NovelToon NovelToon
Rika dan Raja Iblis

Rika dan Raja Iblis

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Supernatural / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:345.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Azai Nagamasa

Ozaki Rika atau dulunya Ozaki Ryu adalah manusia buatan dari era moderen dan secara tiba-tiba muncul di abad pertengahan yang menjadi wilayah iblis, ia ada di sana karena upacara pemanggilan yang dilakukan oleh Zarathos sang raja Iblis kecil di wilayah itu, Rika dinikahi karena sang Raja Iblis tidak ingin manusia itu disakiti bawahannya, ia memikirkan kegunaan gadis yang terpanggil olehnya karena ia tidak pernah menyangka akan memanggil manusia, karena dalam upacara itu harusnya yang terpanggil adalah monster kuat dari dimensi lain untuk membantunya perang melawan manusia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azai Nagamasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10

Suamiku adalah Raja Iblis.

Chapter 10

"Aku Ozaki Rika, dulunya adalah Ryu, aku adalah seorang gadis yang menakutkan dan merupakan mesin pembunuh berbahaya di dalam kelompokku."

"Sekarang sudah tidak lagi, aku sudah dipermak sedemikian rupa oleh seseorang yang melemparku kemari, tak ada alasan untuk aku protes, sekarang aku adalah wanita super anggun dan istri dari Raja iblis, meski sebenarnya aku lebih pantas disebut Ratu bar-bar berparas cantik."

Rika keluar dari dapur lalu berjalan menuju kamarnya. Namun, lagi-lagi hal itu kembali ia urungkan, karena menurutnya ia masih belum mengantuk, akhirnya Rika nekat keluar istana, di sana Rika melompat-lompat dan berbaring di atas atap Istana.

"Malam ini suasananya sangat dingin," gumam Rika sembari berbaring merasakan hembusan angin malam yang menerpa tubuhnya.

Di tempat Zarathos.

Terlihat Zarathos berbaring dikamar mencoba memahami isi perkataan Rika, ia mulai paham setiap kata yang terlontar dimulut istrinya kadang bisa berarti lain atau mengandung banyak pengertian.

Zarathos mencoba memahami isi dari setiap kata yang Rika berikan kepadanya dan juga ia mulai memikirkan apa yang sebenarnya Rika pikirkan ketika bicara padanya tadi.

Ke esokan harinya.

Rika terbangun dari tidurnya, ia merasakan hawa dingin yang begitu menusuk tulang berada ditubuhnya, ia pun teringat sesuatu, dimana ia sebenarnya berada di atas atap istana.

"Hem dingin sekali, kelihatannya aku ketiduran di atas atap istana," gumam Rika sembari memeluk tubuhnya sendiri lalu melompat turun dari atap, lalu masuk melalui jendela.

Rika merasakan banyak aktivitas yang terjadi di dalam istana, yah para pelayan mulai bangun dan bekerja, Rika terdiam ketika mendengar suara langkah kaki yang bergerak ke arahnya.

Rika menatap ke arah suara, terlihat seorang lelaki berambut biru panjang dengan otot besar dan gelang baja berelemen air berjalan ke arahnya.

"Suija kau kah itu?" tanya Rika pada orang yang menghampirinya.

"Benar sekali," jawab Suija dengan tenang sembari menghentikan langkahnya.

"Ada perlu apa?" tanya Rika pada Suija hal itu ia tanyakan karena tidak biasanya Suija meninggalkan postnya tanpa alasan yang jelas.

"Ku dengar kau ingin mengantar Shuna kembali ke kampung halamannya hari ini bukan?" tanya Suija dengan tenang.

Rika yang mendengar penuturan dari Suija diam beberapa saat, lalu mengangguk sebagai jawaban.

"Kalau begitu bisakah aku ikut bersamamu?" tanya Suija.

"Suija ada angin apa hari ini? Kenapa kau tiba-tiba mau menemaniku, ini benar-benar sesuatu yang sulit dipercaya," ungkap Rika sembari menatap ke arah Suija.

"Hem, bisa dikatakan aku hanya ingin tau apakah aku bisa mempercayai Kanjeng Ratu atau tidak." Suija menjawab dengan tenang.

"Kalau Gusti Prabu mengijinkan aku tidak akan protes," jawab Rika lalu berjalan melewati Suija.

"Jadi untuk hal semacam itu sebaiknya kau meminta ijin pada Yang Mulia Raja, bukan kepadaku," bisik Rika ketika berpapasan dengan Suija.

