NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Queen Of The Wildborn

Transmigrasi: Queen Of The Wildborn

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Time Travel / Kelahiran kembali menjadi kuat / Harem / Sistem Kesuburan / Tamat
Popularitas:139.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nyx Author

✨THE BEGINNING OF THE WORLD.
|Terlahir Kembali di Dunia Binatang...

Di hari pernikahannya, Niren kehilangan segalanya—termasuk nyawanya. Namun, takdir membawanya ke dunia lain, di mana manusia bukan lagi penguasa. Kini, ia terlahir sebagai kelinci betina dalam dunia binatang yang brutal.

Lebih buruknya lagi…

> "Selamat datang di Sistem Survival Betina! 🎉 Untuk bertahan hidup, tugas utamamu adalah… memiliki pasangan dan melahirkan sebanyak mungkin!"

Di dunia ini, betina sangat langka dan aturan yang ada bertentangan dengan logikanya. Hanya dengan melahirkan, ia bisa mendapatkan poin untuk bertahan hidup. Tapi Niren menolak pasrah.

Apakah ia akan tunduk pada aturan dunia ini? Atau justru menaklukkan nasibnya sendiri?

Sebuah perjalanan penuh tantangan, bahaya, dan romansa tak terduga pun dimulai.

⚠️ DILARANG JIPLAK! Kalo enggak suka bisa skip! Wajib Comment ya guys kalo suka🥹🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyx Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menunggu pulang...

Keesokan harinya, pagi menyapa perlahan, sinar mentari menerobos masuk di sela-sela celah batu, menyapu sebagian kegelapan yang masih menguasai gua. Cahaya keemasan itu menyentuh wajah lembut Niren yang masih terlelap.

Niren menggeliat pelan, kelopak matanya bergetar sebelum akhirnya terbuka sepenuhnya.

Niren akhirnya perlahan terbangun, matanya mengerjap saat kesadarannya kembali. Selimut kulit binatang yang menutupi tubuhnya ikut melorot saat ia bangkit, memperlihatkan bahunya yang halus.

Matanya menelusuri gua, mencari seseorang. Ia masih ingat semalam Aaron memilih tidur di pojok gua dalam wujud binatangnya—seekor ular besar yang melingkar dengan tenang. Namun, kini sosok itu tidak ada.

Mata Niren kembali menyapu sekeliling gua yang remang, hanya diterangi sisa bara api dari perapian semalam dan mutiara cahaya yang tergantung di langit-langit batu.

Cukup indah..

"Kemana dia?" gumamnya sambil mengucek matanya yang masih terasa berat.

Perlahan, ia turun dari tempat tidurnya. Gua ini ternyata cukup dalam, lebih luas dari yang ia duga. Namun, ia tak membiarkan pikirannya terhanyut lebih lama. Dengan langkah ringan, ia menuju ke luar, mencari pria yang telah menculiknya ke tempat ini.

Begitu keluar dari gua, sinar matahari langsung menyambutnya. Udara pagi terasa segar, membawa aroma laut yang samar bercampur dengan harumnya hutan pinus. Niren menyipitkan mata, membiarkan dirinya beradaptasi dengan cahaya, lalu perlahan membuka matanya sepenuhnya.

Matanya terbelalak.

Niren terpukau. Ia berdiri mematung, membiarkan pandangannya menjelajahi keindahan yang terhampar di hadapannya. Bebatuan putih mengelilingi gua, beberapa tanaman liar tumbuh disana, pohon-pohon pinus menjulang tinggi, dan di kejauhan, ombak berdesir lembut di pesisir pantai.

"Menakjubkan..." bisiknya terpesona.

Niren tak henti-henti nya menatap takjub, ini sungguh seperti pemandangan impiannya.

Di dunia lamanya, hidupnya hanya berputar di antara buku-buku pelajaran, jadwal les privat, dan ekspektasi orang tuanya yang terus menuntutnya menjadi sempurna. Tidak ada waktu untuk bersenang-senang, tidak ada waktu untuk sekadar melihat keindahan alam.

Namun di sini...

Tanpa berpikir panjang, Niren berlari kecil ke arah pantai, membiarkan kakinya yang seputih giok menyentuh pasir lembut. Angin memainkan rambut coklatnya yang melambai, dan tanpa sadar ia mulai berputar di tepi air, tertawa kecil saat ombak menyentuh jemarinya.

Niren mencelupkan kakinya ke dalam air laut yang dingin. Sensasi itu membuatnya tertawa kecil, geli dan bahagia. Airnya begitu jernih hingga ia bisa melihat ikan-ikan kecil berenang di antara bebatuan. Niren berjongkok, menyentuh air itu dengan telapak tangannya.

