak benar" kata Shiray.

"Aku tahu, tapi wanita -wanita itu tidak menolak, jadi jangan menyalahkanku saja" kata Alex.

"Iya, wanita -wanita itu juga mau-maunya menghancurkan masa depan mereka " guman Shiray .

"Kau cemburu? " tanya Alex. "Tidak, tentu tidak " jawab Shiray cepat.

"Aku tidak mengerti kenapa suasana hatimu berubah-ubah? Kadang begitu arogan, kadang sedih, kadang takut" kata Alex.

"Aku memang bermasalah dengan mentalku, adikmu juga" jawab Shiray.

"Adikku? "

"Dia sering di bully waktu sekolah dasar. Aku yakin itu membutuhkan proses lama untuk bisa menyembuhkan mentalnya" jawab Shiray.

"Tapi aku yakin, kau lebih menderita jika dibandingkan dengan adikku" kata Alex.

"Itu benar, aku mengalami banyak masalah, tapi lupakan, itu sudah berlalu, sekarang aku lebih baik" kata Shiray.

"Apa kau yakin? Lalu sikap orang tuamu? Pelecehan itu? perjodohan itu? Apa kau masih mau berpura-pura di depanku? "

Shiray terkejut. "Dari mana kau tahu? Apa Yoona yang memberitahumu? "

"Bukan"

"Lalu? Kau bisa membaca pikiran orang lain? "

"Bukan "

"Lalu apa? "

"Diary mu"

"Hmm, baiklah kau benar-benar membuktikan cintamu dan membuatku makin yakin" kata Shiray menyindir.

"Aku bukan sengaja membacanya, aku tidak sengaja melihatnya" sanggah Alex.

"Hei kalian berdua?! Apa yang kalian lakukan diatas sana!! Turun nanti jatuh!! "

Alex dan Shiray menoleh ternyata Yoona. "Apa yang dia lakukan disini, jangan -jangan paman" gumam Alex.

Alex menghampiri Yoona disusul Shiray. "Kakak" Yoona memeluk Alex. Alex membalas pelukan Yoona. "Kenapa kau bisa berada disini Yoo? " tanya Alex.

Yoona melepaskan pelukannya. "Kau tidak senang aku kesini? Iya? " gerutu Yoona.

"Bukan begitu.. Hanya saja.. " kata-kata Alex tidak diteruskan karena Yoona memotongnya. "Lau tidak adil, mengajak Shiray kemari dan tidak mengajakku, padahal aku mau duluan tahu soal ini" gerutu Yoona.

"Sebenarnya aku juga tidak berniat kesini jika bukan karena adikku yang terus-terusan menegang karena Shiray " batin Alex.

"Apa? Adik? Kau punya adik selain aku? Siapa dia? Akan ku hajar!! " teriak Yoona marah.

Alex terkejut. "Aku tidak bilang apa-apa" kata Alex. "Tapi, aku mendengarnya!! " gerutu Yoona.

"Gawat jika Yoona menghajar adikku tersayang, bisa -bisa aku tersiksa" batin Alex.

"Jadi kau lebih menyayangi dia? Aaaa!! Kau jahat!! " tangis Yoona.

Shiray menghampiri mereka. "Kenapa Yoo? " tanya Shiray.

Yoona berlari memeluk Shiray. "Kakakku menyebalkaaaaaannn"

♡♥♡♥♡♥♡

By

Ucu Irna Marhamah

1
niken babyzie
kenapa bisa sakit sih thor.. kan mereka gak bisa sakit thor
indy
b
Indra Nur Laraswati
Aq suka cerita yg g berbelit"
jd enak di bacanya
semangat thor💪💪💪🙏
Indra Nur Laraswati
tegang bacanya thor🤭
Indra Nur Laraswati
lucu yooana
aq juga mau klau punya kk seperti Alex🤭🙏
Indra Nur Laraswati
Aq mampir thor
semoga bgus ceritanya🙏💪💪💪
karenina
wkkwkkwkk
Nyonya Dhanu
mungkin gerald pas gigit mangsa yg kena kanker jd ketularan 😁
Tiara Mutia
druckless...benaran ada to cuma halu
mamanya aisyah
smpe saat ini aku masih nunggu season 2 nya ,ttng kisah cinta Yoona dan jg Gerald , krna kata author ny akan ada ,aku baca ini Thun 2021 skrng dah 2022 msih setia mnunggu kisah cinta yoona dan jg Gerald ..,
Danah
ko ga ada s2 y si
Ayunelyta Herianto
god
Carissa Fanis
hadew...buat film seru ini...jantung hampir hilang😆😆😆
Oi Min
Happy ending
Oi Min
Anna keras kepala
Oi Min
Yang slah itu ibu tiri jalang mu itu..... Knp Alex yg kmu salahkan????
Oi Min
Anna jka kmu tau sakitnya klo ada orang ketiga.....knp kmu sekarang jga ingin sprt ibu tirimu?? Jadi orang ketiga.....bhkn kmu lebih parah...... Kmu menggangu rumah tangga orang lain
Oi Min
Mngkin kasih sayang Nura yg bsa mnyadarkan Sam
Oi Min
Adikmu sdah di tandai Gerald..... Lex.....
Oi Min
Alex kek Devano yg dulu jga maksa Naru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!