NovelToon NovelToon
Dia Dan Aku

Dia Dan Aku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:150.9k
Nilai: 5
Nama Author: dwimst

Seorang gadis biasa-biasa saja yang anti dekat cowok karena suatu sebab, sampai-sampai di kira penyuka sesama jenis dipertemukan dengan anak baru cowok yang ganteng, dingin dan misterius ditambah anti sosial.

Kemudian wali kelas mereka yang overprotektif tidak ingin anak didikannya dianggap abnormal, membuat cara dengan mendudukan mereka dibangku yang sama dan mereka tidak bisa menolak.

Akhirnya masalah-masalah yang mereka punya pun terkuak satu demi satu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dwimst, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Khawatir

"Akh!!" teriak Wita meringis dan kedua orang itu menghentikan perdebatannya.

"Wit kamu kenapa?" tanya Nawa dari atas pohon karena pekikan Wita barusan.

"Gak aku gak papa," Wita menggeleng berekspresi seolah-olah tidak terjadi apa-apa tapi apa daya saat ini tangannya sakit jadi ia memegang tangannya yang sakit dengan tangan kanannya yang tidak sakit.

"Apanya yang gak papa itu kamu kayak kesakitan banget," kata Nawa yang saat ini sudah turun dari atas pohon begitu juga Raka.

Wita tidak menyahut ia diam saja karena saat ini tangannya benar-benar sakit dan ia ingin meninggalkan teman-temannya itu agar mereka tidak tahu kalau saat ini tangannya sakit.

Tapi tiba-tiba Raka memegang tangannya yang sakit dan Wita meringis saat itu Raka juga melihat lecet ditangan Wita dan menatap tidak percaya ia bahkan tidak menangis dan tidak bersikap alay seperti anak perempuan lain yang kebanyakan pasti saat ini mengeluh.

.

.

.

"Harusnya lo itu hati-hati!" ucap Raka saat ini sedang mengobati luka Wita di UKS.

Awalnya Nawa yang ingin mengobati tapi Raka ingin dia yang mengobatinya dan kebetulan saat ini Nawa sudah pergi mendatangi klub menyanyi karena mereka semua disuruh untuk berkumpul dan ia benar-benar merasa tidak enak hati meninggalkan Wita tapi Wita bilang tidak apa-apa bila dia pergi karena ada Raka yang mengobatinya dan akhirnya Nawa mempercayakan semuanya kepada Raka dan melupakan pertengkarannya tadi.

Wita awalnya menolak kalau Raka yang mengobati tapi Raka bersikeras agar dia yang mengobatinya dan kebetulan Nawa juga tidak bisa mengobatinya karena harus kumpul klub.

"Shhht!!" ringis Wita saat revanol mengenai lukanya dan membuat Raka tidak tega.

"Makanya jangan manjat-manjat lagi, kalau gak mau nyusahin orang," kata Raka dingin.

"Kalau kamu gak ikhlas nolongnya kenapa gak Nawa aja yang ngobatin aku tadi, lagi pula luka segini mah biasa aja bagiku sebenarnya kadang-kadang gak ku apa-apain malahan dan ini pertamakalinya aku diobatin sama obat pembersih luka ini makanya aku kaget, ternyata pantas aja orang terluka terus dikasih ini meringis ternyata perih," kata Wita dan membuat Raka menarik nafas pasrah karena kehabisan kata-kata.

"Tapi lo kayak gini buat orang khawatir aja tau." jelas Raka terucap begitu saja dari hatinya yang paling dalam.

Wita saat ini sedang menahan rasa malunya dan berusaha tidak salah tingkah dan berusaha mencairkan suasana.

"Wah, kamu ternyata pintar yah ngobatin luka orang," kata Wita menghilangkan kecanggungan.

"Ini tuh hal yang biasa aja," kata Raka dan akhirnya selesai mengobati Wita walaupun hanya luka lecetnya yang dia beri obat karena Raka tidak bisa mengurut tangan Wita yang terkilir.