"Indah sekali… seperti dunia yang benar-benar berbeda dari kehidupanku dulu… Angin laut, aroma pohon pinus, dan langit yang begitu luas…"Tukas Niren berbisik seraya menatap kagum pemandangan sekitar.

Sistem Key tiba-tiba muncul.

[Ding!]

[Selamat pagi, Host! Sepertinya kau menikmati pemandangan ini, ya? Wah, aku juga suka pantai ini, tapi aku lebih suka melihatmu yang akhirnya tersenyum lebar begitu~]

Niren tersenyum kecil, membalas dalam hati“Ini pertama kalinya aku merasa bebas… Tanpa jadwal, tanpa tekanan. Aku bisa melakukan apapun yang kuinginkan…”

Key menyeringai iseng[Kau ingin melakukan apapun? Baiklah! Bagaimana kalau kau melahirkan satu anak hari ini? Itu akan memberimu 500 poin, lho~]

Senyum niren seketika menghilang, memasang ekspresi datar"Key, bisa kau tutup mulutmu? Aku tidak ingin kau merusak suasana hatiku.”

Key tertawa kecil[Hehehe~ Oke, oke, aku bercanda. Tapi serius, hati-hati di sini, Host. Jangan sampai kau lengah, Siapa tahu tiba-tiba ada predator—]

"Sstt... Aku ingin menikmati ini tanpa suara nyinyirmu,"Sela Niren dengan nada menggoda. Ia menutup telinganya seakan mencoba mengabaikan suara di kepalanya.

Niren terkekeh. Ia kemudian jongkok, merendam tangannya ke dalam air. Laut di sini begitu jernih hingga ia bisa melihat pasir dan batu-batu kecil di bawahnya.

Saat matanya menelusuri dasar air, tak jauh dari nya ia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Sekelompok udang besar bersembunyi di celah bebatuan.

"Udang..." Niren berbisik, matanya berbinar. Jika dimasak, pasti rasanya enak!

Sementara itu...

Dari kejauhan, Aaron berdiri di samping gua. Ia awalnya sedang sibuk menyamak kulit rusa dari hasil buruannya semalam, tetapi perhatian pria itu langsung teralihkan saat melihat sosok kelinci kecil keluar dari gua.

Awalnya, ia mengira Niren hendak kabur. Tapi langkahnya terhenti begitu melihat betina itu tersenyum. Senyum yang terlihat begitu lepas, begitu... tulus.

Mata emasnya yang tajam memandangi gadis itu bermain air dengan riang. Sejenak, ia memilih berdiri di sana, terdiam, dan mengawasi dari jauh sebelum ia memutuskan untuk menghampiri gadis itu.

Ia melihat Niren berlari ke pantai, bermain air dengan riang, gaun kulitnya berkibar seiring gerakannya.

"Dia... tersenyum begitu bahagia..." gumamnya, tanpa sadar menatapnya lebih lama.

Di sisi lain, Niren mendadak menemukan sesuatu yang menarik. Beberapa udang besar terlihat di antara bebatuan. Matanya berbinar.

"Wahh udang disini besar sekali! Jika dimasak, pasti dagingnya sangat lezat!" serunya penuh semangat.

Ia segera mencari sesuatu untuk menangkap mereka, dan matanya tertuju pada cangkang kerang besar yang mengering di tepi pantai. Dengan cekatan, ia mengambilnya dan kembali ke tempat udang-udang itu berada.

Namun, menangkap udang ternyata lebih sulit dari yang ia kira. Hewan-hewan itu bergerak cepat, dan tangannya selalu meleset.

"Ah, kenapa sulit sekali!" keluhnya.

Saat ia hampir frustrasi, tapi tiba-tiba Aaron muncul di sampingnya.

"Oh Yaampun! Astaga!!" Niren terlonjak kaget, hampir terjatuh ke air jika Aaron tidak langsung menahannya.

"Apa yang sedang kau lakukan, betina?" tanya Aaron dengan nada datar, matanya menatap udang-udang yang berenang lincah. "Kenapa kau ingin mengambil hewan kecil itu? Mereka tidak berguna."

Niren mengerucutkan bibir, menatap Aaron dengan kesal, ia perlahan menjauh"Pertama, jangan panggil aku 'betina'! Namaku Niren, panggil aku seperti itu! Kitakan sudah sepakat malam itu."

Aaron mengerjap pelan, tapi matanya kembali menatap gadis itu yang masih sibuk mengejar udang. Napasnya sedikit terhela. Betina ini benar-benar aneh. Di dunia binatang, para orc hanya memakan hewan buruan besar, seperti rusa atau bison. Tapi Niren tampaknya begitu bersemangat untuk menangkap hewan laut kecil ini.

Ia kembali mengamati gadis itu yang masih berusaha menangkap udang. Melihatnya begitu gigih, Aaron akhirnya bertindak.

