NovelToon NovelToon
You Love Me

You Love Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: HeniNurr

Adila Dimitri... Kesucian yang sudah terenggut, tidak mengubahnya menjadi wanita lemah. Mandiri, kuat, berani dan tidak takut dengan apapun, sudah menjadi slogan dalam hidupnya.

"Hidup ini pilihan, apapun yang membuatmu sedih, tinggalkan...!!!
Apapun yang membuatmu tersenyum, pertahankan...!!!"

Aditya Putra Wiriaatmaja... kehilangan cinta karena kondisi yang membuatnya tidak bisa bertahan.

"Aku bukannya tak mau merelakan kepergianmu, aku hanya menyesali kelemahanku memperjuangkanmu untuk tetap disisiku. Aku belajar tulus untuk mencintai meski tak harus memiliki, belajar ikhlas merelakan meski harus kehilangan...!!"

Pertemuan yang diawali dengan drama settingan yang Adila ciptakan, membuat mereka terjebak dalam kondisi yang tidak nyaman, hingga akhirnya takdir mempertemukan mereka kembali dalam kondisi yang jauh berbeda.

Akankah sifat absurd Adila mampu meluluhkan hati Aditya yang menyukai wanita sederhana dan anggun seperti mantan kekasihnya dulu???

Sequel dari ❤Cinta Yang Hilang❤...
Pantengin terus di semua partnya👌👌
Happy reading💋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HeniNurr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sindiran

Adila menggendong tas ranselnya dengan malas. Mata panda melingkar hitam, langkah yang gontai, bibir menukik dan wajah memberengut masam. Semangat empat lima yang biasanya selalu ia perlihatkan setiap pagi, tiba-tiba menghilang ditelan kabut gelombang kemalasan.

"Dilaaaa...."

Duuuggh....

"Aduh..." Adila memegang dahinya yang terkena benturan pintu saat Adira membuka pintu kamarnya bersamaan dengan dirinya yang hendak keluar kamar.

"Jontor nih jidat gue." Mengelus-ngelus keningnya.

"Aduh maaf Dil, aku nggak sengaja."

Bibir Adila semakin menukik tajam," Makannya kalau masuk ke kamar orang tuh ketuk dulu."

"Iya maaf-maaf... sini aku lihat." Ucap Adira dengan meraih tangan Adila.

"Nggak usah...," Seraya menutup pintu kamar,"... yuk cabut, ntar telat lagi, gue mau ngampus."

Mata Adira membelalak dengan mulut menganga lebar.

Adila menarik bagian sebelah sudut bibirnya keatas," Ekspresinya ga udah lebay gitu."

Adira terkikik," Ada angin apa tiba-tiba pengen ke kampus, semangat banget lagi."

"Nggak usah mancing."

Adira tak bisa menahan tawanya lagi, terbahak-bahak karena ia tahu Adira memang kelihatan jauh dari kata semangat.

"Kita sarapan dulu ya, Dil?" Mengikuti langkah Adila yang sudah mendahuluinya menuruni tangga.

"Ogah... males harus ketemu sama Mak Lampir, langsung cabut aja."

"Tapi nggak enak sama....."

Adila menghentikan langkahnya, berbalik menatap tajam Adira," Nurut nggak sama gue?"

"Tapi kan Dil...."

"Serah... itu tandanya lu pergi naek angkot... SENDIRI." Ancam Dila.

Adira meringis dalam hati, kemungkinan besar ia bisa datang terlambat kalau memakai angkot yang selalu berjalan seperti siput. Itu bakal fatal, DO (Drop Out) ancamannya.

"Ya udah aku bawa tas dulu... tungguiiiin." Adira berlari masuk kembali ke kamarnya.

"Cepetaaaan...." Teriak Adila sambil menahan senyum melihat saudara kembarnya itu blingsatan terkena jebakan batmannya. Padahal tidak mungkin juga dia setega itu membiarkan Adira pergi sendirian naik kendaraan umum.

"Adila..." Panggil Pak Dimitri saat melihat Adila berjalan menuju pintu garasi.

Adila menengok, membalikan badannya menunggu kelanjutan apa yang akan Papahnya katakan.

"Kamu mau kemana?"

"Kampus Pah."

"Rajinnya anak Mami...," Sindir Dona,".... sini sarapan dulu, Mami udah...."

"Dila pergi Pah." Potong Adila dan langsung mengambil langkah seribu sebelum melihat akting Mami tirinya yang sangat manis itu.

"Loh Dil... kamu nggak sarapan dulu sayang... Mami udah siapin sarapan buat kamu." Teriak Dona mulai memainkan dramanya kembali.

"Udah Mih, biarkan dia pergi." Ucap Pak Dimitri.

"Tapi Pah....," Dona menunduk, air matanya mengembang,".... kapan ya Pah, Dila bisa nerima Mami?"

Dimitri mengelus punggung Dona," Sabar sayang, jangan sedih gitu, suatu saat Dila pasti menerima mu sebagai Maminya."

"Iya sayang." Menyeka air mata yang belum sempat turun.