Suija hanya diam dan melanjutkan perjalanannya, sementara itu Rika terus melanjutkan langkah kakinya menuju kamarnya dan saat sudah sampai ia menempelkan telinganya di pintu kamar.

"Suara nafasnya begitu tenang, apa dia masih tidur?" gumam Rika sembari membuka pintu kamarnya.

Kreeet

"Shuna apa kau sudah bangun?" tanya santai Rika.

"Engh, maaf Kanjeng Ratu, bisakah aku tidur sedikit lebih lama, aku sedang mengantuk," jawab Shuna dengan malasnya menutup tubuhnya dengan selimut.

Rika pun mendekat dan langsung menarik kasar selimut tersebut.

Braaak!

"Kyaa Kanjeng Ratu!" teriak Shuna, kaget ia merasa terkejut saat selimut hangat itu tiba-tiba menjauh darinya, Rika hanya menatap datar Shuna.

"Jangan malas! Cepat ikut aku kita harus mandi, aku yakin orang tuamu khawatir kau tidak pulang berhari-hari, jadi hari ini sesuai janji aku akan mengantarkan kau pulang!"

"Iya-iya Kanjeng Ratu enggak sabaran," ucap Shuna lalu bangkit dan turun dari kasur, mengikuti Rika berjalan keluar dari kamar dan berjalan menuju kamar mandi.

Singkat cerita.

Akhirnya Rika dan Shuna pergi dari istana Raja iblis diantar oleh Mary, Enja dan Suija.

"Aku pikir hanya Suija yang ikut, ternyata Enja juga ikut, jadi sebenarnya ada apa ini?" Rika mulai bertanya pada Enja dan Suija.

"Bukan apa-apa, Enja hanya khawatir tentang keselamatan Kanjeng Ratu, makanya ia juga ikut," Suija memberikan jawaban pada pertanyaan Rika.

"Oh, kalau begitu mohon bantuannya Enja," ucap Rika sembari tersenyum dan membungkuk hormat kepada Enja.

"T-tak perlu seperti itu kanjeng ratu, b-bukankah sudah kewajiban pengikut untuk melindungi ratu mereka," ujar Enja merendahkan dirinya dihadapan Rika.

Rika sedikit terdiam namun ia tidak begitu memikirkannya, ia pun mengajak Shuna dan Mary masuk kedalam kereta, sementara itu, Enja dan Suija duduk didepan sebagai Kusir dan Co Kusir mungkin.

Sepanjang perjalanan tak ada yang bicara, semua terasa begitu sunyi hanya terdengar suara lonceng yang berasal dari gelang Rika saat kereta kuda itu melewati jalan yang kurang bagus sehingga membuat kereta itu berguncang.

"Perjalanan ini sangat sepi, ini menggangguku," ungkap Rika, ia merasa suntuk mengantuk dan bosan, karena tak terdengar apaoun selain langkah kuda, gelindingan roda dan juga lonceng dari gelangnya.

"Memangnya apa yang membuat Kanjeng Ratu terganggu saat perjalanan ini sepi?" tanya Mary kebingungan.

"Cik, aku bosan, tak ada yang bisa dikerjakan di tempat sepi begini, aku tidak bisa bicara dengan siapapun," tanggap Rika sembari mengarahkan pandangannya ke luar.

Suija yang sendari tadi diam langsung memasang telinganya dengan baik, karena memang benar apa yang dikatakan oleh Rika, hal ini terasa begitu aneh, karena Enja tidak biasanya bisa tenang jika duduk di dekatnya, Suija pun mulai khawatir.

"Enja, tumben kau sama sekali tidak bicara," sindir Suija pada Enja.

Enja yang mendengar sindiran dari Suija langsung menatap sang kakak.

"Apa maksudmu Suija?" tanya Enja.

Sementara itu di istana kerajaan.

"Eh are... kok gua ditinggalin sih?" gumam tanya iblis berotot dengan gelang baja besar berelemen api di tangannya, ia juga berambut pirang berdiri.

"Are Enja kau tidak pergi bersama Suija dan Kanjeng Ratu?" tanya bingung seorang pria berbadan agak gelap dengan tato-tato menyelimuti tubuhnya.

"Entahlah, aku juga tidak mengerti kenapa malah jadi begini, harusnya mereka menungguku ini pasti ada yang tidak beres, apa yang harus kita lakukan Onikage-dono?" gumam Enja.