Tanpa peringatan, tubuhnya berubah menjadi ular piton raksasa. Ekor tebalnya mencambuk air dengan keras.

CETASSS!!!

Gelombang besar tercipta, membuat udang-udang itu terlempar ke daratan. Tak hanya itu, beberapa kepiting, lobster dan kerang raksasa ikut terpental.

Niren yang basah kuyup melongo. Namun, matanya langsung berbinar melihat hasilnya.

Binatang laut di dunia ini benar-benar berbeda dengan dunia Niren, disini jauh lebih besar.

"Wow! Aaron, kau luar biasa!"Serunya, niren segera keluar dari air, dan buru-buru mengumpulkan semua hasil tangkapan ke dalam cangkang besar.

Aaron yang sudah kembali ke wujud manusianya menatap heran. "Apa semua ini bisa dimakan?"tanyanya.

Niren menoleh dan tersenyum kecil. "Tentu saja! Ayo, bantu aku bawakan ini ke gua. Aku akan memasakkan sesuatu yang lezat untukmu."

Aaron menatapnya sejenak sebelum akhirnya mengambil cangkang besar itu dan membawanya kembali ke gua. Niren berjalan di belakangnya dengan wajah penuh kegembiraan.

Setelah sampai di gua, Aaron meletakkan cangkang itu di atas bebatuan. Niren kemudian menoleh padanya. "Aku butuh air laut untuk membersihkan mereka. Bisa kau ambilkan wadah kayu besar?"

Aaron tak banyak bicara, ia segera mengambil wadah yang diminta dan mengisinya dengan air laut sebelum meletakkannya di hadapan Niren.

Niren tersenyum. "Terima kasih."

Ia lalu berjongkok, tapi tatapan sedikit terahlikan saat melihat beberapa kulit binatang disana yang sudah siap untuk di jemur.

Niren menoleh pada Aaron"Apakah ini untuk pakaian?” tanyanya akhirnya.

Aaron mengangguk mengiyakan “Iya, sebentar lagi musim dingin akan tiba. Kita harus punya stok pakaian kulit yang cukup.”

“Kenapa tidak membelinya saja?”

Aaron menjawabnya dengan gelengan kepala. “Aku hanya orc liar. Di pemukiman sana, aku tidak akan diterima, jadi aku tidak punya pilihan selain melakukannya sendiri.”

Niren terdiam. Ia baru sadar bahwa di dunia ini, semua makhluk tampaknya harus bertahan sendiri tanpa bantuan orang lain.

“Kalo begitu ajarkan aku" tiba-tiba Niren berkata.

Aaron menoleh, alisnya sedikit terangkat. “Apa?”

“Ajarkan aku cara menyamak kulit seperti itu.”tunjuknya dengan mata berbinar.

Aaron terdiam sejenak, lalu tiba-tiba tersenyum tipis. Itu adalah kedua kalinya Niren melihatnya tersenyum seperti itu.

Dia benar-benar sangat tampan...

“Baiklah, nanti akan ku ajarkan.” katanya. “Tapi kalau kau tidak sanggup, jangan menangis.”

“Aku tidak akan menangis!” Niren menatapnya dengan penuh semangat.

Aaron terkekeh kecil, wajah betina itu sangat lucu. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Aaron merasakan sesuatu yang berbeda.

Niren, mulai membersihkan udang-udang, kerang dan kepiting satu per satu. Jemarinya yang kecil lincah mengupas kulit udang dengan teliti, sementara sinar matahari membuat rambutnya tampak berkilau, menciptakan kilauan keemasan yang indah.

Aaron perlahan duduk di sampingnya, memperhatikannya dalam diam. Hatinya terasa tenang, melihat betina itu begitu larut dalam aktivitasnya.

Sinar matahari menyorot ke tubuh niren, membuat kulitnya yang seputih giok tampak berkilau. Aaron tak sadar dirinya terus memperhatikannya.

Niren begitu fokus hingga ia tak menyadari Aaron yang sudah berdiri, menatap langit biru yang membentang. Matahari mulai naik, waktunya berburu semakin singkat.

Aaron tetap diam, memperhatikannya dengan tatapan tidak terbaca.

Setelah beberapa saat, ia akhirnya bicara "Betina—ah, maksudku… Niren."

Niren meliriknya sekilas"Hm?"

Aaron menghela napas, sebelum akhirnya mengungkapkan pikirannya "Aku akan pergi berburu. Tetaplah di dalam gua sampai aku kembali."

Niren akhirnya menoleh, menatap Aaron dengan ekspresi sedikit kecewa"Kau mau pergi sekarang?"

Aaron mengangguk, lalu menatap langit sekilas"Hari semakin siang. Jika aku menunggu lebih lama, waktu berburu akan berkurang."

Niren tersenyum kecil"Baiklah… Aku akan menunggumu pulang."

