sebuah acara yang mempertemukan icha wirawan, dengan seorang ceo yang sangat narsis ya dia adalah alfaneo zegaz ( neo ).
apakah akan terjadi sebuah hubungan di antara mereka...?? ayo gaess baca karyaku 😄
perhatian!!
harap bijak dalam membaca ya, karya ini hanya sebuah khayalan autorr ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pesekcute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengutarakan perasaan
Icha yang sedang di pandang oleh Neo bingung sendiri "apa ada yang salah dengan diriku dilihatin sampai segitunya " gumannya dalam hati.
"Hey kenapa ngelihatin aku gitu, aku tau aku cantik " ucap Icha.
Neo
" ya sempurna" sahutnya sambil tersenyum ke arah Icha.
Icha
" jujur banget sih " cueknya.
Neo
" ya emang kenyataan nya begitu kok"
Icha
"ya..ya..ya... ngomong-ngomong kemana Nadin dan Arga kok enggak ada" tanya Icha sambil membuka makanan yang di belikan oleh Nadin.
Neo
"balik katanya ada urusan, tadi Nadin titip suruh bilangin ke kamu"
Icha
" kamu udah sarapan" tanya Icha, pasalnya ia melihat jatah sarapan dari rumah sakit masih utuh di meja.
Neo
"belum, aku enggak suka makanan rumah sakit " ya Neo enggak suka dengan masakan rumah sakit karna enggak enak.
Icha
" ya udah kamu makan ini aja " ucap Icha memberikan bubur ayam yang sudah di buka nya untuk Neo.
tapi mendapatkan gelengan dari Neo," enggak aku enggak mau" sahutnya.
Icha
" mo cepet sembuh Enggak" galak Icha.
Neo
" maunya di suapin" ucapnya manja.
Icha
" kan bisa makan sendiri kenapa harus di suapin" Icha mulai kesal dengan Neo yang sok manja.
Neo
"kan aku lagi sakit sayang masa makan sendiri...aduhh..tangan ku masih sakit sayang" ekting Neo yang kaku banget di depan Icha enggak cocok untuknya ber ekting.
Icha
" alesan, ya udah nih aku suapain" sambil menyuabkan se cendok bubur untuk Neo.
Neo
" kamu enggak makan sayang" tanya Neo.
Icha
" iya entar kamu habisin dulu nih tinggal dikit lagil" ucapnya sambil terus menyuapi Neo hingga bubur itu tandas tak tersisa.
Neo
"makasih sayang, kamu perhatian banget sih ma aku" sambil mengelap sisa makanan di bibirnya.
Icha
"terpaksa" jawabnya santai dan ia pun mulai memakan makanannya.
Neo
"hahaha...kamu juga jujur banget sih sayang"
ucap Neo sambil terbahak, karena nggak habis pikir dengan jawaban gadis yang sedang makan di sebelahnya ini. pasalnya banyak sekali wanita yang mengejar-ngejar Neo karna ketampanannya dan juga kekayaannya tpi berbeda dengan gadis yang ada di dekatnya saat ini yang sangat jutek terhadapnya dan apa adanya sikapnya yang tak pernah di buat-buat membuatnya tertarik dengannya.
Icha
" ya emang gitu kok kenyataan nya" jawabnya santai sambil terus makan.
Neo
" kalo makan tuh yang bener belepotan nih" ucapnya sambil mengelap sudut bibir Icha yang ada sisa makanannya.
Icha
" degg..deg..." tiba-tiba jantung Icha bagai lari maraton saat jarak mereka begitu dekat dan tatapan mata mereka bertemu.
dan Icha yang salah tingkah dengan perlakuan Neo memalingkan wajahnya.
Neo yang sadar Icha malu hanya tersenyum.
Icha
"keluarga kamu di mana kok enggak ada kesini " tanya Icha yang tidak melihat satupun keluarga Neo yang menjenguknya, karena dia sendiri agak canggung kalo harus berduaan terus dengannya dalam satu ruangan.
Neo
"keluarga aku berada di luar kota paling besok baru datang" ucap Neo berbohong pasalnya kedua orangtuanya sedang berada di kota ini tapi mereka tinggal di rumah utama sedangkan Neo selama ini memilih tinggal di apartemen nya seorang diri, ia begitu karena malas dengan orang tuanya yang sering memaksanya untuk segera menikah.
Icha
" eemm...maaf ya gara-gara aku kamu malah kayak gini, dan makasih" ucapnya yang merasa bersalah karena demi melindungi nya malah dia yang menjadi korban tabrak lari tersebut.
Neo
" iya enggak apa-apa aku baik-baik aja kok, kamu enggak salah jangan minta maaf...aku senang bisa bersamamu" ucapnya serius.
Icha
" enggak papa gimana orang sampai berbaring di ranjang ini juga kok " jawab Icha yang mulai keluar omelannya.
Neo
" kamu lama-lama kayak emak-emak deh"
Icha
"ya biarin orang aku berkata bener kok lagian entar juga bakal jdi emak-emak" katanya santai.
Neo
"iya emak untuk anak-anak kita ya" godanya.
Icha
" itu sih ngarepnya kamu" ucap Icha yang kini sedang memerah pipinya karena kata-kata Neo.
" ya emang aku berharap nya gitu kok" jawab Neo sambil tersenyum puas melihat Icha yang memerah pipinya.