Ckk, kok bisa sih gue khawatir banget sama dia apa sih yang salah, seharusnya tadi itu gue bersikap manis sama dia kemudian membuat dia tertarik dan akan gue sakitin dia sebagai kesenagan. Tapi..gue gak tega sama dia kenapa bisa. Apaan sih harusnya gue tuh gak boleh kek gitu sadar Ka dia itu cuma gadis kampung yang gak selevel sama lo. Batin Raka beradu kemudian ia seolah tidak peduli dan berjalan membuntuti Wita menuju kelas.

Wita. Batinnya kemudian tersenyum tipis tanpa ia sadari.

Hari itu Pak Bowo mengumpulkan seluruh siswa siswi untuk mengadakan perkemahan sabtu minggu yang diadakan besok, mendadak memang tapi kata pak Bowo itu sebuah kejutan dan ia pun membagikan surat pengizinan untuk orang tua supaya memberikan izin pada anaknya untuk melakukan perkemahan.

Jam pulang pun berbunyi.

"Wita!" teriak Nawa dari belakang karena saat ini Wita sedang berdiri didepan pagar sekolah menunggu Nawa sedangkan Raka dia asik membaca buku di depan pos satpam tidak jauh dari Wita sambil mendengarkan musik dengan earphonenya.

"Nah ini dia orang yang ditunggu," kata Wita tersenyum kearah Nawa.

"Wit, maaf yah aku gak bisa pulang sama kamu, hari ini klub ku lagi ngumpul jadinya kamu gak papakan pulang sama Raka." jelas Nawa.

"Gak papa sih," kata Wita melihat ke arah Raka.

"Udah gak papa, kuatkan hatimu jangan baperan oke! Kamu harus terbiasa mulai sekarang," kata Nawa berbisik ditelinga Wita.

"Oke!" semangat Wita sebenarnya Wita sudah sering pulang dengan Raka tapi tidak pernah hanya berdua dari sekolah karena biasa mereka selalu bertiga tapi Nawa hari ini harus pulang telat.

"Oy!" teriak Wita dari depan gerbang sekolah tapi Raka tidak mendengar kemudian Wita mendatanginya dan menarik headshet yang berada diteliga Raka dan membuat Wita menatapnya dan membuat Wita harus menahan perasaannya sekarang.

"Kata Nawa dia gak bisa ikut pulang sama kita, jadi dia nyuruh kita pulang duluan." ucap Wita menjelaskan.

"Bagus kalo gitu," kata Raka.

"Loh apa yang bagus?" tanya Wita pada Raka kemudian Raka hanya menggeleng tidak ingin melanjutkan kata-katanya tadi.

Diperjalanan pulang Wita terlihat murung dan tampak tidak bergairah dan semangat.

Semoga gak ada yang salah sangka. Batin Wita.

"Lo kok murung kayak gitu?" tanya Raka dan Wita tidak menjawab ia asik dengan khayalannya sendiri.

Ckk,apa sih yang dipikirin cewek aneh ini. Gue bahkan gak pernah sama sekali dikacangin cewek dan biasanya malah gue yang kacangin cewek tapi sekarang, berani-beraninya dia. Batin Raka geram karena dikacangin.

"Oyyy! Lo ngelamun apa?" tanya Raka memegang pundak Wita dan membuat Wita terkejut.

"Jangan pegang-pegang!" ucap Wita refleks memukul tangan Raka dengan tangan kirinya yang sakit.

"Aww!" suara Wita kesakitan, ia yang memukul dan ia pula yamg kesakitan.

"Lo kenapa sih dari tadi melamun melulu?" tanya Raka.

"Gak papa," kata Wita menjawab pertanyaan Raka.

Irit banget omongnya nih cewek, biasanya selalu gue yang irit ngomong kenapa sekarang terbalik. Batin Raka memikirkan seolah-olah keadaannya terbalik sekarang.

Kemudian ada anak kecil  laki-laki yang datang dengan wajah celemotan kearah Raka.

"Kakak! Kakak! Beliin pelmen," kata anak kecil itu meminta pada Raka dengan menarik-narik celananya dan Raka merasa jijik kemudian mendorong anak kecil itu dan anak kecil itu menangis.

"Uwaa!" tangis anak kecil itu.

"Ih nangis lagi," kata Raka seolah-olah tidak perduli.