"Haaaah, hei Onikage, Enja kalian melihat Kanjeng Ratu ada dimana? Suija juga menghilang, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya seorang gadis dark elf berambut pirang bergelombang dengan mata biru.

"Maaf Mary, bukankah nona Mary seharusnya sudah pergi bersama dengan Kanjeng Ratu dan Suija mengantar Shuna ke kampungnya?" tanya Onikage dan dibarengi anggukan oleh Enja.

"Eh, bagaimana mungkin, aku saja baru bangun," ujar Mary pada saat itu.

Seketika itu juga Enja dan Onikage kaget mendengar penuturan Mary.

"Kalau dipikir-pikir, seberapa buruknya pun hubunganku dengan Suija, ia akan tetap menungguku jika aku ingin ikut, tapi dia malah pergi, benar-benar tidak beres, kita harus menyusul mereka!" seru Enja yang langsung memanggil Blast kuda api yang ia miliki.

"Blast!" seru Enja dan secara tiba-tiba seekor kuda berarmor api muncul di hadapan Enja.

"Mary! Onikage! aku akan pergi menyusul mereka, kalian berdua laporkan masalah ini kepada Gusti Prabu!" seru Enja memerintah mereka berdua lalu langsung pergi memacu Kudanya mengejar Rika dan yang lain.

Enja memacu kudanya dengan sangat cepat melesat menuju ke luar kota dan desa menuju hutan yang ditempuh oleh kereta yang ditumpangi Rika.

Sementara itu ditempat Rika dan yang lain.

"Mary," panggil Rika.

"Ya ada apa Kanjeng Ratu?" sahut Mary.

"Ah tidak bukan apa-apa," gumam Rika sambil tersem kecil.

Suija terlihat kurang nyaman dengan suasana sunyi dan menatap ke arah Enja yang selalu energik menjadi pendiam.

'Suija, aku harap ia menyadari ketidak wajaran ini,' batin Rika sembari menatap ke arah Enja.

"Suija berhenti sebentar, kita istirahat sebentar disini," pinta Rika pada Suija, Suija pun menghentikan keretanya merekanpun akhirnya keluar dari kereta kuda itu.

"Ini masih belum setengah perjalanan, jadi kenapa Kanjeng Ratu ingin berhenti?" tanya Enja pada Rika.

"Aku tidak punya alasan untuk memberitahu seorang penipu sepertimu," jawab Rika yang dengan gerakan supernya ia langsung berada dihadapan Enja.

Booom!

Ledakan udara pun terdengar sangat keras dan memekakan telinga hal itu terjadi saat Rika menggerakan tinjunya dengan kecepatan 5 Mach, ledakan dari gelomang kejut yang diciptakan Rika berhasil menghancurkan tubuh Enja hingga hanya tersisa beberapa bagian saja, Suija membelalakan mata ketika melihat kekuatan dari Rika.

Ketika bagian tubuh Enja berjatuhan termasuk bagian kepala terlihat kalau itu bukanlah Enja melainkan orang lain.

"P-pukulan yang luar biasa," puji Mary sembari tersenyum.

Rika hanya diam dan tidak menanggapi pujian Mary dan menatap ke arah Shuna.

Suija juga melakukan apa yang Rika lakukan yaitu menatap ke arah Shuna.

Shuna yang ditatap oleh dua orang sekaligus hanya bisa menatap ke arah lain.

"A-aku juga tidak tau apa yang terjadi " ujar Shuna menjawab tatapan Rika dan Suija.

Rika pun hanya diam dan menatap ke arah Mary, Rika tersenyum ketika merasakan adanya kewaspadaan dan rasa gugup dari detak jantungnya.

Suija juga sedikit mengangkat sebelah alisnya ketika melihat ekspresi terkejut dan wajah gugup Mary.

"Mary kemari," panggil Rika dengan senyum maniacnya, Suija langsung swedrop melihat senyuman yang Rika keluarkan, karena terbilang mengerikan.

"B-baiklah Kanjeng," gumam pelan Mary, Rika langsung semakin mencurigai Mary yang ada dihadapannya.

Ketika Mary sudah berada dihadapan Rika.

"Kali ini kau aku ampuni, tapi jika kau berani menyerangku ketika aku lengah, bersiaplah tubuhmu akan hancur seperti temanmu," bisik Rika di telinga Mary palsu itu.

Mata Mary pun langsung terbelalak kaget mendengarnya, Rika pun berjalan menuju kereta kuda sementara itu Mary yang masih tegang tidak bergerak dari sana.