Siapa juga yang sudi jadi Mami anak kurang waras seperti dia, awas kamu Adila

"Papah mau tambah lagi rotinya?" Lanjut Dona.

"Boleh... roti buatanmu enak sekali." Sambil menjentikan dagu Dona.

"Ah Papah bisa aja."

Tak lama kemudian Adira berjalan dengan tergesa menghampiri mereka.

"Pah, Mih... Dira berangkat dulu."

"Nggak sarapan dulu sayang?" Tanya Dona.

"Nggak Mi, Dira sudah terlambat, nanti dikantor aja." Seraya menyalami tangan Dimitri dan Dona bergantian.

"Kamu magang dimana?" Tanya Dimitri.

"Di Perusahaan Wirrbel pah."

Dimitri tercengang, perusahaan Wirrbel merupakan perusahaan yang sedang maju pesat saat ini. Dan ia sangat ingin melakukan kerja sama dengan perusahaan ini. Namun tidak sembarang orang bisa masuk dengan mudah, apalagi dibawah kepemimpinan baru dengan seorang pendamping yang menurut siapapun sangatlah berkompeten.

Baru saja ia akan bertanya lagi, terdengar seruan Adila yang menyuruh Adira untuk segera bergegas.

"Ya udah Pah, Dira berangkat dulu ya."

Adira berlari menuju garasi," Sebentar Dil..."

*****

Didalam mobil, Adila menyalakan musik sekeras mungkin. Menghentak-hentakan kaki dengan kepala manggut-manggut seperti sedang menikmati alunan musik, padahal ia sedang menenangkan pergulatan batin yang sekitar satu jam lima belas menit empat puluh lima detik lagi akan segera duduk manis di meja ujian, tepatnya ujian susulan.

"Bisa dikecilin nggak Dil?"

"Nggak."

"Sakit telinga aku dengernya."

Adila acuh dengan protes yang dilayangkan Adira.

"Ish..."

Klik... musik seketika mati, suasana berubah hening.

"Kenapa dimatiin?"

"Berisik."

"Nyalaian lagi nggak?"

"Nggak."

"Nyalain."

"Nggak."

Adila mendengus kesal," Lu nggak tahu ya, gue pengen nenangin pikiran gue pake musik, gue ini takut banget sama yang namanya ujian, otak gue blank. Udah semaleman gue belajar tapi satu pun nggak ada yang nyangkut." Cerocosnya.

"Kalau kamu serius belajar, aku yakin kamu bisa."

"Bisa apanya... gue udah jungkir balik, nungging sana nungging sini, tetep aja kosong, nggak ada yang nyangkut nih di otak. Gue udah...."

Tatapan Adira yang semula fokus mendengar curhatan Adila, beralih pada seseorang yang ada disamping mobilnya saat ini dengan kaca setengah terbuka. Sama-sama sedang berhenti di setopan lampu merah, menunggu perubahan warna dari kuning ke hijau.

Memandang wajah cool dengan sorotan mata tajam, yang mengobrak-abrik hatinya saat itu.

Adira memasuki sebuah ruangan yang sepertinya diperuntukan untuk acara-acara khusus yang berkapasitas kecil. Sudah ada sembilan anak magang dan sepuluh dengan dirinya. Duduk serius tengah mendengarkan arahan yang disampaikan kepala HRD.

"Selamat pagi Pak, maaf saya terlambat."

Kepala HRD itu melihat arloji ditangannya, kemudian beralih menatapnya kembali,"Duduk."

"Terima kasih Pak."

Adira bernafas lega, berjalan mengambil tempat duduk kosong yang ada di posisi paling belakang.

Selang beberapa menit, seorang laki-laki masuk diiringi perempuan cantik berpenampilan menarik dengan tumpukan berkas ditangannya.

Deg....

Adira menyembunyikan wajah, menunduk semakin dalam.

"Selamat pagi Pak." Kepala HRD itu membungkuk hormat.

"Pagi."

"Perhatian semuanya, perkenalkan ini Bapak David. Beliau adalah Wakil Presiden Direktur di perusahaan Wirrbel, sekaligus asisten kepercayaannya Bapak Aditya selaku Presiden Direktur kita yang kebetulan hari ini berhalangan hadir."

Perlahan Adira mengangkat sedikit wajahnya, namun seketika itu juga tatapan David mengarah kepadanya. Adira menyeret paksa wajahnya untuk menunduk kembali, tak ingin berlama-lama melihat tatapan mematikannya.

"Saya harap tidak ada satupun dari kalian yang melakukan kesalahan sekecil apapun mulai besok. Perusahaan ini tidak suka dengan orang yang tidak didiplin dengan waktu dan juga aturan yang sudah diberlakukan. Kalau sampai itu terjadi, pintu keluar terbuka lebar untuk kalian."

Untaian kata yang singkat, padat dan sangat jelas mendengung-dengung di telinga Adira.

