kisah seorang gadis yang terpaksa menjadi simpanan Sugar Daddy demi bisa mendapatkan jaminan hidup layak setelah keluarga nya di kucilkan oleh keluarga besar mendiang sang ayah,mula nya kehidupan gadis bernama Ayana itu serba berkecukupan,tapi setelah ayah nya meninggal, seluruh aset kekayaan almarhum di kuasai oleh sang adik yang rakus akan harta kekayaan kakak nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winda Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 10
"Loe punya niat bunuh diri ya?!"
cecar wanita bernama Aurel itu,dia terlihat peduli pada Ayana,tatapan mata nya juga terlihat iba.
"aku gak tau harus kemana lagi, hidup aku udah berantakan."
lirih Ayana Sambil menitihkan air mata.
melihat sorot mata Ayana yang di penuhi rasa ke putus asa'an, Aurel memeluk nya sambil menepuk punggung Ayana dengan lembut.
"udah-udah,ayok ikut aku,kita pulang ke kos'an aku dulu,nanti kamu ceritain semua nya ya."
tutur Aurel lembut, penampilan nya memang terlihat seperti gadis nakal,tapi hati nya begitu baik.Aurel mengajak Ayana untuk sementara waktu tinggal di kontrakan milik nya yang memang cukup sederhana,di sana Aurel tinggal sendiri,ia hidup sebatang kara di kota Jakarta setelah memutuskan merantau dari kampung halaman nya, orang tua nya juga sudah meninggal dua tahun lalu.
"Kamu bisa tinggal sini dulu sama aku."
Aurel menunjukan kamar tidur nya yang cukup sederhana,hanya ber alaskan kasur tipis dengan satu bantal tidur dan satu bantal guling.Ayana merasa bersyukur bisa di pertemukan dengan wanita sebaik Aurel, entah bagaimana cara nya ia akan membalas kebaikan Aurel nanti nya."waktu sudah menunjukan pukul 18:30 wib, Aurel pamit pergi guna membeli makanan untuk nya dan Ayana.setelah makan malam, Aurel kembali pergi untuk bekerja.tertanam rasa penasaran di benak Ayana tentang pekerjaan yang di geluti oleh Aurel, mengapa dirinya selalu berpakaian seksi seperti itu.""
***
"tolong berikan aku pelayanan terbaik.bisa kan kamu memuaskan ku sayang?"
Bisikan lembut penuh gairah itu mendarat di telinga Aurel. suara nya berat namun terkesan lebih dingin.
di sebuah kamar hotel,pak Wijaya dan Aurel menikmati secangkir kopi dengan iringan hujan yang mengguyur hampir sepanjang malam, suasana kian dingin,namun pelukan Aurel mampu menghangatkan tubuh pak Wijaya yang sudah lama membeku, hari-hari nya di sibukkan dengan pekerjaan, sampai hasrat dalam diri nya belum sempat tersalurkan.
"bisa dong om,bisa banget malah."
goda Aurel dengan wajah penuh birahi,gadis itu menggigit ujung bibir seraya memainkan rambut nya yang panjang terurai.tanpa pikir panjang,om Wijaya langsung mendekap Aurel penuh hasrat, mereka berdua menghabiskan malam penuh dengan kenikmatan dunia.
pagi hari nya, Aurel pulang sekitar jam tujuh, kondisi badan nya sempoyongan seperti habis mabuk, rambut nya juga acak-acakan,aroma mulut nya tercium bau alkohol.gadis itu benar-benar binal.
Ayana menopang tubuh Aurel yang hampir saja ter pentok pintu,ia memapah Aurel berjalan menuju kamar, sesampai nya di kamar, Ayana segera membaringkan tubuh Aurel dengan hati-hati, melihat wajah Aurel, Ayana merasa iba,gadis muda itu seperti nya sudah terbiasa dengan dunia malam di luar sana.
sementara di lain tempat"
malam itu Regan di ajak nongkrong dengan teman-teman nya di sebuah club,dunia luar membuat nya semakin bebas tanpa merasa terkekang oleh mama nya.
Bu Ayu fikir, setelah memasuki bangku kuliah, kelakuan Regan akan berubah menjadi lebih Dewasa dan bisa mengontrol diri nya sendiri, membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,namun ternyata,sifat gila prempuan nya itu juga di warisi dari papa nya.