Suija juga diam melihat ekspresi Mary, ia langsung menyunggingkan sedikit senyumannya.

'Hooh jadi dia adalah yang palsu heh,' batin Suija pada saat itu.

Suija pun memilih kembali ke kereta, sementara Mary mengikuti dari belakang.

Mereka pun melanjutkan perjalanan, tak ada yang bicara dan sungguh terasa begitu sunyi karena kejadian tadi.

Rika hanya diam dan tidak mau mencairkan suasana yang sedang tegang dan sangat canggung tersebut.

"Mulai dari sini kita akan menyelamatkan diri kita sendiri," gumam pelan Rika, gumaman pelan Rika terdengar oleh Suija.

Suija sebenarnya sempat bingung dengan maksud Rika. Namun, setelah beberapa detik kudanya melangkah, Suija langsung merasakan adanya hawa membunuh disekitar. Namun, itu bukan milik Rika dan Mary, karena itu masih terlalu lemah dan tidak sebanding dengan milik Rika.

"Ini..."

"Hyaaaaa!" Tiba-tiba dari pepohonan mulai muncul orang-orang enggak jelas melompat dan mengepung kereta kuda yang di bawa Suija mereka menahan laju kereta itu dengan menggunakan sihir elemen tanah. Kaki kuda dan roda kereta pun tertahan oleh tanah.

"Cih, kalian berani sekali menghalangi perjalanan kami!" seru Suija sembari menatap ke arah para perompak.

"Hehehehehe, kau pikir kami takut denganmu, tidak meskipun kau adalah prajurit kerajaan terkuat kami tidak akan takut!" seru mereka sembari mencabut pedangnya.

Tak lama setelahnya Rika pun keluar dari kereta.

"Wah-wah, bahkan di dalam ada wanita cantik," gumam mereka sembari menatap Rika dengan pandangan penuh nafsu, para perampok itu merupakan ras Oni.

Rika kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling, sembari menggerakan pergelangan tangannya, hingga lonceng di gelangnya berbunyi.

"Kalian, bisa ijinkan kami lewat, saya hanya ingin mengantar seorang anak kecil untuk pulang ke kampung halamannya," pinta Rika pada mereka.

"Oh tentu saja tidak bisa nona, karena kami akan mengambil semuanya, hahahahahaha!" seru mereka.

"Bagaimana ini Kanjeng Ratu?" tanya Suija pada Rika, Rika sedikit terdiam sebentar lalu menatap ke arah belakang.

"Kurasa kita hanya perlu menunggu," gumam Rika sembari tersenyum.

"Menunggu?" Suija mulai kebingungan mendengar jawaban Rika.

"Ah kita hanya perlu menunggu," jawab Rika lagi ia bahkan mengucapkannya dengan senyum di wajahnya.

'Apa yang membuatnya yakin hanya dengan menunggu, lagian siapa yang dia tunggu?' batin tanya Suija melalui pikirannya, Rika terlihat santai tak ada ketegangan sedikitpun di wajahnya, tak lama setelahnya Mary palsu keluar dari kereta

"Haaah, susahnya menjadi orang biasa saat-saat seperti ini muncul, aku benar-benar tidak mengerti." Rika bergumam pelan sembari menatap para perampok

"Wah-wah ternyata ada satu lagi cewe cantik keluar dari kereta," ujar para Oni tersebut, Rika tiba-tiba memejamkan mata.

'Mereka juga mengincar Mary, itu artinya, Mary palsu ini bukan bagian dari mereka, atau mungkin mereka hanya pura-pura saja,' batin Rika sembari merasakan keadaan yang ada disekitarnya(Aku menulis merasakan dan bukan melihat keadaan karena Rika tidak bisa melihat).

"Jadi kalian menyerah atau..."

"Sayang sekali tuan-tuan saya sudah bersuami dan jika tuan ingin tuan harus mengalahkan suami saya dahulu," jawab Rika dengan tenang.

Suija yang mendengar ucapan dari Rika hanya sedikit mengangkat alis matanya.

"Kanjeng Ratu! Apa yang kau pikirkan!?" tanya keras Suija pada Rika.

"Ahahahahhaha. kalau memang benar begitu, mana suamimu? Biar kami bunuh, ahahaha!" seru salah satu dari mereka bahkan mereka semua langsung tertawa.

"Atau mungkin pria berambut biru panjang itu yang ia maksud," ucap seorang pria berkumis tebal bermata biru dengan dua tanduk berwarna merah muda.