Kakinya bergetar hebat, kata-kata yang dilontarkan orang di depannya saat ini telak menyindir dirinya dan memang sepertinya diperuntukan untuk dirinya. Apalagi tatapan tajam yang diarahkannya tadi menusuk-nusuk hati dengan ketakutan yang semakin menjadi.

Adira menutup rapat-rapat matanya.

"Dir... Dir.... Wooi Adiraaa..."

Adira tersentak, kakinya berjinjit saking terkejut dengan tepukan dibahunya.

"Elu ngelamun?"

"Hah... ng...nggak."

"Trus ngapain dari tadi... gue udah curhat panjang lebar, nanya beberapa kali malah kamunya bengong kayak kebo kelilipan rumput."

"Idih sejak kapan kebo bisa kelilipan rumput."

Adila memanyunkan bibirnya," Sejak lu bengong liatin kaca mulu."

Adira mengerjap, melirik kembali ke arah samping, ternyata sudah tidak ada. Eh... disampingnya sudah berdiri gedung yang menjulang tinggi dengan hilir mudik orang yang keluar masuk kedalamnya.

"Kita udah sampai ya, Dil?"

Adila berdecak," Bener-bener nih anak, dari tadi lu baru nyadar?"

Adira tersenyum malu," Iya maaf-maaf, gitu aja sewot... ya udah aku turun ya."

Adila menarik tangan Adira," Lu digangguin sama Bos gendut ya?"

Adira menepis tangan Adila," Apaan sih, ya nggak lah."

"Trus kenapa lu kayak orang ayan gitu?"

"Jangan berlebihan deh... udah ah." Adira keluar dari dalam mobil.

Adila melongokan wajahnya keluar," Dil nanti nggak papa kan nggak gue jemput, gue harus bawa obat lu yang kemarin nggak ada."

"Iya nggak papa, nanti aku naik taxi aja."

"Sip...," Adila siap-siap menancapkan gas mobilnya kembali,"... oh iya Dil, lain kali lu harus bawa pisau dapur deh." Seru Adila.

Adira yang sudah berbalik kembali menengok,"Buat apa?"

"Buat kuliti perut Bos lu."

"Adilaaaa...."

Adila tergelak dan kabur sebelum mendengar omelan Adira yang bisa memekikan telinganya.

1
Solehatun Rayhan
bagus ceritanya aku kasih bintang 🌟 5
Solehatun Rayhan
Thor boleh ga aku ngakak 😄😄😄😄😄
Solehatun Rayhan
Angelina Jolie 🤣🤣🤣🤣🤣 astaghfirullah sorry molen ups 🤣🤣
Solehatun Rayhan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Solehatun Rayhan
ya Allah aku ngakak Thor 🤣🤣🤣🤣🤣
Solehatun Rayhan
assalamualaikum Thor ternyata othor ada juga di NT selain di paizo aku lg bc karya mu (cinta yg hilang,you love me, pilih aku Aruna) apalagi si Adila Adira dasar somplak🤣🤣🤣
Arin
sykurlh klo si kembar ngga suka sm stu orng yg sama...☺️
Arin
dasar kucing garong...bilng cinta tpi msih celup sana sni
Sumzumi
bagus
Julius Pius
Salah satu karya favorit dan bakal direkomendasi buat semua pembaca2 lainnya..
Julius Pius
Aduh.. benar2 sebuah jalan cerita yg menarik.. kayak bukan di dunia halu aja ya.. bg aq tu ini salah satu novel yg bakal aq rekomendasi dan jadiin favorit deh.. Nah ini aq sudah kasi like,vote dan beberapa kuntum bunga ya.. salam buat othornya deh.. Akan ku baca ulang karya othor ini kerana ianya cukup seru bg aq..
HeniNurr (IG_heninurr88): Uh ternyta dri negeri sebrang, oke Ka Nidar happy reading... slm bwt upin ipin yupzzz😅😘😘
total 3 replies
Deistya Nur
keren, sukses sllu ka buat novel terbarunya 👍
Yayoek Rahayu
boleh tuh kalo dibuat kisahnya mas Cool...dingin dingin sedep...mak nyesss😃😃😃 piss kak hennn
Umi Salsabilla
segitu amat ngidamx ,,, ngakak aku bacax 😅😅😅
Umi Salsabilla
segitu lugux Adira ,,, sampai senyum2 sendiribacax thort
Umi Salsabilla
cembokar bilang Bosss 😀
Kasmawati S. Smaroni
OMG hello adira,
Kasmawati S. Smaroni
wanita seperti adila dan adira emang pantas di lecehkan,masalahmya ayahnya sendiri gak tau kehidupan anak kandungmya.terus si kembar gak ada satupun yg punya sikap dan sifat yg tegas yg bisa menaikkan derajatnya.
Kasmawati S. Smaroni
masa dari dulu di jajah dan dzolimi ma tirinya tapi kok adila mau terima.aja di gituin.gak ngelawan gitu padahal adila kan bisa hidupi diri sendiri
Kasmawati S. Smaroni
gak suka sm dila,gaknpunya sikap yg tegas mala kesannya terlalu murahan gitu,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!