"Mana sih orang tuanya?" kata Raka hanya melihat anak itu menangis.

"Raka kamu apa-apaan sih sama anak kecil kayak gitu, tega amat gimana nanti kamu kalau punya anak, apa anakmu mau kamu kayak giniin?" ucap Wita memarahi Raka ia kecewa.

"Ternyata benar jangan pandang orang itu dari luar tapi liat dalamnya, kamu memang yah bisa dibilang keren dari luar tapi gak tahu deh dalamnya," kata Wita sambil mengelap mulut anak kecil yang celemotan itu dan Raka hanya memandangnya tanpa berkata-kata.

"Adik jangan nangis lagi yah, nanti kakak beliin permen tapi kakak mau tanya dulu mana ibu adik?" tanya Wita lembut kemudian menggendong anak kecil itu dan anak kecil itu berhenti menangis dan menunjukan dimana ibunya, Wita saat itu tidak perduli pada Raka.

Sedangkan Raka saat ini mencerna perkataan Wita dan hanya membuntutinya.

"Sesuai janji kakak ini kakak kasih permen, tapi adik jangan jauh-jauh dari ibu lagi yah, bahaya!" saran Wita kepada anak kecil itu dan dia mengangguk paham kemudian Wita menasehati ibunya agar berhati-hati menjaga anaknya.

Wita pergi dengan senyuman cerahnya meninggalkan anak dan ibunya itu.

Diperjalanan pulang Wita tidak menegur Raka karena masih marah tampaknya tangannya mulai bertambah sakit tapi Wita hanya diam saja, saat itu Raka memerhatikan Wita ia tahu saat ini Wita sedang kesakitan karena dari tadi ia memijat-mijat tangannya.

"Apa tangan lo tambah sakit?" tanya Raka khawatir dan ingin memegang tangan Wita tapi Wita menangkisnya.

"Apa lo masih marah sama kejadian tadi?" tanya Raka.

"Kalau gitu gue minta maaf, gue gak bakalan kayak gitu lagi," kata Raka membuat janji Wita mengernyitkan keningnya.

"Sebenarnya gue gak pernah sama sekali bermain sama anak kecil." ungkap Raka.

Wita masih diam tapi saat ini Wita sepertinya tidak marah lagi dengan Raka karena Raka sudah mengakui kesalahannya dan ingin berubah, begitulah Wita ia bila marah dengan seseorang hanya sebentar tidak bisa lama-lama ketika marah.

Kenapa rasanya gue gak suka kalau liat Wita marah sama gue, dari ekspresinya ada sesuatu yamg membuat gue ngerasa gak nyaman, kenapa gue bisa ngerasain hal ini, Perasaan apa ini. Gue gak pernah rasain hal ini, kenapa gue ngerasa takut kalau Wita marah sama gue. Batin Raka dan membuatnya murung seperti menyesal.

"Wit gue minta maaf." ucap Raka benar-benar menyesal.

"Udahlah Raka, aku bukan marah gara-gara itu kok tadi itu tanganku sakit banget jadinya aku gak bisa jawab kamu aku juga minta maaf aku gak terlalu fokus sama perkataanmu tanganku sakit banget soalnya ini," kata Wita tersenyum menahan sakit sambil memegang tangannya yang sakit.

Syukurlah. Batin Raka lega.

"Wit makanya mulai sekarang lo itu harus hati-hati jangan kayak anak kecil lagi lo itu sudah dewasa," ceramah Raka dan Wita hanya menaggapinya dengan tersenyum.

"Aku hanya suka melakukan hal seperti itu, sebenarnya aku cuma ngilangin rasa bosan aja." jelas Wita menjelaskan kenapa ia senang bersikap seperti anak kecil.

"Tapi tangan lo udah gak apa-apa?" tanya Raka.

"Masih sakit sih, tapi kayaknya udah mendingan deh cuma tadi tergerak aja makanya sakit." jelas Wita tak terasa mereka sampai ditempat mereka terpisah.

"Gue pulang dulu yah, hati-hati dijalan!" ucap Raka berpesan pada Wita.