Regan sering bergonta-ganti prempuan hanya untuk memuaskan hasrat nya,tapi beberapa prempuan itu hanya di jadikan budak nafsu,semua di perlakukan sama, prempuan -prempuan itu juga melakukan pekerjaan nya dengan profesional tanpa melibatkan rasa pada Regan, kecuali satu prempuan bernama Luna, prempuan berparas ayu dengan tinggi semampai dan kulit putih itu rupa nya diam-diam tertarik dengan sosok Regan.
wajah tampan nya mampu memikat gadis yang ia sewa malam itu.Luna tidak menampik bahwa diri nya sudah jatuh cinta pada pelanggan nya itu, perasaan ini jelas beda dari biasa nya, laki-laki yang singgah sebelum nya tidak ada yang membuat nya se canggung ini.
tapi ia sadar diri,wanita penghibur seperti dirinya tidak mungkin bersanding dengan pria seperti Regan, meskipun ia tau, Regan bukan lah pria baik-baik,apa lagi pria Soleh yang pandai agama.
namun perasaan nya berkata demikian,mana mungkin laki-laki akan memperistri wanita jalang seperti dirinya.butuh ribuan kali untuk Luna meyakinkan diri nya agar tidak jatuh cinta pada Regan.hari demi hari terus berlalu,saat itu libur sekolah tiba,Regan berniat untuk pulang ke bogor guna menghabiskan masa liburan di kampung halaman nya,apa lagi sudah lama ia tak merasakan masakan mama nya.kangen rasa nya mencium aroma masakan sang ibunda saat pagi hari.
"Papa gak pulang ma.?"
tanya Regan setelah melihat rumah tampak sepi,Bu Ayu memasang wajah masam seperti tidak tertarik membahas soal suami nya itu.
"gak tau,mama gak perduli papa mu mau pulang atau enggak."
ketus Bu ayu dengan sikap dingin.akhir-akhir ini hubungan mereka memang kurang baik,Bu Ayu merasa ada begitu banyak hal mengganjal di benak nya tentang suami nya itu,apa lagi tentang hubungan Pak Wijaya dengan banyak wanita di luaran sana.
Jam makan malam telah usai, Regan masuk ke dalam kamar nya, berbaring memandangi langit-langit kamar,ia mengambil handphone nya lalu membuka kontak WhatsApp,niat nya Ingin sekali mengubungi Ayana,tapi hal itu di tepis lantaran ia sadar tidak memiliki hubungan apapun dengan gadis itu, Regan masih bertanya -tanya apakah Ayana sudah di terima kerja di perusahaan papa nya.malam semakin larut,Regan belum juga bisa tertidur lelap,kedua mata nya masih belum dapat terpejam.
"Drett..
Sebuah chat masuk dari salah satu teman nya, Regan segera membuka pesan tersebut yang ternyata dari Andrian, teman satu kampus nya, Andrian tinggal di Jakarta dan kebetulan Andrian juga sangat dekat dengan kelurga Regan, mereka sudah seperti saudara meksipun tinggal di kota yang berbeda, dulu nya Regan dan Andrian juga bersekolah di SMA yang sama, sebelum akhir nya Regan pindah ke Bogor.
Regan segera membuka isi pesan tersebut yang ternyata, isi pesan tersebut adalah foto pak Wijaya dengan salah satu wanita simpanan nya.
melihat hal itu, seketika darah Regan mendidih, Kedua tangan nya mengepal kuat,deru nafas nya terdengar lebih keras, Regan membanting Hanphone nya ke sembarang tempat begitu saja.
"awas kau Wijaya.! Pantas saja dia tidak pernah pulang, rupa-rupa nya sedang bermain api di belakang Mama.!"
Gerutu Regan mengerenyitkan gigi-gigi nya.muak rasa nya melihat kelakuan papa nya yang tidak kunjung berubah bahkan semakin menjadi-jadi.
saking kesal nya Regan sampai memblokir nomor papa nya.perubahan pada diri pak Wijaya sungguh membuat Bu Ayu tertekan batin, tubuh nya semakin kurus, beliau juga sering sakit-sakitan, bertahun-tahun beliau memendam rasa kecewa terhadap suami nya yang sering sekali bergonta-ganti prempuan,hal ini memicu rasa kecemburuan pada Bu Ayu yang justru membuat nya semakin kehilangan gairah hidup.
Bu Ayu sering melamun bahkan kadang tertawa sendiri, kondisi beliau justru semakin parah saat ada seorang wanita yang tempo hari datang menanyakan tentang keberadaan pak Wijaya,wanita paruh baya itu meminta pertanggung jawaban setelah anak gadis nya hamil.
Bu Ayu yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa pasrah dan memendam semua nya sendiri,selama beberapa tahun terakhir.
melihat kondisi Mama nya semakin kurus dan tidak seceria dulu,Regan merasa harus segera bertindak dan memberi pelajaran pada pria yang enggan di anggap nya lagi sebagai Ayah.
meskipun tidak menampik jika diri nya juga tidak ada beda nya dengan sang Papa,tapi ia yakin hal ini di lakukan hanya ketika ia masih lajang, Regan meyakinkan diri nya sendiri dan berjanji dia akan setia ketika sudah menikah nanti,dan tidak akan membuat istri nya merasakan apa yang selama ini sudah di alami Mama nya.
Rasa sakit hati nya seorang ibu juga bisa di rasakan oleh seorang anak,apa lagi Pak Wijaya juga tidak pernah peduli pada Regan.
untuk si Sera semoga mendapatkan karma nya lagi