Suija makin mengedutkan mata mendengarnya, sementara itu Rika sedikit menghela nafasnya sebelum akhirnya angkat bicara.

“Mana pemimpin kalian?" tanya Rika pada mereka.

"Haaah! Memang ada urusan apa kau dengan ketua kami!"

"Tidak ada! Hanya saja saya ingin memberikan peringatan, bahwa tak ada satupun dari kalian yang akan selamat mulai 3 detik dari sekarang." jawab Rika dengan tenangnya seolah tak ada masalah.

"Cih jangan bercanda!" seru mereka yang mulai menyerang, akan tetapi.

Blaaaaar!

Ledakan besar muncul dan ternyata itu adalah ulah dari Enja yang muncul dan menabrak gerombolan musuh dengan kuda apinya.

"Waaaaaaaaa!" teriak mereka semua begitu kesakitan ketika ditabrak dengan kuda api, bahkan beberapa dari mereka berubah jadi abu.

"Kanjeng Ratu! Kau baik-baik saja?" tanya Enja pada Rika.

"Seperti yang kau lihat," jawab tenang Rika.

"Syukurlah," gumam Enja.

"Oi Suija! Kenapa kau main pergi saja meninggalkanku hah!?" seru marah Enja.

"Salah siapa yang tidak datang saat kami menunggu hingga lebih dari 2 menit," jawab santai Suija.

"Apa katamu?" terlihat Enja marah dengan aura apinya, menguar, Rika yang mendengar percakapan Enja dan Suija hanya bisa Sweedrop, begitu juga dengan sisa perampok, Mary palsu dan Shuna.

bersambung

1
auathenabiruu
itu dia bukan merendahh itu karena dia anaknya baik dan sopan eaa
auathenabiruu
tapi.. ini formal
auathenabiruu
jangan SD lagi deh, aku jadi kasihan sama kamu
auathenabiruu
SD aja dan perbaiki diri
auathenabiruu: heheh maksudnya tadi sadar diri, ehh tau tau dia sempurna jadi gak jadi SD deh
total 2 replies
Aquanda17_
Keren kak novelnya😍
Frando Kanan
btw thanks cerita ini bgs 👍
❄•MASTER•OF•GU•❄: hehehe btw kk mana nomer kk aku pegen minta
total 7 replies
Frando Kanan
eh? kok......apa mungkin kembali ke masa lalu Rika (Ryu)?
Frando Kanan: hmm...
total 2 replies
Frando Kanan
Bru merasakn perih? menyakitkn? LALU GMNA DGN RIKA!! HA???!!!
Frando Kanan: cih....itulh...mereka udh melupakan ttg ini....jika Dr awal gk sudi lht rakyat sendiri....bknny bs cari mkn sendiri kn? bs cari minum sendiri kn? bs bersihkn rmh sendiri kn? Dan semua jg....hmph 😒....para bangsawan sdh melupakan ttg yg sederhana ini...
total 2 replies
Frando Kanan
wkwkwkwkwkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣 mlh ngompol.... bner2 bch idiot 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hamdi: Gimana lagi kesadarannya dipaksa ada dan membuatnya nggak bisa pingsan
total 1 replies
Frando Kanan
mrleskipun lo kaisar penguasa atas...tpi syngny lo mlh menyingung raja iblis
Anggun
thor gk ada season 2nya gk ada?
Hamdi: kalau mau cari aja di profil gua ada
total 2 replies
Frando Kanan
wkwkwkwkwkwkwk 🤣🤣🤣 ini msh blom apa2? ckckck 😏
Frando Kanan
wkwkwkwkwkwkwk 🤣🤣🤣🤣 rasain...dsr bch idiot....krn lo sendirilh anggap remeh musuh lo 🤣🤣🤣🤣
Frando Kanan
pedang zupiter huh....heh 😏
Frando Kanan
cih.... akhirny bertemu kembali...di bch malapetaka sialan yg buat seluruh manusia mati 💢👿
Anggun
😭thor
Hamdi: Maaf Keputusan Author udah oval
total 3 replies
Frando Kanan
btw next Thor 😃
Frando Kanan
oee Thor...apakh ini next eps bkl perang itu adalah next akhir?
Hamdi: mungkin saja
total 1 replies
Frando Kanan
njirr...
Frando Kanan: gk...
total 2 replies
Frando Kanan
btw next Thor 👿👿👿💢💢💢💢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!