" hehh... ngomongnya kayak kita sepasang kekasih aja" ucap Icha asal.
" aku sih maunya gitu " sahut Neo.
" kamu tuh rajanya gombalin cewek-cewek ya" Icha mencoba mengabaikan jantungnya yang berdebar tak menentu hanya dengan gombalan-gombalan recehnya Neo.
"aku serius, aku enggak pernah deketin cewek duluan kayak yang aku lakuin ke kamu saat ini dari dulu selalu cewek-cewek yang menghampiriku dengan sendirinya" ucap Neo serius sambil memegang tangan Icha.
dan Icha menepis semua perkataan Neo yang sebenarnya menghangatkan hatinya.
Icha
" oh ya kok aku enggak percaya ya sama tampang palayboynya kamu" sindirnya.
Neo
" aku enggak playboy tpi ceweknya aja yang pada ke ganjenan ma aku" elaknya.
Icha
" bha..hahaha.."
Neo
" kok malah ketawa"
Icha
" sok ganteng lu" Icha geli sendiri dengan kenarsisan Neo.
Neo
"udah dari bibitnya sana emang ganteng kok" Neo menjawab dengan pedenya.
Icha
"cih...kaya orang aja"
Neo
" lha ini apa dong emangnya...embekk" ucapnya.
Icha
" hahaha...aku enggak bilang gitu ya tapi kamu yang ngomong sendiri " Icha mslah semakin merasa nyaman dengan Neo saat ini.
Neo
" yayaya...terserah kamu lah... emak-emak emang selalu menang" ucapnya mengalah.
Icha
"iya dong wajib tuh, biar enggak semena-mena para laki-laki" dengan tersenyum bangga ia berucap.
Neo
" kamu enggak ada yang nyariin nemenin aku dari semalam" tanyanya.
Icha
" enggak kan kakakku tau kalo aku disini, pasti orangtuaku sudah di kasih tahu kakak " ia tau pasti kakaknya sudah memberitahu orangtuanya.
Neo
" ya barang kali cowok kamu nyariin kamu, entar marah lagi tau kamu disini" basa-basi nya.
Icha
" mana ada, punya pacar aja enggak" jawabnya santai.
Neo
"wah jomblo nih, boleh dong di deketin" godanya sambil tersenyum senang, karena banyak kesempatan untuknya mendekati wanita yang membuat perasaannya menggebu-gebu bila didekatnya.
Icha
" mo bilang enggak boleh juga mepet terus bang" jawabnya sinis. tapi berbeda dengan hatinya saat ini yang merasa bahagia karena dia sendiri sudah nyaman berada di dekat nya.
Neo
" hehe...ya mo gimana lagi abisnya kamu udah buat aku pingin nempel terus ma kamu sih" jawabnya .
Icha
" emang aku magnet "
Neo
" iya kamu itu emang magnet kayaknya yang selalu bikin aku tertarik untuk berada di dekatmu" jawabnya dengan senyum yang terus mengembang.
Icha
" hadehh...gombalan kamu semakin menjadi aja ya" sambil mengupas apel untuk Neo.
Neo
" aku serius sayang, lihat mata aku" ucap Neo. dan Icha pun melihat tatapan mata itu.
" aku udah nyaman sama kamu saat ini, dan aku merasakan jantungku berdegup kencang saat aku pertama kali melihatmu, kamu berbeda dengan wanita-wanita di luar sana, aku beneran cinta sama kamu Icha" ucapnya sambil menatap manik mata Icha.
begitu pula dengan Icha yang menatap bola mata Neo dan disana tidak ada kebohongan melainkan tatapan penuh cinta.
"ta..tapi...aku belum tau dengan perasaan ku saat ini" jawabnya penuh keraguan karena mereka belum lama mengenal satu sama lain.
Neo
" aku tidak memaksakan perasaan mu cukup aku yang mencintaimu " katanya sambil memegang tangan Icha.
dan ia berkata lagi " tapi izinkan aku untuk selalu dekat denganmu dan mengenalmu lebih jauh".
Icha
" baik lah aku akan berusaha untuk mau dekat denganmu" ucapnya yang lucu.
Neo
" emang kenapa dengan aku" bingung dengan Jawaban Icha.
Icha
" ya abisnya kamu terlalu narsis jadi orang, enggak tau deh betah apa enggak deket sama kamu" sahutnya sok jual mahal.
Neo
" aku tuh bukan narsis ya, emang mo di lihat dari segi manapun aku Tampan kok" pedenya.
Icha
" itu sih menurutmu sendiri, baiklah kita temenan aja dulu ya aku belum siap untuk pacaran soalnya" jawab Icha karna dia masih trauma dengan masa lalunya yang di hianati kekasihnya.
Neo
walaupun ia sedikit kecewa dengan jawaban Icha, tapi tidak masalah untuknya karena memang mereka juga baru saja kenal.
" oke aku terima pertemanannya, tapi pelan-pelan aku akan buat kamu jatuh cinta padaku" bisiknya di telinga Icha. yang membuat pipinya lagi-lagi memerah karena merasa melayang di mabuk cintanya Neo.
❤️❤️❤️hay sahabat Novelku semua, makasih banget ya udah mau baca karyaku jangan lupa vote, like, dan komen biar rame...semoga bisa jadi salah satu Novel favorit kalian ya 🙏 sekali lagi terimakasih sudah mau menerima karyaku dan semoga kalian suka😀