Kisah seorang siswi SMA yang menyukai Cowok populer yang ada disekolah nya, bersama sahabat laki-lakinya yang sudah dia anggap sebagai kakaknya. Mulai dari melakukan hal konyol untuk memikat hati Pria popoler tersebut
Dapatkah ia memikat hati pria tersebut? Dalam Novel berjudul Kamu MilikKu
*Menikah Muda.....
*Kecurigaan.....
*Kesedihan......
*Kasih Sayang.....
Bakal kamu rasakan dalam Novel ini.
Salam Novi & Iyan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novianingsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 10
Disisi lain Tia benar- benar merasa bersalah karena sudah mencintai wira, andai saja ia tau kalau saja ia tau wira adalah saudara nya lovi, ia pasti tidak akan berhubungan apapun dengan nya
"aku gak mau tau, aku hanya mau menikah dengan tia apapun caranya, termasuk mengakhiri hidup mu" kata - kata wira itu terngiang di kepala Tia, walaupun ia sudah di luar tetapi ia masih bisa mendengar ucapan itu
hanya ada satu cara guman Tia dan menangis sambil berteriak di kamarnya
Kemudian ia mengambil dua helai selendang, dan menggantung nya di batang pohon samping rumahnya
lalu ia turun dari kursi setelah mengikat selendang tersebut, "maafin aku mah, pah, lovi, afier, dan semua yang udah aku bikin kecewa, aku bener-bener minta maaf, khususnya kamu wira maafin aku" kata tia
Tia pun naik kembali ke kursi tersebut, tangisnya makin menjadi saat ia memasukkan kepalanya kedalam selendang itu dan.... BRRUUUKK.... kursi tersebut jatuh
Tia hanya bisa memegangi selendang tersebut tanpa bisa berkata apa-apa kini ia sudah tergantung di pohon tersebut
Pak Alexander dan bu Juli pergi ke rumah tia, ia ingin bemberi nasehat padanya, tia tinggal sendiri di rumah itu karena itu adalah rumah nya sendiri, lain dengan rumah ayah dan ibunya
" Kosong mah tia gak ada" kata pak Alexander yang masuk ke rumah tersebut karena tidak dikunci
"Apa mungkin ke rumah orang tuanya?" tanya buk july
"Mungkin dia hanya pergi ketaman blakang rumah ini, kan dia lagi sedih dia pasti nyari tempat sunyi" kata pak Alexander
Namun di blakang rumah nya pun tia tidak ada mereka memutuskan utuk kembali sisi samping rumah tia yang lain( kayak muterin rumahnya gituuu)
mreka membeku saat melihat kearah pohon samping rumah tia itu. mereka melihat Tia keponakan mereka yang sudah mereka anggap sebagai anak mereka terlihat menggantung di dahan pohon
mereka berdua berlari mendekati pohon itu, berharap itu orang lain, namun mereka salah, wanita itu benar- benar Tia keponakan mereka. tanpa fikir panjang pak Alexander langsung menelpon polisi
Tak begitu lama polisi datang disana sangat ramai dengan warga yang juga penasaran, lovi ,afier, bu Eni dan pak Herry juga disana mereka takbisa berkata- kata
Lovi benar-benar terkelam dalam tangisnya, afier yang selalu disisi lovi hanya bisa menenangkan nya dan mencoba kuat melihat orang yang sangat ia sayang, dan dulu slalu ada untuk nya sudah tiada
Tak lama kemudian Wira datang dengan berderai air mata
" pak siapa yang meningal? siapa yang menggantung dirinya disini pak?? dan dimana Tia?" tanya Wira pada pak heery
" Kak, kakak harus kuat" kata lovi yang duduk tak jauh dari mreka
" Diam kamu!! setelah kejadian tadi kamu bukan lagi adik aku" kata wira
"sekeras apapun lo bilang lovi bukan adik lo, dia tetep dipandang sebagai adik lo" kata afier dengan kesal
"lo siapa berani ngebentak gue, apa hak lo ? Hahh" kata wira sambil mendekati afer
"gue punya hak karena orang yang lo suka itu kakak gue, dan gue lebih berhak karena gue calon suami dari adik lo" kata afier sambil berdiri dan juga mendekati wira
Lovi pun menarik tangan afier agar duduk kembali dan memeluknya
" permisi pak Alexander, jenash akan kami kirim untuk diotopsi dulu ya pak" kata salah satu polisi itu
"Siapa yang meninggal pak? dia bukan tia kan, mereka boongin saya kan pak" kata wira dengan menghusap air matanya
"Maaf pak, gadis yang meninggal ini bernama Septiana brilianiy, dia meninggal dengan menggantung dirinya, permisi" kata salah satu polisi tersebut dan meninggalkan nya
"gak ,itu gak mungkin, tia, tia masih hidupppp" tangis wira benar-benar menjadi, dia berteriak ditempat itu seperti orang gila
aneh