"Oke!" Wita mengacungkan jempolnya meyakinkan Raka bahwa dia akan hati-hati dan tidak akan membuat khawatir kemudian ia meneruskan perjalanan pulangnya.

Diperjalanan pulang mereka terhanyut dengan pemikirannya masing-masing.

Wita yang merasa bahagia sepertinya sekarang Wita sudah menaruh perasaan pada Raka dan berhasil move on dari Dava buktinya sekarang ia sudah tidak merasakan perasaan apa-apa lagi saat dekat dengan Dava tidak seperti dulu.

Sedangkan Raka ia sedang memikirkan bagaimana cara menjalankan akal liciknya.

1
RINAWATI AZZA
saya diganti aku aj lah thor
DMus: Nnt bakalan pake aku lagi kok Kak☺️
total 1 replies
~I`•`|
lanjut thor
coffee vanilla
cerita cinta ank Smu bukan yaaa ??????soalnya aku rada boring krn kbnykn cerita ttg prnikahan...prjodohan dg bos kaya yg dingin bgtu ...butuh baca cerita yg konflik ringan kyk love story ank sekolah gtu...
DMus: Iya kak, ini cerita tentang cinta masa sekolah. Gak ada perjodohan sih disini, biar pun ada imajinasi yang berlebihan juga, sesuai imajinasi author😊
total 1 replies
Alya Alghazali
keren banget Thor 💙💙💙
bkin lagi dong novel kaya eyes of course ceritanya kaya kisah anime tapi tetep romantis..
aku suka semua karya dwimst👍👍💙💙💙
Alya Alghazali
ini kali kedua aku baca novel karya mu thorr.. ceritanya bagus keren 💙💙💙
Alya Alghazali
so sweet banget💙💙💙
Alya Alghazali
ceritanya bagus Thor..
kenapa sedikit yang ngasih like
DMus: Terima kasih telah membaca cerita saya😁😁
total 1 replies
Muhammad Ari
keren thor, ijin promo ya.... jgn lupa mampir dan baca novel dg judul "sudden kiss" ya 😇😇😇
DMus: Terima kasih telah membaca cerita saya
total 1 replies
Yuana Prihatini
iiih ngilu aku bayangin pas belingnya di cabut dari telapak kaki.
DMus: 😅😅

Terima kasih telah mampir dan membaca cerita saya
total 1 replies
Louisa Lumingkewas Salomonsz
pasti putri
DMus: Terima kasih sudah mampir dan membaca cerita saya🤗🤗
total 1 replies
Eer Erna Aza
bagus ceritanya thor,,suka,,suka,,suka,,👍👍👍
DMus: Oke kakak!!
total 3 replies
Titik Widiawati
visualnya dong thor
DMus: Untuk visualnya sesuai imajinasinya aja ya hehehe

Terima kasih telah membaca cerita saya!!!
total 1 replies
Titik Widiawati
kukira haikal adiknya wita
Titik Widiawati
lah aneh kan thor habis d tolong kok tiba2 pergi
Titik Widiawati
kok jahat sih raka
DMus: Terima kasih sudah mampir dan baca cerita saya🤗🤗
total 1 replies
Hanin Han
Hyy kk ceritanya bagus aku sudah meninggalkan like dan coment nyya❤❤❤
Jangan lupa singgah dicerita aku kk
"Pretend lover"
Saling support thorr❤❤
Johar Edogawa
Ceritanya menarik Thor.... yuk baca karyaku yaaaaa judulnya My Wife is Professional Stalker, Lentera dan Crazy Lovers. MWIPS sama Lentera up tiap hari ya kak... Thank you ❤
DMus: Terima kasih telah mampir dan membaca cerita saya🤗🤗
total 1 replies
Yuni Susilawati
ceritanya baguus....
DMus: Terima kasih sudah mampir dan baca cerita saya sampai akhir🤗🤗
total 1 replies
Yuni Susilawati
ceritanya sampe sini masih keren....
🍑🎭࿐<big><big><em><br><_
Maaf permisi, kalau tidak keberatan maukah membaca novel saya yang berjudul "My version Lucia [Hunter x Hunter]" (Genre : Action, fantasi dan fanfic). Terima kasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!