Aaron sedikit terkejut dengan kata-kata itu, tetapi senyum kecil muncul di wajahnya.

Dengan nada lebih lembut iapun berkata"Aku akan kembali sore hari, membawakan mu banyak buruan nantinya."

Niren yang mendengar nya tertawa kecil, lalu kembali fokus pada udangnya"Jangan berlebihan. Aku bukan monster yang bisa makan sebanyak itu."

Aaron tersenyum samar, sebelum kembali serius"Baiklah, Tetaplah di dekat gua. Aku tidak mau kau berkeliaran terlalu jauh."

Niren mengangguk mengerti"Hm, Aku janji. Sekarang pergilah, sebelum buruanmu habis."

Aaron tersenyum tipis sebelum akhirnya berbalik lalu berubah kembali ke wujud pitonnya dan melesat masuk ke dalam hutan.

Niren menatap kepergiannya sejenak, lalu kembali fokus pada pekerjaannya. Namun, di dalam hatinya, perasaan gelisah mulai muncul.

Niren kembali menatap kepergiannya, senyumnya perlahan memudar. Ia menoleh ke arah laut, matanya mulai dipenuhi kecemasan.

"Apakah Rune dan yang lainnya sedang mencariku sekarang?" gumamnya lirih.

Di balik suara ombak, pikirannya dipenuhi oleh bayangan masa lalunya yang belum sepenuhnya hilang...

1
Lynnaza
eh, bukanya niren daru ras kelinci ya?, kok makan malah makan kelinci juga?, kanibal kah thor😭
Lynnaza
baru tau ada yg hamil 3thn
📚Nyxaleth🔮
Hai semuanya! ❤️

Akhirnya... perjalanan Niren di buku ini resmi selesai. 🥹

Sebelum itu, aku mau minta maaf dulu karena sudah cukup lama menghilang dan jarang update. Beberapa waktu terakhir aku lagi sibuk dengan pekerjaan dan urusan lain, jadi waktu menulisku agak berantakan. Terima kasih banyak buat kalian yang masih sabar menunggu sampai sekarang. 🫶

Dan terima kasih juga untuk semua yang sudah membaca, memberi komentar, vote, maupun sekadar menemani perjalanan Niren dari awal sampai akhir. Jujur, tanpa kalian mungkin cerita ini tidak akan sampai sejauh ini.

Meski buku ini sudah tamat, kisah Niren sebenarnya belum berakhir.

Masih ada banyak hal yang belum terungkap, masih ada perjalanan yang harus dilalui, dan masih ada rahasia yang menunggu untuk ditemukan. Karena itu, kelanjutan cerita Niren nantinya akan berlanjut di buku baru. ✨

Anggap saja ini akhir dari satu perjalanan dan awal dari petualangan yang lebih besar.

Sekali lagi, terima kasih sudah bertahan sejauh ini bersama Niren. Sampai jumpa di buku berikutnya! ❤️
Lynnaza: masa di gantung gitu aja😭
total 2 replies
xixi
gantung bngty
📚Nyxaleth🔮: Akan liris di buku baru yah kak❤️🙏
total 1 replies
Etaya Itay
nasib2 2 kali kehilangan
Etaya Itay
seru,, lanjut
Yani
Thort, kapan update lagi 🙏
📚Nyxaleth🔮: Kelanjutannya bakal liris di buku baru yah kak❤️
total 1 replies
restu s a
Lumayan
Shena R
Kenapa tamat
Shena R
🤣🤣🤣🤣
Shena R
Betul🙄
mong air
harap ada utk s2.cerita nya mnarik.
mong air: 💪💪..mnunggu dngar sbar.
total 3 replies
mong air
hahahahahaa..mmg binatang kalian,x kenal tempat.🤣🤣🤣
mong air
skali do,terus hamil..kalau punya 135 suami,xkan 135 kali hamil skali bkin baby.
Valthor
bagus semangat Thor
Dewi hartika
di tunggu kelanjutannya thor🙂🙂🙏🙏
📚Nyxaleth🔮: Bakal liris di buku baru yah kak... terimakasih ❤️
total 1 replies
Wulan Sari
ceritanya bagus banget lain dari pada yg lain cuma gantung ga bahagia tp gpp sudah menghibur semangat 💪 Thor salam sukses selalu ya cip 👍 trimakasih 🙂❤️🙏
Siska Sutartini
kan, lagi2 ethar benar loh niren. kluarga serigala gak sebaik yg kamu pikirkan. slalu mencari keuntungan darimu. dahlah niren kaupun terlalu keras kepala tapi gak punya pertahanan diri sama skali. slalu hampir jadi pelampiasan nafsu pihak lain. untung pasanganmu mau melindungi
sahabat pena
Luar biasa
si_
/Good/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!